
Pagi hari nya,di hari rabu ini agatha terbangun ia menolehkan kepalanya kemeja disebelah kasur dan melihat jam yang masih menunjukan pukul 6 pagi berarti ia tertidur selama 13 jam itu adalah hal biasa baginya
Ia melepaskan tangan kenzo yang memeluk erat dirinya,dan kenzo yang merasa pergerakan itu membuka matanya
"Ini masih pagi"ujar kenzo serak
"Aku akan kembali sekolah"ujar agatha sambil berjalan kekamar mandi
"Buat apa?kamu pintar dari lahir"ujar kenzo yang sudah duduk agatha langsung menolehkan kepalanya kearah kenzo
"Gapapa,daripada kamu mengabaikan dan meninggal kan kuliah heh bagaimana jika yang lainnya tau"sinis agatha
"Enak saja,bagaimana tubuhku banyak berkembang dari sebelumnya?"goda kenzo
Agatha menatap datar kenzo yang duduk dengan pose menggoda dan tak lupa ia bertelanjang dada
"Iya,lebih berisi dibandingkan sebelumnya,dan anak remaja seusia kita belom ada sispack seperti mu saat ini,kamu berlebihan kenzo"jawab agatha
"Bilang saja kamu ingin menyentuhnya kan?"kenzo menaikan sebelah alis nya dan senyum menggodanya dan agatha tak bereaksi sedikit pun meski tau jantung nya berdebar
"Terserah"agatha tak jadi memasuki kamar mandi ia memilih duduk disofa dan menguhubungi emma melalui ponselnya
"Emma siapkan seragam sekolah dan pakaian7o ku,aku akan kembali sekolah.langsung saja letak diatas kasur"ujar agatha saat sambungan tersambung setelah mendengar jawaban disebrang sana ia mematikan sambungan
Agatha kembali menuju kamar mandi buat bersiap
30 menit lama nya agatha berkutat dikamar mandi hingga kenzo berkali kali mengedor gedor pintu takut terjadi apa apa.dan saat agatha keluar ia hanya menggunakan handuk diatas paha dan rambut disanggul,dapat dilihat bahwa kenzo sudah siap dengan seragam sekolah sma sky high school dan tak lupa axel yang asik bermain dengan ponsel agatha yang sudah rapi dengan seragamnya
"Mommy lama sekali"ujar axel dengan kesal
Agatha mendekati kasur buat mengambil pakaiannya
Agatha tersenyum mendengar perkataan putranya "acel yg kecepatan bukan mommy yang lama"
Agatha mengabaikan kenzo,bukan mengabaikan tapi ia tidak mau membalas tatapan kenzo yang menatapnya dengan tatapan nafsu.ia memasuki walk in closet buat mengenakan pakaian
Tak sampai 10 menit agatha sudah siap dengan seragam sma barunya,saat ini ia memasuki kelas 11,ia terpaksa mengulang 1 tahun karna disekolah sebelumnya ia kelas 12 karna ia pintar.kenzo mengajak agatha dan axel putranya buat sarapan sebelum beraktifitas saat sampai di meja makan disana sudah ada immanuel,dan orang tua kenzo,kenzo duduk dihadapan papa nya dan disebalahnya ada agatha dan disebalah agatha ada axel putranya
"Kamu akan kembali ke sekolah?"tanya immanuel
"Iya"jawab singkat agatha ia memakan roti bakar itu dengan pelan,padahal yang lain memakan nasi goreng tetapi ia memakan roti
"Kamu gak makan nasi,tha?"tanya kenzo,ia melirik piring agatha yang hanya ada 1 roti dan susu coklat
"Tidak terbiasa,lagipun roti suda cukup"agatha meletakan roti yang baru ia gigit 2 kali dan meminum susu nya dan tak lupa mengelap mulutnya dengan selembar kain yang disediakan
Meja makan itu hening pada sibuk menyuapi mulut masing masing sedangkan agatha ia menyuapi anak nya dengan senyuman yang tak luput dari wajahnya
"Sudah mom,acel dah kenyang"axel menggeleng saat agatha ingin menyuapi nya
"Baiklah diminum susu nya,hqbisin ya"titah agatha,axel menyiyakan mommynya ia meminum susu coklat itu hingga habis
"Ayo ke sekolah"ajak kenzo pada agatha
"Baik"agatha beranjak dan meminta pelatan buat mengambil tas axel yang sudah dibawa emma
Kenzo beranjak dan tak lupa menggendong axel dan menggandeng lengan agatha
"Roti kamu gak dihabisin?"tanya immanuel pada putrinya
"Tidak aku sudah kenyang"jawab agatha
"Pastikan makan lagi nanti,ayah tak ingin kamu sakit lagi"perintah immanuel,agatha hanya mengangguk
"Kami pergi sekolah dulu,ayah,om dan tante"pamit agatha dengan senyumanya sedangkan yang lain juga membalas pamitan agatha
Mereka ber3 berangkat dengan mobil yang disupiri edwin dan tak lupa disebelah edwin ada stev,perjalanan lumayan panjang
SKY HIGH SCHOOL
sekolah yang terdiri dari tk-kuliah itu sudah rame orang orang yang memasuki sekolah yang luas itu banyak orang yang berpakaian berbeda beda tergantung tingkatan nya.
Edwin memarkirkan mobil tepat didepan pintu utama sekolah banyak orang yang berjalan berhenti menatap mobil mereka
"Nona apakah kami akan ikut turun?"tanya stev
"Tidak usah,habis ini pulanglah"sahut agatha
Kenzo lebih dulu keluar dan mendapatkan pekikan sekitar
Seriusan itu kenzo...
Gila dah lama gak nampak...
Dia katanya depresi saat agatha meninggal...
Lengkap deng pangeran....
Kenzo membungkuk ia meraih axel dan langsung digendong nya diatas lengan kirinya sedangkan tangan kanan nya mengulur kearah agatha,agatha yang melibah itu menautkan tangan nya dan keluar dari mobil,dan menambahkan teriakan sekitar
Benaran balik dong...
Hoax gak nih....
Panteslah kenzo sembuh...
Ampun anak sapa dah itu...
Jangan bilang...
Kenzo dan agatha berjalan buat mengantar axel ke kelasnya mereka ber2 mengabaikan sekitar yang banyak memotretnya tapi diabaikan mereka,mereka sibuk dengan axel yang bercerita tentang kehidupannya dijepang kepada kenzo sesekali agatha menyahuti
Skip
Setelah mengantar axel kekalas nya.agatha menuju ruang guru buat mengambil atau lebih tepatnya memilih kelasnya,sedangkan kenzo ia sudah duluan kekelas nya karna sebelumnya ia sudah mengurus sekolah nya
Tok...tok..tok
Agatha mengetuk pintu ruang guru itu lalu ia masuk begitu saja,seketika tatapan kearah nya
"Permisi saya mau ngambil kelas"ujar agatha entah pada siapa,ruangan itu hening
"Ano...kalau gitu saya bisa memilih sendiri kan?"dan ruangan itu hening kembali,sedangkan agatha hanya mengangguk
"Saya anggap itu iya"
Agatha kembali keluar ruangan ia mulai mengelilingi kelas kelas 11 walaupun bel berbunyi tak membuat gadis yang namanya kembali muncul ini bergerak memasuki kelas dan saat ini ia menatap ruang ips 11-2 entah kenapa ia menatap ruang kelas itu lama
"Rasa nya mereka semua disini,jika benar ini sebuah....."batin agatha
Ia masuk kedalam ruangan itu ia tidak lupa mengetuk pintu setelah ada jawaban dari dalam baru ia masuk.ia melakahkan kaki nya masuk dengan senyuman tipis diwajahnya
__ADS_1
"Murid baru?silahkan kenalkan diri kamu?"ujar guru itu berjenis kelamin perempuan
Agatha mengagguk kearah guru itu ia menatap siswa siswi yang menatap kearahnya sambil berbisik bisik
"Halo perkenalkan nama aku agatha princessa tsukino,aku pindahan dari japan.mohon bantuannya buat kedepannya"sapa agatha lembut
"Agatha,kah?lama tak bertemu.kebetulan sahabat kamu disini semuanya,kalau gitu silahkan duduk dipaling belakang agatha karna hanya disana tempat yang kosong dan kamu sendirian disana"jelas guru itu
"Gak apa apa bu,saya senang kok"jawab agatha dengan ramah
Agatha menuju bangku nya ia duduk dipojokan sendirian 'lagi' saat ia duduk pelajaran yang sempat terhenti kembali berlanjut sedangkan agatha memasang wajah datar nya dan berguman pelan
"Tersenyum itu memuakan..."gumannya
Kring...kring...kring
Bel istirahat berbunyi,agatha menyusun bukunya kedalam laci mejanya hingga ada beberapa orang datang menghampiri nya
"Agatha"panggil salah satu dari mereka
Agatha mendongak dengan wajah datarnya
"Kalian siapa?"tanya datar agatha
"Sahabat lo lah sapa lagi sih yang berani manggil lo alias nyapa lo"sahut nya
Dan agatha mengagguk paham
"Aku tahu kok,hanya mengetes saja.kalau gitu ayok ke kantin aku dah lapar"
Akhirnya mereka ke kantin buat mengisi perut mereka.sepanjang jalan murid murid smp maupun sma yang berlalu lalang menyingkir saat melihat keempat wanita itu terlebih agatha dengan keadaan yang berbeda,ia tersenyum pada sekitarnya dan kadang menyapa beberapa murid
KANTIN
Saat sampai dikantin,jalan yang dipimpin oleh laras itu menuju meja yang sudah diisi oleh para kekasih mereka dan langsung saja mereka duduk ditempat mereka kecuali agatha yang masih bingung
"Apa lagi yang lo tunggu?"tanya laras geram
Agatha menggeleng kecil lalu pandangnnya jatuh ke bocah berusia 3 tahun itu yang ada dipangkuan kenzo "Axel kenapa kamu disini?"tanya agatha pada axel putranya
"Daddy menjemput acel mom,katanya biar kita makan bareng"jawab acel ia memegang garpu ditangannya
Agatha menghela nafas akhirnya ia duduk disebelah kenzo
"Mau makan apa?"tanya kenzo pada agatha
"Terserah"jawab singkat agatha,wajahnya yang tadi sering tersenyum kembali datar
Agatha mengambil tisu diatas meja dan mengelap mulut putra nya yang berlumur saos spageti itu
"Pelan pelan sayang,istirahat masih lama"ujara agatha lembut tapi tidaka ada senyuman diwajahnya
"Nama lengkap kamu siapa axel?"tanya sherlyn ia menyerup minuman milik kekasihnya itu
"Axelo prince tsukino"jawab axel yakin
"Oh kalau gak salah nama lo juga ada princessa kan?kok baru tau sih?"bingung asta
"Sudah ku bilang banyak terjadi lagipun itu nama pemberian bunda ku,yang memiliki arti nya"
Kenzo menyodorkan piring berisi spageti yang ia pesan ke arah agatha bersama minumannya
"Mom acel ingin punya teman"rengek axel ia menatao mommy nya dengan berkaca kaca
"Awalnya punya,terus saat besok nya mereka gak main sama acel lagi"
"Emang axel ngomong apa aja?"tanya kevin
"Acel cuman kasih tau nama acel,sama saat mereka tanya nama mommy acel kasih tau"
"Habis tu gak ada ngomong apa apa lagi?"-kevan
"Enggak paman"
Agatha yang mendengarnya menggeram dalam hati,kini pandangan ke7 remaja itu menatap agatha yang mencengkram kuat garpu ditangannya
"Gapapa acel,kamu tak membutuhkan teman terkadang sendiri lebih seru"ujar agatha datar
"THA"pekik para cewek yang gak terima ucapan agatha
"Okeh mom"
Sedangkan kenzo ia mencengkram tangan agatha yang dibawah meja,agatha menoleh
"Jangan mendidik nya seperti itu"ujar kenzo datar
Agatah menepis tangan kenzo
"Dia anak ku"
Agatha melanjutkan memakan spagetinya
Skip
Bel pulang berbunyi murid murid pada berhamburan menuju parkiran sedangakan agatha ia saat ini sudah berada di ruang kepala sekolah ia mendapat teguran dari beberapa guru,gosip menyebar tentang perubahan sifat agatha
"Lama tak berjumpa ketua osis kebanggan SHS,oh atau agatha princessa tsukino"
"Lama tak berjumpa juga kepala sekolah SHS,oh atau shifa teman lama sheila"ujar agatha dengan nada yang sama yang digunakan oleh kepala sekolah
"Haruskah saya bilang kamu berubah?"
"Terlalu bosan,saya hanya tidak ingin menakuti anak saya saja"ujar agatha dengan dingin
"Anak?oh aku melihatnya diberita,enaknya baru pulang dari liburan langsung masuk berita"
"Aku tak punya banyak waktu,to the point saja"geram agatha
Kepala sekolah itu menunjuk rambutnya sendiri berkali kali
"Warna rambutmu,padahal warna aslinya cantik loh"ujar nya
"Tapi.."
"Kamu tak menghargai wujud yang menyerupai orang tersayangmu itu?"tanya kepala sekolah dengan dagu yang ditopangkan dengan tangannya
"Menyerupai?seperti sheila?tidak...ini sebuah kutukan,sheila tak memiliki mata biru laut ia juga tak memiliki rambut coklat terang seperti"
"Enggak kamu salah,rambut itu menyerupai sheila saat kecil ia memimpikan mu saat dia remaja.vision...gambaran masa depan kamu memilikinya kan?sheila juga punya ia melihat mu dengan wajah bahagia milikmu tengah berdiri diatas kejayaan seperti sekarang ini"
"Pada akhirnya Kalian semua tau apa kelemahan ku yah?aku akan melunturkannya cat rambut ini"
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu agatha keluar dari ruangan,dan saat ia menutup pintu ryangan ia dikagetkan oleh keberadaan kenzo yang menggendong axel
"Shit,what are you doing here,bastard?!"pekik agatha
"Shutt,ke mall kan?"tanya kenzo yang mengabaikan pekikan agatha tadi
"Kamu menguping?"tanya balik agatha
"Kalau gitu ayok"kenzo lagi dan lagi tak menjawab pertanyaan agatha sedangkan axel ia asik mengemut permen lolipop yang tadi diberikan oleh laras
Skip
Mereka sampai dimall ternama,sebelum turun agatha tak lupa memasangkan topi dan kacamata hitam keputranya itu,putra nya itu tak mau lepas dari ayah kandungnya
Mereka ber3 menuju salon terkenal dimall itu yang,bukan ber3 tetapi ada beberapa bodyguard dibelakang mereka.mereka tampak seperti keluarga yang harmonis,kenzo yang sebelahnya menggendong axel putranya dan sebelah lagi menggenggam lengan agatha
Salon
Agatha sedang diproses pelunturan warna rambut sebelumnya sambil menunggu ia memainkan ponselnya,sedangkan manta kekasihnya dan putranya itu menunggu diruangan khusus yang dipesan agatha
3 jam lamanya proses pelunturan itu,akhirnya mereka kembali kekediaman tsukino,awalnya kenzo menyuruh dikediaman aditama saja tetapi karna ia memiliki seorang bayi dirumahnya ia jadi enggan
Kediaman tsukino
Agatha berlari memasuki rumahnya ia mendapat kabar saat perjalanan kalau lucas menangis tak henti henti.agatha mengabaikan teriakan orang orang yang menyaruhnya jangan berlari tapi agatha mengabaikan itu,ia berlari menuju kamarnya
Cklekk
Dan saat dibuka disana banyak maid maid berkumpulan buat mendiamkan lucas yang menangis,agatha menghampiri maid yang menggendong lucas
"Biar saya saja"agatha mengulurkan lengannya buat menggendong lucas dan maid itu memberikan lucas ke agatha dan ajaib nya lucas berhenti menangis
"Ahh mungkin ia kangen sama nona besar"celetuk maid 1
"Iya,kangen ama mommy yah baby?"agatha berujar gemas sambil menggesekkan hidungnya di hidung lucas
"Gapapa kok,kalian bisa tinggal lucas kan sudah tenang"ujar agatha sopan
"Baik nona"balas maid
"Makasih ya"balas agatha,
Para maid berhamburan keluar,akhirnya masuk axel yang sudah berganti pakaian dan kenzo dengan seragam yang masih melekat ditubuhnya begitu dengan agatha
"Mom,apa luca sakit?"tanya axel ia memegang lutut agatha yang sedang duduk diatas ranjang
"Enggak kok,luca hanya kangen mommy aja"sahut agatha ia sambil bermain kecil dengan putra yang digendongannya
Kenzo datang menghampiri dan duduk disebelah agatha ia menyikap lwngan agatha buat melihat bayi itu
"Bayi ini?kenapa mirip dengan pria itu?"tanya kenzo dengan sedikit kesal
"Pria itu?maksudnya livius?tentu saja karna ini putra nya"celetuk agatha kesal,ia menarik lengannya dan kemabli mengelus rambut lucas yang pirang itu
"Putra kandung kalian?"tanya kenzo datar
"Tentu saja bodoh,aku yang mengandung selama 9 bulan lamanya menanti dia lahir kedunia"ujar agatha penuh haru
"Sebenarnya saat hamil axel aku berpikir,apakah pantas malaikat kecil yang suci itu lahir dari rahimku.karna aku adalah pembunuh berdarah dingin,sejak kecil aku membunuh orang dengan licik.apakah saat mereka tau sifat ku mereka akan meninggalkan ku didunia ini?"
Kenzo yang mendengar itu tersenyum tipis ia menarik kepala agatha buat bersandar dibahunya,dan tak lupa menarik axel buat duduk dipahanya
"Gapapa,kamu seperti itu karna alasan kan mereka pasti akan mengerti keadaanmu suatu saat nanti"
"Takut...aku takut...tapi saat axel lahir aku ingin menyentuhnya bahkan aku berkali mikir apakah pantas tangan ku kotor tapi dengan segala tingkahnya aku berani menyentuh nya makhluk kecil yang jadi alasan buat aku terus hidup dan membuat hati aku hangat"
Lucas yang digendongan agatha menangis keras yang buat agatha yang hampir terlelap jadi terbangun
"Cup..cup..kenapa sayang...haus ya?"tanya agatha lembut,ia membuka kancing seragam sekolahnya dengan cepat,ia mengeluarkan payudara nya dan disodorkan ke lucas agar menyusu,dan dengan cepat lucas menyedot air asi dipayudara agatha
"Apa tak sakit?"tanya kenzo yang sedari tadi memperhatikan
"Awalnya,tapi buat anakku apa saja akan aku lakukan"
"Bagaimana kehidupan mu,selama 4 tahun?"tanya kenzo ia sesekali mengusap pipi lucas
"Menyenangkan,rasanya selamanya ingin seperti saat itu tapi aku tau tempatku disini bukan disana,kamu tau kan apa maksudnya?dan juga aku tak pernah mendengar kabarmu kukira setelah 1 tahun kmu akan bahagia juga ternyata salah"
"Tidak apa apa,yang penting kamu disini,berada di jangkauan ku"sahut kenzo lembut
Agatha menyandarkan kepala nya dibahu kenzo kedua anak mereka sudah terlelap agatha menutup kembali ***********
"Laras...aku sudah yakin"batin agatha
Malam hari nya
Dikediaman tsukino setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga itu suasana kembali ramai ditambah kehebohan yang dibuat acel yang mengganggu adiknya yang tengah menyusu pada agatha
"Mom acel juga ingin susu kayak luca"celetuk axel
"Acel kan sudah besar masa minum susu kayak luca sih"ujar agatha
"Entah cil,udah gede malu ama burung lah"celetuk rafa
"Bulung?bulung apa paman?"tanya axel polos
Agatha yang mendengar itu melempar bantal sofa ke wajah rafa dan rafa yang mendapat lemparan itu meringis pelan dan terkekeh
"Jangan dengerin paman mu sayang,itu ajaran sesat"nasehat agatha pada putra sulungnya dan axel hanya mengangguk paham
"Bawa sini lucas nya biar aku aja"kenzo mengulurkan tangannya kearah agatha
Agatha menatap kenzo dan memberikan lucas ke kenzo,kenzo menggendong lucas dengan hati hati ia menimang nimang lucas agar terlelap setelah minum asi
"Siapa nama panjang lucas tha?"tanya stev
"Lucas caessa livius"agatha tersenyum manis
"Kenapa?kenapa mesti nikah sama livius?"tanya emma menatap agatha datar
"Bukankah kamu sendiri yang bilang tidak ingin berhubungan dengan keluarga kerajaan?dan sekarang melanggar nya sampai mempunyai anak?"lanjut emma
"Axel membutuhkan sosok ayah,aku juga membutuhkan sosok buat membantuku kami saling menguntungkan,livi agar terhindar desakan menikah dari keluarga livi mencintai aku dan aku enggak.aku tak ingin kembali kesini karna aku ingin menghabiskan waktu menikmati dunia,pertemuan tak terduga antara kami berdua saat itu mengenaskan sekali"
"Hingga tak lama ia mengajakku buat menikah,aku tau dari awal ia mencintaiku tapi aku karna terbiasa aku mencintainya dan akhir akhir ini aku sadar bahwa aku hanya menjadikan livi pelampiasan saja,livi mengetahui itu tapi ia diam saja dan mengabaikannya"
Emma,stev,rafa,edwin,edward,reynald,immanuel dan kenzo menatap agatha dengan berbagai tatapan
"Lalu kenapa dia tak menceraikan mu?"tanya immanuel
"Entahlah,mungkin karna ia mencintai ku jadi dia tak ingin melepaskan ku walaupun aku tak mencintainya"
__ADS_1
"Kenapa?kenapa gak bisa mencintainya kalian bersama selama 4 tahun"
"Karna aku....