AGATHA

AGATHA
40


__ADS_3

Karna aku adalah manusia yang membuang perasaan sejak kecil yang ada,hingga aku tak bisa membedakan perasaan ku sendiri.aku pembunuh berdarah dingin,orang menyebut ku psikopat "jawab agatha,ia meremas kedua tangannya yang saling bertautan


"Kamu menjadi psikopat karna kekejaman keluarga itu"bantah edwin


"Tidak,entah sejak kapan yah...mungkin usia 3 tahun aku membunuh seluruh hewan di halaman rumah itu dengan garpu dan pisau makan,mereka membawa ku ke psikolog dan mengatakan aku baik baik saja...lalu aku berusaha membunuh kepala keluarga victoria dan kebencian mulai muncul menyebabkan trauma dan mental terguncang"


Wajah mereka tercengang mendengar perkataan agatha


"Sudah aku bilang terlalu banyak rahasia yang aku sembunyikan dan akan ku simpan sampai aku mati tak peduli apapun itu"lanjut agatha


"Kalau gitu,mari berhenti membahas masa lalu itu.hanya aku yg tau seluruhnya"agatha menyandarkan tubuhnya disofa dan menatap foto besar dirinya dipajang di ruang keluarga


Agatha memberikan lucas ke maid buat dibawa kekamarnya


"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"tanya edward


"Aku akan melanjutkan sekolah dan melanjutkan perusahaan dan pastinya melindungi malaikat kecil ku"agatha tersenyum tipis


"Terserah kamu saja,musuh sebelumnya belom ada kamu bunuh dan selesaikan"ujar immanuel yang sedari tadi diam


"Apa gak papa?"tanya agatha tak jelas


"Apanya?"bingung immanuel


"Membunuh anak anak mu dan cucu mu,dan keluarga mu sendiri?"


Semua diruangan itu menjadi hening


"Lihat bahkan ayah tak rela,itu juga darah daging mu,darah kita masih satu aliran darah.liat bahkan ayah saja nampak tak rela"ujar agatha sambil menatap wajah immanuel lalu agatha berdiri


"Sudah cukup larut istirahatlah"ia meninggalkan ruang keluarga menuju kamar tidurnya


"Dia betul,kalian semua memiliki ikatan darah,agatha memikirkan dirimu karna itu adalah keluarga mu,dan dirimu saja tidk rela anakmu membunuh merek"sahut reynald


"Kemari nak,kita tidur"ajak kenzo pada axel.ayah dan anak itu meninggalkan ruangan menyisakan pemuda dan pria tua itu


"Ingat apa yang terjadi dimasa lalu,immanuel.semua bisa saja terulang kembali masa lalu yang kamu tutupi dengan rapat itu dan hanya orang dalam mengetahuinya"ujar rafa datar


"Tapi itu kesalahannya dia hamil dengan pria lain"


"Aku sudah bilang kan?!SEMUA.AKAN.TERULANG"tekan rafa


"Dan tentang nyonya itu dia di.per.kosa oleh adik mu yang banjingan itu"tekan galih yang menatap dingin immanuel


Dikamar agatha


Setelah agatha menidurkan lucas agatha menatap pemandangan luar dari balkon kamarnya


"Sedari awal harusnya aku tak usah memperdulikannya"guman agatha


"Siapa?"suara dari belakang agatha,agatha menatap orang itu datar


"Semuanya,seandainya aku tetap pada pendirian ku dulu,andai aku gak luluh dengan dia,aku bisa membunuh mereka"pandangan agatha kembali menatap langit malam


"Walaupun ia ayah mu sendiri?"tanya orang itu


"Iya,kamu tau kan apa saja yang aku lakukan selama ini?dan kini aku berpikir,buat apa.buat apa aku melakukan ini?kewajibanku?mungkin jika meneruskan perusahaan iya,tapi yang lainnya?"


"Itu kewajiban mu sebagai anaknya,mungkin nanti anak mu akan mengalami hal yang sama"sahut orang itu


"Kamu tumbuh dewasa setelah aku tinggal yah?disisi sahabat ku,apa saja yang kamu lakukan?"sinis agatha


"Siapa yang tau kan?kita tumbuh dewasa sesuai lingkungan kita berada"ujar orang tersebut dengan bangga


"Huh aku gak yakin pasti banyak masalah yang kalian hadapi baru kalian berubah kan?"tanya agatha tepat sasaran


"Masalah cinta kali atau hubungan yang tidak direstui atau saingan perusahaan"lanjut agatha


"Lo mengawasi  kami walauun masih diluar negeri yah?"tanya orang itu geram dan digelengi agatha


"Hanya menebak jika aku mengawasi kalian aku tidak ada uang"


"Huhh miliader seperti mu bisa gak ada uang ya?"ejek orang itu


Tap...tap..tap


"Pergi lewat jendela,jangan sampai ada yang tau kamu masuk kesini,apalgi berbicara pada aku.karna kita gak akrab"

__ADS_1


"Baik..baik,sampai jumpa nona besar tsukino,salam buat keponakan ku"orang yang berbicara dengan agatha itu keluar menuju jendela besar disebelah pintu kamar mandi


Bunyi pintu diketuk,agatha menyuruhnya masuk dan pintu terbuka menampilkan maid membawa segelas air dengan obat obatan


"Obat obatan anda nona"ujar maid yang mendekat kearah agatha


"Siapa yang menyuruh mu melakukannya?"tanya agatha,maid itu tampak ragu menjawab


"Tuan livius menyuruh saya buat menyiapkan obat anda setiap hari dan disetujui oleh kepala pelayan nona"


"Baiklah"agatha menelan obat pemberian maid itu dan menegak air mineral ny dan maid itu meninggalkan kamar agatha


Setelah maid keluar agatha kekamar mandi menyikat gigi nya dan membersihkan wajahnya


Setelah selesai membersihkan diri agatha merebahkan dirinya diatas kasur jam menunjukan pukul 9.45


"Apa aka sudah bilang ya?kalau bakal ada yang kecelakaan diantara orang itu"


Agatha mulai menjelajah dunia mimpi nya saat itu juga


Setelah agatha terlelap kenzo yang sudah menidurkan putranya serta berdebat dibawah ia memasuki kamar agatha dan ikutan tidur disebelah agatha dengan memeluk tubuh agatha yang menghadapnya


Sedangkan di ruang keluarga suasana tegang setelah beragumen dengan kenzo tadi mereka kembali hening


"Anda harus membuat pilihan,mengorbankan semuanya demi putri mu atau keluarga putri mu yang menjadi korban disana?"sela galih memecahkan keheningan


"Apa bedanya mereka pada akhirnya saling membunuh kan?"ujar immanuel


"Kau memulai nya,anak anak mu serta menantu mu yg tamak itu membuat seperti ini,buat keputusan immanuel keputusan mu saat ini akan menentukan hari yang akan datang"


"Dengan kata lain semua yang akan terjadi ada ditangan mu


Skip


Kring...kring...


Telepon berbunyi dan itu bersumber dari ponsel agatha,agatha membuka matanyaemhambil ponsel dimeja nya dan menjawab panggilan tersebut


'...'


'Ya dengan saya sendiri'


'Baik saya akan kesana sekarang'


Telepon itu terputus dia menatap jam di dinding masih pukul 3 pagi ia mengacak pelan rambut nya


"Ada apa?siapa yang menelpon pagi hari?"agatha menoleh dan mendapati kwnzo yang ikut terbangun


"Dari rumah sakit asta kecelakaan,gak ada keluarganya yang bisa dihubungi"jelas agatha


"Kamu akan kesana?"tanya kenzo


"Ya,lagipula ini kesalahan ku"agatha bangkit dari tempat tidurnya dan mengganti baju ny di walk in closetnya


"Kenapa?asta punya keluarga kan dan dia punya orion kekasih nya"


Agatha yang sudah siap dengan penampilan nya yang asal menatap kenzo bingung


"Kamu pikir aku bukan keluarganya?sebelum dulu kamu muncul mereka lebih dulu muncul"


Agatha mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja dan tak lupa tas berisi keperluannya,dan meninggalkan kenzo begitu saja


Rumah sakit


Agatha menelusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat asta,kecelakaannya tak terlalu parah bisa dibilang asta menabrak pembatas jalan dan langsung terlempar keluar mobilnya,tak banyak luka hanya goresan goresan kecil


Agatha menatap plat nama ruangan itu


'Tulip 8' ia membuka perlahan pintu ruangan itu dan pandangan matanya mendapati asta yg duduk bersandar pada ranjang rumah sakit dan menatap agatha yang berdiri didepan pintu


Agatha menutup pelan pintu itu


"Jadi kenapa bisa kek gini,asta?bukan dalam segala hal kamu selalu berhati hati bukan?"tanya agath,agatha melangkah kan kaki ny kearah sofa yg tak jauh dari ranjang asta


"Lo tau kan kalau gue orang nya teliti,saat ak bertemu orion waktu itu aku mencium aroma parfum wanita lain"dapat agatha lihat asta meremas kedua tangan nya


"Bisa jadi itu parfum keluarga ny kan?kamu berlebihan sta"sahut agatha santai

__ADS_1


"Enggak gue tau kalau itu bukan punya anggota keluarga nya dan saat ia mendapati telfon dari seseorang bernama boss besar setelah itu ia menghilang,gue tau kalau itu wanita tapi rion tak mw memberi tahu gue"


Agatha menyimak perkataan sahabat nya ia menyusun teka teki yang diberikan asta dan sekejap ia mendapati jawabannya itu adalah 'dirinya'


"Maaf asta tapi jangan berburuk sangka dulu siapa tau orion memiliki tugas dari boss besar yang kamu sebutkan tadi"sahut agatha ia melipat kedua lengannya didepan dada


"Aku tak ingin mencapuri urusan permasalahan percintaan kalian,karna jika aku turun tangan kamu tau apa yang akan aku lakukan"


"Gapapa cukup dengan gue memberitahu ini sudah cukup"


"Lalu bagaimana dengan orion?"tanya agatha


"Maksudnya?"


"Kamu akan memutuskan hubungan atau bagaimana?lagipula keluarga mu tak memberi restu akan hubungan kalian kan walaupun keluarga orion sudah tapi itu belom cukup"ujar agatha panjang lebar ia menatap asta yang menatap agatha


"Gue tau kok,nyokap gue nyuruh gue buat nikah sama anak temennya yang punya pengaruh di inggris sedangkan bokap gue ia hanya mengikuti kata nyokap gue dan abang abang gue hanya fokus akan perusahaan dan sekolah mereka"


"Keluarga yang merepotkan ya,yah keputusan ada ditangan kalian jika butuh apa apa kalian bisa minta bantuan ku kapan saja"agatha tersenyum sinis


"Thanks,tapi pasti lo akan kerepotan loh"


"Kamu pikir dengan siapa kamu bicara,hah?aku agatha princessa tsukino"bangga agatha


"Hahah,aku tau siapa lo kok,tapi bukan berarti semua masalah bisa diselesaikan dengan kekuasaan tha"peringatan asta


"Apa apaan omong kosong itu?!mungkin saat ini kamu akan bicara seperti itu tetapi nanti saat kamu dibawah kamu akan mengatakan sebaliknya"ujar agatha dengan wajah gelapnya


"Oh ngomong ngomong bagaimana kabar axel dan lucas sudah lama gue gak lihat mereka?"tanya asta mengalihkan pembicaraan


"Yakan kamu sudah lama tak menjumpainya,kamu tau axel dia cukup ku bilang pintar dengan nilai yang pas pasan tapi gapapa itu sudah lebih dari cukup,lalu lalu lucas hampir memanggilku mama,ahhh betapa bahagianya aku saat itu...tapi kamu tau aku sibuk dengan sekolah dan perusahaan sampai jarang ada waktu dengan lucas padahal dulu aku selalu ada waktu...lalu lalu kamu tau saat aku menyusui lucas ia sangat lucu ia tak mau diganggu acara minum nya,bahkan sampai saat ada yang mengganggunya ia melototi orang itu"cerita agatha dengan penuh antusias


"Ada yang ingin aku tanyakan sama lo,tha.kenapa lo mutusin buat hamil,maksud gue,lo masih dibawah umur buat hamil dan resiko ny tinggi"tanya asta penuh hati hati


Agatha tersenyum tipis


"Aku membutuhkan seseorang jadi penerusku saat itu karna kondisi ku yang lemah,kalau misalnya aku tak bisa ikut membesarkannya aku akan menitipkannya pada emma dan rey."


"Owh tapi sampai sekarang lo masih disini lo masih hidup tha,setidaknya axel saja sudah cukup diusia lo yang masih belia"protes asta


"Benar juga,karna livius membutuhkan anak buat penerus takhta nya dan pendamping,kamu pikir lucas itu anak ke2 ku yah? Lucas adalah anak ke3 ku,aku sempat hamil dan saat lahir ia meninggal....tidur lah masih pagi aku akan menunggu disini jadi kamu akan aman"


Agatha membatu asta buat membaringkan tubuh nya,karna patah tulang dikaki membuat ia sementara sulit bergerak


"Nah mimpi indah"agatha menarikan selimut itu sebatas dada asta


Asta menutup mata nya


"Terkadang apa yang direncanakan tidak berjalan sesuai keinginan kita"ujar agatha dengan lirih


Tak berselang lama asta terlelap,agatha kembali duduk disofa ia memijit pangkal hidung nya


"Maaf karna aku keterlaluan saat ini sta"


Agatha menyandarkan tubuhnya dan perlahan terlelap


Skip


Pagi hari nya jam 7 agatha terbangun karena kedatangan kenzo beserta kedua putranya


"Kenapa kamu membawa lucas kesini?"tanya agatha mengkerutkan dahinya


"Luca kangen ama mom,dia menangis terus menerus"jawab axel


"Benar bahkan ia tak minum susu"lanjut kenzo


"Disini bakal bising asta butuh istirahat dan disini banyak virus buat bayi"kesal agatha


"Gapapa bukan?gue senang dengan ada nya suara yang bisung,walaupun dengan ada nya lo,lo gk akan terus bersikap cerewet pada ku kan?"suara asta mengalihkan pertengkaran itu


"Sudahlah gak bapak gak anak kepala batu"gerutu agatha


Akhirnya ibu 2 anak itu duduk disofa dambil menimang nimang putra bungsu nya dan si sulung yang menyolek nyolek pipi adik nya


"Mom kenapa luca kecil sekali rasanya jika dipegang dia akan hancur"tanya axel dan agatha mengiyakan nya dalam hati


"Seseorang seiring berjalannya waktu akan tumbuh,dulu axel juga seperti luca kecil dan rapuh dan lihat axel sudah besar"ia mengusap lembut pipi lucas dengan lembut

__ADS_1


"Lalu luca akan ikut bermain dengan acel kn?"


"Tentu saja"


__ADS_2