Air Mata Alya

Air Mata Alya
episode 18


__ADS_3

"mas Revan kemana, bukankah semalam dia tidur di sini. Apa mungkin dia sudah bangun duluan" gumam Alya bingung mendapati Revan sudah tidak disampingnya


Alya pun keluar kamar dan mencari Revan disemua ruangan bahkan di dapur, namun Alya tak menemukannya.


"kok mas Revan tidak ada, dia kemana ini kan masih pagi" gumam Alya lagi, lalu ia membuka pintu dan keluar rumahnya


Betapa terkejutnya Alya melihat Revan tertidur di kursi panjang tua di teras rumahnya.


"mas Revan" ucap Alya terkejut


"mas, bangun mas. kamu kenapa tidur di sini mas" Alya membangunkan Revan pelan~pelan


Revan pun bangun dan mengucek matanya.


"ah sayang, apa ini sudah pagi" Revan mengangkat tubuhnya untuk berduduk


"ini sudah pagi mas, mas kenapa tidur disini jawab mas" Alya


"maaf sayang aku tertidur disini, semalam aku tidak bisa tidur jadi aku keluar dan melihat suasana tempat ini nggak tahunya aku tertidur" ucap Revan


"mas nggak bisa tidur kenapa tidak membangunkan aku, apa mas lapar semalam" Alya


"tidak sayang, aku hanya...hanya...hanya haus saja, ah sudahlah sayang. Sebaiknya kau masak buat aku, aku sudah lapar sayang" Revan mengalihkan pertanyaan dari Alya


"tapi mas, kau jawab dulu pertanyaanku" Alya


"tapi sayang aku sudah lapar kau tak kasihan jika aku nanti sakit karna kelaparan" Revan sambil mengusap~usap perutnya


"kau ini mas, ya sudah aku masak dulu. Sebaiknya mas cuci muka gosok gigi dulu sana!" perintah Alya


"siap sayangku" Revan


Alya pun menuju dapur dan segera memasak untuk sarapan pagi mereka.


papa dan mama Revan juga baru bangun, begitu juga Adit dan Sinta. Dikarenakan hari libur jadi mereka bangunnya agak siangan, semalam juga tidurnya larut malam.


"kau sedang memasak apa Alya" tanya mama Revan


"mama sudah bangun, Alya masak nasi goreng buat sarapan kita ma. Ya adanya nasi dan belum ada sayuran apapun jadi Alya hanya buat nasi goreng" Alya


"pasti enak masakan menantu mama ini" ucap Mala mama Revan


"sudah matang nih ma, apa mama mau mencicipi dulu" Alya


"nanti saja sayang, kita makan bersama~sama. Sini mama bantu menyiapkannya" bu Mala


"tidak usah ma, mama duduk saja di kursi ya. Biar Alya yang siapkan ini hal mudah ma buat Alya" jawab Alya


"ya sudah jika itu mau mu nak" bu Mala

__ADS_1


Sarapan sudah di hidangkan Alya, semua sudah berkumpul dan siap menyantap masakan Alya.


"wah nasi goreng favorit Revan" ucap Revan yang memang menyukai nasi goreng buatan istrinya itu


"apa hanya nasi goreng yang kau sukai dari setiap masakan Alya Rev" ucap pak Nirwan


"semua masakan Alya enak~enak, tapi setiap pagi Alya selalu buat nasi goreng ter enak jadi itu alasan Revan menyukai menu pagi satu ini" ucap Revan


"ayo pa ma di cobain nasi goreng buatan Alya" Alya menawarkan


" iya sayang" bu Mala


"enak, beneran enak ma. ini mah bukan enak lagi ma lebih dari terlezat" pak Nirwan sambil mengangkat dua jempol tangannya


"iya sayang ini enak banget, kau benar~benar menantu idaman mama sayang" ucap bu Mala


"mama bisa saja" ucap Alya


"memang dari dulu kak Alya yang paling jago masak, dan Sinta tidak bisa memasak seenak masakan kak Alya" ucap Sinta


Semua tertawa mendengar kelucuan Sinta itu


"nanti jika kamu sudah menikah kamu juga pasti pintar dan jago masak seperti kak Alya" ucap Alya.


"Sinta masih sekolah kak, jadi masih lama menikahnya" ucap Sinta sambil tertawa


"kamu harus tetap belajar yang rajin dan tetap sekolah, dan raihlah cita~citamu dek" ucap Alya


"sudah, sebaiknya cepat dihabiskan sarapannya kalau tidak nanti aku habiskan sendiri dan kalian tidak ku sisakan sedikit pun" Revan


"kau ini, lapar atau rakus" bu Mala


"habisnya bukannya cepat makan, Revan sudah habis satu piring lha kalian setengahnya saja belum" Revan sambil menunjukan piringnya yang sudah kosong dan tak tersisa nasi sebutir pun.


"aish kau Revan, seperti orang yang tidak makan satu bulan saja" pak Nirwan


hahaha semua tertawa melihat tingkah Revan itu.


"mas Revan memang selalu begitu ma, maafkan dia ya" Alya


"justru mama yang minta maaf sama kamu nak, putra mama ini seperti orang yang tidak di kasih makan oleh maknya saja bikin malu. Padahal mama kalau masak dia tak selahap ini bahkan tidak pernah menghabiskan makanannya" bu Mala sambil memasukan sesendok nasi kedalam mulutnya.


"benarkah mas yang di ucapkan mama itu" Alya


"hehe, benar sayang. Masakan istriku yang membuatku tidak bisa berhenti makan" Revan


"jadi masakan mama tidaklah enak menurutmu" bu Mala


"tidak begitu ma, masakan mama juga enak. Tapi masakan istriku lebih enak karna ada bumbu tambahan yaitu bumbu cinta" ucap Revan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

__ADS_1


Mereka pun masih berbincang~bincang dan meneruskan makannya, begitu juga Revan nambah lagi sarapannya.


Selesai sarapan mereka pun kembali ke kamar masing~masing, mereka hendak berisap~siap untuk pergi bertamasya bersama.


Berhubung kamar mandi dirumah Alya ada di belakang dan hanya ada dua kamar mandi jadi mereka bergantian untuk mandinya.


"Sinta dan Adit sudah selesai mandinya mas, sekarang cepatlah mandi kamu mas!" perintah Alya pada Revan


"baik sayang, kau tidak mandi sayang" tanya Revan


"aku nanti saja, sebaiknya kau duluan yang mandi mas" Alya mendorong Revan menuju kamar mandi dan memlemparkan handuk


"kenapa kau berlari sayang, kita mandi sama~sama" teriak Revan saat Alya berlari masuk kedalam kamarnya


"aish mas Revan teriak~teriak seperti itu, kan malu di dengar mama papa juga adik~adikku" gumam Alya


Mereka semua sudah siap, Revan juga sudah memanasi mobil dan membersihkannya. Mereka ingin berlibur di pantai, meski agak jauh dari tempat Alya namun mereka tetap bersemangat.


"sudah siap semua? Kita berangkat sekarang oke" Revan dengan senyuman bahagianya


"oke kak" jawab Adit


"anak pintar" ucap Revan sambil mengusap~usap kepala Adit


Mereka pun segera memasuki mobil dan Revan siap melajukan kendaraannya menuju tujuan mereka.


"apa Adit sebelumnya sudah pernah berlibur kesana? tanya Revan


"belum kak, Adit bahkan belum pernah berlibur kemana pun" jawab Adit polos


"benarkah? Kau tenang saja Dit, nanti pas liburan sekolah kak Revan akan mengajakmu berlibur lagi" ucap Revan membuat Alya memandangkan pandangannya ke arah Revan


"mas" ucap Alya memelas, ia merasa tak enak dengan perlakuan Revan yang berlebihan kepada adik~adiknya.


"sayang diamlah, apa aku salah ingin membuat adik~adik iparku senang? Mereka juga butuh liburan, apa kau hanya akan mengekangnya untuk belajar dan terus belajar. Mereka juga butuh berlibur melepas penat dipikirannya selama melaksanakan ujian kemari, bukankah ujian itu suatu hal yang menguras pikiran! Revan berkata panjang lebar memohon untuk Alya memberi waktu adiknya berlibur


"baiklah, tapi apa itu tak merepotkanmu mas? tanya Alya


"tidak sayang, aku justru senang bisa berlibur dengan mereka" ucap Revan


"terserah kau saja mas" Alya


"asyikkk, Adit bisa liburan nanti, terima kasih kak" Adit


"terima kasih sayang" ucap Revan sembari mengusap~usap punggung tangan Alya lalu menggenggapnya dan menciumnya


"mas jangan seperti itu, malu di lihat semuanya" ucap Alya dan menarik tangannya dari genggaman Revan


Revan hanya tertawa geli melihat tingkah Alya itu.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir membaca karya aku kak, mohon dukungannya🙏🙏


__ADS_2