
Pesta berjalan lancar tanpa ada masalah lagi, saatnya Alya dan Revan bertukar cincin.
Mereka terlihat bahagia, begitu cincin sudah melingkar di jari manis mereka. Mereka tak ragu memamerkan tangan mereka dan melihatkan kehadapan tamu undangan. Revan pun mencium kening Alya dan memeluk Alya, begitu juga Alya membalas pelukan Revan. Tepuk tangan dari tamu undangan pun membuat mereka semakin bahagia.
"terima kasih Tuan sudah membela saya dihadapan mantan kekasih Tuan" bisik Alya yang masih memeluk dada bidang Revan yang membuat Alya merasa nyaman
"itu bukan untukmu, tapi itu untuk menyelamatkan nama baikku, mengerti kau. Jadi jangan besar kepala dulu kau ini" balas Revan, sebenarnya Revan memang membela Alya dan dia mulai merasakan cinta untuk Alya tanpa peduli nama baiknya
"aishhh, jahat sekali anda Tuan. Baiklah, tau begitu aku tadi berlari dan pulang menuju desaku dan tak akan kembali ke kota ini" ucap Alya kesal dan merajuk
"kau ini mudah sekali marah, ya semua ini untuk kau aku membela kau, tapi bukan berarti aku cinta kau mengerti" ucap Revan berbohong
"mengerti Tuan Revan Pratama, saya sadar diri tidak mungkin seorang Tuan Revan mencintai seorang gadis pelayan sepertiku bukan" Alya
"pintar kau, aku kira kamu akan besar kepala dan berharap aku mencintaimu" Revan
"saya sadar diri Tuan, saya janji saya tidak akan membuat kekacaun dan membuat kau malu Tuan, sampai perjanjian kita berakhir" Alya
"baiklah, ku pegang janjimu" Revan
"apa kamu memang tidak mencintaiku Alya, aku sudah jatuh hati padamu, kau baik jujur dan cantik. Aishh, Revan ingat ini sementara jangan terlalu berharap banyak. Dia gadis baik dia pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik.
Mereka melepas pelukan, dan menyalami semua tamu undangan. Satu persatu tamu undangan meninggalkan tempat itu. setelah semua selesai Revan mengantar Alya pulang ke kos dimana tempat Alya tinggal.
Dalam perjalanan Revan mengucapkan terima kasih pada Alya, karna sudah mau menjadi tunangannya dan membuat Bella benar~benar marah. Namun siapa sangka Revan mulai mencintai Alya, namun Revan menyembunyikan perasaan itu.
"Alya, mulai sekarang jangan panggil aku Tuan. Panggil aku nama saja, jika di dengar orang lain aku jadi tidak enak" Revan
"kenapa tidak enak Tuan, semua orang juga tahu saya hanya karyawan Tuan kan. Jadi tidak ada salahnya kan jika saya panggil Tuan" jawab Alya
"memang semua orang tahu, tapi ya seenggaknya jangan panggil Tuan lah. Biar semua orang yakin bahwa kamu benar~benar tunanganku Alya" rayu Revan
"baiklah,Tuan Revan" Alya kesal
"Revan bukan Tuan, mengerti kamu" Revan
"me..mengerti Tu.. emm Revan" Alya grogi
__ADS_1
"bagus, besok berangkat kerja akan aku jemput" Revan
"baiklah terserah kamu" jawab Alya, lagi pula percuma aku protes kan, imbuh Alya dalam hati
Hari~hari mereka selalu dihabiskan untuk bersama, berangkat dan pulang kerja selalu di jemput Revan. Membuat Alya mulai tumbuh rasa cinta pada Revan, begitupun Revan semakin mencintai Alya namun malu untuk mengungkapkannya.
Hani melihat mereka semakin dekat, berharap mereka benar~benar berjodoh. Meski dirinya belum mempunyai teman dekat namun melihat Alya bahagia dia ikut bahagia. Tanpa dia sadar ada seseorang yang sering memperhatikannya(Hani) dari jauh.
"Alya aku sangat bahagia mendengar kamu benar~benar akan menikah dengan Tuan Revan" Hani sambil memeluk Alya
"terima kasih Hani, kau teman terbaikku" Alya
"aku berharap ini bukan hanya pura~pura cinta di depan orang, tapi aku berharap ini akan menjadi cinta nyata buat kalian" Hani penuh harap
"Haniiii,, doakan saja ya. semoga kami berdua bisa saling mencintai " Alya
"itu pasti Alya" Hani
Revan setelah mengantar Alya pulang, dia segera pulang ke Apartemennya. Tanpa dia ketahui mama dan papanya sudah masuk di apartemennya menggunakan kartu akses yang pernah Revan berikan.
Revan terkejut melihat kehadiran mama dan papa nya tanpa memberi tahu Revan terlebih dahulu.
"Revan kamu benar~benar tega sama papa dan mama mu ini, kenapa bertunangan mendadak dan tidak memberi tahu kami" mama Revan
"tapi seengaknya kamu kenal kan dulu calon istrimu itu sama papa mama, apa jangan~jangan gadis itu kamu hamilin" mama Revan
"eits, mama kenapa berucap seperti itu. Apa seburuk itu anakmu ini ma" Revan
"terus kenapa kamu bertunangan mendadak dan akan segera menikah coba" mama revan
"aku mempercepat karna aku takut keduluan orang lain ma, aku takut dia di lamar duluan sama orang lain ma pa" Revan
"benar begitu, kalau begitu besok mama sama papa ingin bertemu gadis itu. Apakah gadis itu gadis baik~baik" mama Revan
"mama kenapa bertanya seperti itu, Alya gadis baik ma dia tidak seperti gadis~gadis lainnya ma dia berbeda" Revan
"benarkah, besok mama ingin membuktikannya" Mama Revan
__ADS_1
"baiklah, besok akan ku ajak dia kesini bertemu papa mama" Revan
"dia bekerja dimana, terus keluarga dan latar belakangnya seperti apa" mama Revan penuh selidik
"dia bekerja di resto kita ma, dia anak yatim piatu, dia gadis sederhana pekerja keras jujur dan baik ma" Revan
"dia bekerja di tempatmu? sebagai apa dia? mama kira dia bekerja di perusahaan besar" Mama Revan
"dia pelayan ma, tapi mama jangan menilai dia jelek, bukankah mama yang mengajari Revan jangan membeda~bedakan sesama makhluk dan tidak membedakan status" Revan
"memang kita tidak boleh membeda~bedakan, tapi kamu harus bisa memilih mana yang baik dan yang buruk" mama Revan
"mama, Revan bukankah sudah bilang dia itu gadis baik ma." Revan
"buktinya dulu kamu pernah ditinggal gadis tidak tahu diri itu saat kamu terjatuh dalam merintis usahamu kan, dia menghabiskan uang~uangmu untuk mempercantik dirinya kan. Mama tidak ingin itu terulang lagi Revan" mama Revan
"mama, Revan tahu itu ma. Dan Revan tidak akan mengulanginya lagi ma, Revan juga ingin bahagia ma" Revan
"syukurlah, besok mama ingin bertemu dengannya, mama ingin mengenalnya lebih jauh. Sebelum dia resmi menjadi menantu mama nanti" mama Revan
"makasih ma, aku yakin mama dan papa akan menyukainya, dia gadis baik~baik ma pa" Revan
"ya sudah mama dan papa ingin istirahat, kami capek" mama Revan
"baik ma pa, selamat malam" Revan sambil mengecup kening papa dan mamanya
"selamat malam" mama papa Revan melangkah menuju tempat tidur
Mama dan papa Revan tinggal di kota S, Revan memulai usahanya sendiri di kota B hingga sekarang berkembang pesat.
Revan sangat menyayangi mama dan papa nya. Dia tidak ingin mama dan papa nya sedih, dia ingin membahagiakan mama dan papa nya di hari senja mereka
TERIMA KASIH KAKAK CANTIK DAN GANTENG YANG SUDAH BERKENAN MEMBACA KARYA AKU
SEMOGA KALIAN SUKA😍
__ADS_1
MAAF UP NYA LAMA HEHEHE
jangan lupa Like dan komennya ya kk🙏🤗