AGATHA

AGATHA
33


__ADS_3

#4TAHUN KEMUDIAN#


Di negara bunga sakura itu terdapat sebuah rumah yang sederhana itu nampak sepi tetapi lain dengan taman belakang rumah nya tampak Seorang wanita tengah asik bersenandung ditaman rumahnya dan tak lupa dengan seorang bayi laki laki yang berusia 9 bulan digendongannya yang tertidur nyaman dipelukan mama nya


"Mommy!!!"pekik anak kecil menghampiri wanita yang sedang bersenandung itu,wanita itu menoleh dan tersenyum lembut


"Kemari anak nakal"wanita itu merentangkan kedua tangannya kearah bocah lelaki itu dan bocah lelaki itu berlari memeluk mommy nya


"Kamu menyusahkan ayah kamu lagi ya,hemm?"tanya wanita itu mengelus rambut putra nya


"Enggak mom"jawab bocah itu


"Apaan kalian berbohong pada mommy"ujar seorang pria yang mendekat kearah mereka ber2 dengan seorang bayi laki laki digendongannya


"Hmm anak nakal...mau hidung nya panjang kartun yang kalian tonton"ucap sang wanita dan digelengi bocah itu


"Bermain lah disini jangan jauh jauh"2 bocah itu sontak berlarian sedangkan wanita dan pria itu duduk diatas kursi


"Thanks livi"ucap sang wanita


"Buat apa?"tanya sang pria yang dipanggil livi itu


"Semua nya...kamu buat aku jadi sedikit menghilang kan phobia akan sentuhan itu tetapi itu sudah cukup dan kehidupan yang indah ini"


"Kamu juga menemukan adik ku, luna dan memberikan aku anak yang tampan"


"Livius...luna"panggil seorang wanita yang berlarian ke ada mereka


"Ada apa hem?"livius mengelus kening adik nya itu


"Apa kita akan kembali?"tanya wanita yang baru datang itu


"Emelia sedari awal tujuan negara kita berbeda"ujar luna lembut


"Kami akan berjalan jalan ke indonesia lalu pulang bukan begitu livi?"tanya antusias amalia


"Ya benar...lagi pun kami sudah cukup menemani mu disini luna"


"Baiklah...bersiap lah kita akan berangkat besok"Livius dan amalia masuk kedalam rumah mengemas barang barang mereka


"Axel!!kemari nak"teriak luna pada anak nya, anak nya itu menghampiri mommy


"Ada apa mommy?"tanya axel sedikit cadel


"Kita akan ke indonesia tempat kelahiran mommy"luna mengelus rambut putra nya itu


"Kita akan bertemu keluarga bunda"antusias axel seketika wajah luna menjadi sendu


"...jangan buat mommy sedih oke?kalian mau mommy sakit lagi ya"tanya luna Dan digelengi axel


"Gak mau mommy kalau sakit masa tidur nya berhari hari kan kami ndak bisa main sama mommy dan mendengar mommy menyanyi"jelas axel


"Anak mommy memang the best...ayo kalian susul ayah,ayah menunggu nanti loh"dan bocah itu mengangguk dan berlarian masuk rumah


"Kita belom selesai...sudah cukup aku disini saat nya kembali.."luna kembali bersenandung lagu kesukaan dari dulu


Keesokan harinya


Ditempat yang sama tampak sekeluarga itu tengah memasuki koper koper ny kedalam bagasi mobil Dan akhirnya masuk kedalam mobil


"Axel siap buat pergi?"tanya amalia pada bocah yang duduk dibelakang bersama mommy nya


"Tentu nya aunty"seru axel


"Semangat nya anak ayah ya"livius terkekeh


"Luna aku dapat info alumni smp mu akan reuni nanti"ucap amalia


"Tau darimana?"tanya luna


"Ahh seorang kenalan ku...ia memberitahu ku beberapa hari yang lalu sih"


"Kamu akan kesana luna?"tanya livius


"Tentu saja walaupun aku hanya sekolah setengah siapa sih yang menolak diriku"bangga luna


"Okey akan ku temeni"livius kembali fokus menyetir ia sambil mendengar celoteh kedua anak nya dibelakang


"Mommy..apa acel dan lucas akan ikut kesana?"tanya axel


"Tentu saja..kalian harus ikut..kalian adalah anak mommy "luna mengecup kening kedua anaknya


Mereka telah sampai di bandara mereka menuruni ke 4 koper yang ada di bagasi


"Biar aku dan amalia saja yang bawa kamu jagain lucas sama axel"ucap livius sambil menarik 2 koper begitu dengan amalia


"Maaf merepotkan kalian"luna menggandeng anak nya dan tak lupa lucas yang digendongannya berjalan buat masuk kedalam pesawat


"Mommy cel mau gendong"rengek axel


"Manja nya anak mommy yang satu ini hemm,nanti yah mommy lagi gendong lucas loh"luna mencoba memberi perhatian


"Acel nanti aja cepetan gendong luca nya"ketus axel


"Iya iya cerewet"


Akhirnya mereka masuk kedalam pesawat luna duduk bersama kedua anak nya sedangkan livius sama amalia duduk dibelakang luna


Setelah 7 jam 20 menit perjalan mereka tempuh akhirnya mereka sampai di indonesia lalu mereka memesan taksi buat menuju apartemen luna di indonesia setelah sampai dikawasan apartemen luna mereka menuju unit milik luna dan saat masuk mereka tercengang melihat isi didalam nya terutama anak luna yang kegirangan


"Mommy ....mommy apa mommy orang kaya?"tanya axel memegang lutut luna yang sedang duduk


"Tentu saja"luna membalas nya dengan tersenyum


"Apa mommy bisa membelikan acel ama luca mobil mobilan"tanya axel yang ada disebelah adik nya itu


"Tentu nanti mommy belikan apa yang kalian mau"


"Apa ayah kurang kaya untuk kalian boys?"tanya livius yang ikut duduk disebelah luna,ia menggendong axel dan memangku nya begitu dengan luna yang sedang menyusui lucas diatas sofa


"Ayah kaya juga kok"


"Lalu mommy kerja apa kok bisa beli rumah semewah ini dari pada di jepang apa mommy mencuri"tanya axel polos


"Ahahah enggak dong sayang...axel tak mengantuk?lucas saja tertidur"


"Ngantuk mommy"axel mengucek kedua matanya


"Lia tolong bawa mereka kekamar"livius menatap adiknya yang asik mengotak ngatik hp nya,amalia mendekat lalu menyodorkan hp nya ke luna


"Lihat lah apa yang terjadi selama kamu tak disini"luna tersenyum lembut lalu mengambil nya


"Ayo,aunty akan membawa kalian tidur dan mendongeng"amalia menarik kedua keponakannya itu lalu menuju kamar


"Kamu rindu mereka?"tanya livius merengkul Pundak luna


"Tentu saja....ne livi apa kamu tak bisa meninggalkan kerajaan demi aku?"tanya luna


"Luna...aku putra mahkota selanjut nya disana walaupun ada adik aku..."livius mengecup kening luna yang ada dipundak nya


Luna hanya fokus membaca berita 4 tahun terakhir


"Kamu bisa tinggal di kerajaan ku...dan kita hidup bersama"


"Maaf livi...kamu tau kan aku tak ingin putra ku suatu saat tau kalau mereka berbeda ayah, jika begitu mereka akan memperebutkan tahta apalagi axel bukan anak kandung mu"luna mendongak menatap manik mata livius


"Tak akan seperti itu"


"Ada livi ada...mereka satu satu nya keluarga ku saat ini sama kamu dan lia"mata luna berkaca kaca dan tangis nya pecah


"Syutt...jangan nangis kamu gak mau sakit lagi kan sesak nafas mu makin jadi sayang"livius menghapus air mata luna


"takdir mempermainkan kita lagi livi,lebih tepatnya aku"


"Kita sudah sering membicarakan ini luna...kamu akan kembali ke pria brengsek itu"geram livius


"Tidak livi aku betah dengan status ku sekarang...keputusan ku bulat livius maafkan aku..aku mencintai mu livi"


"Huftt....tidurlah kamu pasti lelah"


Sore hari nya apartemen yang biasa nya sepi rame oleh kegiatan bocah


"Bagaimana jika kita ke mall?"tanya luna lalu anak nya memeluk kaki mommy nya itu


"Kita akan membeli baju buat acara besok,gimana?"


"MaaF kak aku tak bisa...aku ada janjian dengan sahabat ku nanti...nanti aku membeli sendiri"luna hanya tersenyum


"Baiklah...ayo boys kita ganti baju"luna menarik tangan anak nya lembut menuju kamar buat berganti baju


...

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain yang biasa nya sedikit rame kini sepi walaupun ada banyak orang disana tetapi mereka hanya mengobrol ringan


"Tuan ada kabar mengejutkan..."seorang pria berlari menuju seorang yang dipanggil tuan itu


"Katakan saja galih"pria yang dipanggil galih itu tersenyum terus yang buat ia bingung


"Card yang tidak aktif itu aktif kembali tuan"


"Artinya.."ia menangis


"Ya tuan pasti nona kembali...karna nona lah yang mengetahui digit card itu"


"Lacak dimana"galih akhirnya kembali ketempat awalnya yaitu ruang IT


"Akhirnya kamu kembali sayang...ayah merindukanmu....sheila maaf kan aku..aku tak becus"


Kembali ke luna yang saat ini bersama kedua anak nya dan livius tengah berada di mall mereka segera menuju butik Membeli baju buat mereka lalu mereka berjalan keliling


"Anak mommy mau apa lagi hem"tanya luna pada anak nya


"Es krim mom"


''Baiklah pangeran ku saat nya kita beli ice cream"


Mereka menuju tempat ice cream terkenal didalam mall itu dan mereka memilih duduk ditempat yang ada setelah memesan ice cream nya


"Mommy kenapa rambut kita sama orang orang lain ya?"bingung axel


"Ayah dari inggris jadi wajar rambut nya beda....mommy dari sini "jelas luna


"Rambut mommy seperti permen kapas yang kita pernah beli"ujar polos axel yang buat livius tertawa,memang rambut luna adalah berwarna pink pudar gitu


"Hemm mommy mengecat rambut mommy...habis nya mommy tak menyukai rambut mommy saat itu"


Akhirnya mereka memakan ice cream itu dan sekali kali tertawa oleh tingkah laku axel dan tak lupa lucas yang berceloteh tak jelas


"Agatha?"panggil seseorang yang tiba ada disebelah meja mereka,seketika luna dan livius menoleh ke sumber suara


"Siapa ya?"tanya luna


"Benar kan?agatha kan?"orang itu memeluk luna erat dan luna langsung melepaskannya


"Maaf mbak seperti nya anda salah orang saya aluna bukan Agatha"


"Enggak gue yakin ini lo tha...ini undangan buat ke reuni kita"orang ity menyodorkan sebuah undangan pada luna dan luna menerimanya


"Oh ya kenalin gue inda gue dulu anak pmr yang bantu obatin lo di kamping"


Lalu orang bernama indah itu pergi meninggalkannya mereka dan luna menatap undangan itu


"Kita pulang hem?"tanya livius dan diangguki luna


"Hoho anak mommy yang ganteng makan nya blepotan"luna menyeka ice yang tersisa dibibir anaknya


Akhirnya dirasa cukup mereka pulang ke apartemen dan saat di apartemen mereka terkapar di atas sofa


"Sudah puas mainnya kan?saat nya kita bersiap buat tidur okey?nah naik kekamar cuci muka sikat gigi nanti mommy akan nyusul"pesan luna


"Okiy doki mommy" anak luna langsung menuju kamar dan melaksanakan rutinitas mereka


"Kamu menjadi hangat sekarang"ujar livius


"Tentu saja...walaupun begitu sifat ku seperti nya menurun pada anak anak ku"luna terkekeh membayangkannya,luna memberika lucas pada livius dan livius menggendong lucas dan menepuk pantat lucas dengan pelan agar tertidur


"Kau mommy nya...tetapi axel sangat mirip dengan pria itu"sendu livius


"Livi jangan pernah tinggalin aku yah?kecuali aku yang minta"ujar luna


"Pasti sayang...janji kelingking"livius menyodorkan kelingkinya dan diikuti luna


"Tidur jangan lupa minum obat kamu ya...ingat diminum ya"livius mengecup kening dan bibir luna


"Baiklah bos"luna langsung berlari menuju kamar nya menyusul kedua anaknya


Keesokannya


Matahari sudah terbit sedaritadi dan cahaya yang masuk kedalam kamar itu tak mengusik ibu dua anak itu sama sekali ia dengan lelap terdidur karena cuaca yang mendukung yaitu hujan


Sedangkan di dapur livius,dan axel sedang makan lain dengan amalia yang tidur dirumah kawannya dan lucas masih tertidur dikamar luna karna semalam ia menangis ditemani oleh luna


"Habis makan bangunin mommy ya...ayah akan siapkan makanan dan obat mommy dulu"ucap livius saat mereka sudah selesai makan


"Mommy hanya meminum obat saja boys tidak sakit kok nah sekarang ayo bangunkan mommy keburu siang"


bocah itu berlarian menuju kamar yang ditiduri luna sedangkan livius membereskan bekas makanan dan menyiapkan makanan dan obat luna


"MOMMY BANGUN!!!"teriak axel saat sampai dikamar luna


luna sama sekali tak terusik lalu kedua bocah itu menghampiri tempat tidur dan menggoyangkan badan luna


"Mommy bangun come on mom"axel menggoyangkan lengan luna pelan luna terusik lalu membuka kedua matanya dan mendapati kedua putra nya itu lalu ia duduk di pinggiran kasur


"Pagi putra kesayangan mommy"luna mengecup kening kedua putra nya bergantian


"Turun kebawah mom.ayah nanti mengomel lagi"ujar axel menarik paksa tangan luna menuju dapur


"Okey boys tetapi pelan pelan okey"


Kputra luna tak menjawab dan tetap menarik tangan luna menuju dapur dan saat sampai luna duduk dimeja makan dan dihadapannya ada livius dengan wajah datar nya


"Kebiasaan bangun siang.sudah punya anak lun,masih aja keboan sih emang sih enak tidur tapi kamu mah kalau gak dibangunin bisa sampai sore"omel livius putra luna duduk disebelah kiri livius


"Entah mommy masa kalah sama ayah sama acel sih" ucap axel


"Iya mommy kek anak kecil"ketus livius


"Hohoho bukan kah anak mommy yang masih kecil hemm"luna memakan sarapan ya yaitu roti lapis


"Tidak acel bangun sendiri masa mommy dibangunin sama anak kecil lagi"luna yang mendengar omelan itu tersenyum


"Kamu mengajari nya ya livi?"tanya luna dan digelengi livius


Luna memakan obat nya yang sudah ada dan meminum air putih lalu ia ke ruang keluarga dan menghidupkan televisi dan bersantai disana lalu livius datang bersama kedua putra nya,


lucas sudah bangun dan sarapan bubur bayi yang dibuat oleh livius tadi


"Kebiasaan ya pakai celana pendek kek gini"livius membentangkan selimut diatas paha luna agar tertutup


"Hem"luna hanya berdehem saja


"Mommy sudah besar masih nonton kartun"ejek axel pada luna yang masih menonton film kartun frozen


"Bdo lagi a mommy kan masih muda umur mommy juga baru 17 kok"


"Mommy nanti jadikan kita ke acara mommy itu"tanya axel dan diangguki luna


"Hem nanti kalau mommy mood ya"


"Mommy!!masa php sih"kesal putra nya itu


"Canda sayang,nanti siang kita kesana"


Tak terasa jam sudah pukul 1 dan mereka bersiap buat pergi ke acara reuni ny smp luna dan saat ini axel dan livius dan tak lupa lucas digendongan livius yang sudah rapi dengan jas kecil nya itu buat menunggu luna yang masih berdandan dikamar nya


"MOMMY CEPAT DEHH LAMA AMAT SIH"teriak axel


"OKEY SAYANG MOMMY TURUN"luna turun dengan penampilan yang elegan dan seksi


"Ayo berangkat boys"luna melewati mereka begitu saja dan disusul yang lainnya


Perjalanan yang ditempuh mereka menuju sekolah sky high school adalah 15 menit mereka menggunakan mobil sport milik livius dan saat sampai disana banyak mobil mobil dan didekorasi begitu mewah langsung saja mereka turun


"Biar aku gendong axel"livius menggendong axel


"apa gak papa kita membawa lucas?bagaumana jika nanti dia risih"tanya luna


"tenang saja ada aku kok"ujar livius menenangkan luna,luna menggendong lucas dan memasuki tempat acara namun mereka yang mau masuk harus pakai kartu dan baru diperbolehkan masuk ke acara reuni ini


"Ini dulu sekolah mommy ya"tanya axel


"Iya sayang mommy sekolah sini hanya sampai kelas 7 aja sih karna mommy kelewatan pintar sih hebat kan mommy"luna menjawab lembut


Luna menoleh kanan kiri mencari sesuatu


"Kamu mencari sahabat mu?tanya livius yang peka


"Heheh tau aja deh yank"luna terkekeh


"Lain kali bilang aja sayang"livius menunjuk segerombolan wanita dan pria yang tak jauh dari mereka


"Disana untung aku sempat lihat kamu sama sahabat kamu kan"

__ADS_1


Livius dan luna menghampiri segerombolan yang tadi ditunjuk livius


"Halo"sapa luna saat sampai dan mereka semua menoleh ke sumber suara yang menurut mereka tidak asing itu Dan sontak terkejut


"Yon mungkin ada setan didepan kita saat ini juga"ucap seorang pria sambil menarik lengan orang yang dipanggil yon itu


"Hooh vin gue tegang nih"


" hahah tak berubah ya...aku sangat rindu.."lirih luna mata nya berkaca kaca dan ia mengeratkan gendongan nya pada lucas


"Laras,asta,Sherlyn....kevan,kevin,orion...beni.aku kembali"air mata luna tumpah begitu dengan yang lainnya,mereka memeluk luna sontak membuat lucas yang di gendongan luna terkejut lalu dan menggeliat gelisah


"Agatha gue kangen lo sumpah...gue kira lo udah meninggal"isak laras


"Tidak mungkin aku mati secepat itu kan?"


"Agatha gue kesepian gak ada lo,gue gak bisa minta pendapat tentang bucin sama lo,gue pokoknya kangen sama lo"cerocos Sherlyn


"Selamat datang kembali agatha"ucap asta tulus


"Iya,gimana orion dah dapat hati asta belom?"tanya luna


"Pasti dong tha,maaf ya atas kelakuan gue sebelumnya sama lo"ucap orion dan disenyumi luna saja


"Gimana van dah cair belom?kesihan ada yang nunggu loh"luna terkekeh membayangkan masalalu yang ada di kepala nya


"Udah dong tha,tapi ya gitu deh gue masih agak sulit bersikap hangat pada orang"ucap kevan


"Kevin pasti bisalah ya dapatin hati Sherlyn"gurau luna


"Pasti dong tiap hari makan nya gombalan"bangga kevin


"Bagaimana dengan kamu beni ada yang pas sama kamu?"mata luna beralih pada mantan tunangannya itu


"Tidak ada,dihatiku hanya ada kamu tha dari dulu sampai sekarang"sendu beni


"Maaf.."ucapan luna terpotong oleh axel


"Mommy agatha itu siapa?masa dari tadi mommy dipanggil agatha mulu sih yakan ayah?"axel meminta pendapat pada ayahnya itu


"itu adalah nama asli mommy nak,agatha tsukino itulah namanya"jelas livius lembut


"Anak lo tha?"tanya kompak mereka dan luna hanya tersenyum


"Semua nya yang pria di dewasa dibelakang ku adalah livius suamiku dan yang digendongannya adalah axel anakku dan di gendongan ku adalah lucas mereka adalah anak kami"jelas luna


"Apa?!?"teriak mereka kaget sontak mereka menjadi pusat perhatian lalu banyak bisik bisik


Itu agatha kan...


Kok baru kelihatan sih...


Kemana aja nih selama 4 tahun ini...


"Sayang nama mommy dulu agatha tsukino dan mommy menggunakan nama luna karna mommy suka saja kalian tau kan arti nya luna apa"jelas luna


"Nah sekarang livi panggil aku agatha lagi ya"pinta luna alias agatha livius tak menjawab ia hanya merangkul pinggang agatha erat


"Lo..punya anak?"


"Iya dong..lalu kemana Kenzo aku tak melihatnya"agatha menoleh sana sini


"Tha.."lirih sahabat nya


"Bisakah kita duduk?agatha pasti lelah"ujar livius datar


Lalu mereka duduk di bang ku bulat dan agatha selalu memangku axel dan livius yang menggendong lucas


"Kenapa Kenzo tak datang ya?"tanya agatha sekali lagi


"Banyak yang berubah tha semenjak lo pergi"sendu kevan


"Aku pasti banyak melewatkan sesuatu"ujar santai agatha lain dengan hatinya yang sakit


"Mommy Acel mau kue mom"pinta axel


"Biar aku aja kamu disini aja ya"livius berdiri dan memberikan axel ke pangkuan agatha


"Anak lo lucu tha serius"Sherlyn menatap anak nya penuh kekaguman


"Iyalah kan ayah Alec ama luca aja ganteng"bangga alex


"Sayang panggil mereka aunty dan paman ya"agatha mengusap kening alex


"Siap mom"


'' axel kenalin nama aunti laras,yang ini Sherlyn yang ini asta dan paman itu paman kevan,yang itu paman kevin,yang itu paman orion dan yang itu paman beni"jelas laras menunjuk satu satu dan axel dan alex mengikuti dan mengangguk ngangguk


"Paman kevin dan kevan kembar ya muka nya mirip susah mau bedain"ucap axel


"Gampang kok sayang kalau yang muka nya datar gak ada ekspresi itu paman kevan sedangkan yang mukanya selalu berekspresi itu Pama kevin"jelas agatha


"Sayang..."livius datang membawa piring berisi kue yang penuh livius kembali duduk dan memangku axel


Axel dan livius memakan kue yang dibawanya itu


"Jadi lo tinggal mana tha selama ini?"tanya kevin


"Aku tinggal di jepang "jawab agatha


"Honey biar aku aja yang mangku axel kamu nanti lelah"ucap livius lembut ia menarik axel dan mendudukinya diatas pangkuannya agatha hanya tersenyum


"Kamu pekaAn yankk jadi tambah sayang"agatha mengecup bibir livius ya ng buat kaget


''Woi ini indonesia bukan luar negeri yang boleh kek gitu"cibir orion


"Kamu mah iri,bilang aja gak bisa kek aku kan"ejek agatha


"Cih.kalau gue di luar negri dah ku genjot asta"ketus orion


"Orion alaska...kamu jangan ngomong kek gitu depan anak ku"pekik agatha


"Hihi lupa tha ada bocil disini"


"Lo makin dewasa dan lembut tha saat sudah jadi ibu"ucap tulus laras agatha hanya tersenyum


"Syukurlah kalau gitu ya"


"Kau tak ingin melihat ayah mu pasti ia merindukanmu ?"tanya kevan


"Nanti aku akan kesana kok "


Akhirnya acara reuni selesai lalu agatha,livius dan kedua putra nya menuju ke kediaman tsukino


Dan saat sampai disana mereka masuk begitu saja karena banyak para maid dan bodyguard yang kaget atas kesayangan agatha lalu mereka ber3 duduk diruang keluarga


"Mommy ini rumah siapa lagi?besar seperti istanah di kartun kartun"tanya axel


"Ini kediaman mommy dulu dan ini rumah mommy dong"bangga Agatha


"Panggilkan ayah ku kesini"pinta agatha


"Tuan saat ini sedang berkumpul bersama asisten diatas nona"


"Panggilkan saja"lalu maid itu melaksanakan perintah agatha


Tak lama delapan orang datang teburu buru kearah mereka dan langsung duduk disana


"Ayah yang lain nya maaf membuat kalian menunggu sekarang....aku kembali"agatha tersenyum pada orang dimasa lalunya dan masa depan nya itu


"Agatha..."lirih mereka dengan mata yang berkaca kaca


"O-oh jangan nangis aku tak suka...maaf karna lambat datang kembali....kenalkan ini livius dia suami ku saat ini"agatha menatap livius yang ada disampingnya dan begitu yang lainnya yang terkejut


"Ia yang menemani aku selama 4 tahun ini dan ini adalah cucu dan keponakan kalian yang lucu..lucas dan axel"pandangan mereka menatap dua bocah yang bingung akan keadaan ini


"Cucuku..."lirih Immanuel


" axel sapa kakek paman dan bibi kalian"


"Halo kakek paman dan bibi aku Alec dan ini luca adek ku"ujar axel


"Apa yang terjadi saat 4 tahun ini nak?"agatha tersenyum


"Sayang..aku tidurin anak anak dulu ya"livius menggandeng tangan axel


"Oh iya naik aja nanti ada pintu warna pink pudar"agatha tersenyum lalu livius membawa kembar ke kamar agatha


"Sebenarnya aku....."


Flashback nya di part selanjutnya ya:v

__ADS_1


__ADS_2