
"apa yang lo lakuin,hah??!!"pekik 3 orang diantara mereka
dan perlahan ke8 orang tersebut mendekat kearah ranjang agatha dan agatha yang mendengar pekikan itu langsung duduk menghadap ke8 orang tersebut
"siapa kalian??!kok kalian tau pasword apartemen gw hah?!?tau kalian stalker ya?atau kalian pembunuh dari mereka"cerocos agatha menodongkan pisau ditangannya kearah mereka ber8,sedangkan 3 diantara mereka ber8 memutar mata nya jengah
"kita sahabat lo,tunangan lo dan sahabat tunangan lo"jawab asta kesal
agatha yang mendengar itu langsung melempar pisau nya keatas kasur dan buat orang2 itu menganga tak percaya,gimana bisa lempar pisau sesantai itu.pikir mereka
"oalah ngemeng kek daritadi"balas santai agatha
setelah itu Agatha mengajak sahabat-sahabatnya dan sahabat tunangannya ke ruang tamu yang tersedia di apartemen tersebut semuanya terkagum-kagum dengan apartemen yang ditempati oleh Agatha karena interior yang mewah di rumah mereka
mereka mulai duduk ada yang di atas karpet ada yang di atas sofa semuanya pada berbincang-bincang lain dengan Beni yang mengintrogasikan Agatha,ada beberapa maid di apartemen tersebut buat berjaga jaga
"apa yang kamu lakukan dengan pisau tadi agatha?"tanya dingin beni,sedangkan agatha gelagapan karena sebelumnya tak ada yg bisa menanyakan ny
"aku hanya ingin memotong tang-... bu..buah maksudnya"ujar agatha hampir keceplosan
"jangan menyangkal nya agatha"beni menatap agatga datar
"aku hanya membayangkan bagaimana kalau aku mengelupaskan....."ucapan agatha menggantung
"kulit mereka yang menggangguku"sambung agatha dalam hati kan ga mungkin dia bocorin ke semua orang
"mengelupas apa agatha?"tekan beni
"kulit buah apel,aku gabisa ngelupasnya"ujar agatha gugup sambil menunduk
"hey sayang,angkat kepala kamu.."ucap beni lembut mengelus rambut agatha,agatha perlahan menatap wajah beni
"tapi lain kali hati hati ya sama benda berbahaya seperti itu,aku gamau kamu terluka bilang sama aku kalau butuh apa apa dan bilang sama aku kalau kamu ada apa apa"ujar beni seraya mengelus rambut agatha
adegan agatha dan beni tak luput dari salah satu diantara temen2 nya beni,dia menatap beni penuh kebencian dan mengepalkan tangannya
"dia udah punya tunangan,jadi jangan coba coba melakukan hal gila"tutur kevan yang memerhatikan tingkah laku salah satu sahabatnya disebelahnya
"tpi van gw jga dri dulu suka ama agatha dan malah dia pula yang dapat"keselnya
"lupakan"ujar kevan dingin
__ADS_1
sudah hampir pukul 7 malam kini sahabat beni sudah dianggap sebagai sahabat agatha juga,dan mereka masih main di apartement agatha
"kalian tak pulang?"ujar agatha bermaksud mengusir
"njir lo tha,tega amat dah.kan kita mengisi kekosongan li di apart yang gedeeeee ini"cerocos laras menatap sinis agatha,agatha hanya menghela nafas pelan
"terserah lah,tapi nanti kalian di cari orang tua kalian gimana?"tanya agatha
"tenang atha ku sayang,kami udah izin kok malah disuruh menginap aja lagi"ucap orion dengan sedikit gombalan
"berhenti memanggil agatha dengan atha,ori.on."ketus beni dan diakhiri oenekanan pada nama orion
"saelah ben,itu mah panggilan sayang gw ke agatha ya engga tha?"tanya orion pada agatha,sedangkan agatha tertegun kilasan masa lalu datang ke kepalanya dan segera ia tepis
"boleh kok,gw seneng dipanggil atha.....lagi"ujar agatha dengan diakhiri lirihan
"ini udah jam makan malam,gw pesankan makanan dan kalian ganti baju sana ke kamar gw dilantai 2,ada baju cowok kok "perintah agatha menatap jam 6ang ada di pergelangan tangannya
dengan segera temen2 agatha menuju lantai 2 untuk berganti pakaian sedangkan agatha menyandarkan tubuh nya ke sofa
~dilain tempat~
disebuah villa yang tedapat di pulau pribadi miliknya tersebut terdapat 1 orang paruh baya yang sudah memasuki usia kepala 7 dan asisten pribadinya yang berusia berkepala 6,pria paruh baya itu tengah duduk dikursi rodanya menatap jendela yang tengah hujan tersebut ditemani oleh asistennya
"jemes,bagaimana keadaannya?"tanya pria paruh baya tersebut
"tunggu tunangannya?"
"ia tuan"
"panggil mereka,suruh mereka kesini dengan cepat"titah nya
balik lagi ke agatha dan yang lainnya,kini mereka duduk di meja makan tengah makan pesanan yang telah dipesankan oleh agatha.suasana hening hanya terdengar detingan sendok ada beberapa maid yang datang ke apart agatha karena perintah emma,dan agatha hanya menuruti perkataan emma.
agatha mulai berdiri dari bangku meja makan namun tiba tiba dada kirinya terasa sakit kembali ia terhuyung,dan yang lain pada terpekik dengan keadaan agatha.agatha mengatur nafasnya yg masih sesak dan mengedipkan matanya berulang kali
"****.."desis agatha memegang dada kirinya
"ambilkan....di laci.."lirih agatha pada maid yang taj jauh darinya,maid tersebut yang tau maksud nona nya langsung mencarinya
"agatha lo gapapa kan?"panik laras,dan disenyumin agatha
"tenang aja kok"balas agatha
__ADS_1
tak lama datang maid tersebut dengan cuo sedang berisi obatan agatha,dan langsung memberikannya ke agatha dengan sigap ia menelan 2 butir paracetamol tersebut dan perlahan rasa sakit itu menghilang
"apa yang terjadi agatha?"tanya beni sambil merangkul bahu agatha
"gapapa kok"jawab agatha
"nona apa perlu say.."ucapan salah satu maid tersebut langsung dipotong agatha
"tidak usah"
agatha perlahan berdiri dan dan menatap teman2 nya dan tersenyum seolah tak terjadi apa apa
"istirahat lah,kamar kalian akan dikasih tau oleh maid2 disini,kalau ada apa apa aku ada dikamar"ujar agatha dan mengangkat sebelah tangannya berarti para maid sudah bisa melakukan tugasnya
dan temen2 agatha diantar ke kamar masing2 dan begitu agatha ia langsung ke kamarnya dengan berlari
"apa tak apa meninggalkan agatha?"tanya asta pada maid tersebut tampak maid2 tersebut ragu untuk menjawab
"emmm tak apa apa"kilah salah satu maid tersebut
sedangkan dikamar agatha ia menatap diri nya dicermin riasnya
"jika bukan karena nenek menyuruh ku mempertahankan tsukino.corp,dari dulu aku ingin mati.tapi itu adalah aku yang dulu dan kalau aku sekarang punya sesuatu yang harus ku lindungi hingga waktunya"ucap agatha pelan menatap dirinya dicermin
"rasa sakit ini semakin menjadi.....apa aku punya penyakit jantung?aku sampai lupa menjaga kondisiku"lirih agatha
"arrgghhhhh...."teriak frustasi agatha
"aku benci diriku yg "
...
tok...tok...
"masuk"
pintu kamar Agatha terbuka menampilkan Beni yang tengah berdiri dan berjalan menghampiri Agatha dan Agatha menatap Beni dengan tatapan dinginnya
"kenapa?"tanya agatha
"pertunangan kita diadakan besok malam"
"lalu?siapa yang memajukannya dan jam berapa acaranya"
__ADS_1
"siapkan dirimu saja, aku yang meminta pertunangannya dimajukan dan acara jam 9 sampai tengah malam"
setelah menyampaikan hal tersebut Beni mulai keluar lagi dari kamar Agatha dan Agatha menghampiri ranjangnya dan mulai tidur di atas ranjangnya tersebut