
"apa kau tak penasaran dengan jawabanku mas?" tanya Alya pada Revan.
"aku tau jawabanmu, jadi jangan kau ucapkan sekarang ya aku belum siap mendengarnya" ucap Revan dengan senyuman getir.
"kenapa kamu belum siap, kemarin kamu memaksaku untuk mengatakan. Dan sekarang aku udah ada jawabannya malah kamu gak mau dengar jawabanku" ujar Alya dengan memanyunkan bibirnya.
"kau tau, kau itu makin cantik kalau kau sedang marah seperti ini sayang" Revan semakin erat memeluk Alya dan mencium Alya.
"aku tak ingin mendengar jika kamu tidak mencintaiku Alya" gumam Revan dalam hati.
"menurutmu kalau gak marah aku itu jelek gitu" Alya melepas pelukan Revan, dan hendak beranjak dari tidurnya namun tangannya di tarik lagi oleh Revan.
"kau itu semakin membuatku gemas denganmu" ucap Revan sambil mencubit gemas pipi Alya.
"sakit mas..." teriak Alya sambil mengusap pipinya.
"maaf maaf emang sengaja." ucap Revan dengan tertawa lepas.
"kamu tu emang nyebelin mas" Alya pun memukul mukul dada bidang Revan, membuat Revan tertawa dan memeluknya kembali.
"aku sangat mencintaimu sayang" ucap Revan lembut.
"mas... a..ku...aku juga mencintaimu mas." ucap Alya tersipu malu dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Revan.
"a..apa aku tidak salah dengar?" ujar Revan terbata bata dengan wajah tak percayanya.
"tidak mas, aku sungguh mencintaimu" Alya memberanikan diri menatap wajah suaminya itu.
"terima kasih sayang, aku mengira jawabanmu akan membuatku frustasi ternyata membuatku happy dan aku hari ini sangat bahagia." ucap Revan kembali memeluk Alya dan mencium bibir mungil Alya dengan penuh kelembutan. Ciuman itu pun semakin dalam namun sebuah ketokan pintu membuat Revan mengurungkan niatnya.
tok..tok..tok..
"Revan apa kalian belum siap." suara bu Mala di balik pintu.
"shitt...mama menggangguku saja" ucap Revan kesal dan melepas ciumannya dari Alya, membuat Alya tertawa kecil.
__ADS_1
"iya ma, sebentar lagi" teriak Revan di dalam kamarnya.
"jangan lama lama, kami sudah siap. Ini sudah siang Rev" teriak bu Mala kembali di balik pintu kamar hotel itu.
Revan pun keluar membuka pintunya, sedangkan Alya langsung berlari menuju kamar mandi dengan nafas yang masih terengah engah dan jantung yang berdebar kencang.
"iya ma, Alya Juga lagi mandi ma." ucap Revan.
"ya sudah, kami menunggu di resto ya. Mama sudah lapar pingin makan siang." ujar bu Mala yang merasa datang di waktu yang gak tepat, saat terlihat pintu kamar mandi terbuka sedikit dan ternyata Alya sedang melihat di balik pintu.
"Alya Alya, aku sudah mengganggu mereka." gumam bu Mala dalam hati dengan senyumannya.
"oke ma, Revan siap siap dulu." ucap Revan dan menutup pintunya kembali. Dan Alya pun segera menutup pintu kamar mandinya dengan cepat dan mengunci pintunya.
"slamet..slamet, terima kasih ma." ucap Alya dengan mengusap usap dadanya yang tadi berdebar dengan kencangnya.
"sayang apa kau belum selesai, mama dan yang lain udah nungguin kita di resto." ucap Revan yang mengagetkan Alya.
"i..iya mas, sebentar lagi." jawab Alya gugup.
"mas Revan, aku minta tolong dong" teriak Alya di balik pintu kamar mandi.
"ada apa sayang, kau tidak apa apa kan." teriak Revan khawatir.
"tidak mas, hanya saja a..ku lupa bawa pakaian ganti tadi mas." ucap Alya ragu.
"oh...kirain kenapa, ya sudah keluar kenapa masih di dalam" ucap Revan yang tahu jika Alya takut dia akan berbuat yang aneh aneh.
"tapi mas..." Alya tidak meneruskan ucapannya.
"keluarlah sayang, aku tidak akan melakukannya sebelum kamu siap." ujar Revan dengan lembut. Keluarlah aku juga mau mandi mama sudah menunggu kita." ucap Revan kembali.
Alya pun keluar dengan perasaan malu karna dia hanya memakai handuk saja.
Revan hanya tersenyum dan langsung masuk kamar mandi, dengan jantung yang berdebar dengan kencangnya.
__ADS_1
Di Resto Hotel
Bu Mala dan pak Nirwan dan juga adik adik Alya pun sudah memesan makanan dan menunggu Alya dan Revan.
"makanan datang." ucap Adit dengan suara khas anak seumurannya.
"makanlah yang banyak nak, sambil nungguin kakak kakak kalian." ucap bu Mala sambil mengusap usap kepala Adit dengan lembut.
"kenapa Revan lama sekali ma." ucap pak Nirwan yang kesal karna Revan tak kunjung datang.
Alya dan Revan yang berjalan menuju resto, dengan bergandengan tangan dan clingak clinguk mencari meja dimana mama papa dan adik adiknya makan.
"itu kak Alya ma" ucap Sinta dengan menunjuk kan jari ke arah Alya dan Revan.
"maaf ma udah buat mama dan papa menunggu lama" ucap Alya yang menundukan kepalanya.
"tidak apa apa, mama memaklumi pengantin baru." bu Mala dengan penuh senyuman di wajahnya
"mama..." Alya pun gugup dan salah tingkah.
"sudah sudah, ayo makan mama sudah pesankan kalian makanan." ucap pak Nirwan yang memecahkan rasa gugup Alya.
"oh ya pa ma, besok Revan harus pergi ke kota L. Revan harus meresmikan pembukaan cabang hotel yang di sana." ucap Revan sambil menyuapkan sesendok nasi dalam mulutnya.
"bagus, papa bangga dengan kerja kerasmu nak. Membangun usahamu dari nol hingga bisa berkembang dan sukses seperti ini." ucap pak Nirwan sambil menepuk pundak Revan.
"terima kasih pa, ini semua tak lepas dari doa dan dukungan papa dan mama." ucap Revan dan suasana di meja makan pun menjadi haru.
"kami akan selalu berdoa yang terbaik buat anak anak papa dan mama. Dan mama juga slalu berdoa agar mama segera menimang cucu." ujar bu Mala membuat Alya tersedak.
"uhuk..uhuk.." Alya yang tersedak.
"pelan pelan sayang makannya." ujar Revan dan memberikan segelas minuman pada Alya.
"maaf ma pa." Alya yang tak enak dengan tingkahnya.
__ADS_1