
"hey... maaf kau pasti lama menunggu" Jordy mengejutkan Hani
"kau, ucap Hani terkejut. Kau kemana saja lama sekali menunggumu" Hani kesal
"aishh jangan marah sayang, tadi di depan ada sedikit masalah" Jordy merayu
"masalah apa, sepertinya bukan masalah sepele secara kau lama sekali" Hani bertanya
"tadi ada Bella bikin keributan di luar" Jordy berbisik ke Hani
"benarkah," Hani
"hem, nanti saja aku ceritakan. Ayo sekarang kita temui Tuan Revan dan nona Alya
"tadi aku sudah menemui mereka, kalau kau mau menemui mereka tidak apa~apa aku tunggu disini" Hani
"kau masih marah padaku, aku kan sudah menjelaskan tadi" Jordy
"aku tidak marah, aku lelah aku ingin duduk disini dulu. Cepatlah kau temui mereka" Hani
"baiklah, tunggu aku ya sayang" Jordy
Hani hanya menjawab dengan senyuman, mereka memang sudah berpacaran namun Alya dan Revan belum mengetahuinya.
Hani masih malu ingin bercerita pada Alya tentang hubungannya dengan Jordy.
"hay Tuan, selamat buat kalian berdua semoga jadi keluarga bahagia" ucap Jordy
"terima kasih Jord, kau kemana saja baru kelihatan" tanya Revan
"tadi ada keperluan sebentar Tuan" Jordy
"kau tak membawa pasangan kesini, apa kau masih betah menjomblo abadi Jord" gurau Revan
"eits... Tuan Revan jangan meledek saya, saya kesini tidak sendiri Tuan, saya membawa seorang gadis cantik" Jordy
"benarkah, mana gadis itu? Revan
"dia ada disana Tuan, tadi dia sudah memberimu selamat bukan" Jordy
"siapa, yang mana? tadi banyak yang memberi kami selamat. Apa kau mengenalnya sayang" lanjut Revan bertanya pada Alya
"en...entah, aku tidak tahu yang mana gadis yang Jordy maksud" Alya gugup mendengar kata sayang dari Revan
"nona Alya sama Tuan Revan sudah mengenalnya dekat bahkan dekat sekali dengan nona Alya" Jordy
"siapa" Alya bingung. Apa jangan~jangan gadis itu Hani sahabatku" Alya
"benarkah Jord" Revan
"benar Tuan nona" Jordy
"hahaha Revan dan Alya tertawa bersama. kenapa tidak pernah bilang, sekarang mana Hani, kenapa kau tinggal sendirian Jordy" Alya
"dia lelah ingin duduk dulu dia bilang" Jordy
__ADS_1
"ya sudah sebaiknya kau ajak dia berdansa" perintah Revan
"kenapa tidak dari tadi ya aku mengajak dia dansa, dasar Jordy" ucap Jordy pada dirinya sendiri dan menepuk kepalanya
"Jordy Jordy, terlalu lama sendiri sampai lupa mengajak dansa kekasih" Revan
Acaranya berjalan dengan lancar, semua tamu undangan sangat menikmati semua jamuan yang sudah di sediakan, bahkan banyak yang berdansa dengan pasangan masing~masing.
Jordy dan Hani pun tak ketinggalan ikut berdansa, mereka terlihat bahagia.
Semua bersenang~senang di pesta itu.
Revan dan Alya berjalan menyapa satu per satu tamu undangan, begitu juga mama dan papa Revan mereka berkumpul dengan teman~temannya.
Mama Revan pun sangat membanggakan menantunya itu dihadapan teman~temannya.
Revan dan Alya terhenti di hadapan Juna yang terlihat sendirian tanpa sang istri. Revan pun tak sungkan berbincang~bincang dengan Juna.
"Tuan Juna, terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk menghadiri pernikahan kami berdua" Revan
"sama~sama Tuan, waktu saya menikah anda dan istri anda hadir jadi sangat tidak mungkin jika saya tidak menghadiri pesta Tuan Revan Pratama" Juna
"istri Tuan tidak ikut kah Tuan" tanya Alya
"tidak nona, istri saya sedang sakit jadi dia tidak bisa hadir, dia juga kirim salam buat Tuan dan Nona dan dia juga minta maaf tidak bisa menghadiri pernikahan kalian" Juna
"tidak masalah Tuan Juna, terima kasih atas kehadiran Tuan, dan silahkan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan ya Tuan" Revan
"pasti itu Tuan, hidangannya semua lezat~lezat pasti aku tidak akan melewatkan itu" Juna
"terima kasih nyonya Revan" Juna
"baiklah, kami tinggal dulu Tuan Juna" Revan
Mereka pun melanjutkan menyapa tamu~tamu undangan. Hanya Alya yang sedikit bingung akan ketidak hadiran Bella.
"kenapa Bella tidak hadir, benarkah dia sakit? apa dia masih sakit hati dengan peristiwa waktu itu. Alya bukankah ini sangat baik kau tidak akan di permalukan lagi seperti dulu" Alya berucap dalam hati
"kau kenapa sayang, kau terlihat sedang memikirkan sesuatu" Revan
"em... tidak tidak memikirkan apa~apa mas" Alya
"benarkah" Revan
"benar mas, aku tidak memikirkan apa~apa" Alya dengan senyuman manisnya
"baiklah, kalau ada apa~apa bilang kepadaku ya" Revan
Alya pun menganggukan kepalanya
Sampailah di tempat mama papa Revan berkumpul dengan teman~temannya. Alya dan Revan bersiap~siap menjawab semua pertanyaan~pertanyaan dari mereka.
"om tante semua terima kasih atas kehadirannya" Revan
"sama~sama Rev, kalian pasangan yang serasi cantik dan tampan" ucap teman mama Revan
__ADS_1
"terima kasih om tante" Revan
"semoga kalian cepet dapat momongan ya, papa dan mama kalian sudah tidak sabar"
"pasti itu tante, doakan ya Alya bisa cepat hamil" Revan
Alya terlihat gugup, dia takut Revan berbuat macam~macam pada dirinya di luar perjanjiaanya.
"Alya kau cantik sekali nak, pasti perawatannya mahal kan"
"tidak kok tante, Alya tidak pernah dandan dan perawatan sebelumnya" Alya
"benarkah, tapi kau terlihat memakai perawatan mahal" ucap si tante
"benar tante, Alya tidak sanggup membeli perawatan mahal, dari pada buat perawatan mending uang Alya pakai buat biaya sekolah adik~adik Alya" ucap Alya
"Alya gadis baik sederhana dan tangguh, seperti yang aku katan tadi jeng semua" mama Revan
"kami semua salut kau tidak memanfaatkan kesempatan sebagai istri pengusaha" si tante
"kalau begitu kami lanjutkan lagi menyapa tamu kami tante om, silahkan di nikmati hidangan yang ada" Revan mengalihkan pertanyaan yang membuat Alya tak nyaman dari teman~teman mamanya
Acara lempar bunga pun di mulai, semua sudah bersiap~siap menangkap bunga itu.
satu....dua.....ti....gaaaa.....
Bunga terlempar, dan yang menangkap bunga itu Jordy dan dia pun memberikan bunga itu pada Hani.
"bunga ini kupersembahkan untuk mu sayang" Jordy
"Jordy bangunlah, kau membuatku malu" Hani
"apa, kau malu punya kekasih sepertiku" Jordy
"tidak tidak seperti itu, aku malu dilihat banyak orang Jord" Hani
"Jordy Hani, selamat buat kalian" Revan
"Hani kenapa kau tidak memberi tahu aku tentang kalian" Alya
"maaf Al, aku masih malu untuk bercerita padamu" Hani
"dia malu punya kekasih sepertiku nona" Jordy
"Jordy, sudah ku bilang bukan seperti itu" Hani kesal
"maaf sayang, aku hanya bercanda" Jordy
"kalian romantis sekali sih" Alya
"kau iri pada mereka sayang, kau kan sudah menjadi istriku" Revan memeluk Alya
Jantung Alya berdebar lebih kencang dan lebih kencang lagi. Dia mengira semua ini hanya mimpi, ternyata tidak.
Acara yang sangat berkesan buat Alya dan Revan, pesta pernikahan yang sangat dan sangatlah mewah dan berjalan lancar.
__ADS_1