
Resepsi pernikahan bella akan di gelar malam nanti, semua orang dirumah itu sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan untuk pesta pernikahan Bella.
Acara pernikahannya pun sangatlah mewah, gimana tidak seorang Juna pengacara yang kaya raya tidak akan membuat pesta pernikahannya sederhana.
Ditempat lain Alya sedang sibuk memilih gaun dan sepatu untuk pergi kepesta pernikahan Bella dan Juna, dia di antar Jordi orang kepercayaan Revan. Pilihan Alya jatuh pada gaun berwarna tosca gaunnya sangatlah indah. Selesai memilih Alya dimake over di rias secantik mungkin.
"Nona Alya sangat cantik walau belum dimake over, pastinya setelah di make over nona akan terlihat lebih cantik" sanjung Nita sambil merias wajah Alya
"iyakah mbak? tanya Alya tersipu malu
"betul nona, anda sangatlah cantik, Tuan Revan tidak salah pilih pasangan dia benar~benar beruntung mendapatkan gadis secantik nona Alya" imbuh Nita
"terima kasih mbak" Alya
"seandainya semua tahu aku hanyalah karyawan Tuan Muda dan diajak pesta hanya memenuhi syarat untukku bisa bekerja pasti tidak akan dipuji seperti ini" bathin Alya sedih
Setelah beberapa saat, Alya pun selesai di make over. Semua terkagum~kagum melihat Alya begitu cantiknya.
"nona anda sangatlah cantik coba anda melihat di cermin nona" seru Nita
Alya pun terkejut melihat dirinya, seolah tak percaya yang di cermin bukanlah dirinya.
"apa ini saya mbak, ini bukan mimpi kan mbak? tanya Alya ke Nita dengan tak percaya
"iya nona, ini betulah nona Alya" Nita meyakinkan Alya
"terima kasih mbak sudah merubah penampilanku, terima kasih banyak" Alya sambil memeluk Nita
"sama~sama nona ini sudah menjadi tugas saya, apa lagi perintah dari Tuan Revan" jawab Nita
Alya dan Jordi pun pergi dari butiknya Nita menuju Apartemen Revan,Sesuai perintah Revan. Karna Revan akan melihat penampilah Alya terlebih dahulu apakah sudah memenuhi apa yang di rencanakan.
Sesampainya di apartemen Alya dan Jordi menuju tempat Revan.
tok... tok... tok...
"permisi Tuan" Jordi
"masuk lah Jord" teriak Revan
"nona Alya sudah selesai di rias Tuan" Jordi
"baiklah, mana dia suruhlah masuk" perintah Revan
"nona masuklah Tuan ingin melihat anda" Jordi
Alya masuk, betapa terpanahnya Revan melihat penampilan Alya yang sempurna.
__ADS_1
"ehemmm... Alya dehem, melihat Revan yang dari tadi melihatnya tanpa berkedip. Alya pun gemetar salah tingkah jantung berdebar karna di lihat Revan seperti itu tanpa berkedip.
Revan terhentak kaget mendengar deheman Alya, dan segera memutus pandangannya dari Alya ke arah Jordi.
"ternyata tak seburuk yang ku bayangkan penampilanmu, Revan berucap bohong
"apakah ada yang kurang dengan penampilan saya Tuan" Alya gugup
"tidak tidak sudah cukup,,, lebih baik kita segera berangkat sebelum terlambat" Revan menutupi kekagumannya
"baik Tuan" Alya
Mereka pun berangkat menuju tempat Bella dan Juna pesta. Mereka berangkat berdua sedang Jordi mengikuti dari belakang menggunakan mobil lain.
Di perjalanan terasa hening, tidak ada yang berbicara, Alya yang biasanya banyak bicara kini tidak. Dia canggung jantung berdebar salah tingkah jika melihat Revan. Dia hanya menengok ke arah jendela di sampingnya untuk mengalihkan kegugupannya.
Sesampainya di tempat pesta Bella dan Juna Revan membukakan pintu mobil untuk Alya layaknya sepasang kekasih sesungguhnya.
"ayo keluar kita sudah sampai" Revan sambil menyodorkan tangan untuk Alya berpegangan.
"ba..baik Tuan" Alya gugup
"ingat jangan bikan saya malu, selalu pegang tanganku dan jangan lepas sebelum ku suruh, mengerti kau" bisik Revan namun juga menggertak Alya
"baik Tuan " Alya
Alya gugup tersipu malu hingga gemetar karna semua tamu undangan fokus melihat penampilan Alya yang sempurna.
"ya Tuhan, apa aku memalukan semua orang melihatku begitu tajam, aku takut membuat revan malu dan akhirnya marah padaku dan aku dipecat," Alya ketakutan
"wah Tuan Revan kalian berdua terlihat sangatlah serasi Tuan, kami semua sampai~sampai terpaku melihat kedatangan Tuan dan Nyonya" sapa salah satu tamu undangan Bella
"benar Tuan anda berdua sangatlah cocok, semoga anda berdua segera meresmikannya ke pelaminan. kami tunggu undangannya Tuan dan Nyonya" imbuh seseorang
"terima kasih doanya semua, kami permisi dulu" sapa revan gugup dan mengalihkan pertanyaan mereka
deg
Jantung Alya derdebar lebih kencang, mendengar pertanyaan dan ucapan tamu undangan Bella tersebut.
"apa, menikah? itu tidak mungkin apa lagi menikah dengan orang dingin seperti Revan ieww... laki~ laki menyebalkan dingin tidak punya perasaan." bathin Alya
Acara pun di mulai semua menikmati jamuan di pesta itu, acaranya sangatlah meriah. Tiba saatnya pengantin melempar bunganya, dan siapa yang bisa menangkapnya maka dia akan segera menikah pula.
Alya dan Revan pun bersiap~siap mengikuti acara lempar bunga dari pengantin. Tanpa disangka~sangka bunga itu jatuh ketangan Alya dan Revan mereka berdua berhasil menangkap bunga itu dengan bersamaan.
"yeiii... aku dapet teriak Alya sambil loncat~loncat" dan langsung terdiam melihat tangannya bergenggaman dengan Revan, begitu pun Revan terdiam melihat tangan mereka berdua.
__ADS_1
Yang tak kalah terkejutnya ialah Bella, melihat Revan begenggaman tangan dan melihat Alya dan Revan menangkap bunga itu bersamaan. Hati Bella geram
"Revan datang dengan seorang gadis, secepat inikah dia melupakan aku dan kenangan bersamaku dulu. Bukankah dia sangat mencintaiku dan tidak bisa hidup tanpaku" bathin Bella. Menangkap bunga dengan kompaknya, apa iya mereka akan segera menikah? imbuh Bella dalam hati
"ma..maaf" kata Revangugup.
"hemmm" Alya sambil tersenyum
Semua tamu undangan Bella dan Juna bertepuk tangan melihat Revan dan Alya mendapatkan lemparan bunga.
"selamat Tuan Revan semoga kalian berdua segera menikah dan menjadi keluarga yang bahagia" seru para tamu undangan Bella
"terima kasih dan mohon doanya" ucap Revan tegas dan meyakinkan Bella bahwa dia bisa tanpa dirinya
Alya hanya tertunduk tersipu malu mendengar ucapan Revan
"aishh... Alya inget kamu hanya seorang karyawan bukan kekasih Revan sesungguhnya" bathin Alya sambil menggelengkan kepala dan mengedip~ngedipkan matanya.
Acara pun selesai dan tiba saanya berpamitan dengan pengantinnya. Disitulah Bella ingin menanyakan apa yang di batinnya tadi ke Revan.
"selamat Bell, selamat ya Tuan Juna semoga kalian menjadi keluarga yang sangat bahagia sampai tua" ucap Revan sedikit melirik sinis ke arah Bella
"terima kasih Tuan Revan atas ucapan dan menyempatkan diri untuk menghadiri pesta kami dengan suka rela dengan meninggalkan kesibukan dan padatnya pekerjaan anda Tuan" ucap Juna
"sama~sama, dan kenalkan dia Alya kekasihku dan calon istriku nanti" seru Revan
" apa calon istri, dia mulai kurang ajar" batin Alya
"selamat Tuan Revan jangan lupa mengundang kami ke pernikahan anda berdua Tuan" seru Juna sembari tersenyum
"itu tidak mungkin ku lupakan dan terlewatkan Tuan Juna" Revan
"ohhh dia kekasih anda Tuan Revan, cantik sempurna. semoga langgeng ya dan melupakan masa lalu yang indah dulu" Bella berucap dengan sinis
"terima kasih, tentunya sekarang kami akan menuju masa depan yang indah dan sangatlah indah dan akan segera melupakan masa lalu itu dan ku buang jauh~jauh" huhhhh Revan sambil meniup telapak tangannya dan mencium kening Alya didepan Bella dan Juna
Bella hanya terdiam dan senyum sinis kepada Alya dan Revan.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat Bella dan Juna, diperjalanan pun tak ada yang berbicara hanya diam seolah barusan tak ada kejadian apa~apa. Sesampainya ditempat kos Alya pun langsung membanting diri diatas kasurnya.
"hufff... dasar lelaki pengecut dan menyebalkan bisa~bisanya berbohong dengan semua orang. Bella itu siapnya Revan sampai segitunya Bella berbicara dengan Revan
"ahhh sudahlah lebih baik aku tidur, besok saatnya kerja" imbuh Alya
Alya pun tertidur pulas zzzzzzzzz.......
like dan komennya kakak kakak ganteng dan cantik😘😘
__ADS_1
sarannya dong kakak buat karya aku🙏