AGATHA

AGATHA
1


__ADS_3

"Agatha ... " panggil seseorang dari bawah.


"Agatha ... " panggilnya lagi saat tak ada jawaban.


"Iya, Kak, " jawab Agatha sambil menuruni anak tangga.


"Ada apa, Kak?"


"Mau ikut, nggak?"


"Kemana?"


"Airport, "


"Ngapain?" tanya Agatha yang mengerutkan keningnya.


"Beli tiket, lah, Tha. Masa iya jadi cleaning service?"


"Kak Clara beli tiket itu buat pergi kemana?" tanyanya to the point.


Clara tersenyum dan menjawab, "Kakak mau balik ke Indonesia, "


Agatha sedikit kaget dengan jawaban Kakak nya. Untuk apa Kakak nya kembali lagi ke Indonesia? Bukannya lebih enak tinggal di Spanyol seperti saat ini?


"Aku tau, kamu pasti mikirin, kan, kenapa Kakak mau balik ke Indonesia?"


"Kok tau?"


"Ya tau, lah. Lagian Kakak mau pulang ke Indonesia itu karena Kakak mau hidup mandiri. Kalau disini, kita cuman bikin repot Om sama Tante. Apalagi sekarang Tante Alice udah punya momongan. Pasti lagi repot-repot nya ngurusin Anna sama kerjaan kantor. Kakak nggak mau kalau harus nambah beban Tante Alice sama Om Davin. Tapi, kamu disini aja, ya. Kakak nggak mau kalau kamu ikut balik ke Indonesia. Kakak masih takut kalau kamu nanti trauma lagi, "


Agatha termenung mendengar penjelasan Kakaknya. Bahkan ia tak pernah punya pemikiran seperti itu. Ia baru sadar kalau selama ini, ia tidak pernah memikirkan beban Om dan Tantenya itu.


"Jadi ikut ke airport, nggak?" tanya Clara lagi.


"Eh, iya, aku ikut, " jawabnya.


🌷🌷🌷


Agatha dan Clara duduk di tempat tunggu. Mereka sedang menunggu untuk antrean berikutnya.


Beberapa menit setelahnya, Clara maju diikuti Agatha di belakangnya. Clara dan Agatha berjalan menuju loket untuk memesan tiket.


"Hay un boleto a Indonesia? (Ada tiket ke Indonesia)" tanya Clara pada kasir loketnya.


"Cuantos boletos quieres comprar? (Berapa banyak tiket yang ingin Anda beli?)" tanya perempuan berseragam itu.


"Dos, (Dua) " Bukannya Clara, malah Agatha yang menjawabnya.


"Kamu mau ikut juga, Tha?" Agatha mengangguk antusias saat Clara bertanya padanya.


"Kamu nggak takut trauma lagi?"


"Enggak, Kak, " Agatha menjawab dengan pasti.


🌷🌷🌷


Setelah pergi ke airport, Clara dan Agatha memilih langsung pulang. Mereka akan bersiap-siap untuk keberangkatan mereka di pagi hari. Memang ini sangatlah mendadak.


"Clara? Agatha? Dari mana? Kok nggak bilang-bilang kalau mau keluar rumah?" tanya Alice yang sedang menggendong Anna.


"Kita dari airport, Tan, "

__ADS_1


"Ngapain?"


"Beli tiket, lah, " jawab Clara.


"Buat apa? Kalian mau kemana?" tanya Alice yang mulai penasaran.


"Pulang ke Indonesia, "


"Kenapa kalian mau pulang ke Indonesia? Nggak betah, ya, disini?"


"Enggak, bukan gitu, Tan. Aku sama Agatha mau pulang ke Indonesia karena kita mau hidup mandiri, "


"Kalian yakin? Tante masih khawatir sama Agatha, " ungkap Alice.


Clara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Awalnya, sih, cuma aku yang mau pulang ke Indonesia. Tapi, Agatha ngikut, "


"Kamu beneran nggak pa-pa, Tha?" tanya Alice pada Agatha yang sejak tadi diam.


"Aku nggak pa-pa, Tante. Aku pasti baik-baik aja, kok, "


"Tapi Tante nggak yakin, "


"Dibuat yakin aja, "


"Terserah kalian aja, deh. Yang penting itu baik buat kalian, "


"Iya, Tan, "


"Kalian berangkat jam berapa?"


"Besok pagi jam delapan, "


"Sekarang istirahat aja dulu. Kalau mau beres-beres, nanti sore aja, " perintah Alice yang dibalas anggukan oleh Agatha dan Clara. Kini, Agatha dan Clara menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing.


🌷🌷🌷


"Clara, nanti kamu jagain adik kamu, ya! Jangan sampai kejadian dulu terulang lagi!" ujar Alice ketika pesawat menuju Indonesia akan segera mendarat.


"Iya, Tante. Meskipun Tante nggak ngingetin aku, aku pasti udah jagain Agatha, "


"Tante percaya sama kamu. Tante cuma khawatir aja, "


"Oh iya, di sana kamu harus tetep kuliah, ya!" ucap Davin mengingatkan.


"Iya, Om. Nanti aku juga bakalan cari sekolah yang bagus buat Agatha, "


"Urusan biaya nya, nanti biar Om transfer aja, "


"Apa itu nggak bikin repot, Om? Justru aku sama Agatha pulang ke Indonesia itu mau hidup mandiri, bukan malah ngerepotin, "


"Udah, nggak apa-apa. Lagian Om udah janji sama Ayah kalian. Om janji ke Ayah kalian kalau Om akan memenuhi semua kebutuhan kalian, "


"Bener, Clar. Kamu terima, ya?"


Sejenak Clara berpikir. Apakah ia akan menerima tawaran itu?


"Iya, Tante, " sahut Agatha. Ia bisa melihat kebimbangan di mata Kakaknya. Agatha pikir apa salah kalau ia menerima tawaran dari Om dan Tante nya sendiri?


"Alhamdulillah. Oh iya, kemarin waktu Tante kalian ini bilang ke Om kalau kalian mau pulang ke Indonesia, Om udah siapin apartemen buat kalian. Nanti kalau kalian udah nyampe di Bandara Soekarno-Hatta, kalian telepon Om, ya! Om udah nyuruh orang buat jemput kalian dan langsung nganterin kalian ke apartemen, " jelas Davin.


"Makasih banyak, ya, Om, "

__ADS_1


"Iya, sama-sama. Semenjak orang tua kalian meninggal, Om yang ambil alih tanggung jawab buat rawat kalian. Entonces, esto no importa (Jadi tidak masalah), "


"Iya, Om. Ya udah, kita pamit, ya Om!" Clara mencium punggung tangan kanan Davin. Ia juga melakukan hal yang sama pada Alice. Begitu juga dengan Agatha.


"Bye, Anna, " ucap Agatha sambil mencubit kedua pipi Anna yang sangat chubby. Ia berjalan di samping Clara yang membawa koper warna cokelat. Bukan hanya Clara, Agatha juga membawa sebuah koper dan sling bag yang menggantung di bahu kiri nya.


"Bye-bye, " Anna melambaikan tangannya ketika Agatha dan Clara menjauh.


🌷🌷🌷


Beberapa jam berada di pesawat membuat Agatha sedikit pusing. Hal itu karena ia jarang naik pesawat.


"Kakak telepon Om Davin dulu, ya?"


"Iya, Kak, " jawab Agatha sambil memegang perutnya yang sedikit mules.


Clara mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon Davin. Ia menekan tombol loudspeaker agar Agatha juga bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Halo, Om?"


"Udah sampe, Clar?"


"Udah, Om. Ini aku mau nanya, orangnya Om mana, ya?"


"Katanya orangnya pakai jaket army terus naik mobil putih, " jawab Davin di seberang sana.


"Oh, ya udah, Om. Makasih, Om, "


"Iya, sama-sama, "


Clara menutup telepon tersebut dan memasukkan ponselnya kedalam saku celana. Ia mengedarkan pandangannya kearah sekitar, berusaha mencari orang suruhan Davin. Hal serupa juga dilakukan oleh Agatha.


"Mungkin itu, Kak, " kata Agatha sambil menunjuk kearah barat. Ia melihat ada dua orang memakai jaket army dan berdiri didepan sebuah mobil putih.


"Iya, mungkin. Kita samperin aja, yuk!" Clara menyeret kopernya dan berjalan ke tempat yang ditunjuk oleh Agatha. Sesampainya mereka di sana, dua orang berjaket sama itu langsung bisa mengenali keduanya.


"Keponakannya Bos Davin, kan?" tanya salah satunya.


"Iya, "


"Langsung naik aja ke mobil. Barang-barang nya biar saya taruh di bagasi, " Mendengar tawaran itu, Agatha langsung memberikan kopernya pada mereka. Ia juga langsung nyelonong masuk kedalam mobil.


"Nih, Pak! Makasih, ya, " ucap Clara pada kedua orang itu. Ia mengikuti adiknya yang sudah duduk manis dalam mobil.


"Lain kali yang sopan. Ini Indonesia, bukan Sapnyol. Inget tata krama!" oceh Clara yang tidak terlalu suka pada tingkah adiknya.


"Iya, Kak. Udah, ah, aku mau tidur. Nanti kalo udah nyampe, bangunin, ya, " pintanya yang dibalas anggukan oleh Clara.


Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di apartemen yang sudah disediakan oleh Davin. Clara turun dari mobil setelah membangunkan Agatha. Ia berniat mengambil barang-barangnya di bagasi, tapi dua bodyguard nya Davin itu mendahului Clara. Dua orang berjaket army itu sudah membawakan semua barang-barang yang dibawa oleh Clara dan Agatha.


"Makasih, ya, Pak!" ucap Clara.


"Iya, sama-sama, " jawab salah satunya.


"Kita masuk duluan, ya, " Clara dan Agatha sama-sama menyeret koper besar. Mereka memasuki kamar apartemen yang sudah disediakan oleh Davin, sang pemilik apartemen ini.


"Kemarin kakak udah searching di google, Kakak cari sekolah yang bagus buat kamu. Insyaallah kamu langsung masuk kelas sebelas, " kata Clara sambil membuka koper dan menata semua pakaiannya.


"Kok bisa? Sekolah di Spanyol sama Jakarta, kan, beda,?" tanya Agatha.


"Pemilik sekolah itu temennya Om Davin, jadi Om Davin nyuruh orang itu buat langsung masukin kamu ke kelas sebelas, "

__ADS_1


"Oh, "


__ADS_2