Air Mata Alya

Air Mata Alya
episode 15


__ADS_3

"sayang kau baik~baik saja kan, kenapa wajahmu terlihat murung" Revan


"aku baik~baik saja mas, mungkin aku hanya lelah mas jadi terlihat murung" Alya menamfik


"ohhh, ya sudah sebaiknya kau segera beristirahat" Revan


"aku istirahat duluan mas" Alya


"selamat malam sayang, mimpi indah ya" Revan


"malam juga mas" Alya


Alya pun masuk kamar dan beristirahat dan mengunci pintu kamarnya. Di dalam dia masih termenung, dia merindukan adik~adiknya


"kakak merindukan kalian dek, maafkan kakak belum bisa menemui kalian sayang. Kakak janji nanti kakak segera menemui kalian dek" gumam Alya dan meneteskan air mata


Di luar Revan merasakan kesedihan Alya, dia pun segera menghubungi Jordy.


"hallo Tuan, apa Tuan memerlukan bantuan" tanya Jordy


"bisakah untuk beberapa hari ini kau gantikan aku di semua rapat dengan beberapa perusahaan Jord" Revan


"bisa Tuan, apa besok Tuan tidak bisa hadir kah" Jordy


"besok aku hendak membawa istriku berlibur ke luar kota untuk beberapa hari" Revan


"baik Tuan, perintah akan dilaksanakan" Jordy


"aku percayakan padamu Jord" Revan


"terima kasih Tuan atas kepercayaan Tuan selama ini" Jordy


Jordy memang orang yang paling di percayai Revan untuk segala keperluan pekerjaannya.


Setelah menghubungi Jordy, Revan bergantian menghubungi mamanya untuk memberi tahu jika dia dan Alya akan pergi kedesa Alya.


"pa ma, aku dan Alya besok akan pergi ke desa Alya, untuk menemui adik~adiknya" Revan


"kenapa mendadak sekali kau memberi tahu mama dan papa Rev, mama dan papa akan ikut" mama Revan


"tapi ma, perjalannya sangat jauh, Revan takut mama dan papa kelelahan" Revan


"mama dan papa tetap akan ikut, mama juga ingin berjumpa dengan keluarga menantu mama" mama Revan


"baiklah ma, besok pagi kita berangkat bersama" Revan


"kalau begitu mama dan papa akan datang ke apartemen sekarang" mama Revan


"apa... " Revan terkejut


"kau kenapa Rev, apa mama sudah tidak boleh datang ketempatmu" mama Revan


"tidak begitu ma, hari sudah malam sebaiknya mama beristirahat besok aku dan Alya akan datang menjemput mama dan papa, kita akan langsung berangkat" Revan

__ADS_1


"itu kelamaan Rev, kalau mama dan papa disitu kita tidak buang~buang waktu banyak Rev" mama Revan


"tapi ma..." Revan


"Revan kau jangan membantah kata~kata mama, mama dan papa berangkat sekarang" mama Revan menutup telepon dari Revan dan segera berkemas tanpa memperdulikan kata~kata Revan


"aishhh mama jika punya kemauan pasti sulit di bantah, bagaimana ini apa aku bilang ke Alya soal kedatangan mama papa" gumam Revan


"tahu seperti itu aku tidak memberitahu mama dulu tadi" Revan


Revan memutuskan untuk berbicara pada Alya tentang kedatangan mama dan papanya malam ini.


tok...tok...tokk...


"sayang, apa kau sudah tidur" Revan mengetuk pintu dan berbicara pelan


"belum mas, ada apa? Apa mas lapar" Alya sedikit berteriak


"tidak sayang, aku ingin berbicara padamu sebentar apa boleh" Revan


"sebentar mas, tunggu aku di luar aku segera keluar" Alya


"aku tunggu sayang" Revan


"ada apa mas, apa yang ingin kau bicarakan" Alya sembari menjatuhkan tubuhnya di sofa


"mama dan papa malam ini datang" Revan


"apa kenapa mendadak sekali mas, bagaimana ini apa sudah mau sampai atau belum atau..." Alya panik


"bagaimana aku tidak panik mas, aku takut mama dan papa tahu tentang kita ini" Alya


"kau jangan panik, aku akan tidur di sofa kamar dan kau tidur di ranjang aku tidak akan membuatmu ketakutan" Revan


"baiklah kalau begitu aku bereskan ini semua, ingat ya mas jangan macam~macam" Alya


"bukankah itu sudah menjadi hak aku Alya sayang, kau istriku Alya sayang" Revan menggoda Alya


"masss...." ucap Alya lirih dan sedikit kesal


"aku hanya bercanda Alya, aku memahami mu sayang" Revan


Alya pun membereskan selimut, bantal dan guling Revan dan memindahkan ke kamar.


Disitu ada dua kamar, namun Revan enggan tidur dikamar mama dan papanya. Dia lebih memilih tidur di sofa dan bisa memandangi pintu kamar Alya.


Mama dan papa Revan pun sampai di apartemen Revan.


"mama dan papa kenapa mendadak seperti itu datang kesini" Alya


"apa kamu keberatan mama dan papa datang malam~malam seperti ini nak" mama Revan


"bukan seperti itu ma, malam~malam mama dan papa seharusnya sudah istirahat, Alya tidak ingin mama dan papa sakit gara~gara angin malam ma pa" ucap Alya

__ADS_1


"mama dan papa baik~baik saja nak, kau tenang saja" mama Revan


"kalian kenapa belum tidur, mama dan papa kan sudah punya kunci masuk apartemen kalian tidak perlu menunggu seperti ini" papa Revan


"tidak apa~apa ma pa, kami juga belum ngantuk dan masih menonton tv" Alya


"ya sudah mama dan papa langsung istirahat ya, kita kan besok pergi pagi~pagi dan kalian cepatlah tidur" mama Revan


"pergi..." Alya


"sudah sayang ayo kita segera tidur hari sudah malam" Revan mengalihkan pertanyaan Alya


"selamat malam pa ma" Revan sambil menarik tangan Alya menuju kamar


Alya belum tahu tentang rencana Revan itu, jadi Alya masih bingung tentang ucapan mama Revan tadi.


"mas, memang besok mau pergi kemana tadi mama bicara akan pergi pagi~pagi" Alya


"tidak kemana~mana, kita hanya akan jalan~jalan saja keliling kota B apa kau tidak mau" Revan


"aku mau mas, tapi aku kan harus bekerja mas" Alya


"cuti dulu kan bisa sayang, disini aku bos nya, jadi aku sudah memberimu izin untuk liburan bersama keluargamu" Revan


"terima kasih bos atas izinnya" Alya tersenyum


"jadi kau setuju kita besok jalan~jalan" Revan


"hemmm" Alya sambil menganggukan kepalanya


"terima kasih sayang" Revan memeluk tubuh Alya dan mecium~cium wajah Alya


"sudah mas jangan seperti itu, sebaiknya kita tidur dan ingat mas" Alya sambil mengacungkan telunjukknya pada Revan


"baru memeluk sebentar sudah di lepas saja, baiklah kita tidur, selamat malam sayangkuh" Revan


"selamat malam mas" Alya


Revan berniat ingin memberikan kejutan pada Alya, dia ingin membuat Alya bahagia dengan mempertemukannya bersama adik~adiknya.


"pa ma, aku sebenarnya belum memberi tahu Alya tentang kepergian kita untuk kerumah Alya. Revan hanya mengatakan jika kita akan jalan~jalan keliling kota B saja" Revan


"Alya belum tahu, baiklah kita beri dia kejutan yang membuatnya bahagia" mama Revan


"kita rahasiakan ini dulu dari Alya ma, semalam Revan sudah kemasi baju Revan dan Alya, dan sudah Revan letakkan dibagasi mobil jadi Alya tidak akan tahu" Revan


"mama sudah tidak sabar melihat wajah Alya saat mendapat kejutan dari kita" mama Revan


Mereka pun berbincang~bincang sembari menunggu Alya selesai mandi dan berdandan.


Seperti biasa Alya hanya memoles wajahnya dengan bedak tipis dan mewarnai bibirnya dengan polesan tipis dan natural.Dan tidak membuat kecantikan Alya hilang.


Dia memakai celan panjang kaos putih dan memakai jaket dan sepatu putih membuat dia semakin manis dan menggemaskan.

__ADS_1


Terima kasih kakak kakak yang sudah membaca karya aku ini๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ™


__ADS_2