AGATHA

AGATHA
09


__ADS_3

#KEDIAMAN VICTORIA #


- jam 08.30-


 


saat ini agatha dan beni tengah didepan pintu utama kediaman victoria beni mengantarnya sampai depan pintu utama, dan dengan cepat para bodyguard membukakan pintu utama dengan lebar menampakan ruang tamu disana ada seluruh keluarga besar victoria seketika agatha memasang wajah datar nya lalu mendekat ke arah mereka semua dan duduk disofa yang singel


 


"agatha darimana saja kamu?" tanya kakak kandung agatha bernama diana


"kau tak menengok berita ditelevisi?owh lagipun itu tak penting kan?" sarkas agatha


"yang sopan agatha, kau seperti nona yang tak terdidik " teriak papa agatha dan agatha menatap datar orang tersebut


"ya memang, aku hidup hanya untuk aku bukan untuk orang lain terutama kalian" teriak balik agatha


"lagipun keluarga victoria udah termaksud daftar hitam dan hampir bangkrut karena perusahaan tsukino kan?" lanjut agatha sambil nge smirk


"tau darimana kamu" tanya tante ke2 agatha bernama, risa victoria


"owh kalian lagi membahasnya ya, kebetulan dong" agatha tak menjawab pertanyaan tante ke2 nya


"tau darimana kamu agatha?" tekan paman ke3, yuda


"CEO nya lah" jawab agatha santai


"apa apaan kamu agatha??!! Kalau tau kamu kita lagi kesusahan minta bantuan kek sama tuan rey nya" teriak frustasi mama agatha, teresa


"buat apa? Gaguna baik kalian jangan macam macam sama tsukino.corp dalam sekejap saja perusahaan victoria.grups akan hancur ditangan tsukino.corp jika kalian bermacam macam, dan kalian akan hidup seperti gelandang " jelas agatha menatap sinis seluruh keluarganya


" kau seharusnya membantu kami kau deket dengan tsukino.corp "bentak friska, anak per1 dari paman ke2


" enggak mw aku masih mau hidup dan baik kalian aja yg cari mati"jawab santai agatha


"kalian butuh uang berapa sampai mau bikin perusahaan tsukino hancur?" tanya datar agatha


"3 miliar" jawab theo, papa agatha


"kalau saya kasih 3 miliar atau lebih apa yang saya dapatkan?" tanya agatha dingin


"apapun yang kamu mau" jawab teresa


Agatha yang mendengarnya hanya memasang wajah sinis nya dan ia meraih tas nya dan mengambil cek menuliskan bernominal 4 miliar dan meletakkan diatas meja


"cih... 3 miliar?bahkan nominal kecil itu kalian gak mampu? Saya mau tinggak diapartement mulai besok siang" ujar agatha datar


"apa apaan kamu agatha victoria" teriak lantang theo


"saya anggap teriakan itu artinya setuju"


Setelah itu Agatha naik ke lantai 3 dimana kamar nya berada dan setelah sampai dikamar nya agatha langsung merebahkan dirinya di atas kasur menatap langit kamar nya


"akhirnya aku keluar dari neraka...." guman agatha


Agatha beranjak dari tempat tidur dan jalan ke walk in closet nya mengemas barang barang yang akan dibawa nya nanti


*walk in closet *


__ADS_1


ia mengambil koper yang ia simpan dan Agatha mulai mengemas barang-barang seperti skin care nya make up nya nya dan beberapa pakaian dalam saat hendak memasukkannya ke koper handphone di saku rok Agatha berbunyi dan Agatha mengangkat telepon tersebut


'siapa?'


'aku beni'


'ada apa?'


'besok aku jemput kamu ya'


'oke, tapi kamu langsung masuk aja ya'


'ap- oh okey'


'bantu aku angkat koper'


'kamu pindah?'


Setelah lama berbincang dengan beni ditelfon dan sembari mengemas barangnya ia akhirnya telah selesai dan ia merebahkan badannya diatas kasur


--------------------------------------°°°°---------------------------------------


Pagi telah tiba dihari jumat ini dan jam menunjukkan pukul 06:00 dan Agatha mulai bersisp siap buat berangkat ke sekolah, saat jam 06:30 agatha telah selesai menggunakan seragamnya seperti biasa


"nona agatha, tuan muda beni datang" teriak seseorang dari luar pintu


"suruh masuk" balas teriak agatha


Tak lama kemudian beni masuk kedalam kamad agatha dan terpesona dengan desain kamar agatha sedangkan agatha tengah duduk didepan cermin rias nya mengeringkan rambutnya dengan hairdrayer


"cepat juga ya" ucao agatha, beni duduk disofa yang disediakan disitu


"ya takut terlambat, cewek kan dandannya lama" ketus beni


" nggak kok, berarti kamu ngerasa" jawab santai nya


Agatha bangkit dan merai tas nya menyampirkan di bahu kanannya dan hp nya dan dimasukan ke saku rok ny kemudian ia menuju depan pintu walk in closet nya menyeret koper yang lumayan besar dan pandangan itu tak luput dari beni. Beni bangkit dan membantu agatha membawa koper nya


"kamu mau kemana emang?" tanya Beni sambil menyeret koper itu keluar


"keluar dari neraka" ucap agatha tersenyum sambil menyelipkan rambut nya kebelakang telinga


Agatha dan beni masuk kedalam mobil mereka tak sarapan dulu karena kediaman victoria sepi jadi mereka memutuskan makan dikantin sekolah sudah setengah perjalanan keadaan dimobil hening hingga beni angkat suara


"kamu betul betul meninggalkan rumah"


"ya" jawab agatha tegas


"apa karena....." beni tak melanjutkan perkataannya


~beni pov~


flashback on


Setelah gw mengantarkan agatha sampai depan pintu mansion nya agatha masuk kedalam dan gw tak langsung pulang karena teriakan, akhirnya gw menguping walaupun itu tak sopan tapi gw hanya ingin tau gw mendekati pintu hingga mepet,beberapa bodyguard sempat mencegah tapi gue berusaha supaya bisa mendengarnya,gue mengerti kenapa agatha dijodohkan sama gue,dan yang paling penting ia ingin bebas walaupun sedikit


Setelah itu gw pulang kerumah memikirkan apa yang akan terjadi sama agatha, gw tau di dulu model pasti ada uang tapi dengan gampangnya mengeluarkan uang 3 miliar bahkan memberikannha lebih dan menganggap nominal kecil


*flashback off*


- sky high school -

__ADS_1


Beni memarkirkan mobilnya ke parkiran tempat biasa iya ya memarkirkan mobilnya setelah itu Agatha dan Beni keluar dari mobilnya dan banyak tatapan kagum iri Dan Benci dari yang lainnya tetapi Agatha dan Benny tak mempedulikannya mereka jalan menuju kantin untuk sarapan padahal bel Tinggal 15 menit lagi


#kantin#


saat sampai di kantin Benny dan Agatha menghampiri meja yang sudah tersedia teman sahabat-sahabatnya Agatha dan Beni duduk berhadapan



"agatha ku sayang, datar amet muka lo" seru laras memeluk cepat agatha lalu melepaska nya langsung


"nah kan mulai lagi" guman agatha


Beni mulai memesankan makanan bubur ayam buat Agatha, dan tak lama bubur ayam itu datang


"gilak we gw bisa main trus ama kalian bebas" seru semangat agatha


"mama lo?" tanya kompak sahabat agatha


"gw dah sogok dong, akhirnya uang gw kepakek juga" ujar datar agatha


"anjir lah dari dulu kek gitu napa kan happy berseri seri muka lo jadi nya" ketus asta menatap jengah wajah agatha yang tak berhenti tersenyum


"hello njir, mereka harua gw bikin nyaris bangkrut dulu baru minta uang ke gw, but whatever!" sinis agatha


"makan agatha" perintah beni menatap jengah agatha yang tengah berbicara terus


"asip boss"


saat Agatha ingin menyuapkan bubur ayam itu kedalam mulutnya ada seorang siswa yang memberhentikannya memanggil namanya


" agatha lo dipanggil pak akmalbdiruang guru"


Mendengar hal itu tubuh Agatha seketika langsung membeku Dia teringat sesuatu lalu meletakkan sendoknya kembali ke piring


"oke" bukan Agatha yang menjawab melainkan Asta


"agatha jangan bilang kamu belom kumpul?" tanya bwni menatap horror agatha, agatha yang ditatap beni hanya cengengesan gajelas


"aelah tha gw dah bilang kan" seru sherlyn


" Ya udahlah by gua mau mau ke kantor dulu nitip tas gue ya hati-hati" setelah itu Agatha pergi meninggalkan sahabatnya dan sahabat Beni dan menuju ruang guru setelah kepergian Agatha bel masuk pun berbunyi


#ruang guru#


saat sampai di depan ruang guru agatha masukkan kepalanya mengintip Adakah pak Akmal di dalam ruangan tersebut setelah itu Agatha masuk dan menghampiri Pak Akmal berada saat sampai di meja pak akmal


"pak.." siapa Agatha yang membuat Pak Akmal mendongakkan kepalanya menatap Agatha tajam


"mana?"


"lupa pak"


" lari keliling lapangan 20 kali Agatha sekarang" perintah Pak Akmal tegas


"nego lah pak,10 lah"pinta agatha


"30 kalau gitu,gimana?"tawar pak akmal


"20 aja deng pak"


setelah itu Agatha mulai berlarian ke lapangan sekolah ah saat putaran ke-10 dada kiri Agatha lagi-lagi terasa sakit dan nafasnya terengah-engah dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan Agatha begitu intens Agatha memegang dada kirinya yang terasa sesak dan perutnya yang perih ia menutup kedua matanya lalu terduduk di tengah lapangan tersebut seseorang itu yang memantau Agatha yang melihat Agatha begitu kesakitan menghampiri Agatha begitu cepat setelah hampir dekat Agatha tumbang begitu saja dan seseorang itu dengan cepat menggendong Agatha ke UKS

__ADS_1


"yaampun..kamu belom berubah sama sekali thatha"


__ADS_2