Air Mata Alya

Air Mata Alya
episode 19


__ADS_3

Mereka pun sampai ditujuan, di pantai yang terpopuler di daerah itu. Banyak pengunjung yang datang di pantai itu, ada yang dari daerah setempat ada juga yang dari luar kota untuk berlibur bersama keluarga.


Sebelum mereka kepantai, mereka mencari tempat penginapan di salah satu hotel di dekat kawasan pantai itu. Revan memesan 3 kamar di hotel itu, hotel itu adalah salah satu hotel paling mewah di tempat itu.


"kita berganti pakaian dulu baru kita pergi ke pantai" ujar Revan


"oke kak, Adit ganti duluan" Adit penuh semangat


"Adit kau semangat sekali" ucap Alya


"Adit udah lama banget ingin ke tempat ini kak, jadi pas kak Revan ngajak ke sini Adit senang dong kak" ucap Adit


"kau anak yang jujur seperti kakak mu Dit, kakak bangga sama kamu. Kau juga anak yang aktif bahkan dalam berbicara" ucap Revan yang memang Adit anak paling cerewet dari pada Sinta yang banyak diam


Adit hanya tersenyum, dan masuk ke kamarnya dan Sinta.


"sayang aku suka dengan kelucuan Adit dia anak yang pintar banyak berbicara periang dia sepertimu" Revan


"Adit memang dari kecil seperti itu, sedangkan Sinta dia tidak banyak bicara" Alya


"sayang nanti aku ingin anak laki~laki seperti Adit, dan mempunyai sifat yang sepertimu" Revan


"a..anak, kau bicara apa mas. Kau tak lupa perjanjian kita ini kan mas" Alya


"tidak, aku tidak lupa sayang. Tapi jika semua diluar kendali aku dan aku mencintaimu itu tidaklah salah kan sayang" ucap Revan jujur


"ta...tapi mas, sudahlah kita cepat keluar mereka mungkin sudah menunggu kita mas" ucap Alya mengalihkan, dia belum siap jika akan ditanya soal perasaannya pada Revan oleh Revan sendiri.


"ya sudah kita keluar" Revan dengan nada rendah yang menunjukkan kecewa


Sesampainya di pantai itu, mereka bermain~main. Adit lah yang paling menikmati permainan itu.


Namun Revan sedikit berbeda, dia sedikit murung dan tidak banyak bicara seperti biasannya, ia hanya tiduran di atas tikar yang dia sewa ditempat itu. Dia berbaring memakai kaca mata hitam.


REVAN


"Alya, sungguh sakit hati ini jika kau selalu menghindari pertanyaan tentang perasaan ini.


Aku tidak akan menyerah, aku akan membuat mu mau mendengar apa yang ingin ku ucapkan tentang perasaanku padamu.


Lihat nanti Alya, kita mulai dari sekarang. Maafkan aku Alya, aku hanya ingin kau mendengarkan aku sayang.


"ucap Revan sembari memandangi langit biru dengan kaca mata hitamnya itu"


"Revan kenapa sayang, dia tidak ikut kita bermain disini, kenapa dia hanya berbaring tiduran di sana" bu Mala


"entah ma, tadi baik~baik saja kok. Coba Alya cari tahu dulu ya ma" ucap Alya

__ADS_1


Alya pun menghampiri Revan dan mengajaknya bermain bersama.


"mas ayo main sama~sama, kenapa kau malah disini. Bukannya tadi kau yang paling semangat mengajak kami berlibur" Alya


"mainlah sana, aku ingin sendiri disini! Revan


"ayolah mas, kita nikmati liburan ini bersama" rengek Alya


"tidak ya tidak Alya, jangan memaksaku. Aku ingin sendiri menenangkan hati dan pikiranku" tolak Revan halus, berharap Alya memahami perasaannya


"ya sudah, mungkin kamu sedang letih karna pekerjaan di kantormu terlalu banyak" Alya


Lalu ia meninggalkan Revan dan bermain bersama mereka kembali.


"aku kira kau akan memahaminya sayang, ternyata kau berfikir aku letih akan pekerjaanku, huft sial" Revan mengacak~acak rambutnya itu


"mas Revan capek katanya ma, dia ingin istirahat disana saja" ucap Alya


"oh ya sudah kita main lagi," bu Mala


Mereka pun melanjutkan berenang dan bermain pasir hingga lupa hari sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Mereka pun kembali ke hotel untuk membersihkan diri dan beristirahat sambil menunggu makan malam.


Revan masih saja dingin dengan Alya, dia masih menunjukkan kekesalannya dan berharap Alya mengerti akan hal itu.


"tidak, sudahlah aku tidak apa~apa" Revan sambil menyingkirkan tangan Alya dari keningnya dengan pelan


"kamu kenapa sih mas, apa aku punya salah padamu" Alya


"aku tidak apa~apa, sudahlah jangan pedulikanku" Revan sembari melihat tv


"mas janganlah seperti itu, jika aku melakukan kesalahan aku minta maaf mas" Alya bersujud di depan Revan sambil mencium tangan Revan


"kau tidak salah sudahlah, bangun dan duduklah seperti tadi" ucap Revan datar


"tidak, sebelum kau mengatakan apa kesalahanku hingga kamu tidak seperti biasanya" Alya yang masih mencium tangan Revan dan meneteskan air matanya


"Alya kau membuat hatiku teriris jika kau mengeluarkan air matamu itu, aku tak tega melihatmu menangis aku tidak bisa membuatmu menangis seperti itu sayang" ucap Revan dalam hati


"bangunlah sayang, aku tidak bisa melihatmu menangis itu sama saja melukai hatiku" Revan menarik tangan Alya dan memeluk Alya dalam pangkuannya


"mas yang membuatku menangis, jika aku melakukan kesalahan tolong beri tahu aku dimana letak salahku jangan bersikap dingin seperti itu padaku" Alya membalas pelukan Revan dan menangis di dada bidang Revan


"maaf kan aku sayang, aku memang salah aku lelaki pengecut lelaki bodoh yang bisa ~bisanya membuatmu menangis seperti ini" Revan semakin erat memeluk tubuh mungil Alya itu


"jika tak ingin aku menangis maka katakanlah apa yang membuatmu berbeda hari ini mas" Alya melepas pelukannya dan memandang wajah Revan

__ADS_1


"kau serius ingin mendengar apa yang membuatku seperti ini" Revan membalas tatapan Alya dan mengusap~usap pipi mulus Alya


"katakanlah mas, aku ingin mendengarnya" Alya


"Alya sayang dengarkan ya, pertama aku bertemu denganmu kau memang menyebalkan dan selalu membuatku marah" Revan memegang kedua tangan Alya


"namun setelah kita bertunangan dan seringnya aku bertemu denganmu, dan melihat kebaikkan ketulusan dan kegigihanmu saat itu aku mulai mencintaimu dan meruntuhkan kebencianku padamu.


"aku ingin memilikimu selamanya, aku mencintai dan menyayangimu sayang" ucap Revan lalu memeluk kembali tubuh mungil Alya


"bagaimana ini, aku juga mencintai mas Revan. Tapi aku takut apa mas Revan mencintaiku dengan sungguh~sungguh atau hanya ingin meluapkan hawa nafsunya itu, secara dia lelaki normal" bathin Alya meragukan


"apa kau serius dengan kata~katamu itu mas" tanya Alya dengan ragu


"aku sungguh~sungguh mencintaimu sayang, apa pun akan ku lakukan. Apa kau tak merasakan perhatianku selama ini padamu" Revan


"aku mengira perhatianmu hanya sandiwara untuk pernikahan pura~pura ini mas" Alya memang mengira seperti itu sebelumnya


"aku bersungguh~sungguh sayang, apa kau tidak mencintaiku sayang? aku harap kau menjawab pertanyaanku ini sayang! seru Revan


"a...aku..., aku belum bisa menjawab sekarang mas" Alya masih ragu mengungkapkan perasaan yang sebenarnya pada Revan


"lalu kapan kau akan menjawabnya, aku ingin kau menjawab secepatnya" Revan


"nanti malam setelah makan malam aku akan menjawabnya mas" Alya


"baiklah, aku tunggu jawabanmu" Revan menggenggam erat tangan Alya dan menciuminya


"aku istirahat dulu ya mas sebelum makan malam" ucap Alya


"tidurlah di pangkuanku sayang, nanti saat tiba waktu makan malam aku bangunkanmu" bujuk Revan


"tapi mas" tolak Alya


"please tidurlah dipangkuanku aku mohon" Revan


"baiklah" Alya


Alya pun tertidur dipangkuan Revan dengan nyenyak, dan Revan tak henti~hentinya memandangi wajah cantik Alya dan mengusap~usap rambut lurus Alya


"aku harap kau membalas cintaku sayang" Revan berbisik ditelinga Alya namun karna Alya tertidur jadi dia tidak terlalu mendengarkan bisikan itu


Terima kasih sudah membaca karya aku


Like dan komennya kak


Jika ada yang salah mohon sarannya kak๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2