Air Mata Alya

Air Mata Alya
episode 9


__ADS_3

Keesokan harinya Revan seperti biasa menjemput Alya di tempat kos Alya. Namun hari ini Revan pagi~pagi sekali menjemput Alya, dia ingin membicarakan tentang permintaan papa dan mama nya semalam.


Dia, ingin Alya mau menemui papa dan mama nya, dan berlibur kerja untuk sehari saja. Revan yakin jika mama dan papa nya akan menyukai Alya. Karna sejujurnya Revan sudah jatuh hati pada Alya namun malu mengungkapkannya.


tok tok tok


ngiekkkk suara pintu terbuka


"Tuan Revan" Alya terkejut pagi~pagi buta Revan sudah datang


"sudah ku bilang jangan panggil Tuan" Revan


"maaf aku lupa, ada apa pagi~pagi kamu sudah kesini" Alya


"mama dan papa ku datang dari S, dia ingin bertemu denganmu" Revan


"apa... Mama dan papa mu kesini dan ingin bertemu denganku" Alya terkejut dan sedikit berteriak


"bisakah kau tidak berteriak, lagi pula itu wajar kan seorang mertua ingin bertemu calon menantunya" Revan


"iya, tapi kan kita hanya berpura~pura kenapa mama papa mu tahu" tanya Alya


"memang pura~pura tapi menikahnya bukan pura~pura Alya tapi hanya sementara, kita hanya berpura~pura saling mencintai saja Alya dan mama papa ku berhak tahu pernikahan kita bukan" Revan


"aku paham, tapi jika papa mama mu tahu pernikahan kita hanya sandiwara dan kita tidak pernah saling mencintai bagaimana? Aku takut mereka kecewa dan marah besar pada kita" Alya


"mereka tidak boleh tahu kita hanya bersandiwara, bukankah kau berjanji denganku tidak akan mengacaukan semua ini" Revan


"memang aku berjanji tidak akan membuat kacau, tapi jika ada seseorang yang akan mengacaukan bagaimana seperti kemarin yang dilakukan Bella" Alya


"itu tidak akan terjadi, perjanjian ini hanya kita berdua yang tahu jadi tidak akan ada yang mengetahui selain kita" Revan


"baiklah, kapan aku harus menemui papa mama mu" Alya


"siang ini di apartemenku" Revan


"siang ini, mendadak sekali dan kenapa kamu tidak memberi tahu aku kemarin" Alya


"papa mama ku juga datang semalam dan itu pun tanpa sepengetahuanku" Revan


"aku takut papa mama mu tidak menyukaiku, apa lagi jika dia tahu latar belakangku seperti ini" Alya


"kamu tenang saja dan jawab apa adanya jika mama ku bertanya, dia ibu yang baik dia tidak akan menyakitimu" Revan


"menjawab apa adanya, berarti jika mama mu bertanya apa kita saling mencintai aku juga harus jawab tidak? begitu" Alya sambil tertawa kecil

__ADS_1


"aishhh... kau ini membuatku naik darah, soal perjanjian kita ya jangan di bongkar Alya" Revan sambil mencubit gemas kedua pipi Alya


Membuat Alya tersipu malu, gemetar dan jantung berdetak kencang.


"aku hanya bercanda, ya aku paham. Tapi jika mama dan papa mu tak menyukaiku aku yang apa adanya ini bukan salah aku ya" Alya


"hemmm... itu tidak mungkin" Revan


"dan tidak perlu dandan berlebihan karna mama ku suka gadis yang tampil apa adanya" tambah Revan


"baiklah, aku akan bersiap~siap untuk siang nanti" Alya


"baiklah, siang nanti akan ku jemput kamu dan jangan berhias lama~lama" Revan


"mengerti Tuan Revan" Alya berlari dan menutup pintu


" Revan hanya tertawa melihat tingkah Alya"


dan meninggalkan tempat Alya.


ALYA


"bagaimana jika papa dan mama nya Revan tidak menyukaiku, dan menyuruhku membatalkan pernikahan ini. Aku takut, tapi bukankah itu bagus buatku aku bisa terbebas dari perjanjian ini. Tapi Revan sudah banyak membantunya aku pasti berdosa jika aku tak menepati janjiku. Jika aku meninggalkan Revan itu bukankah aku sama jahatnya dengan Bella, aku tak ingin di anggap gadis yang hanya menginginkan uang Revan saja setelah mendapat apa yang di mau.


Aku akan menyelesaikan semua ini, aku harus membalas kebaikan Revan dan harus menjalani perjanjian ini sampai berakhir nanti.


Jika harus jujur aku memang sudah mulai mencintai Revan, tapi apakah Revan juga mencintaiku. Aku rasa tidak mungkin seorang Revan Pratama mencintai gadis seperti aku.


Ponsel Alya pun berdering.... telepon dari Revan.


"sudah siap kau Alya" Revan


"sudah, aku sudah siap" jawab Alya


"cepat keluar aku sudah menunggumu di depan" Revan


"aku segera keluar" Alya


Alya hanya menggunakan celana panjang dan kaos putih menggunakan jaket dan memakai sepatu dan rambut diikat seperti ekor kuda, tapi tak membuat kecantikan Alya hilang dan menjadikan Alya semakin imut dan manis. Dan membuat Revan semakin kagum akan kesederhanaanya dan tidak neko~neko.


"ayolah mama dan papa ku sudah menunggumu" Revan


"hemmm" Alya


Di perjalanan, Revan selalu mencuri pandang kearah Alya, begitu pun Alya. Mereka saling diam karna tidak tahu apa lagi yang harus di ucapkan. Sesampainya di apartemen baru lah mereka membuka perbincangan.

__ADS_1


"kita sudah sampai, kau sudah siap Alya" Revan


"sudah, apa penampilanku aneh Rev" Alya sambil memutarkan bandannya


"tidak, kau sudah berpenampilan baik dan sopan sempurna" Revan


"benarkah, kau jangan berbohong Rev aku takut Rev" Alya


"tenanglah, papa mama ku pasti suka" Revan menggandeng tangan Alya dan masuk ke apartemen


"pa ma, Alya datang" teriak Revan


"ajak kesini Rev, papa dan mama ingin bertemu gadismu" Mama Revan


"pa ma, kenalkan ini Alya.Cantik bukan" Revan sambil merangkul pundak Alya


"cantik manis imut, dia apa adanya tidak norak seperti gadis~gadis pada umumnya" mama Revan dengan mata yang melihat Alya dari kepala hingga kaki, dan membuat Alya salah tingkah


"terima kasih tante" Alya gemetar dan jantungnya berdetak lebih kencang


"duduklah nak kita makan sama~sama, tante sudah memasak banyak makanan" mama Revan memang sudah menyiapkan makanan untuk Alya


"ba..baik tante, terima kasih atas semua ini tante. Dan seharusnya tidak perlu repot~repot seperti ini" Alya


"ini tidaklah repot, ayo kita segera makan" mama Revan


Mereka pun menyantap semua hidangan, dan berbincang~bincang sekaligus menanyakan semua tentang Alya pada Alya langsung. Alya pun menjawab semua pertanyaan mama dan papa Revan, semua tidak seburuk yang Alya pikirkan.


Mama dan papa Revan menerima Alya, ternyata Alya juga tak seburuk yang mama dan papa Revan pikirkan. Mereka kagum akan kejujuran Alya dan kegigihan Alya yang masih tetap bekerja sebagai pelayan meski pun dia sudah bertunangan dengan pengusaha muda yang sukses di kota B.


Dia tidak memanfaatkan kesempatan untuk menikmati kekayaan Revan itu, dia tetap bekerja keras meski sebenarnya dia bisa minta apa saja dari Revan. Namun Alya bukanlah gadis seperti itu, mama dan papa Revan sudah tidak sabar menanti mereka menikah.


"kau gadis baik dan gigih nak, tante kagum denganmu dan Revan sangat beruntung mendapatkan gadis sepertimu nak" mama Revan memeluk erat tubuh Alya


"terima kasih tante, jangan terlalu memuji yang membuat aku melayang~layang" Alya


"kamu ini, tante berbicara apa adanya sayang. Tante sudah tidak sabar ingin segera mempunyai menantu sepertimu" mama Revan


"tante bisa aja," Alya tersipu malu


Perbincangan itu terjadi hingga malam pun tiba. Dan Alya segera pamit karna sudah malam, dan Revan pun mengantarkan Alya pulang.


"dada sayang, besok main kesini lagi ya nak" mama Revan


"Alya pasti akan sering mengunjungi tante nanti, sampai ketemu lagi nanti tante" Alya melambaikan tangan pada mama dan papa Revan

__ADS_1


BERI AKU SEMANGAT KAKAK KAKAK SAYANG, JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAKNYA😍😘😘


__ADS_2