Adikku Kau Cintaku

Adikku Kau Cintaku
terpukau


__ADS_3

Syafira hari ini sedang bosan . Ngomong ngomong selama tinggal di Rumah Umi Yani dan Abi Wira , ia belum tau seluruh sisi rumah yang luas itu. Untuk mengisi kebosanannya , ia memutuskan untuk berkeliling rumah hanya sekedar ingin tau saja.


Syafira berjalan disekeliling rumah itu . Ia melihat ada salah satu ruangan yang didalamnya terdapat beberapa alat musik modern . Syafira berjalan masuk kedalam ruangan itu . Lalu ia mengambil salah satu gitar disana dan mulai memainkannya . Syafira menyanyikan lagu berjudul "Surat Cinta Untuk Starla".


Lagu itu adalah lagu favorit nya , ia selalu menyanyikannya dengan penuh perasaan. Suaranya begitu indah dan merdu bak penyanyi yang sudah profesional.


Dari kejauhan Rey mendengarkan nyanyian yang indah itu. Ia segera berjalan menuju ruangan musik dimana suara nyanyian itu berasal. Ternyata yang bernyanyi itu adalah Syafira . Rey duduk sembari melihat Syafira yang sedang bernyanyi. Rey begitu terpukau mendengar suara indah Syafira. Rey tak menyangka ternyata Syafira sangat pandai bernyanyi dan bermain gitar.


Ketika Syafira selesai bernyanyi , ia baru menyadari ternyata disana ada Rey yang sedang memperhatikanya.


Rey tersenyum pada Syafira. "Suara kamu bagus Ra " .


"Iya dong " kata Syafira sembari menaruh gitarnya.


"Lagu kesukaan kamu lagu apa Ra ?" Tanya Rey.


" Surat Cinta Untuk Starla" Jawab Syafira.


" Kenapa suka lagu itu ? " Tanya Rey.


"Karena lagu itu tuh maknanya dalam banget . Suatu hari aku ingin pasangan aku nyanyiin lagu itu buat aku.. hmmm.. sosweet banget..! " Kata Syafira sembari berangan angan.


"Nyanyi bareng yuk !" Rey mengambil gitar . Kemudian mereka bernyanyi bersama diiringi gitar yang dimainkan oleh Rey. Mereka sangat asyik bernyanyi besama , karena mereka memang sama sama hobby bernyanyi.


Keesokan hari setelah sarapan, Rey keluar lebih dulu, sedangkan Syafira masih di ruang makan. Ketika Syafira hendak berangkat , tiba tiba ia melihat jam tangan Rey ketinggalan di meja makan. Syafira pun mengambilnya untuk diberikan pada Rey. Ketika berjalan keluar rumah , tiba tiba Syafira terpeleset . Jam tangan itu terlempar sampai hancur.


Rey yang melihat itu, segera menghampiri. Tapi bukannya menolong Syafira , Rey malah mengambil jam tangannya yang telah hancur.


Rey sangat marah pada Syafira. Jam tangan itu sangatlah berharga bagi Rey , karena jam tangan itu merupakan jam tangan pemberian Risa kekasihnya.


Rey memarahi Syafira habis habisan. Sedangkan Syafira hanya diam dan menunduk . Ia sadar ini memang salahnya. Syafira sudah berkali kali meminta maaf pada Rey tetapi Rey masih saja tetap marah.


"Dasar cewe kampung..!" Rey membentak Syafira , sampai sampai suaranya terdengar oleh Umi dari dalam rumah.


Umi segera menghampiri mereka.


"Ada apa ini ? Rey..! kenapa kamu berkata seperti itu pada Syafira?" Umi menangis lalu memeluk Syafira.

__ADS_1


Mendengar Rey berkata seperti itu Syafira tak bisa lagi menahan air matanya. Hatinya sakit mendengar ucapan Rey.


"Rey..! seberapa mahalpun jam itu , akan Umi ganti Rey.. Siapa yang mengajarimu berkata kasar seperti itu ? Umi akan ganti semuanya Rey..! " Kata Umi sambil menangis.


Melihat Syafira dan Umi menangis seperti itu , Rey merasa sangat sedih . Ia tersadar mengapa ia harus marah karena hal sepele seperti ini. Lagi pula niat Syafira baik, hanya saja ia tak sengaja melakukan ini.


Rey segera menghampiri Syafira dan memeluknya.


"Ra.. maafin aku Ra.. jangan nangis Ra..!! udah ya jangan nangis..! aku sayang sama kamu , kamu adikku..! kamu mau kan maafin aku ?"


Syafira mengangguk , tandanya bahwa Syafira memaafkan Rey.


Rey menghapus air mata Syafira yang membasahi pipinya. Kemudian mereka berangat kuliah bersama.


Kemarahan Rey membuat hari semakin siang. Mereka terburu buru karena takut kesiangan.


Syafira berlari menuju ruang kelasnya, sedangkan Rey berjalan biasa saja. Syafira pun lebih dulu sampai di ruang kelas.


Rey melewati kelas Syafira . Ia melihat Syafira dikeluarkan oleh dosennya karena datang terlalu siang.


"Iya gapapa kak" Syafira duduk dikursi diluar kelasnya.


Rey ikut duduk disebelah Syafira, ia memegang tangan Syafira . Mereka saling bertatapan. Saat itu dada Syafira terasa berdebar. Entah kenapa ia merasakan sesuatu yang berbeda kepada Rey. Entah perasaan apa itu , ia sendiripun tak tahu. Yang jelas ia merasa nyaman berada didekat Rey.


"Kak .. kenapa malah duduk disini..? kamu kan harus belajar?" tanya Syafira.


"Aku mau disini nemenin kamu" kata Rey sembari tersenyum.


Syafira hanya terdiam , dengan tangan yang masih berpegangan.


"Hmm.. daripada diem aja mendingan kita ke perpustakaan aja yuk" Ajak Syafira sambil melepaskan tangan Rey.


Mereka berdua pergi ke perpustakaan . Setelah sampai di perpustakaan Syafira mencari buku yang ia ingin baca. Ternyata buku itu ada diatas. Syafira kesulitan mengambil buku itu. Ia terus berusaha dengan melompat lompat.


Tiba tiba buku itu akan jatuh mengenai dirinya. Syafira menutup mata , karena takut buku itu menimpanya. Tetapi buku itu tidak menimpa dirinya , tidak juga terjatuh. Syafira membuka matanya , dan melihat ke arah buku itu. Ternyata Syafira melihat Tangan Rey yang menangkap buku yang nyaris saja menimpanya.


"Ini.. kamu mau baca buku ini kan ?" Rey memberikan buku itu pada Syafira.

__ADS_1


" iya , makasih kak" Syafira menerima buku itu.


Merekapun duduk berdua dan membaca buku bersama.


...***...


Ketika hendak pulang , Rey berencana ingin mengajak Syafira nonton. Mungkin dengan begitu Syafira tidak akan bersedih lagi karena kejadian tadi.


"Ra kita nonton yuk..! ada film baru loh , kayanya sih seru" Ajak Rey.


" mau mau mau..! " Syafira yang tadinya murung mulai tersenyum lebar.


"Ayoo..!" Rey menancapkan gas mobilnya untuk pergi ke bioskop terdekat.


Rey dan Syafira memilih untuk menonton film yang bergenre romantis. Tangan mereka selalu berpegangan. Apalagi saat melihat adegan adegan romantis di layar bioskop , Rasanya mereka ingin selalu seperti ini kemanapun mereka pergi.


Hari sudah mulai malam . Setelah mereka selesai nonton , mereka segera pulang.


Dirumah Umi sudah menunggunya dari tadi. Umi sangat khawatir, biasanya mereka pulang tak semalam ini.


Tiba tiba terdengar suara mobil berhenti diparkiran rumah, dan ternyata itu mobil Rey.


Umi segera membukakan pintu . Rey dan Syafira pun masuk ke rumah.


Umi menatap Rey dan Syafira dengan sedikit tersenyum.


"Tumben kalian pulang malam ?"


Rey tersenyum malu sambil menggaruk garuk kepala. "Abis nonton Umi hehe.."


"Yasudah.. mandi sana ! abis itu makan malam ya !" Umi pergi ke dapur untuk menyiapkan makam malam.


Syafira fikir Umi akan marah melihat ia dan Rey pulang kemalaman. Tapi ternyata Umi malah kelihatan gembira.


"Umi aneh deh" Syafira mengerutkan kening karena heran.


Merekapun mandi dan makan malam bersama keluarga .

__ADS_1


__ADS_2