
Pesta pun dimulai, pesta yang digelar dengan sangat~sangat mewah. Alya dan Revan terlihat bahagia begitupun mama dan papa Revan tak kalah bahagianya.
Alya terlihat sangat cantik mengenakan gaun putih sepadan dengan jas yang dikenakan oleh Revan, Revan terlihat gagah dan tampan.
"selamat ya Alya, aku ikut bahagia akhirnya kau menemukan kebahagiaanmu" ucap Hani sambil memeluk Alya
"Hani, terimakasih sahabatku tercinta, kau sahabat terbaikku Hani" Alya
"sama~sama, jangan kau lupakan aku ya" ucap Hani sambil tertawa kecil
"itu tidak akan mungkin Hani, kau sahabat yang paling baik dan kau sudah banyak membantuku mana mungkin aku melupakan sahabat sepertimu" Alya memeluk Hani
"baiklah, semoga kau benar tak akan melupakan aku setelah menjadi nyonya Revan" Hani
"Hani sampai kapan pun aku akan tetap jadi Alya yang dulu dan tak akan berubah" Alya
"aku sayang kamu Alya" Hani
"aku juga menyayangimu Hani" Alya
"kalian mengabaikan keberadaanku ya" ucap Revan yang merasa di abaikan
"maaf Tuan, saya sampai lupa bersalaman dengan anda. Selamat ya Tuan, tolong jaga Alya dan jangan sakiti Alya Tuan, aku menyayanginya" Hani
"terima kasih, ucapanmu seperti kau melepas kekasihmu yang dinikahi orang lain saja" Revan
"Tuan bisa saja, saya dan Alya bersahabat dan kami saling menyayangi ya seperti yang Tuan ketahui selama ini. Jadi saya tidak ingin Alya bersedih Tuan" Hani
"itu tidak akan terjadi, aku tidak akan menyakitinya dan tidak akan membuatnya sedih. Kau jangan khawatir aku akan selalu menjaga istriku" Revan sambil merangkul Alya dan mencium kening Alya
"terima kasih Tuan, saya sedikit lega Alya sudah menemukan orang yang tepat yaitu Tuan Revan" Hani
"kau tenang saja" ucap Revan
"kau kesini sendirian Han, om sama tante tidak ikut kah? tanya Alya sambil tengok sana sini
"ayah sama ibu tidak bisa datang, dia hanya titip salam buat kamu dan Tuan Revan" jawab Hani
"kenapa tante dan om tidak datang, apa dia marah sama aku Hani" Alya menundukan kepala
"tidak Al, ayah dan ibu ikut bahagia mendengar kamu menikah, mereka tidak bisa hadir karena mereka sedang pulang ke desa menjenguk nenek yang sedang sakit" Hani
__ADS_1
"nenek kamu sakit, maaf Hani aku sudah berfikiran buruk. Semoga nenek kamu cepat sembuh ya" Alya memeluk Hani kembali
"terima kasih Al," Hani
"salam balik buat om dan tante juga ya" Alya
"pasti aku sampaikan" Hani
Mereka terlihat saling menyayangi, membuat Revan bangga akan persahabatan mereka. Dan Revan tak akan memisahkan dan tidak akan merusak persahabatan mereka.
Alya dan Revan menyambut tamu~tamunya dengan ramah, mereka terlihat romantis dan membuat para tamu undangan kagum akan keromantisannya.
Hani sebenarnya datang bersama Jordy, namun mereka berpisah di depan dan Jordy menyuruh Hani masuk terlebih dahulu. Jordy sedang ada urusan di luar bersama Roy, karena ada sedikit masalah.
" Revan jangan sampai tahu, gadis ini siang tadi juga sempat membuat masalah di sini Jord" ucap Roy
"benarkah, sepertinya aku mengenal gadis ini" Jordy penuh selidik
Gadis itu memakai kerudung dan kaca mata bening, dipipinya ada bekas luka dan sulit orang mengenali siapa dia.
Namun bukan Jordy namanya jika tidak bisa memecahkan masalah sekecil itu. Ya Jordy menyelidiki siapa gadis itu, dilihat dari sorotan mata gadis itu Jordy semakin yakin jika dia mengenalinya.
"kau siapa, jawab dengan jujur atau akan ku laporkan kau ke polisi" gertak Jordy
"sepertinya aku mengenali suara anda nona" Jordy
"aku tidak mengenalimu, itu hanya perasaanmu saja" ucap gadis itu
"tidak mungkin seorang Jordy lupa dengan mata bahkan suara anda nona, mungkin kau bisa merubah penampilan anda agar tidak dikenali orang namun tidak dengan Jordy" Jordy sambil mengedip~kedipkan matanya
"siapa dia Jord, sepertinya kau begitu mengenalinya" Roy
"biarkan dia mengakui sendiri siapa dirinya, kalau tidak akan ku paksa dia untuk mengakuinya" Jodry
"nona siapa anda dan ada masalah apa anda dengan Revan sehingga meminta pertanggung jawabannya" Roy
"jawab" teriak Jordy hinggga membuat gadis itu gemetar
"aku hanya gadis biasa, aku hanya ingin Tuan Revan menikahiku seperti janjinya dulu" ucap gadis itu
"janji menikahi, itu sebelum anda meninggalkan Tuan Revan untuk menikahi pria kaya itu bukan nona" teriak Jordy membuat gadis itu semakin bergetar ditambah dia sudah di kelilingi anak buah Roy
__ADS_1
"Jordy benar~benar membuatku kesal, kenapa dia bisa tahu siapa aku sebenarnya" ucap gadis itu dalam hati
"kenapa anda diam nona, benarkah apa yang dikatakan Jordy" Roy
"tidak~tidak dia berbohong, aku saja tidak kenal siapa dia" jawab gadis itu
"jika anda kenal dengan Revan maka anda juga mengenal siapa Jordy nona" Roy
"Tuan Revan tidak pernah mengenalkan aku dengan dia, sudah sebaiknya persilahkan saya masuk saya ingin menemui Tuan Revan, Tuan Tuan Revan keluar kau" teriak gadis itu
"diam kau, semakin menjadi~jadi anda nona. Membuatku semakin geram, apa anda tidak akan malu jika anda masuk membuat keributan dan kami akan membongkar siapa anda" teriak Jordy dan menarik tangan gadis itu keluar gerbang
"lepaskan, sakit" teriak gadis itu dan memukul~mukul tangan Jordy
"takkan ku lepaskan, dan takkan ku biarkan kau mengacaukan pernikahan Tuanku" Jordy
Jordy pun mendorong tubuh gadis itu keluar gerbang, namun gadis itu berlari masuk kembali dan mendorong tubuh Jordy hingga terjatuh.
"tangkap perempuan itu, kau membuatku murka nona Bella" teriak Jordy
"benar dugaanku Jordy mengenaliku, sial" gumam Bella yang terbongkar penyamarannya.
"kau tidak bisa membodohi seorang Jordy nona Bella, apa anda tidak malu jika aku membongkar penyamaran anda dan menjelaskan sebenarnya pada semua tamu di dalam nona" Jordy
"dasar kau, kenapa kau menghancurkan rencanaku" Bella
"nona nona, saya tidak akan membiarkan siapa pun membuat kacau acara Tuanku" jawab Jordy
"lepaskan aku" teriak Bella
"sebaiknya kau pergi nona, bukankah Tuan Juna ada di dalam, atau mungkin kau ingin menemuinya kalau begitu mari aku antar nona" ejek Jordy
"eeeh tidak tidak kau ingin membuat suamiku marah denganku" Bella
"bukankah itu tujuan nona mengacaukan pernikahan ini dan membuat Tuan Juna malu dan pergi meninggalkan anda" Jordy
"awas jika kau memberi tahu suamiku akan ku beri perhitungan kau" ancam Bella
"hati saya tidak seburuk hati anda nona, sebaiknya nona cepat pergi meninggalkan tempat ini sebelum ku panggilkan semua orang" Jordy
Bella pun berlari keluar gerbang dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Di dalam Hani mencari~cari Jordy namun tidak juga dia jumpai, dia pun duduk sambil minum dan menunggu Jordy sampai dia datang.
Terima kasih sudah membaca karya aku kakak. Boleh kritik dan sarannya kakak🙏🙏