
Mendekati hari pernikahan Alya dan Revan, mereka terlihat sibuk untuk mempersiapkan semua. Walau hanya pernikahan sementara namun mereka terlihat bahagia terutama mama dan papa Revan yang paling terlihat bahagia dan semangat mempersiapkan segala keperluan pernikahan anaknya.
Maklum lah Revan anak sulungnya jadi mama dan papa nya memang sudah sering mendorong Revan untuk segera mencari pendamping yang baik dan segera menikah. Sedangkan Jenny adik Revan juga sama belum mendapat pendamping. Dia sibuk dengan karirnya sebagai dokter di kota J.
Teman~teman mama dan papa Revan semua sudah punya cucu, hanya mereka yang belum. Maka dari itu wajah merekalah yang terlihat sangat bahagia dari pada Revan dan Alya.
Mereka tetap mempercayai Nita sebagai perancang busana untuk pernikahannya. Dan Nita pastinya tak akan mengecewakan Revan dan akan merancangnya sebagus dan semewah mungkin.
"nak mama sudah tidak sabar ingin segera mempunyai menantu sepertimu," mama Revan sambil memeluk Alya
"iya tante Alya juga tidak sabar ingin segera menjadi menantu tante, Alya rindu sosok seorang Ayah dan Ibu. Dan kini om dan tante telah hadir mengobati kerinduan Alya pada ayah dan ibu. Kasih sayang om dan tante seperti kasih sayang ayah dan ibu Alya" Alya memeluk mama Revan dan menangis di pelukkannya
"sayang janganlah menangis, kami akan menyayangimu seperti anak kami sendiri. Dan anggaplah mama dan papa mertuamu ini adalah ayah dan ibu mu sendiri sayang. Dan jangan panggil om dan tante, panggilah kami papa dan mama ya sayang" mama Revan sambil mengusap air mata Alya
"terima kasih ma, Alya sangat beruntung mendapat mertua seperti mama dan papa" Alya sambil merenung di pangkuan mama Revan. "andaikan semua ini bukanlah sandiwara betapa bahagiannya aku di kelilingi orang~orang baik seperti mama dan papa Revan" imbuh Alya dalam hati
"kamilah yang beruntung mendapat menantu cantik dan baik sepertimu nak" mama Revan
"betul kata mama nak, papa juga bangga dengan kegigihanmu nak. Papa yakin kamu gadis terbaik buat Revan" papa Revan
"papa dan mama jangan memuji Alya berlebihan seperti itu, Alya jadi melayang~layang" Alya
"kami berbicara sesuai kenyataan nak" papa Revan
"sudah~sudah, kita makan malam dulu dan besok kita akan melihat dan mencoba gaun rancangan yang Nita buat untuk kamu nak" mama Revan
"wah makan malam nih, pasti enak masakan mamaku yang cantik" Revan yang baru pulang dari kantornya mendengar makan malam langsung menduduki kursi di meja makan
"ini tadi yang masak mama dengan Alya, pasti enak dan ada rasa cinta pastinya" seru mama Revan
"mama bisa aja" Alya tertunduk malu
Revan terdiam sejenak mendengar sebutan mama dari mulut Alya.(mama, apa aku tidak salah dengar) batin Revan
"wahhh, pasti enak masakan dari calon istriku" Revan mengedip~ngedipkan mata ke arah Alya
"hemmm makasih" Alya tersenyum. Andaikan kamu tahu jika aku mencintaimu apa kau juga akan mencintaiku Rev" imbuh Alya dalam hati
"setelah selesai makan, antarkan Alya pulang ya Rev. Dia mungkin sudah lelah seharian mama dan papa ajak jalan~jalan dan kami berbincang~bincang banyak" mama Revan
"pasti itu ma, pasti kamu lelah kan Alya sayang" Revan sambil melihat Alya
Deg, jantung Alya berdetak kencang mendengar Revan berucap sayang padanya.
__ADS_1
"em...em, aku tidak lelah kok mas menemani papa dan mama seharian. Aku justru senang bisa berjalan~jalan dengan papa mama, kita bisa lebih dekat lagi dan besok kita juga akan pergi ke butiknya Nita untuk melihat hasil rancangannya" Alya mengalihkan kecangunggannya
"iya Rev, besok kita pergi bersama~sama ke butiknya Nita ya" ajak mama Revan
"siap ma, besok kita pergi bersama~sama" jawab Revan penuh semangat.
**
Keesokan harinya Revan Alya dan mama papa Revan pergi ke butik Nita. Setelah sampai mereka langsung keruangan Nita setelah di persilahkan anak buah Nita untuk masuk menemui Nita langsung.
"bagaimana gaunnya Nit, sudah selesai kan" Revan
"sudah Tuan Revan, semua beres sesuai keinginan kalian berdua" Nita
"baiklah kami ingin melihat, dan mencobanya terlebih dahulu" Revan
"siap" Nita
"mari nona Alya kau harus mencobanya dan aku bantu" Nita menggandeng Alya menuju ruang ganti
Revan pun juga mencoba jas nya,
"pas nona gaunnya indah dan sangat cocok sekali buat nona, kamu adalah pengantin paling cantik yang pernah aku lihat" puji Nita
"nona Alya, aku bicara jujur dengan apa yang aku lihat. Panggil aku Nita aja ya jangan mbak kamu istri Revan jadi kamu temanku juga biar akrab panggil aja Nita ya" Nita
"baiklah, tapi kamu juga jangan panggil aku nona, panggilah aku nama saja ya" Alya
Mereka keluar dari ruangan, mama dan papa Revan terpesona melihat kecantikan Alya menggunakan gaun putih itu.
"nak kau terlihat sangat cantik, kenapa tidak dari dulu Revan mendapat bidadari secantik kamu nak" mama Revan
"iya nak, kamu benar~benar terlihat cantik dan anggun" saut papa Revan
"papa mama jangan memuji Alya berlebihan, Alya jadi malu" Alya
"kenapa malu nak kamu memang cantik bak bidadari sayang" mama Revan sambil memeluk Alya
"terima kasih pa ma" Alya
"kenapa Revan lama sekali memakai jas nya, seperti perempuan saja" papa Revan sedikit kesal karna Revan lama memakai jas nya
"Revannn buruannn, lama sekali kau ini. Lihatlah Alya terlihat sempurna kau pasti tidak akan berkedip melihatnya" mama Revan sedikit berteriak
__ADS_1
"mama" Alya tersipu malu
"iya ma, sabar dulu lah enggak usah te..ri..akk maa" Revan gagap melihat kecantikan Alya dan sempat tak berkedip dengan mulut terbuka.
"woii... sudah jangan berlebihan melihatnya" Nita mengagetkan Revan
"kau ini dari dulu selalu membuatku jantungan" Revan
"gimana cantik kan gaunnya, siapa dulu yang buat" Nuta
"dihhh, kenapa jadi gaunnya yang di puji. Memang Alya sudah cantik mau pakai baju model apa pun akan tetap cantik. Jadi bukan masalah gaun seperti apa pun dan buatan siapa ya" Revan mengakui kecantikan Alya membuat Alya terkejut
ha...ha...ha... Semua tertawa lepas mendengar ucapan Revan" itu memang betul Alya memang sudah cantik dari sananya, ucap papa Alya
"iya iya, Alya sudah cantik dari lahir. Segitu cintanya kamu ke Alya sampai~sampai buat aku iri saat kau puji kecantikannya" Nita
"kalau tidak cinta mana mungkin Revan akan menikahi gadis secantik Alya" mama Revan
"Revan mengatakan aku cantik, apa aku tidak salah mendengar" batin Alya
"betul itu tante, semoga Revan tidak menyakiti Alya dan selalu menjaga Alya dengan baik" Nita memeluk Alya
"kau bicara apa Nit, aku suaminya pasti aku akan selalu menjaga dan melindunginya. Dan tidak akan ada yang bisa menyakiti Alya selama dia bersamaku" Revan
"terima kasih mas, sudah mau menjaga aku dan melindungi aku" Alya
"kenapa kau tak memeluk Alya, kau ini pria bodoh ya" mama Revan sambil mencubit perut samping Revan
"i..iya ma, sakit jangan mencubit seperti itu. Bagaimana mau memeluk Alya jika Nita masih memeluknya" Revan
"maafkan aku Tuan, silahkan kau peluk pujaan hatimu ini Tuan" Nita dia tersenyum
"terima kasih Alya sayang, aku mencintaimu aku akan selalu menjagamu. Terima kasih kamu sudah bersedia menjadi pendampingku" Revan memeluk dan mencium kening Alya
Jantung Alya berdetak semakin kencang gemetar mendengar ucapan Revan yang begitu tulus. Alya masih merasa ini hanyalah sandiwara Revan untuk meyakinkan kedua orang tuanya.
Sebenarnya ucapan Revan memang benar, dia sudah mencintai Alya namun dia enggan mengatakan jujur pada Alya.
Dia masih malu mengungkapkan isi hatinya, dia takut Alya tidak mencintainya. Maka dari itu Revan hanya memendamnya dalam hati.
KAKAK2 SEMUA MAKASIH SUDAH BERKENAN MAMPIR DAN MEMBACA KARYA AKU.
TINGGALIN JEJAKNYA YA KAKAK๐๐
__ADS_1
LIKE KOMENNYA KAKAK๐๐๐