
Tidak terasa hari pertunangan Alya dan Revan akan digelar malam nanti. Kesibukan terlihat di gedung di mana pertunangan mereka akan di adakan. Begitu juga Alya dan Revan mereka sibuk mempersiapkan diri dan mempersiapkan busana yang akan mereka kenakan nanti.
Mereka berdua bersama~sama memilih busana di butik milik Nita, itu butik ternama di kota B. Revan tidak akan memilih designer yang sembarangan, bahkan Nita adalah teman sekolah Revan dulu maka dari itu Revan mempercayakan keperluan baju pada Nita.
Alya hanya mengikuti semua perkataan dan kemauan Revan, sebenarnya Alya ingin berbicara kepada Revan, namun tak pernah ada kesempatan untuk berbicara. Bagaimana tidak, saat Alya hendak berbicara selalu dipotong Revan.
Revan seperti itu karna dia tahu jika Alya pasti akan banyak protes, maka dari itu Revan selalu mengalihkan pembicaraan Alya.
"aku ini ingin berbicara dengannya, tapi setiap aku mau berucap selalu dipotong olehnya, dasar lelaki egois. Kenapa semua harus semewah ini dari gaun hingga gedung, kenapa tidak biasa aja yang sederhana mungkin. Bukankah hanya pertunangan pura~pura saja, kenapa harus berlebihan seperti ini acaranya, hufttt" Alya bergumam kesal pada Revan
Alya masih kurang percaya diri, Revan yang terpandang memilih dia sebagai tunangannya, bukankah Revan bisa memilih wanita mana saja yang lebih cantik lebih segala~galanya dari Alya. Namun Revan malah memilih Alya gadis sederhana serba kekurangan dan hanya seorang pelayan di resto milik Revan.
Jika semua orang tahu, bukankah akan membuat nama baik Revan jatuh dan akan membuat malu dirinya sendiri. Namun Revan tidak berfikir sampai disitu, yang dia fikirkan bagaimana membuktikan pada Bella bahwa dia bisa berpaling dari Bella. Alya dan Bella memang sama~sama cantik.
Bedanya Alya gadis sederhana yang pekerja keras dan mandiri dan jujur. Sedangkan Bella gadis manja yang hanya mempercantik diri dengan uang dari pasangannya dan suka berfoya~foya.
"lihat lah Bell, aku bisa tanpamu, aku akan bangkit lagi dan akan membuat dirimu menyesal telah menyakitiku dan meninggalkan ku begitu saja" Revan
Semua persiapan di gedung sudah selesai, Alya pun hampir selesai di rias. Sedangkan Revan pun sama sedang mempersiapkan diri dan ingin membuat penampilannya sempurna.
"nona Alya, kau terlihat begitu sempurna kau sangat cantik nona, Tuan Revan pasti akan sangat senang dan pangling melihat penampilan nona" Nita memuji~muji kecantikan Alya
Ya Alya terlihat sangat dan sangatlah cantik, penampilan sempurna itu pasti tak akan membuat semua orang yang menatapnya tak akan melepas pandangan dari Alya.
Semua sudah siap, saat Alya dan Revan bertatap muka mereka tak sadar bahwa mereka saling pandang, mereka saling memuji dalam hati sampai~sampai mereka dikejutkan oleh Nita dan Jordi.
"ehemmmm, sampai segitunya melihat bidadari surga" Nita
__ADS_1
Mereka pun saling mengalihkan pandangan, Alya pun tersipu malu. Dia tak percaya bahwa akan segera bertunangan dengan seorang pengusaha ternama. Dan Revan pun tak percaya bahwa gadis yang pura~pura menjadi tunangannya akan secantik ini, gadis biasa dari desa bisa membuatnya hingga terkagum~kagum seperti itu.
Mereka pun segera menuju ke tempat dimana pesta di adakan, tamu undangan pun sudah banyak yang berdatangan. Semua tamu~tamu Revan adalah orang~orang penting, terutama Bella dan Juna ikut menghadiri pertunangan Alya dan Revan.
"benar~benar mewah pesta pertunangan Tuan Revan, pasti calon tunangannya cantik dan pastinya beruntung telah menjadi Tunangan pengusaha kaya bukan" ucap beberapa tamu undangan
*BELLA
"Revan kau benar~benar bertunangan dengan gadis rendahan itu, andai saja aku tak secepat itu meninggalkanmu pasti aku yang akan menempati posisi gadis itu.
Andaikan dulu kau tak jatuh pasti aku tak berpaling darimu, aku tak menyangka kau sekarang bangkit dan bisa memiliki banyak resto dan resort bahkan perusahaan yang dulu gagal sekarang berkembang besar.
Aku tak akan membiarkan gadis rendahan itu menikmati semua kekayaanmu, aku akan membuat malu gadis itu dan akan ku gagalkan pesta ini, hahaha" begitulah rencana Bella yang akan membuat kekacauan pesta Revan dan Alya.
Alya dan Revan memasuki gedung, mereka berjalan bergandengan menuju tempat mereka. Semua tamu undangan memuji~muji kecantikan Alya dan mengagumi mereka yang terlihat bahagia dan sangat serasi.
Bella kesal mendengar pembicaraan mereka yang memuji Alya dan Revan, begitu juga Juna suaminya memuji dan ikut mengaggumi mereka berdua menjadikan Bella semakin kesal.
"selamat buat kalian berdua, semoga kalian berbahgia selalu. Dan tak akan melupakan moment bahagia malam ini" teriak Bella
Semua orang memandang Bella, itu pastinya Nyonya Juna malam ini malam kebahagiaan mereka mengikat cinta mereka dengan pertunangan dan akan segera melanjutkan kejenjang pernikahan itu adalah moment kebahagiaan semua pasangan bukan" saut seorang tamu undangan
" hemmm betul itu" Bella dengan senyum sinisnya
"dan pastinya kebahagiaan seorang pelayan yang akan terangkat derajatnya menjadi seorang nyonya bukan" seru Bella membuat suasana semakin panas
"maksud nyonya Juna apa ini" ucap salah satu tamu undangan. mereka semua bingung dengan ucapan Bella
__ADS_1
"kalian ini apa tidak tahu siapa yang akan menjadi nyonya Revan" Bella dengan nada tinggi
Alya hanya menunduk dan takut semua orang akan menghujatnya dan akan merendahkannya seperti apa yang Bella lakukan. Dia juga takut Revan akan merasa malu dan akan meninggalkan pesta dan dia akan terpuruk.
Namun Revan tak akan membiarkan Bella merendahkan Alya dan membuat kacau pesta yang dia adakan.
"berhenti kau mengacaukan acara ini nyonya Juna yang terhormat, bukankah anda istri seorang pengacara kondang. Seharusnya anda berfikir dahulu sebelum anda merendahkan nama orang lain." pembelaan Revan
"hadirin semua, saya berterima kasih atas kehadiran semua tamu saya di sini dan sudah menyempatkan untuk menghadiri pesta ini. Saya akan memperkenalkan calon tunangan sekaligus calon istri saya. Dia Alya dia adalah gadis pilihan saya, dia adalah seorang karyawan di salah satu resto milik saya" ucap Revan membuat Alya tertunduk dan meneteskan air mata
Semua tamu undangan terdiam seketika mendengar perkataan Revan. "seorang Tuan Revan kenapa dia memilih gadis itu dari pada gadis~gadis terhormat lainnya. Ada tamu undangan yang sempat merendahkan Alya sebelum revan menjelaskan.
"Alya adalah gadis desa, dia sederhana, dia juga pekerja keras dan yang pastinya jujur. Itulah yang membuat saya jatuh hati padanya, dia bukan gadis yang hanya mengincar harta kekasihnya yang jika habis dia akan meninggalkan begitu saja. Dia gadis tangguh, selama ini dia tidak pernah mau menerima uang dari saya kecuali dia menerima upah dari dia bekerja. Dia adalah bidadari bagiku dia perempuan yang saya pilih dan saya percaya kelak bisa mendidik anak~anakku dan mengarahkan kebaikan pada anak~anakku nanti. Dia seorang gadis yang sempurna dengan ketulusannya" Ucap Revan di hadapan para tamu undangan
Semua tamu undangan terharu mendengar ucapan Revan. Bahkan ada yang menjatuhkan air mata, kecuali Bella dia kesal gagal membuat kekacauan terjadi. Bella merasa malu sendiri dan keluar meninggalkan tempat itu dan meninggalkan suaminya.
"Dia gadis terbaik yang pernah saya temui, dia gadis baik~baik tidak seperti yang di katakan nyonya Juna tadi" Revan membela Alya dan memeluk Alya dan mencium~cium kening Alya dan membuat Alya semakin banyak mengeluarkan air mata yang tadi malu menjadi bahagia
"maafkan ucapan istri saya Tuan Revan, saya akan menegurnya. Dan Tuan Revan sudi memaafkan istri saya, dia pasti tak berniat seperti itu Tuan" Juna dengan kepala menunduk dan malu atas perbuatan istrinya
"baiklah, jika dia bukan istri Tuan Juna saya sudah menuntutnya sedari tadi" imbuh Revan
Suasana pun sudah tenang, tamu undangan pun terharu mendengar kisah pertemuan Revan dan Alya yang tak terduga oleh semua orang. Semua menikmati pesta itu
HAI KAKAK KAKAK GANTENG DAN CANTIK
LIKE KOMENNYA DONK DAN SARANNYA JUGA
__ADS_1
BOLEH TEKAN ❤ HEHEHE