
"sayang kau sudah siap, kita berangkat sekarang" Revan
"aku sudah siap mas, ayo berangkat sekarang ma pa" Alya
Mereka pun berangkat dengan keceriaan, seperti apa yang Revan katakan semalam. Dia mengajak Alya untuk keliling kota B terlebih dahulu sebelum pergi ke rumah Alya.
Alya terlihat bahagia, Revan pun sudah tidak sabar melihat kebahagiaan yang Alya rindukan itu.
"bagaimana sayang apa kau senang dengan ini" Revan
"aku senang mas, terima kasih mas atas cuti dan jalan~jalannya" Alya
"kita akan keliling kota B seharian, agar kamu bisa melupakan penatmu sayang" Revan
"terima kasih mas" Alya mengelus~elus tangan Revan
"hanya terima kasih, apa kau tidak ingin memberikan ciuman pada suami mu itu nak" mama Revan
"mama, aku malu jika berciuman di depan mama dan papa" Alya beralasan
"kenapa malu, dia suamimu nak. Mama dan papa juga pernah muda jadi jangan sungkan mengumbar kemesraan di depan mama papa" mama Revan
"benar yang mama mu katakan nak, kami justru bahagia melihat keharmonisan kalian. Jadi jangan sungkan ya" papa Revan
"itu dengar kata mama dan papa Alya sayang" Revan sambil berkedip~kedip
"i..iya pa ma, Alya hanya masih merasa malu jika bermesaraan di depan orang lain" Alya
"sudah mulai sekarang jangan malu~malu" mama Revan
"apa kau tidak ingin memberiku sebuah ciuman sayang" Revan
"em... Kau ini mas, nanti saja kita nikmati dulu pemandangan indah kota ini" Alya
"baiklah, kita berhenti ditaman kota dulu ya, kita bersantai~santai dulu dan makan siang disana" Revan
"ide bagus Rev" papa Revan
Mereka pun berhenti ditaman kota, dan duduk menikmati pepohonan dan bunga~bunga indah di taman itu.
Banyak anak~anak bermain dan berlarian, membuat mama dan papa Revan ingin segera memiliki cucu.
"Revan mama dan papa ingin segera mendapatkan cucu dari kalian berdua" ucap mama Revan
"cu...cucu" Alya gugup
"iya cucu, kami ingin mengajak cucu mama dan papa bermain seperti anak~anak itu" mama Revan
__ADS_1
"salah memilih tempat aku, jika membuat mama menginginkan cucu" gumam Revan
"kau bicara apa Rev" papa Revan
"tidak apa~apa pa, kami sedang berusaha ma pa. Doakan saja kita secepatnya bisa memberi mama dan papa cucu" Revan
"iya ma pa doakan saja" saut Alya
"mama dan papa mau makan apa, nanti Revan carikan? Revan
"apa saja yang ada Rev, ya sudah kau beli makanan yang lezat buat mama dan papa" mama Revan
"aku ikut mas, kita cari sama~sama makanan yang lezat" Alya sebenarnya takut mama dan papa Revan menanyakan yang tidak~tidak
"baiklah sayang kita cari sama~sama makanan buat mama dan papa tersayang" Revan
Mereka bergandengan tangan dan mencari tempat makan yang enak.
"mas aku sebenarnya risih jika mama membicarakan tentang cucu" Alya berterus terang tentang mama Revan
"tidak usah risih, jawab saja seperti kata~kataku tadi sayang" Revan
"baiklah" Alya
"apa kau tidak menyukai mama dan papaku" Revan
"kenapa mas bicara seperti itu, tentu aku menyukai mereka dan aku sayang mereka. Mama dan papa sudah seperti ibu dan ayahku sendiri" Alya
"tentu aku tidak akan bosan mereka begitu menghiburku dan bisa mengobati kerinduanku pada ibu dan ayahku" Alya
"kamu yang sabar ya sayang, ibu dan ayah di surga sana pasti bahagia jika melihatmu bahagia" Revan
Alya tersenyum dan meneteskan air matanya.
"jangan menangis sayang, aku akan selalu ada untukmu" Revan merangkul pundak Alya
"mas aku takut jika mama dan papa tahu tentang hubungan kita yang sebenarnya, aku takut mama dan papa akan membenciku dan tidak menyayangiku lagi" Alya
"kau tenang saja sayang, mama dan papa tidak akan tahu" Revan menenangkan Alya
Setelah mendapatkan makanan Alya dan Revan segera kembali ditempat mama dan papa Revan duduk tadi.
"kalian lama sekali, mama dan papa sudah lapar" mama Revan
"maaf ma pa, tadi kita mencari~cari dulu makanan yang paling enak buat mama dan papa tersayang" Revan
"benarkah, terima kasih anak~anak mama dan papa yang cantik dan tampan ini" mama Revan
__ADS_1
"sama~sama ma pa" Alya
"kita makan bersama~sama, setelah itu kita lanjutkan jalan~jalan" papa Revan
"hemmm enak sekali makanan ini, pasti ramai sekali tempatnya" mama Revan
"benar sekali ma, Revan dan Alya menunggu antrian sampai kaki pegal~pegal" Revan
"kau ini pria manja" mama Revan
Setelah menghabiskan makanan Mereka pun melanjutkan perjalanan, masih mengelilingi kota terlebih dahulu sebelum Revan mengalihkan perjalanan ketempat tujuan.
Alya pun terlihat lelah, dia pun tertidur. Saatnya Revan mengalihkan lajunya, mama dan papa Revan pun tertidur pulas.
Revan memandangi wajah Alya, dan tak tupa mengusap~usap pipi mulus Alya. Dia tetap mengemudi dan tak bisa mengalihkan pandangannya lama~lama dari Alya namun tetap menatap jalanan.
"Alya kau sungguh~sungguh cantik, aku mencintaimu sayang. Aku akan segera mengatakan perasaanku yang sesungguhnya padamu" ucap Revan dalam hati
"aku harap kau juga mencintaiku sayang. Tapi bagaimana jika kau tak mencintaiku betapa hancurnya hatiku sayang.
"aku sungguh tidak bisa kehilanganmu sayang, cintaku begitu dalam untukmu sayang. Semoga kamu juga mencintaiku" ucap Revan dalam hati dan meneteskan air mata.
Mama dan papa Revan terbangun, namun Alya masih terlihat lelap.
"belum sampai kah Rev, ini sudah petang loh" mama Revan
"sebentar lagi ma" Revan
"Alya masih tidur, sepertinya dia lelah" mama Revan
"bagaimana tidak lelah ma, pagi~pagi bangun tidur mencuci pakaian dan menyetrika pakaian yang sudah kering dan selalu masak sarapan buat aku lalu mencuci piring berangkat kerja pulang kerja masih masak lagi buat aku" Revan
"kenapa kau tidak mencari asisten rumah tangga saja kasihan Alya dia lelah" mama Revan
"Alya tidak mau ma, dia ingin semua kewajiban dia sebagai istri dia kerjakan sendiri selama dia mampu dan tidak ingin merepotkan orang lain" Revan
"sungguh istri idaman kau sayang" ucap mama Revan sambil mengusap~usap kepala Alya
"jangan kau sia~siakan istri seperti Alya Rev, sayangi dia cintai dia dan perlakukan dia dengan istimewa" papa Revan
"itu sudah pasti ma pa, Revan akan memberikan yang terbaik buat Alya, aku akan selalu menjaganya" Revan mengusap~usap pipi Alya kembali dan mencium kening Alya
"mas, belum sampai apartemen kah mas. Apa hari sudah malam aku tertidur lama sekali mas. kenapa kau tak membangunkan aku" Alya
"mas tak tega membangunkanmu sayang, sebentar lagi kita sampai" Revan
"hem baiklah" Alya
__ADS_1
Alya tak sadar jika jalanan yang dia lewati adalah jalan dimana adik~adiknya tinggal. Dia masih mengucek matanya dan masih melamun sejenak.
terimakasih kakak kakak sudah membaca karya aku๐๐๐