AGATHA

AGATHA
07


__ADS_3

"...." agatha belom menyahuti pertanyaan beni


"kenapa kamu ga jawab, tha?" tanya lagi beni


"ini mansion aku" jawab agatha datar


"kok bisa?" beni menatap agatha tak percaya, ssdangkan agatha hanya terkekeh kecil


"dikasih kok lumayan juga" jawab agatha sambil menyelipkan rambut nya kebelakang telinga beni yang melihat itu hanya mengangguk percaya


"mau mampir?" basa basi agatha menatap beni lembut


"boleh? Kuy lah masuk nunggu apa lagi" setelah berbicara seperti itu beni langsung masuk ke dalam dan diikuti agatha mansion terdapat banyak maid2 yang berjejer


"selamat datang kembali nona besar" sapa para maid2


"iya" jawab singkat agatha


Agatha memimpin jalan keruang keluarga yang ada dimansion ini, saat sampai beni terkagum kagum oleh dekorasi mansionnya. Setelah sampai diruang keluarga mereka mulai duduk



"gada televisi disini ?" tanya beni menatap sekeliling


"percuma ad tapi ga dihidupin kan" jawab agatha datar


"menurut kamu gimana mansion ini, ini baru di perbarui 'katanya'?" lanjut agatha bertanya beni yang mendengar itu menatap sekeliling tak lama ada 1 maid yg datang meletakan minuman dan dia berdiri dekat ujung sofa yang dekat dengan agatha duduk


"suram, kesepian, kurasa ruang pribadi nya sesuai dengan perasaan nya tetapi ruangan yang sering didatangi orang sengaja diputar balikan dari dunia nya" jawab beni tanpa ragu


"kamu tau dari mana?" tanya agatha tak percaya pasalnya ia benar


"ya soal nya ruang tamu dan dekat tangga tadi dekorasi nya sangat mewah" jawab beni mengingat2 jalan yang dilewati nya



(seperti itulah kira kira)


Tak hampir 1 jam beni di mansion agatha ia telah pulang dan agatha tetap duduk ditempat ia tak mengantar beni kedepan karena alasan tak enak badan yg mengantar beni adalah maid yang berada di ujung sofa tadi, tak lama maid tadi datang dan kembali pada ujung sofa yg dekat sofa itu


"kau dengar jawaban darinya em, dia. Dia menebaknya dengan benar setelah banyak yg masuk kesini" ujar agatha menyandarkan tubuhnya ke sandaran dan memejamkan matanya


"iya nona saya dengar" jawab maid itu bernama emma dan dipanggil em dia adalah pelayan pribadi agatha


"tunangan anda bisa menjawab nya bukan berarti anda menerima nya kan nona?" lanjut emma


"em, ak hanya mau menikah dengan orang kucintai tanpa pandang harta, em. Nenek juga tak memandang status nya" jawab agatha lirih


"maafkan saya nona besar" balas emma


"yah, em tinggal kan aku em" lirih agatha tanpa membuka mata


"nona jika anda capek silahkan makan lalu istirahat dikamar, kesehatan anda yang utama nona" balas emma


"em, aku dah gada tenaga lagi buat bergerak" guman agatha pelan


"atau saya suruh bodyguard gendong anda?" tanya emma menatap khawatir majikannya tersebut


"EMMA" bentak agatha sambil menatap tajam emma


"kau tau kan emma *Haphephobia* ku rasanya semakin lama semakin parah saja" lirih agatha menatap sendu emma, emma yang tau apa maksud majikannya itu hanya tersenyum


*haphephobia adalah rasa takut dan kecemasan yang dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang yang memilikinya, yang dipicu oleh sentuhan. Penderita biasanya akan terlihat cemas, tidak nyaman, berkeringat, bahkan panik hebat jika ia disentuh oleh orang lain. Tidak bisa sembarang orang bisa menyentuhnya*


"lalu *Prosopagnosia*ku, entah drimna aku dapat semua itu pun aku lupa" lanjut agatha


*Prosopagnosia adalah kelainan dalam mempersepsi wajah yang membuat orang yang mengalaminya akan sulit mengenali wajah termasuk wajahnya sendiri. *

__ADS_1


"sebaiknya anda istirahat nona, saya rasa anda ga enak badan" sela emma, agatha bangkit lalu jalan ke kamar nya


"maafkan saya nona..." batin emma


~emma pov~


 


Saya saat ini menjadi pelayan pribadi dari nona agatha victoria atau nona besar kediaman ini, atas perintah nyonya besar yaitu ibu dari ayah nya nona agatha. Keluarga victoria sangat membenci nona agatha, mungkin tidak ada 1 pun berada dipihak nya. Dulu nyonya besar lah yang menemani nona agatha dari kecil karena sebuah rahasia besar keluarga victoria, saat itu nona masih kecil kira2 5 tahunan umurnya, dan saya berumur 12 tahun tinggal di mansion nyonya besar karena ibu saya jadi pelayan kepercayaan nyonya besar disana.


 


Saya diperintahkan buat menjaga nona agatha yang merupakan pewaris sah kekayaan tsukino.ya tsukino.corps yang dikabarkan kalau perusahaan itu berada di peringkat 1 dan Entah darimana perusahaan tsukino itu, tapi saya tak mempedulikannya saya hanya melaksanakan perintah dari nyonya besar. Saat nona agatha berumur 12 tahun dan saya berumur 18 tahun nyonya besar sakit parah dan menuduh nona agatha melakukan sesuatu pada nyonya besar, saat detik detik terakhir nyonya besar ia diam diam memanggil saya, rey, rafa, stev,edawrd,edwin dan beberapa orang yang kami tak ketahui kecuali nyonya besar disitu kami semua berumur 18 tahun.


Nyonya besar memerintahkan kami buat melayani dan menjaga nona agatha karena ia pewaris sah kekayaan tsukino jika nona agatha kenapa napa kekayaan itu disumbangkan ke panti asuhan dan tempat yang membutuhkan. Tak lama nyonya besar meninggal dan nona agatha tak disamping nya yang kami ber4 tau, nona agatha dilarang minginjakan kaki nya ke rumah sakit begitu dengan proses pemakamannya, mulai sejak saat itu nona agatha berubah jadi dingin dan tak peduli berubah 180°.


Sejak umur nona agatha 9 tahun lebih 9 bulan dia mulai menjadi model utama tsukino.corp dan dengan uang hasil model nya ia menaikan perusahaan tsukino.corp yang dari peringkat 9 jadi peringkat 1 dan itu tidak diketahui oleh keluarga victoria. Karena sejak kecil nona agatha sudah pinter seperti orang dewasa dan ia telah diajarkan oleh nyonya besar bermacam macam nya dunia bisnis, saat perusahaan sudah meningkat ia memerintahkan rey buat memegang.


Nona agatha tak pernah berdekatan dengan siapapun hanya nona muda wijaya, laras. Yang jadi temen nona agatha dari kecil hingga smp awal nona laras memperkenalkan ke nona agatha temen yang baru dan nona agatha bahagia bahwa ada yang menerima nya apa ada nya, sejak saat itu nona agatha mulai tersenyum kepada temennya tersebut. Tetapi tadi ia tersenyum kepada tunangan baru nya


~emma pov end~


~author pov~


 


Besok paginya agatha masih bergelayut manja dengan kasur nya karena hujan jadi ia memperpanjang tidur nya, padahal jam sudah menunjukan pukul 7 tetapi tak ada yang membangunkan agatha. Tak lama pintu kamar agatha terbuka menampilkan emma yang sedang berjalan mendekati kasur agatha


"nona bangunlah.. Sudah jam 7 lewat.... Anda tak ingin terlambat lagi kan" ujar emma berusaha membangunkan nona nya, perlahan mata agatha terbuka mengerjap-ngerjap membiasakan cahaya yang masuk


"jam 7.."guman agatha, emma jalan kearah gorden beaar dan menggeserkan menampakan matahati yang sudah terang


" ya nona anda akan terlambat sekolah kalau begini"jawab emma


Sontak agatha bangkit menuruni kasur dengan cepat dan berdiri baru 1 langkah kepala agatha langsung beratdan jatuh terduduk emma langsung mendekat kearah agatha



"emma tolong siapkan keperluan ku" teriak agatha, emma langsung melaksanakan perintah nya


 Dan mulai menyiapakan keperluan agatha dan memasukannya ke dalam tas



Lalu menyiapkan sepatu dan pakaian yang akan agatha kenakan



(sepatunya)



(itu seragam sekolah mereka)


Tak sampai 10 menit agatha telah keluar dengan sehelai handuk yang membungkus tubuh nya perlahan ia mendekati pakaian yang disiapkan emma dan mulai memakainya tanpa menghiraukan emma yang ada didalam kamar ini


"nona mungkin sekolah anda saat ini sedang ramai oleh wartawan karena berita semalam, jadi apa perlu saya suruh stev menjaga anda?" tanya emma


"tak perlu em, nanti kalau ak membutuhkannya aku akan menelfonnya" jawab agatha yang sudah siap berpakaian


"parfum dan hp ku sudah kan em?" tanya agatha dan diangguki emma


Setelah siap agatha mulai berangkat kesekolah menaiki motor kesayangan nya yang terparkir di garasi nya



Sebelum memakai helm nya ia mengikat rambut nya yang seperti digambar dibawah

__ADS_1



Lalu agatha dengan cepat meninggalkan mansion tsukino dan menuju sekolah dengan ketinggian diatas rata-rata tak sampai 9 menit agatha telah sampai sky high school sekolah nya gerbang sudang tertutup pasal sudah jam 07.40


"pak bukain" teriak agatha, sang penjaga gerbang membuka kan gerbang nya sedikit yang pas untuk motor agatha dan dengan cepat agatha melajukan motornya masuk dan memarkirkan motornya di parkiran.


Agatha membuka helm nya dan meletakan diatas motor ia melihat jam nya dan terkejut l, dan dengan cepat agatha berlari menuju kelas nya namun ditengah koridor hp agatha berbunyi ia merogoh hp nya yang ada didalam tas dan dengan cepat menjawab panggilan dari 'bang rey'


'why?'


'konferensi pers, kapan lo bakal lakuin?'


'secepatnya'


'gilak lo ya?!! Berita pada ramw rame nya kalau lo nanti nanti lakuinnya malah nimbul berita miring tau ga?'


'oi bangsat, elo yang nyuruh gw berhenti dari sana demi perusahaan kan? Ya gw lakuin, konferensi pers siang ini lakuin'


'oi ga kecepatan'


'biadap lo ya rey'


'oi mulut lo'


'gw mau nanti salah gw mau sekarang salah emang gada yang benar ya, yodah siang ini gw pulsek langsung kesana'


"AGATHA!!" teriak seseorang dari arah belakang


'nah kan mampus lo'


Agatha memutuskan panggilan nya dan menyimpan hp nya disaku rok dan menoleh kearah orang yang membentaknya dengan wajah datar nya


"siapa?" tanya agatha datar dan orang itu hanya diam, agatha yang merasa tidak ada jawaban berlalu dan menuju kelasnya


ia terlambat mengikuti pelajaran yang mengakibatkan nanti ia akan masuk keruang guru dan dikasih hukuman kecil walaupun telat sedikit tetap ada hukumannya,sekolah sky high school adalah sekolah teraneh yang orang pikirkan,ketua osis yang rahasia,dan peraturan yang ketat,sebelumnya osis bekerja dibelakang layar tanpa membuka identitas karna banyak kejadian seperti penyerangan dan pembulyan tapi sekarang semenjak ganti ketua osis sekolah kembali damai walaupun ada sedikit pembulyan.setiap tahunnya SHS menerima 1 atau 2 murid berprestasi dan berbakat,seperti yang dibicarakan SHS sekolah bergengsi hanya orang orang berduit yang bisa masuk


dan saat ini direktur SHS masih tanda tanya,direktur sebelumnya yang bernama sheila dan dinyatakan meninggal dunia


dan saat ini agatha duduk didalam kelas mendengar celotehan guru itu,sebenarnya ia muak berada dilingkungan ini tapi ia hanya diam,menurutnya diam adalah adalah hal yang tepat disegala situasi.


agatha gadis remaja yang memiliki cita cita biasa ia memiliki semua nya didunia ini kecuali,kebahagiannya.setelah kedatangan ke3 sahabatnya ia perlahan mulai membaik tapi terkadang ada aja yang berusaha membunuh mereka karna mereka salah satu keluarga 10 besar begitulah orang menyebutnya


tapi dirinya tak mempermasalahkan itu,demi sedikit kebahagian ia akan berjuang.pikirnya


"agatha!!!kamu mendengarkan saya kan??!!"lamunan agatha hancur akibat teguran dari guru nya,agatha menoleh keguru itu yang ada dihadapannya


"maaf bu,saya hanya sedikit pusing"alibi nya


"yodah kalau kamu pusing kamu ke uks aja"


agatha mengikuti perkataan guru itu ia menuju uks


uks


diuks lumayan sepi hanya ada 2 murid yang terbaring disana dan ditemani perawat agatha duduk disalah satu brankar dan dokter uks otomatis mendekat kearah nya


"ada keluhan apa nak?"


"saya sering pusing kalau beraktifitas"


dokter itu melebarkan mata kiri agatha dan menatap agatha tersenyum tipis


"kamu kalau halangan gak minum obat penambah darahnya yah?"tanya dokter itu,memang setiap bulan bagi siswi akan diberikan obat penambah darah karna masa pubernya


agatha menggeleng


"lainkali minum ya?kamu kenak anemia kekurangan darah jadi sel darah merah kamu sikit dan malah banyak sel darah putih nya"dan lagi agatha hanya mengagguk saja

__ADS_1


"kamu istirahat saja nanti istirahat makan baru makan obatnya"


__ADS_2