
Revan adalah pemilik Nirmala Resto, dia pria baik hanya saja semenjak dia putus dengan Bella dia berubah menjadi pria yang sangat dingin dan egois.
Dia salah satu pengusaha muda yang sukses di kota B, ia memiliki beberapa restoran, hotel, dan perusahaan.
Semua karyawannya tidak pernah membantah perintahnya jika itu terjadi Revan bisa melakukan apa saja itu tak perduli siap pun itu.
Setelah Alya dan Revan selesai berdebat, Revan langsung masuk Resto meninggalkan Alya di depan yang masih saja mengoceh meski Revan sudah pergi.
"dasar wanita bodoh tidak ada gunanya berdebat dengan dia buang~buang waktu saja" gumam Revan
"pagi tuan muda" sapa Hani dan teman~temannya kerja
"pagi..." Revan
Setelah Revan masuk ruangannya, semua karyawan bekerja di bagian masing~masing. Alya pun masuk, dan masih saja mulutnya tak berhenti ngomel. Hani pun yang melihatnya sedikit bingung dengan kelakuan Alya yang berbicara sendiri.
"Alya kau kenapa bicara sendiri aneh kau ini" hani bingung
"tidak apa~apa, hanya saja tadi di depan ketemu laki~laki yang menyebalkan, dia ngajakin aku berdebat" seru Alya
"tadi dia masuk kesini, tapi kok tidak ada dari tadi aku liat semua bangku kosong semua" tambah Alya
"Alya ini belum jam buka resto, dan belum akan ada orang yang masuk selain karyawan Al" Hani
"aishh... terus laki~laki tadi kemana, aku beneran melihat dia masuk resto ini Han" Alya meyakinkan
"sudahlah ini masih pagi untuk berkhayal hahaha,, Hani meledek
"ayo kita langsung ketujuanmu melamar kerja, langsung aja keruangan Tuan Muda" ajak Hani
"hemm... ayo" Alya
Mereka menuju ruangan Revan.
tok... tok... tok...
"permisi Tuan Muda" Hani
"ya... masuk " saut Revan
Betapa terkejutnya Alya melihat Revan begitu juga Revan terkejut melihat Alya masuk keruangannya. Dengan kejadian di luar tadi mana mungkin mereka lupa.
"kau... Revan sambil menunjuk Alya dengan jari telunjuknya
"ada apa kau masuk keruanganku, kau pasti mau minta maaf kan" Revan sambil mengedip~ngedipkan mata
"apa jangan~jangan laki~laki yang dimaksud alya itu Tuan Muda" batin hani dan dia ketakutan. "kalau iya \*\*\*\*\*\* lah aku, aduhhh alya kenapa kamu bikin masalah" imbuh Hani
__ADS_1
"iew... pede sekali anda Tuan" Alya mengejek
"Alya, jangan aneh~aneh cepet minta maaf ke Tuan Muda Al" Hani berbisik sambil menyubit Alya pelan
"tapi aku masih sebel sama ni orang Han" bisik Alya
"sudah lupakanlah, kamu butuh pekerjaan kan Al, ayo lah minta maaf ke Tuan inget tujuan awal mu apa Al" bisik Hani lagi
"kalau bukan karna aku butuh, aku gak akan meminta maaf duluan" gumam Alya
"maaf Tuan Muda, sebenernya Alya kesini mau minta maaf dan dia ingin bekerja disini Tuan Muda" Hani
"apa... dia mau bekerja disini? sedangkan tadi pagi dia bikin ulah denganku" teriak Revan
"ayolah Tuan Muda terima saya kerja disini saya butuh kerjaan untuk biaya sekolah adik~adik saya. Alya berterus terang tanpa mengingat apa yang dia lakukan tadi pagi
"setelah apa yang kamu lakukan tadi pagi aku harus menerima kamu kerja di sini,, itu tidak mungkin. geram Revan" tanpa meminta maaf pula" imbuh Revan kesal
"em...emm... Tuan Muda yang terhormat saya minta maaf atas kelancangan saya tadi terhadap Tuan Muda. saya harap Tuan Muda memaafkan saya dan menerima kerja saya disini" ucap Alya dengan hati kesal
"disini tidak menerima karyawan seperti kau, belum kerja sudah buat masalah gimana kalau sudah kerja banyak masalah pastinya" Revan
"ayolah Tuan Muda, saya mohon terima saya Tuan saya butuh sekali pekerjaan ini Tuan" Alya
Revan diam dan memandangi Alya dari kaki hingga kepala, sambil membaca map yang dibawa Alya.
"baiklah kau bisa bekerja disini, tapi ada syaratnya" seru Revan
"apa Tuan syaratnya" tanya Alya
"Hani, kau keluar sebentar" Revan
"ba...baik Tuan" Hani gugup
"Apa yang akan Tuan Muda lakukan ke Alya, semoga baik~baik saja. Semoga syaratnya tidaklah aneh~aneh, kasihan Alya jauh~jauh merantau dari desa ke kota"dalam hati Hani berbicara.
"apa syaratnya Tuan" Alya
Revan diam hanya memberikan sebuah kertas undangan, ya kertas undangan pernikahan Bella dan Juna.
"undangan pernikah siapa Tuan, saya tidak kenal mereka Tuan" Alya bingung.
"siapa yang bertanya kamu kenal tidaknya, saya akan mengajak kamu kepernikahan mereka" Revan
"apa...." teriak Alya
"hey... gadis bodoh bisakah kau kecilkan volume suaramu itu" teriak Revan
__ADS_1
"ma..maaf Tuan saya kaget" Alya
"jika kau mau kerja disini maka kau harus mau ikut saya datang kepernikahan mereka" ancam Revan
"kenapa harus saya Tuan, saya hanya gadis biasa dan tak punya keistimewaan apa pun" Alya
"jika kau menolak, maka..."Revan di stop Alya
"ba..baik Tuan saya mau" seru Alya
"bagus, dan saya tahu kamu tidan punya gaun dan sepatu pesta, besok aku kirim jordi ketempat kau untuk make over kamu, mengerti" bentak Revan
"me..mengerti tuan" jawab Alya terbata~bata
"bagus... keluar dari ruangan saya dan segeralah bekerja" perintah Revan
Alya keluar ruangan Revan, sambil mulut komat kamit.
"dasar laki~laki menyebalkan, jika saja aku gak membutuhan pekerjaan ini tidak akan aku melakukan perintahmu tadi" gumam Alya
Semua karyawan pun bekerja dengan peran masing~masing. Alya pun ramah dengan semua pengunjung yang dia layani.
Revan yang pergi ke perusahaan sore hari tadi pun belum kembali ke resto ini. Dia memang super sibuk dan pekerja keras, tak heran jika dia bisa sudah sukses di usia mudanya.
...Malam pun tiba, waktunya semua karyawan pulang dan menutup resto. Alya dan Hani pun pulang berjalan kaki bersama meski beda tempat namun arah mereka pulang sama....
Hani ikut dengan orang tuanya, dia merantau bersama orang tuanya dan memiliki rumah sendiri. Sedangkan Alya merantau meninggalkan adik~adinya di desa dan dia Kos sendiri di kota ini.
Mereka terpisah di mana Hani sudah sampai dirumahnya, sedangkan Alya masih harus berjalan sendirian menuju kos nya yang lumayan masih jauh. Tiba~tiba Revan datang, memotong jalannya Alya, Alya pun terkejut.
"hey...gadis bodoh masuk kau, aku ingin bicara denganmu" teriak Revan
"bicara apa lagi Tuan" Alya
"banyak bicara kau, cepat masuk" perintah Revan
"baik Tuan" Alya
"dimana tempat tinggalmu, supaya besok Jordi tidak kebingungan mencari tempat tinggalmu" Revan
"hemm...Alya hanya mengangguk.
"Disini tempat tinggal saya Tuan, saya ngekos di sini" imbuh Alya
"saya kira kau punya rumah, eits...baik lah besok jangan lupa perintahku" Revan
"baik Tuan, saya tidak akan lupa. Dan terima kasih Tuan" Alya
__ADS_1
Revan pun pergi dari tempat Alya, dan pulang menuju apartemen miliknya.