Air Mata Alya

Air Mata Alya
episode 11


__ADS_3

Hari~hari yang dinanti itu pun datang, apa lagi kalau bukan pernikahan Revan dan Alya. Pernikahan yang sangat mewah itu akan diadakan nanti malam, paginya mereka mengadakan akad nikah terlebih dahulu.


Acara itu di jaga ketat oleh penjaga, Revan mempercayakan penjagaan pada temannya yang seorang mafia.


Bukan apa~apa Revan khawatir acara pernikahannya akan ada yang mengacaukan seperti pesta pertunangannya kemarin.


"Roy, aku minta kau benar~benar memperketad penjagaan dan mengawasi apa pun yang mencurigakan" perintah Revan pada temannya(Roy)


"siap Rev, itu sudah pasti dan kau jangan khawatir kau fokus saja pada acaramu itu kawan" Roy sambil menepuk pundak Revan


"terima kasih kawan" Revan


"sama~sama" Roy


Revan dan Alya masing~masing mempersiapkan diri untuk acara akad nikah mereka. Alya masih sibuk dirias wajahnya, sedangkan Revan sudah siap namun dia merasa gugup takut jika akan salah mengucap ijab kabulnya.


Mama Revan sudah siap bahkan paling duluan berganti baju dan merias wajahnya. Nampak sekali keceriaan di wajah mama Revan.


Alya juga tampak bahagia, disisi lain dia merasa sedih karna adik~adiknya tidak bisa hadir. Mereka sedang ada ujian di sekolahnya masing~masing sebab itu mereka tak bisa menghadiri pernikahan kakaknya itu.


"kak, maafkan Sinta dan Adit tidak bisa menghadiri pernikahan kakak, kami ikut bahagia kakak sudah menikah. Kami hanya bisa mendoakan kakak semoga kakak bahagia dengan kak Revan" pesan dari Sinta pada Alya


"tidak apa~apa dik, kakak minta doanya saja. Kalian baik~baik di sana ya, kakak janji kakak nanti akan pulang menemui kalian sayang" balas Alya


"aku sayang kakak, kami tunggu kedatangan kakak dan kakak ipar" Sinta


"pasti kakak datang, kakak rindu adik~adik kakak" Alya


"kami juga rindu kakak" balas Sinta


"Love you adik~adikku sayang, tunggu kakak ya sayang" Alya mengetik handphone sambil menangis


"Love you kakak sayang, kami tunggu kak" Sinta


Mama Revan yang melihat Alya yang sudah dandan cantik namun terlihat sedih, mama Revan lalu menghampiri Alya.


"Sayang kenapa kamu sedih, lho nak kenapa kamu menangis sayang. Coba cerita sama mama siapa yang membuat menantu mama yang cantik ini menangis" mama Revan khawatir


"tidak ma, Alya tidak kenapa~kenapa ma. Alya hanya sedih adik~adik Alya tidak bisa hadir, mereka sedang ada ujian ma" Alya


"ohhh, sudah jangan menangis nak. Mama tahu perasaanmu, nanti kapan~kapan kita sama~sama ke desa Alya kita jenguk adik~adikmu ya nak" mama Revan menenangkan Alya dan mengusap air mata Alya


"sungguh ma? (dan mana Revan mengangguk). Terima kasih ma, Alya sungguh bahagia mempunyai mama seperti mama" Alya memeluk mama Revan


..."adik~adik Alya sekarang anak~anak mama juga nak"ucap mama Revan...


"terima kasih ma, sudah mau menerima Alya dan adik~adik Alya" Alya


"sama~sama sayang, sekarang kamu jangan sedih lagi ya" mama Revan


Alya mengangguk dan memeluk mama Revan kembali.


Akad nikah pun dimulai, Revan merasa tegang. Namun bukan Revan namanya jika memperlihatkan ketengangannya di depan semua orang


Dia pura~pura biasa saja, padahal dia merasa tegang dan gugup.

__ADS_1


"Revan kau tidak boleh terlihat tegang, kau harus terlihat gagah dan sempurna" dalam hati Revan


"anda sudah siap Tuan Revan" ucap Penghulu


Revan terkejut, namun dia mengalihkan muka lemahnya itu.


"sudah Pak" Revan dengan tegas


"kalau begitu kita mulai sekarang Tuan" Penghulu


Dan dengan satu tarikan nafas Revan mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar dan sempurna.


Semua orang terdiam mendengar Revan, dengan kata sempurna tegas tidak terbata~bata. Dan berkata sah setelah penghulu mengucap kata sah.


"bagaimana para saksi, sah?" ucap Penghulu


"sahhhhhhh" para saksi


"Alhamdulillah"


"sekarang Tuan Revan dan nyonya Alya sudah sah menjadi suami istri" Penghulu


"benarkah ini, Revan benar~benar mengucapkan doa itu dengan sempurna dan tegas. Dan sekarang aku menjadi istrinya Revan" batin Alya


Alya pun keluar dari kamar menuju meja dimana Revan mengucap ijab kabul tadi, Alya di gandeng mama Revan dan adik Revan.


Alya dan Revan duduk berdampingan, dan mencium punggung tangan Revan. Revan pun mencium kening Alya.


Setelah memakai cincin dan menandatangani surat nikah, mereka pun memamerkan di hadapan para saksi.


"selamat ya nak, mama dan papa sangat bahagia. Terima kasih Revan, kau sudah mengabulkan keinginan mama dan papamu ini" ucap mama Revan


"papa juga berterima kasih, sudah memilih Alya gadis baik dan sempurna ini Rev" papa Revan


"sama~sama pa ma" ucap Revan


"semoga kalian cepat~cepat memberikan mama dan papa cucu ya" ucap mama Revan


Mendengar ucapan mama Revan, Revan dan Alya terlihat gugup dan salah tingkah. Mereka bingung mau menjawab apa, sedangkan pernikahan mereka hanya sementara.


"semoga secepatnya ma" ucap Revan dan Alya bersamaan


"wah, kompak sekali kalian nak. Mama dan papa doakan semoga secepatnya ya


"kalian ingin bulan madu kemana kak?" tanya Jenny


"bu..bulan madu? Alya gugup


"iya, kalian rencananya akan bulan madu kemana" Jenny


"itu rahasia, nanti jika kerjaanku sudah sedikit senggang kami berdua akan pergi bulan madu tapi dimananya kamu tidak perlu tahu" Revan dan mencubit hidung Jenny


"hisss kakak, kakak selalu seperti itu. Suka buat aku kesel" Jenny


"sudah~sudah jangan ngambek, semakin terlihat jelek kamu ini" goda Revan

__ADS_1


"aku sebel sama kakak" Jenny


"hahaha..." Revan hanya tertawa


"sudah~sudah jangan berantem, kalian ini sudah besar masih saja seperti anak kecil" mama Revan


"kak Revan tu bikin Jenny kesel terus ma" ucap Jenny manja


"sudah~sudah, kita siap~siap untuk acara nanti malam" ucap papa Revan


Mereka pun beristirahat dan mempersiapkan diri untuk nanti malam.


"kenapa kau berucap seperti itu mas" ucap Alya pada Revan


"ucapanku yang mana? tanya Revan


"kau akan mengajakku bulan madu" ucap Alya


"ohhh itu, kau tenang saja. Semua sudah aku rencanakan kau ikuti saja kata~kataku" Revan


"mengikuti kata~katamu? tanya Alya


"maksud aku, ikuti semua apa yang sudah ku rencanakan dan jangan protes. Kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam~macam" Revan


"baiklah, jika kau macam~macam awas kau" ancam Alya


"hemmm tenanglah kau" ucap Revan


Mereka pun mempersiapkan diri untuk acara nanti malam.


Sebenarnya diluar tadi ada sedikit kegaduhan, namun sesuai perintah Revan, Roy segera menanganinya agar tidak terjadi keributan. Dan merahasiakan keributan dari Revan.


"sebaiknya anda pergi dari sini nona, kau jangan buat keributan disini" teriak anak buah Roy dan menyeret perempuan itu


"lepaskan tangan kotormu itu dari tanganku pria bodoh" ucap si perempuan


"tidak nona aku tidak akan membiarkan anda membuat keributan disini, sebaiknya anda pergi atau aku laporkan anda ke polisi" ucap anak buah Roy


"lepaskan tanganku" teriak perempuan itu lagi


Dan perempuan itu pun dilepas dan di lempar keluar oleh anak buah Roy dan langsung menutup pintu gerbang itu.


"awas kau akan ku beri perhitungan buat kalian" teriak perempuan itu dari luar gerbang


"bagaimana, sudah kalian bereskan perempuan itu" Roy


"sudah bos, dia sudah kami lempar keluar gerbang" ucap salah satu anak buah Roy


"kerja bagus dan kalian awasi dengan baik agar perempuan itu tidak masuk lagi" perintah Roy


"baik bos, kami akan laksanakan perintah bos dengan baik" ucap anak buah Roy


"bagus" ucap Roy


KRITIK DAN SARAN KAKAK, MAAF BAHASANYA MASIH JELEK BOLEH KASIH SARANNYA KAKAK🙏

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA KARYAKU😘😘


__ADS_2