
"Aku menebus kesalahanku dulu livi,karna ku ia jadi seperti itu"jawab agatha
"Tetapi tak setiap hari juga kan,malah kamu kesana tanpa aku atau si kembar"
"Livi ada apa dengan mu?sikap mu semakin aneh"bingung agatha
"Itu harusnya yang ku bilang tha?kamu habis ngantar axel kamu ke tempat Kenzo kamu gak ada waktu sama sekali buat aku tha"
"Kamu juga kalau kamu merasa seperti itu kenapa gak temenin aku aja dikantor kita bisa berduan disana livi"
"Walaupun aku bukan ayah kandung nya axel tapi aku sudah menganggapnya sebagai anak ku sendiri"teriak livius
"Aku tau livi,aku tau.tapi apa kata orang kalau tau kita menikah apalagi rakyat kerajaanmu tak akan menerima pasangan beda agama dan jika suatu saat nanti,anak anak kita semua nya pada berebut tahtah"bentak agatha
"Gak mungkin,pasti axel yang dapat tha"
"Suatu saat kebenaran akan terungkap livi,axel bukan anak kamu tetapi anak pria brengsek itu,mangkanya itu aku sempat ragu"sendu agatha
"Kenapa?kau mencintai pria itu kan?jujur saja kau masih mencintai nya kan?"
"Tidak,aku tak mencintai nya,aku mencintaimu"lirih agatha
"Kau mencintainya tha,jangan menipu ku.aku akan pulang malam ini,berbahagialah dengan pria itu"livius membelakangi agatha yang tengah terduduk sambil menangis
"Hikss...kau meninggalkan ku?aku istrimu livius...sudah ku bilang kan AKU MENCINTAIMU,andai dulu kita bertemu lebih awal dibandingkan aku berhubungan sama pria itu,kita bisa selalu bahagia"isak agatha
"Kita selesai agatha"
"Berkali kali...aku seperti ini...pasti kau sengaja kan?!?buat aku sepertu ini lagi setelah aku menceritakan segalanya?!!!kau semakin buat aku yakin livi...buat tak akan ada pria yang pantas buat ku ataupun anak ku...kau menutup rapat hatiku lagi livi"
Livius hanya mendengarkan itu
"Kita selesai agatha"
"Seterah apa yang kau bilang,brengsek.aku sudah gak ada hubungan dengan pria manapun kecuali keluarga ku.....kau sama...haruskah aku ratakan pria seperti kalian itu....ya aku akan membunuh habis kalian semua...tak peduli siapa kalian itu"agatha terkekeh
"Kau tau aku psikopat kan??aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri livi"
"Bye"
Livius meninggalkan agatha yang kadang menangis dan tertawa
"Maafkan aku tha"batin livius saat membuka pintu kamar agatha ia dikejutkan saat ada axel yang tengah menangis disana
"acel ada apa sayang?"livius berjongkok menyamakan tingginya dengan si kembar
"Ayah akan pergi?"isak axel
"Maafin ayah ya?jagain mommy mu ya?"
"Ayah ingin pergi ya?"tanya axel
"Maafin ayah nak"sendu livius
"MENJAUH DARI ANAK KU BRENGSEK,JANGAN BERBICARA ATAU MENYENTUHNYA LAGI"teriak agatha menggelegar dari tempat awal nya
"Mommy..."lirih axel dengan takut
"Ayah pergi dulu ya"livius mengecup dahi axel yang tengah terisak itu
Agatha berdiri dan mengahampiri axel dan langsung mendorong livius kuat hingga jatuh kelantai
"Kubilang jangan menyentuhnya"desis agatha
"SERET ORANG INI PERGI"teriak agatha pada bodyguard yang berjaga,bodyguard itu menyeret livius keluar dari mansion
"BUBAR DARI LANTAI INI KALIAN SEMUA"bentak agatha yang buat semua orang yang dilantai 2 berhamburan turun atau naik sedangkan axel tambah terisak karna mommy nya menakutkan
Agatha menyamakan tingginya dengan anaknya "kalian takut dengan mommy ya?"tanya agatha datar
"Hikss...mommy"
"Jawab"tegas agatha dan diangguki putranya
"Maafin mommy sayang"sendu agatha
"Kamu mendengar nya ya?"tanya agatha dan diangguki axel
"lupakan yah?"tanya agatha dan diangguki axel
"Kalau ada yang menyakiti mommy kalian harus apa?"tanya agatha balik
"Tentu saja menjauhi nya dari mommy karna dia gak baik buat mommy,dan kalau sudah besar kami akan memberi nya pelajaran"jawab axel dan agatha tersenyum
"Ya betul,ada 3 pria sekarang yang sudah menyakiti mommy,pertama paman beni,kedua ayah kandung kalian dan ketiga ayah kalian"sendu agatha
"acel masih mencintai mommy kan?"tanya agatha
"Pasti dong mommy"yakin si axel
"Mommy sheila itu siapa?"tanya axel kembali
"Sheila itu nenek kalian istri dari kakek kalian,la adalah ibu dari mommy juga"
"Kenapa usia mommy sangat muda sekali saat hamil kami dan kenapa kakek sangat tua padahal mommy masih muda?"bingung axel
"Ini terlalu rumit sayang,kalian bermain lah bersama kakek ya?jangan ganggu mommy dulu okey"dan anaknya hanya mengangguk dan berlari kelantai satu,setelah itu agatha memasuki kamarnya kembali
"Huftt...tenanglah aku sudah biasa,yang penting ada axel,lucas dan ayah disini itu sudah cukup"
Agatha berjalan ke ruang kerja nya yang tersambung dengan kamarnya dan ia mengerjakan tugas kantornya
Sedangkan diruang keluarga semua seperti biasa duduk disana seperti biasa duduk
"Axel ke mana mommy mu?"tanya emma
"Mommy dikamar aunty, acel disuruh main ama kakek"jawab axel
"Apa ia marah kek?"tanya galih pada Immanuel yang sedang bercanda dengan cucunya
Immanuel menoleh sekilas ke galih "enggak sih menurutku,bisa saja ia meratakan kerajaan itu"jawab Immanuel
"Emang bisa kek?"binggung edwin
"Iya kita kan bisnis dan negara indonesia,sedangkan mereka anggota kerajaan turun temurun"ujar steven
"Banyak yang terjadi saat kakek muda dulu,dulu tahta dipegang oleh ayah ku tetapi perdana menteri alias ayah nya raja yang sekarang mengkhianati ayahku dan silsilah keluarga berganti"jelas Immanuel
"Ja-jadi..?"gagap edward
"Ya seharusnya kami keluarga tsukino masih masuk silsilah keluarga kerajaan,pertama kedatangan ku ke negara ini saat itu raja inggris pasti sudah mengetahuinya kalau ia bukan raja sungguhan dan berniat mencelakai ku untung lah tidak terjadi apa apa"
"Kau akan melepaskan tahta begitu saja ?yang seharusnya dipegang kita saat ini?"tanya edward
"Agatha begitu membenci kerajaan,jika aku ngambil alih tugasnya berkali lipat bukan?tetapi kita gak tau apa yang terjadi nantinya"
Skip malam harinya
"Emma panggil anak kepala batu itu buat makan malam sejak siang ia belom makan"kesal Immanuel
"Ta-tapi kek..."ujar emma terbata bata
"Kenapa?"binggung Immanuel pasal ia melihat sekitarnya menelan Saliva nya kecuali ara cucunya
"Kau ingin ia meledak kek ia lagi masuk tahap warning"gugup rafa
"axel,ajak mommy makan sana ya?kasihan mommy belom makan"bujuk Immanuel
__ADS_1
"Betulkah kek?kalau ada ayah pasti mommy kenak marah"geram axel
"Sayang,sekarang jangan sebut nama ayah ya"ujar edwin
"Baiklah"axel berlari menuju ruang kerja agatha sedangkan diruang keluarga bernafas lega
"Sekarang agatha punya kelemahan lagi,ckckck...jadi gampang ngancem nya"galih terkekeh
''Gak boleh gitu lih,jangan jahil ih"lerai steven
"Gak asik kalau gak ganggu agatha mana udah lama lagi nih"tawa rafa
Sedangkan axel sudah ada didepan pintu ruang kerja agatha dan dibukakan oleh bodyguard yang berjaga lalu tak lupa menutupnya,nampak agatha yang termenung diatas kursinya dengan pandangan kosong
"Mommy...mommy.."panggil axel tapi agatha tak menanggapinya
"Hiks...mommy"airmata axel menetes dan menyadarkan agatha ke dunia nyata,memang axel sedikit cengeng
Agatha menatap anaknya dan menghampiri mereka berdua dan menyamakan tingginya
"Kenapa hemm?"tanya agatha lembut tangannya mengusap airmata axel
"Mommy disuruh makan sama kakek"ucap axel
"Sayang mommy mau nanyak sama kalian?"ujar agatha sendu
"Ada apa mom,tumben mommy serius seperti ini"axel menatap wajah mommy nya yang pucat itu
"Kalau kalian ketemu daddy kandung kalian,kalian gak akan ninggalin mommy sendiri kan?"tanya agatha sendu
"Maksud mommy apa?"bingung axel
"Kalian akan meninggalkan mommy kalau daddy kalian menyuruh kalian tinggal sama daddy kalian,kalian berdua mau ya?"tanya agatha lagi dan anak sulungnya hanya diam
"Kita bisa tinggal bersama mom"ucap bijak axel yang tak mengerti apa apa
Agatha mencengkram bahu axel kuat "Tidak axel kita tak bisa tinggal bersama daddy kalian tidak akan axel kalian mau..."agatha melepaskan cengkeramannya saat axel meringis
"Maaf kan mommy sayang...maafkan mommy,mommy gak maksud nyakitin kalian"air mata agatha menetes dan ia menundukkan kepala nya
"Mommy jangan nangis acel tak suka lihat mommy nangis"axel meraih dagu agatha dan mengusap airmata agatha
"Malam ini sama besok pagi kalian diantar kakek aja ya?"
"Mommy ingin kemana?"tanya axel
"Mommy tidak bisa mengantar kalian dulu ya besok,lusa nya baru mommy bisa"
"Mommy bekerja lagi?semenjak mommy datang kesini kerjaan nya kerja mulu gak ada main ama kami lagi"ucap axel kesal
"Baiklah lusa kita bermain okey?kita kemana aja yang kalian mau dan kalian bisa beli yang kalian mau sebut aja ya?"agatha mengulurkan kelingkingnya
Dan putra sulungnya mengaitkan kelingking mereka ke kelingking agatha dan mereka bertiga mengucapkan "Pinky promise" dengan kompak
"Sekarang turun minta kakek bobok,dan bilang mommy tidak usah makan"dan axel mengangguk dan keluar ruangan agatha
Agatha berdiri dan kembali duduk dimeja kerja nya dan mengambil sebuah map biru disana dan membuka nya
"Keluarga sialan,sudah kuberi kalian kesempatan menikmati dunia selama 5 tahun saat nya aku membunuh kalian semua"desis agatha,ia meraih ponselnya yang dimeja dan menghubungkan nomor galih
"Halo"
"Apa?orang 1 rumah aja pakek telfon?"
"Aku sedang malas,kau tau kan?"
"Ya lalu ada apa?"
"Cari kesalahan yang pernah dibuat keluarga candra dan victoria apapun itu secuil apapun kesalahan mereka"
"Baiklah beri aku satu minggu kira kira"
"Dilim siti hiri gilih"
Agatha menutup sambungan dan ia meletakan kembali hp nya dimeja
"Jangan mengusik keluarga ku sialan...kalian bermain dengan ku selama ini"desis agatha dengan smirknya
Dikamar agatha
Immanuel sedang membacakan dongeng buat penghantar tidur axel sedangkan lucas ia sudah terlelap dibox bayi nya
"Tidak seru kek,terlalu kekanak kanakan"gerutu axel
"Loh seharusnya kalian suka cerita seperti ini?"bingung Immanuel
"Tidak seru kami sudah besar dan mommy tak pernah membacakan dongeng"ketus axel
"Kau memang keturunan putriku,ketus dan pintar"batin Immanuel
"Jadi mommy biasa ngapain?"tanya Immanuel
"Ia bernyanyi kek,suara mommy bagus"puji axel
"Kakek bagaimana jika menceritakan tentang mommy saja"antusias axel dan Immanuel terdiam
"Cucu kakek,mommy kalian tak memiliki cerita yang bagus atau indah sayang"lembut Immanuel
"Apa saja kami ingin tau tentang mommy"
"Baiklah"pasrah Immanuel
"mommy kalian nama awalnya adalah agatha victoria dan karena masalah ia menghapus nama marga victoria dan beralih marga tsukino.banyak yang terjadi sejak dulu sampai sekarang mommy kamu adalah orang yang dingin tak berperasaan ia membuang perasaannya sejak kecil dan menjadi tertutup masa kecil yang ia lewati tak seperti anak kecil lainnya yang bermain ia belajar belajar dengan tekun,mangkanya ia ingin kalian bermain agar kalian tak menderita"cerita Immanuel dan axel mulai terlelap
"Kau benar sheila,anak kita memang yang terbaik maafkan aku sheila...maafkan aku pertumbuhannya sekarang betul mirip dirimu"guman Immanuel,ia mengecup dahi cucunya dan keluar dari kamar itu
Dan saat Immanuel menutup pintu kamar ia dikejutkan oleh suatu suara "ayah bisa kah kita berbicara?"dan Immanuel mengangguk dan mereka memasuki kamar agatha yang kedap suara itu dan tak lupa menutupnya rapat
"Kenapa?wajah mu seperti menahan sesuatu?"binggung Immanuel saat wajah putrinya itu tampak tegang
"Berjanji satu hal pada ku yah?"tegas agatha
"Ada apa hemm?"
"Jangan pernah berhubungan dengan kerajaan inggris apapun itu yah"tegas agatha
"Kenapa?"tanya santai Immanuel
"Kau akan dibunuh mereka yah,aku tak ingin keluarga ku pergi meninggalkan aku lagi...kumohon turuti saja pada ku okey?"air mata agatha turun lagi kesekian kalinya
Immanuel menyeka airmata agatha "iya iya,kau semakin mirip dengan bunda mu dahulu,wajah sheila sangat mirip dengan mu,sikap lemah lembut mu sama seperti ia dahulu"sendu Immanuel
"Ayah sudah lah,jangan membahas Sheilla,sebaiknya ayah istirahat saja begadang gak baik buat tubuh ayah"usir agatha lembut dan Immanuel mendengus kesal dan ia keluar dari ruang kerja agatha
"Livi...sempat keluarga mu melakukan sesuatu sama keluarga ku siapa pun itu aku akan hancurkan,tak peduli perasaan ku ini aku tak peduli jika aku memiliki darah kerajaan,aku hak berminat sama sekali"geram agatha seketika ia teringat ucapan livius tadi
Kau mencintai nya kan?
Agatha terkekeh "aku jatuh cinta?aku saja tak tau apa itu ekspresi macam apa itu?"
"Jika perasaan aku ke livi bukan cinta jadi apa?kau semakin membuatku muak livi "
Agatha membanting dirinya keatas sofa dan ia menatap langit langit yang bertema galaksi
"Huft..."hela nafas Agatha lalu menutup matanya dan perlahan ia terlelap
Keesokan harinya
__ADS_1
Matahari bersembunyi dibalik awan yang hitam pertanda akan hujan tetapi semua tetap melaksanakan tugas dan kegiatannya seperti diruang makan ini mereka tengah sarapan kecuali Agatha yang sibuk mengurusi anaknya yang masih bayi itu yang tak lain lucas,axel yang baru berusia 3 tahun lebih memilih makan sendiri karna malu sama adik nya yang yang bayi
"Ayah nanti antar anak ku ya?"tanya agatha
"Ohhh pasti dong dengan senang hati"antusias Immanuel
"Ingat habis ayah antar acel langsung pulang,pastikan ayah selalu membawa penjaga kemana pun"tegas agatha,sambil mengusap bibir anaknya yang belepotan makanan
"Mommy gak boleh gitu ngomong ama orang yang lebih tua"peringatan axel
"Tuh dengar anak kecil aja pintar,masa emaknya kagak"canda rafa
"Hei kalau gue goblok,gak mungkin anak gue pintar kek gue,selagi kan gue orang nya terkenal"bangga agatha
"Cih iyalah yang pintar dari lahir"galih memutar bola mata nya
"Napa gak senang lo?gue bisa ngurus perusahaan waktu seumuran mereka kok"sinis agatha
"Napa sih lo?pms ya?"ketus edwin
"Iya napa gak senang lo gue pms?mau gue bacok?"kesal agatha
"Mom gak sopan ngomong kek gitu,masa mom ngomong kek gitu sih"tegur axel
"Iya iya sayang"lembut agatha
"Giliran sama anak aja lembut kek kapas,ehh giliran ama kolagen bisnis ketus nauzubillah"sinis reynald
"Bicid"cibir agatha
"Mom, acel pergi sekolah dulu ya,malas dengar mom debat ama paman paman"ketus axel agatha mengecup kening anak nya itu
"Bye bye sayang belajar nya gakusah terlalu rajin,kamu udah pintar soalnya percaya sama mom"teriak agatha saat anaknya dan ayahnya itu meninggalkan ruang makan
"Gelok"ujar bareng mereka ber7
"Kak emma kau sekarang bergabung buat membuli ku ya?"tanya dramatis agatha
"Jijik sumpah ingat umur napa"ketus edwin
"Dih sapa lo"ketus Agatha
"Ayo berangkat kerja guys"ajak reynald,Steven,edwin,reynald dan agatha berdiri dan menuju mobil yang sudah disiapkan dan menuju kantornya
Disekolah sky high school
axel diantar kesekolah dengan kakek nya serta bodyguard nya sepanjang perjalanan axel tak henti henti nya mengoceh dan saat sampai mobil mereka jadi pusat dan axel serta Immanuel turun dari mobil
"Sekarang belajar yang rajin kalau ada yang cari masalah sama kalian bilang saja nama mommy axel adalah 'Agatha tsukino'"nasehat Immanuel
"Kenapa nama mom,kek?"bingung axel
"Mommy orang nya menakutkan sih,bilang aja seperti itu semua pasti tau"dan axel hanya mengangguk
"Bye bye kakek sayang,kami sekolah dulu"axel melambaikan tangannya dan berlari masuk kesekolah
Tuan besar tsukino?...
Buat apa dia kesini...
Anak itu cucu nya masa...
Anak nya agatha dong...
Masa sih umurnya masih muda kok...
"Berjuanglah nak,diatas sana Sheila selalu melihat mu"guman Immanuel sambil menatap langit
"Tuan sudah saat nya kembali"
Immanuel masuk kedalam mobil meninggalkan perkarangan sekolah itu dan menuju mansion
Sedangkan agatha ia di sibukkan oleh reporter yang berkumpul di depan perusahaannya dan saat ini ia sudah ada diruangannya bersama reynald dan mila
"Lakukan konferensi pers itu sekarang juga"titah agatha
"Baik laksanakan nona"reynald dan mila keluar ruangan agatha meninggalkan agatha yang memandang pemandangan dari kaca yang ada dibelakang meja kerjanya itu
"Ada yang membocorkannya?atau ada yang mematai ku?lucas dan axel masih terlalu kecil buat mengajari segalanya?"Batin agatha
Agatha kembali teringat berita saat ia sampai dikantornya saat reporter berkumpul depan perusahaannya
Diduga agatha tsukino yang diduga telah tiada kembali lagi dengan membawa 2 anak laki laki yang beda usia,apa penyebab agatha tsukino menghilang selama 5 tahun adalah karna ia hamil diluar nikah?siapakah ayah dari anak tersebut, Sedangkan pihak tidak ada menginformasikan apa apa dan hanya bungkam
Dan pertanyaan pertanyaan yang terlontar yang buat emosi agatha meletup letup terlebih lagi identitas anaknya terbongkar bukannya malu atau apa hanya saja anak nya belom cukup umur buat merasakan kekejaman dunia
Jam sudah menunjukan pukul 11 siang
Dan seperti saat ini agatha sudah duduk di di atas kursi yang disediakan diatas panggung buat melakukan konferensi pers dengan banyak wartawan dan sumber berita
"Kalau begitu mari kita mulai"ucap agatha
"Nona apa yang diberitakan itu benar?"
Agatha memasang wajah datar dan dinginnya itu kembali
"Kenapa?kalau itu benar?kalian akan menghakimi ku, atau apapun itu?sayang sekali yang diberitakan sebagian benar dan sebagian tidak"jawab agatha
"Yang mana yang benar dan yang mana yang salah nona?"
"Mungkin,saya memang mempunyai dua anak laki laki dan menghilangnya aku saat itu adalah percobaan...pembunuhan"agatha menyunggingkan senyum sinis nya
"Kenapa anda bisa memiliki anak?padahal usia anak anda sudah hampir 4 tahun dan usia anda 21 tahun?dan anak anda 1 lagi seperti baru beberapa bulan"
"Pertanyaan yang bagus,dunia yang saya tempati adalah dunia bisnis sekali aku mati dan tidak memiliki keturunan perusahaan dan hak ahli waris akan jatuh ke tangan yang salah.dan saat dulu itu saya kepepet karna nyawa ku yang sekarat"jawab agatha
"Siapa ayah dari anak anda nona?apakah kalian tidak menikah?"
"Siapa ya?yang jelas seseorang yang berpengaruh dan pasal menikah saya masih merahasiakannya sampai sekarang"sinis agatha
"Siapa dalang dibalik percobaan pembunuhan Anda nona?apakah ini dendam pribadi "
"Pertanyaan yang indah sekali,seseorang yang pernah kubunuh...ehh tunggu terlalu banyak yang kubunuh"agatha mengelus dagu bawahnya dan tersenyum
"Tentu saja,siapa lagi kalau buka keluarga ku sendiri keluarga besar ke se.."ucapan agatha terpotong saat reynald datang tergesa gesa dan membisikkan sesuatu sama agatha
Agatha yang mendengar itu langsung berdiri dan rahang nya mengeras
"INGAT LAH INI,BERLAKU BUAT SEMUA DIDUNIA INI TAK PEDULI SIAPA PUN ITU....JIKA ADA YANG MENYENTUH KELUARGA TSUKINO SEDIKIT SAJA,AKAN KUPASTIKAN IA LANGSUNG MENGHILANG DARI DUNIA MEMBUAT DUNIA LUPA AKAN KEHADIRANNYA DIDUNIA....SIAPA PUN ITU"teriak lantang agatha
"Konferensi selesai"agatha berlarian menuju ruangannya dengan wajah penuh amarah nya itu sepanjang ahatha berjalan menuju ruangannya orang orang sekitar langsung menyingkir saat melihat wajah agatha yang memerah akibat menahan amarah itu
Saat sampai diruang agatha menatap pemandangan diluar dengan melipat kedua tangannya didepan dada
Tok...tok...tok..
"Masuk"
Orang yang mengetuk pintu masuk dan mendekat ke arah agatha
"Katakan"dingin agatha
"axel betulan diculik ia mengaku sebagai paman mu"
Agatha dibuat semakin emosi mendengar itu
"Cari keberadaan axel sekarang,kerahkan seluruh anggota buat mencari dan minta bantuan edward buat membantu"tegas agatha
__ADS_1
"Baik laksanakan"orang itu pergi meninggalkan ruangan