AGATHA

AGATHA
38


__ADS_3

Mereka menoleh kearah sumber suara yang tengah bersandar di dinding dekat pintu itu,dan mereka tertegun melihat kedatangan orang itu kecuali Kenzo yang menatap datar orang yang baru datang dan mengeratkan pelukannya pada agatha


"Apa yang ingin lo lakukan disini?"geram Kenzo


"Menjenguk nya sekalian membawa barang yang ketinggalan"dagu orang itu terangkat menujuk kearah orang yang di pelukan Kenzo yang tak lain agatha dan meletakan paper bag diatas nakas


"ia drop karna dirimu,Kenzo aditama"orang itu tersenyum sinis menatap remeh orang yang Tengah menahan emosi itu


"Hoi..hoi...gak usah kelahi disini napa sih"lerai kevin


"Oh kurasa yang gampang emosi disini adalah diriny kenzo aditama,banyak yang terjadi selama ini seperti mengatasi traumanya dan kontrol ke dokter tapi 2 tahun yang lalu kami gak kontrol karna keadaan agatha baik baik saja dan hanya mengomsumsi obatnya saja karna apa cobak...??"


"Lanjutkan,livius I.''geram Kenzo,ya..orang itu livius


"Tentu karna ia senang dan ia tetap bersekolah sambik merawat axel dan hamil anakku saat itu aku memiliki segalanya saat itu dan agatha perlahan memberitahu axel kalau ia mempunyai 2 ayah yang baik dan yang jahat dan bertanya apa axel ingin ke ayah atau daddy nya dan agatha menjelaskan betapa jahat nya daddynya itu "jelas livius


"Itu tak mungkin?!?agatha gak seperti itu"bantah laras


"Ya,dia memang tak seperti itu.tetapi selama ini ia berubah kalian lihat kan sikap nya yang lembut itu?ia ingin merawat anak nya dengan sepenuh hati,tetapi karna penyakitnya yang kapan saja kambuh dan mengakibatkan ia jarang bersama anaknya "sela livius


"Berhenti mengatakan omong kosong"desis Kenzo


"Itu bukan omong kosong itu adalah kenyataan nya kok,kenapa kau tak terima dengan kenyataan nya?dia tak pernah mengerti akan perasaan nya sendiri dari awal aku sudah memberitahu nya tetapi ia menyangkal nya wanita keras kepala''


"Jangan membuatnya panik kenzo dan apalagi bertengkar,byee saat nya pulang"livius meninggalkan ruangan itu begitu saja


''Apa apaan maksudnya?!"geram sherlyn


"Yang dikatakannya benar,agatha tak mengerti perasaan nya sendiri,ia melimpahkan kasih sayang yang tak pernah ia dapatkan ke anak nya karna ia tak ingin anak nya seperti dirinya yang ia tahu hanya rasa kasihan akibat masa lalunya dan menepis kebahagiannya dan perasaanya sendiri dan jadi seperti sekarang ini"ujar laras


"Maafkan aku sayang..."kenzo mengecup kening agatha lembut


....


Disebuah tempat yang jauh yang pelosok jauh dari perumahan atau kawasan apapun ada sebuah rumah tua yang nampak rusak ,ada lumayan banyak orang


"Apa kita akan bergerak sekarang?"


"Kita sudah menyiapkan nya...segalanya dari awal serta umpan yang sudah dipasang dari lama"


"Selama 4 tahun terakhir,membalaskan kematian wanita tercinta ku"


"Dan merebut segala yang ia miliki"


Sepasang pria dan wanita itu saling melontarkan kata kata sambil menatap papan yang ada dihadapannya yang ada banyak foto


"Wajah bocah kecil itu seperti tidak asing dimata ku, tapi siapa ya? "


"Apa anak haram? "


"Masa sih?habis mereka tidak ada mirip dengan dia ...., sedangkan dia rambut pirang dan mata hijau lembut"


Kembali lagi kesisi agatha berada saat ini


.


.


.


.


Agatha yang masih terlelap terusik karna kecupan didahi nya perlahan membuka matanya Dan berusaha mengumpulkan nyawa nya


"Selamat pagi sayang"sapa kenzo yang masih memeluk pinggang agatha


"Kenzo,ohayoo. Jam berapa sekarang? "Tanya agatha dan kenzo beranjak menuruni kasur


"Jam 10 kamu tertidur dengan tenang sayang"kenzo merapikan baju nya


"Bangunlah kita harus sarapan dulu, emma sedang menuju kesini"


"Emma?"guman agatha pada dirinya sendiri


'Tok.. Tok'


"Ini gue"suara yang tak asing ditelinga mereka


"Masuklah"orang yang mengetuk pintu itu masuk dan mendekat kearah agatha


"Kenzo bisakah keluar sebentar? Ada yang ingin gue bicarakan hal penting pada agatha saat ini"ujar orang itu kenzo hendak memprotes langsung dipotong lagi


"Tolonglah,"kenzo mengangguk lesu dan keluar dari ruangan dan tak lupa menutup kembali pintunya


"Gue to the point aja ya? "Tanya orang itu dan diangguki agatha


"Lo masih mencintai kenzo? "Pertanyaan itu membuat agatha mendongak menatap wajah orang yang bertanya itu dengan datar


"Apa maksudmu bertanya seperti itu? "Ujar dingin agatha


"Jawab saja,lo tau kan kenzo masih mencintai mu"agatha yang mendengar itu menghela nafas

__ADS_1


"Jujur saja, rasanya aku tak pernah tau rasa mencintai seseorang, karna dari aku kecil aku berbeda dengan yang lainnya kamu tau kan apa maksudku? Disaat semua anak kecil bermain aku bekerja, dan aku sampai tak pernah berpikir soal mencintai atau pun dicintai, aku pernah mencoba membuka hati dan ternyata itu bukan pilihan yang tepat, kamu sama seperti livius menanyakan hal yang sama berulang kali,"jelas agatha


"Karna dari dulu hati lo selalu terpaku pada satu orang yang selalu lo anggap meninggal dan saat lo sudah mengetahui keberadaanya lagi lo bingung harus bagaimana dan menepis perasaan itu kan?"tanya orang itu


"Kalau gitu beritahu aku.... Bagaimana rasanya dicintai dan mencintai itu.... Laras? "Tanya agatha pada laras yaa orang yang berbicara pada agatha sedari tadi adalah laras


"Gimana ya? Lo saat ada disisi nya akan merasa aman dan damai, lo akan selalu tersenyum saat bersamanya dan saat lo ada didekatnya lo akan merasakan debaran jantung yang keras dan saat lo melihat ia bersama cewek lain lo akan merasa emosi itu namanya cemburu.... Dan satuhal lagi lo harus merasa bahagia saat bersamanya dan selalu ingin melindunginya ...renungkan agatha kalau gitu gue duluan"laras meninggalkan agatha yang tengah termenung


Laras yang sudah keluar menoleh ke arah kenzo yang berdiri dan mendekat kearah nya


"Apa yang lo katakan? "Tanya kenzo


"Menyadarkanya,kalau seperti ini terus tidak ada kemajuankan?"ujar laras


"Ya apa? "Kesel kenzo


"Ada lah,lo seharusnya berterima kasih sama gue nanti nya okey? Jangan lupa pesta besar ya? "Laras mengedipkan sebelah matanya genit


"Kenapa kalian berdiri disini dan gak masuk? "Suara intropeksi dari seseorang dibelakang mereka berdua mereka berbalik kearah sumber suara


"Emma.. "Guman mereka


"Yo,lama tak bertemu. Saat nya mengurus gadis keras kepala dulu, bye"emma memasuki kamar rawat agatha


"Kalau gitu gue juga pergi dulu,byebyee"laras meninggalkan kenzo sendirian dilorong rumah sakit itu, lalu kenzo masuk kedalam rawat inap dan disana ada emma yang tengah mengomeli agatha tapi agatha tak mendengarkannya


"Anda pahamkan nona?!anda dirawat karna kekurangan air dan vitamin?! Saya akan menyiapkan makanan terlebih dahulu"emma berjalan menuju dapur menyiapkan makanan agatha


"Kenzo mendekatlah"titah datar agatha ,kenzo hanya menurut dan mendekatke brankar agatha


"Duduk lah"kenzo hanya menuruti perkataan agatha


"Genggam tangan ku"agatha mengulurkan sebelah tangannya yang diinfus ke arah kenzo


Kenzo menggenggam tanpa banyak tanya, sedangkan agatha memegang dada nya yang berdebar keras


"Ada apa? Apa jantung mu sakit kembali? "Panik kenzo saat melihat agatha memegang daerah jantung nya


"Ya, tetapi ini berbeda... Sangat... "Guman agatha


"Nona saat nya makan"emma membuyarkan lamunan agatha,agatha menoleh kearah sisi lain yang emma berada


"Ya"angguk agatha dengan telaten emma menyuapi agatha dan agatha senantiasa menggenggam tangan kenzo tetapi pikiran nya melayang kemana mana


"Apa seperti ini rasanya?''batin agatha


Setelah makan emma merapikan bekas makan dan agatha masih termenung hingga sebuah usapan dipipinya menyadarkannya


"Apa yang kamu pikirkan hem? "Tanya kenzo sambil mengelus pipi agatha, agatha menatap manik mata kenzo


"Tidak jadi"agatha memalingkan wajah nya kearah lain


Dan tak lama emma datang dan duduk di kursi sebrang kenzo


"Nona...saya sudah datangi kediaman aditama dan axel merindukan anda"ujar emma yang sontak buat agatha menatap emma berbinar


"Lalu tunggu apa lagi?!?ayo kita berangkat!"seru agatha


"Te-tetapi nona, keadaan anda kan...?"ucapan emma langsung agatha potong


"Itu gak penting,sekarang siapkan mobil buat menuju kesana sekarang juga"titah agatha, emma menghela nafas dan mengiyakan perkataan agatha saja, dan keluar ruangan untuk menyiapkan segalanya


"Agatha"panggil kenzo dan agatha menoleh kearah kenzo


"Ada apa,hem? "


"Kamu masih suami istri sama livius "Tanya kenzo sedikit ragu, agatha tak mulunturkan senyuman diwajahnya itu dan menatap wajah kenzo sendu


"Gak tau,aku pun tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya''jawaban dari agatha membuat kenzo mendesah pasrah,namun ia dalam hati memperbaiki perkataanya tadi,tapiaku pasti akan 1 hal kenzo


"Tak ada gunanya menanyakan pada orang keras kepala"batin kenzo


Tak berselang lama emma datang kembali dengan dokter dan suster buat melepaskan alat alat yang melekat ditubuh agatha sambil menjelaskan kondisi agatha dan saat ini mereka alias agatha dan kenzo sedang berdebat di depan rumah sakit


"Pokoknya aku ikut tha''kekeh kenzo


''Kamu orang kaya ngapain nebeng sama aku?!"tekan agatha


''Gamau tau aku ikut''kenzo dengan santai langsung duduk didalam mobil agatha dan agatha membuang nafas kasar ia juga masuk duduk disebelah kenzo dijok belakang dan emma bersama supir duduk di jok depan


"Nona kita akan menempuh perjalanan selama 10 menit buat ke kediaman aditama"ujar emma san agatha menfangguk sekilas


Mobil mulai dijalankan pembatas antara jok depan depan dan belakang dinaikan oleh kenzo dan agatha langsung menolehkan kepalanya ke arah kenzo


"Apa apaan?"


"Akhirnya kamu menatapku juga,aoa yang laras bicarakan sama mu sampai kamu jadi seperti ini?"tanya kenzo


"Entahlah,kamu gak berhak tau ken"


"Segala tentangmu harus ku ketahui"tegas kenzo

__ADS_1


"Tidak,aku tak suka orang lain mencapuri urusanku sendiri"


Perdebatan agatha dan kenzo berlangsung selama perjalanan dan saat sampai dikediaman aditama


Agatha dan yang lainnya telah sampai dikediaman aditama agatha langsung turun


Dan menghampiri anaknya ditaman belakang yang diberitahukan oleh pelayan lewat tadi agatha berlari dan disusul kenzo dan emma yang meneriaki agatha


"Acel"teriak agatha penuh haru saat ia nampak anaknya tengah bermain dengan sepasang paruh baya


"Mommy"pekik axel,anak usia 3 tahun itu berlarian menghampiri mommynya agatha berjongkok merentangkan tangannya dan axel melompat kedalam pelukan mommy nya


"Mommy kemana saja,acel nungguin mommy jemput"rengeknya


"Maaf...maafin mommy sayang"agatha mengelus kepala axel,ia berdiri dan menggendong axel dan menghampiri sepasang paruh baya dan kenzo emma yang sudah duduk digazebo mengamati mereka ber2


"Senang bertemu langsung dengan anda tuan dan nyonya aditama"sapa agatha


"Kamu terlalu formal sama kami agatha,lagipun kita akan menjadi keluarga kan nantinya"girang mama kenzo


"Mom kata nenek kalau paman kenzo adalah daddy acel,benar ya?"tanya axel menatap mata agatha


Agatha tersenyum tipis "ya dia daddy acel"


"Jadi acel dan luca punya 2 ayah enak dong"girang axel,agatha tak menjawab ia hanya tersenyum tipis


"2 ayah?apa maksudnya agatha tsukino"tanya papa kenzo datar


"Tuan bara aditama,saya seorang istri dengan 2 anak tuan"jawab agatha manis


"2 anak diusia muda ini?"terlihat jelas kalau orang tua kenzo terkejut


"Ya,1 lagi masih bayi hampir 7 bulan usia nya"


"Kalau gitu kami pulang dulu"pamit agatha


"Nona kita menginap disini"ujar emma memberhentikan langkah agatha buat berbalik dan agatha menatap emma datar


"Apa maksudmu?aku tak pernah bilang kalau aku akan menginapkan"


"Tubuh anda masih lemah,anda harus istrihat lagi disini"


"Iya betul apa yang dikatakan emma istirahatlah biar axel bersama kami"ujar mama kenzo


"Aku paham,agatha mengangguk pelan


"Antarin agatha ke kamar kamu sayang"ujar mama kenzo pada putra semata wayangnya


Kenzo berdiri dan menggandeng lengan agatha dan menuju kamarnya sedangkan emma ia ikut bermain bersama orangtua kenzo dan axel


"Emma,agatha istri siapa?"tanya bara,papa kenzo


"Pangeran mahkota kerajaan inggris livius 1,dan anak mereka berdua lucas yang masih bayi"jawab emma


"Jadi axel dan lucas beda ayah?"terjekut mama kenzo,sedangkan axel ia bermain direrumputan bersama mobilannya


"Iya,axel adalah anak kenzo dan agatha sedangkan lucas anak livius dan agatha.mereka sama sama dari ibu yang sama"jelas emma


"Bagaimana bisa?"


"Agatha tak memberitahu kami dengan jelas,intinya seperti itu.tetapi pernikahan agatha dan livius berada diujung tanduk mereka sama sama menyerah atas pernikahan ini,walaupun masih ada lucas putra nya"rinci emma


"Kami doa kan yang terbaik buat agatha saja"


"Iya,dia mungkin sudah ada jawabannya dari kerumitan semuanya"


Lain di kamar kenzo,saat ini agatha duduk ditepi ranjang dan kenzo berdiri dihadapan agatha


"Nee,aku ingin menanyakan sesuatu.aku mempunya 2 putra yang 1 adalah anak kandungmu dan yang 1 lagi bukan anak kandungmu,apa yang akan kamu lakukan?"tanya agatha ia menatap wajah kenzo yang datar


"Dia anak kamu kan?maksud ku darah kamu mengalir didalam sana kan?"tanya balik kenzo dan diangguki agatha


"Akan aku terima asal dia anak kamu,asal kamu tetap ada disisi ku selamanya"ujar kenzo dengan wajah serius,agatha terharu mendengarnya


"Lalu bagaimana jika kamu yang memiliki anak haram?"tanya agatha datar


Kenzo menautkan alisnya


"Kamu belom tau?milikku hanya bisa bereaksi saat sama kamu saja"jawab kenzo dan agatha tersenyum remeh


"Kamu kira aku bakalan percaya,dengan omong kosong mu itu.terlalu banyak omongan bulshit seperti itu"remeh agatha


Kenzo yang mendengarnya mengeraskan rahangnya agatha tersenyum sinis ia menaikan badanya kekasur dan mulai merebahkan tubuhnya


"Kamu selalu meragukan ku,kan?"tanya kenzo tiba tiba


"Entahlah,bukan meragukan hanya waspada saja"


"Enyahlah,aku ingin tidur"lanjut agatha,kenzo juga ikut merebahkan tubuhnya disebelah agatha dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh agatha,agatha melotot dengan kelakuan kenzo


"Apa yang kamu lakukan?"geram agatha

__ADS_1


"Tidur"jawab santai kenzo


Akhirnya setelah perdebatan kecil mereka terlelap hingga pagi harinya dengan kenzo yang memeluk erat agatha dan agatha yang memeluk gulingnya


__ADS_2