
Ketika Syafira sedang makan siang bersama Via dan Rumi , Rey berjalan lewat ke sampingnya. Seolah tak ada apapun di antara mereka , Syafira dan Rey bersikap biasa saja.
Tetapi Syafira masih memikirkan perkataan Via dan Rumi. "Sumpah aku gak ngerti kalian ngomong apa..!" gerutu Syafira dengan muka heran, dan sedikit kesal . Bisa bisanya mereka meledek dirinya disaat ia kesiangan seperti tadi.
Rey yang mendengar Syafira diledek oleh temannya seolah tak peduli , padahal dalam hatinya ia merasa ingin tertawa melihat kepolosan Syafira. "sepolos itu kah dia ?" ucap Rey dalam hati, sembari berjalan menuju kantin.
Sedangkan Rumi terus saja meledeknya. "Gue tau ko kemarin lo gak masuk kuliah seminggu, gara gara lo nikah kan di kampung lo?" ucap Rumi sembari menyenggol Syafira.
Syafira kanget mendengar bahwa mereka mengetahui bahwa Syafira telah menikah . Tangannya menutup mulut yang terbuka lebar karena kaget. "hahh.. Apaa..? " Seketika Syafira merasa bingung apa yang harus dikatakan . Bukannya Rey melarangnya untuk memberi tahu orang dikampus tentang hal ini ?.
"Ehhh kenalin dong suami ke kita . Pengen tau gue suami lo yang mana !" Ucap Via .
"Eummm.. Euuu...! " lagi lagi Syafira sangat bingung bagaimana ia harus menjelaskannya.. "ii..iituuu.. Euu.. Suami aku ada dikampung..! " ucap Syafira dengan senyum dibuat buat.
"Ooohh..jadi suami lo dikampung ya.. LDR dong..?" tanya Rumi.
"iyaa.. Untuk sementara kita LDR dulu" Jelas Syafira.
"Kapan kapan kalo suami lo kesini , kenalin ya sama kita !" ucap Via.
"iya.. Iya.. ehhh ngomong ngomong kalian tau gue nikahan kata siapa si ?" tanya Syafira kepada kedua sahabatnya itu.
"Kak Rey .." ucap Via dan Rumi serentak.
Tak terasa mereka telah sampai dikantin. Mereka membeli makanan dan minuman untuk disantap , dan duduk di kursi yang tak jauh dari Rey.
Tak sengaja Via menupahkan minumannya karena keseleo. Dan mengenai baju Rey yang pada saat itu memakai baju putih.. Sedangakan Rey hanya bisa menahan kekesalannya dengan diam saja.
"OMG..! Via kenapa lo tumpahin ke baju ka Rey sihh ini ka nanti susah nyucinya..!" sentak Syafira sembari mengelap baju Rey dengan tissu.
Rey hanya pasrah dan diam dengan muka datar . Bajunya yang berwarna putih bersih , kini dipenuhi noda berwarna merah dari minuman Via.
__ADS_1
"ehh yang ketumpahan minuman kan ka Rey kenapa jadi yang marah sih Sya ?" tanya Rumi pada Syafira.
"ya iyaa kan gue yang nyuci " bentak Syafira sambil terus saja mengelap baju Rey. Tiba tiba Syafira tersadar , kenapa ia mengatakan hal itu , Via dan Rumi kan taunya Syafira dan Rey memiliki beberapa pembantu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah, termasuk mencuci baju. Syafira menengok ke hadapan Rumi yang saat ini sedang merasa aneh dengan kelakuan sahabat mereka itu.
Sedangkan Via masih terdiam dengan rasa bersalahnya ."Maaf ka Rey, aku gak sengaja" ucap Via dengan muka bersalah.
"Gapapa..!" jawab rey dengan sinis sambil membuka baju yang basah itu. Semua mata tertuju pada Rey, mereka terkagum kagum melihat tubuh Rey yang kekar . Tiba tiba Rey melempar bajunya itu kepada Syafira , seolah melampiaskan kekesalannya pada Syafira. " buang aja..!" ucap Rey pada Syafira.
"Ko lo yang bersalah jadi gue yang harus menanggung ya " ucap Syafira .
"hahaha " kedua sahabatnya itu menertawai Syafira.
Kemudian Syafira membuang baju itu ke tempat sampah. " yaudah lah kan bisa beli lagi ". Ucap Syafira ngomong sendiri.
Syafira dan kedua sahabatnya melanjutkan makan siang yang sempat tertunda karena kejadian tadi.
Tiba tiba ketika Syafira sedang makan , ia teringat pada Rey . "tadi kak Rey gak jadi makan gara gara kejadian tadi. Dia pasti lapar". Ucap Syafira dalam hati. Syafira begitu khawatir pada suaminya itu , sampai sampai nafsu makannya hilang seketika.
"kenapa lo Sya ?" tanya Via pada Syafira yang tiba tiba seperti melamun.
"Mau kemana Sya ?" Tanya Rumi.
"Eumm mau ke toilet gue , kebelet pipis" . Tetapi sebenarnya Syafira bukan ingin ke toilet . Syafira pergi, lalu membeli sebuah roti yang ingin ia berikan kepada Rey. Kemudian Syafira pergi mencari Rey. Ternyata Rey sedang berada di ruang kelas. Syafira bingung bagaimana caranya ia harus memberikan roti itu , tidak mungkin ia tiba tiba masuk ke kelas Rey.
Ada teman sekelas Rey yang lewat kesampingnya ketika hendak masuk ke kelas. " ehh.. Ka..! Aku mau minta tolong dong titip ini buat ka Rey. " ucap Syafira sembari mengasongkan sebuah roti.
"oh iya iya ." ucap mahasiswa itu sembari mengangguk setuju.
"Makasih ya kak "
"Iya sama sama ".
__ADS_1
"ehh Rey nih adek lo nitip roti buat lo" ucap orang itu sembari memberikan rotinya pada Rey.
Rey pun menerimanya. Rey pada saat itu hanya memakai jaket tanpa baju dalam. Ia memandangi roti yang ia taruh di atas meja. Entah kenapa makin hari rasa bersalahnya semakin besar . "sepeduli itu kah lo Ra ke gue , padahal gue selama ini permainkan hubungan ini. Tapi ya gimana lagi , gue sayang banget sama Risa , gue gak bisa kehilangan dia lagi. Ya tuhan maafin gue ".
Kemudian Rey memakan roti itu karena merasa lapar.
...****************...
Syafira hari ini pulang sendiri karena Rey ada acara dikampusnya. Baru datang kerumah, banyak sekali pekerjaan rumah yang harus ia kerjakan . Kemuadian ia mengerjakan satu persatu semua pekerjaan rumahnya. Sampai sampai ia tak sadar hari sudah mulai malam. Tetapi Rey tak kunjung datang. saking capenya Syafira ketiduran dimeja makan. Perutnya terasa lapar tetapi ia menunda makannya , agar ia bisa makan bersama Rey.
Rey pulang dan membuka pintu rumah. Terlihat Syafira yang telah ketiduran di ruang makan . Diatas meja ada beberapa makanan yang telah disiapkan oleh Syafira .
Rey menatap makanan itu dan sepertinya Syafira belum makan. "Ra..!" ucap Rey dengan lembut sembari menepuk pundak Syafira dengan lembut.
Dan Syafira pun terbangun. "udah pulang ya."
Rey mengangguk sembari tersenyum tipis pada Syafira. "kamu udah makan ?" tanya Rey.
Syafira menggelengkan kepalanya. "aku nungguin kaka.."
"aku udah makan tadi diluar.. Kamu makan sendiri aja ya !".
Syafira hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Yaudah aku ke kamar duluan ya.. Mau mandi soalnya.." ucap Rey.
Syafira makan sendiri. Rasanya aneh baginya , ia yang terbiasa makan rame rame dengan keluarga besar , kini ia sendiri. Sedih pasti ia rasakan ketika teringat kebersamaannya dengan keluarga besarnya.
...****************...
Dikamar tampak Rey yang sudah terlelap tidur . Dengan sepatu yang masih dipakai. Mungkin karena kelelahan jadinya ketiduran.
__ADS_1
"katanya mau mandi , ko tidur" gumam Syafira sambil melepaskan sepatu dan kaos kaki Rey dan menyimpannya. Kemudian ia menyelimutinya.
Syafira saat ini merasa sangat lelah , kemudian ia tidur disamping Rey.