
Alya dan Revan pun pulang ke apartemennya. Mama dan papa Revan pulang ke apartemen Jenny, mereka tak ingin mengganggu malam pertama anaknya.
Sebelumnya mama Revan minta izin Revan dan Alya untuk tidak pulang ke apartemennya, mama Revan beralasan ingin bergantian menginap di tempat Jenny sebelum pulang ke kota S.
"jadi mama sama papa ingin menginap di tempat Jenny" Revan
"iya Rev, sebelum mama dan papa pulang ke S mama juga ingin tinggal bersama Jenny melepas kangen" mama Revan
"baiklah, Jenny juga anak mama dan papa" Revan
"hey kak, aku juga ingin dimanja sama mama dan papa biarkan dia tinggal bersamaku untuk beberapa hari" Jenny
"dasar anak manja, baiklah jaga mama dan papa dengan baik" Revan
"tanpa kakak minta aku juga pasti jagain mama dan papa" Jenny
"anak pintar" Revan meledek Jenny
"kakak.... Kau selalu membuatku kesal, ayo pa ma kita cepat~cepat pergi dari sini" Jenny semakin kesal dengan candaan Revan
"sudah~sudah jangan bertengkar terus kalian itu sudah dewasa jangan seperti anak~anak. Alya mama sama papa pulang dulu ketempat Jenny ya nak" mama Revan mencium pipi Alya
Alya hanya menganggukan kepalanya
"jagain Alya dengan baik Rev" papa Revan
"itu pasti pa" jawab Revan
"mama papa pergi dulu sayang, dada....." mama Revan
"da... ma..." Alya
Alya mulai ketakutan, dia takut Revan berbuat macam~macam. Memang bukan masalah mereka sudah suami istri tapi mereka hanya menikah di atas kertas perjanjian. Bukan tidak mungkin jika Alya takut.
"kau kenapa diam saja sayang" Revan
"tidak, tidak apa~apa mas" jawab Alya gugup
"kau tenang saja, aku tidak akan berbuat macam~macam padamu" Revan
"hemm" Alya
"kau tidurlah dikamar dan aku akan tidur di sofa depan" Revan
"tapi mas, jika mama dan papa tahu bagaimana" Alya
"selama mama dan papa tinggal di tempat Jenny aku tidur disofa, setelah mama dan papa kembali kesini aku tidur dikamar bersama mu" Revan
"ta...tapi mas, jangan berbuat yang tidak~tidak" Alya
__ADS_1
"aku akan membuatmu jatuh dipelukanku, dan kau tidak akan bisa lari dari pelukanku jika kau berontak dan papa mama tahu pasti mereka akan kecewa dan marah Alya" goda Revan
"mas jangan bercanda kau, kau sudah berjanji padaku tidak akan berbuat yang tidak~tidak mas" Alya gemetar
"lihat saja nanti Alya sayang" Revan semakin menggoda Alya dan membuat Alya berlari ketakutan menuju kamar lalu mengunci pintu.
"tidakkkkkk" teriak Alya
"hahaha Alya Alya baru bercanda saja kau sudah ketakutan, andai kau tahu aku sangat mencintaimu Alya apa kau juga akan mencintaiku" Revan berbicara sendiri
Pagi harinya setelah mandi Alya menuju dapur untuk memasak sarapan, namun kakinya terhenti setelah melihat Revan yang masih tertidur pulas di sofa itu.
"mas Revan, kau terlihat lelap sekali tidurnya kau pasti lelah sekali mas" gumam Alya
Alya pun masuk kedapur dan memasak, namun belum ada bahan masakan lengkap jadi Alya hanya memasak nasi goreng untuk sarapan.
Revan terbangun dengan bau sedap masakan Alya, dia pun menuju dapur.
"sedap sekali baunya, Alya memasak apa ini" Revan
"kau sudah bangun mas" Alya
"sudah, kau masak apa sepertinya lezat" Revan
"aku masak nasi goreng, sebaiknya mas mandi dulu nanti baru sarapan kita" Alya
"baiklah sayang" Revan mulai menggoda Alya kembali
"aku mandi dulu sayang muachhh" Revan
Revan pun menuju kamar mandi sesuai perintah Alya.
"mandi terus sarapan pagi bareng istri tercinta eh istri kontrak" gumam Revan.
"hey sayang aku sudah rapi, kita sarapan sekarang ya" Revan memanggil Alya yang sedang membereskan selimut Revan di sofa
"sebentar mas, aku letakkan selimut ini dikamar dulu" Alya
"kenapa tidak kau letakkan disofa saja, apa aku nanti malam sudah boleh tidur bersama" Revan
"kau ini, aku cuma jaga~jaga jika nanti mama tiba~tiba datang bagaimana nanti mama bisa curiga" Alya
"baiklah" Revan
Mereka pun sarapan bersama, Revan melahap habis nasi goreng buatan Alya.
"apa kau selapar itu mas" Alya
"ini nasi goreng terlezat jadi sayang kalau tidak di habiskan" Revan
__ADS_1
"aku kira mas kelaparan, sini piringnya. aku cuci piring dulu mas" Alya
"apa kau benar~benar masih ingin bekerja diresto sayang, apa tidak sebaiknya kamu dirumah saja" Alya
"tidak mas, aku masih ingin bekerja untuk adik~adikku. Lagi pula aku jenuh jika harus berdiam diri di apartemen terus" Alya
"tapi Al, kau ini istri pengusaha bukankah seharusnya berdiam dirumah dan menjadi nyonya" Revan
"kau malu mas punya istri pelayan sepertiku?, aku juga tidak ingin di anggap hanya aji mumpung mas" Alya
"aku tidak malu Al, justru aku bangga dengan prinsipmu kau gadis tangguh" Revan
"terima kasih mas atas pengertianmu" Alya
"sama~sama sayang" Revan
Alya masih tetap bekerja ditempat Revan sebagi pelayan, dia ingin gajinya itu dia kumpulkan untuk nanti dia buka usaha sendiri dan untuk keperluan adik~adiknya.
Dia tidak ingin merepotkan Revan terus meski itu sudah menjadi kewajiban Revan sebagai suaminya.
Padahal Alya bisa dengan mudahnya meminta uang berapa pun yang Alya mau, namun Alya tak ingin melakukan itu.
Semua biaya sekolah adik~adiknya sudah di selesaikan Revan tidak mungkin jika Alya terus merepotkan Revan.
"nyonya Revan, apa nyonya tidak malu bekerja di resto sendiri dan melayani pengunjung seperti ini" ucap salah satu pengunjung
"kenapa harus malu, ini pekerjaan yang halal dan menyenangkan buatku. Malu itu jika hanya menikmati uang suami dan menghabiskannya begitu saja" ucap Alya ketus
"wah nyonya Revan kau membuatku kagum dengan ucapanmu, padahal kau bisa saja meminta apa pun pada Tuan Revan tapi anda tidak nyonya, justru anda memilih bekerja untuk mendapatkan uang" ucap pengunjung itu
"terima kasih, selama kita nyaman dan mampu menjalani kenapa tidak bukan" Alya
" Jika nyonya masih ingin bekerja bukankah nyonya bisa meminta pangkat yang lebih tinggi ketimbang pelayan" ucap pengunjung lainnya
"bukankah jika kita ingin memulai usaha itu dari nol, pelayan bukanlah profesi buruk bukan. Aku punya mimpi jadi aku mulai mimpi aku dari bawah dulu bukan dan apa itu suatu hal yang salah" Alya
"kami salut pada anda nyonya, terima kasih atas inspirasinya nyonya, itu tidak salah dan tidak buruk nyonya"
"wah kami senang sekali makan disini dan dilayani langsung oleh pemiliknya" ucap pengunjung
"jarang sekali kita makan di resto ternama dan pelayannya pemiliknya sendiri, itu suatu kehormatan bagi tamu~tamu nyonya" saut pengunjung lain
"terima kasih, semoga kalian senang menikmati semua menu disini Tuan dan Nyonya" Alya
"itu pasti nyonya Revan" ucap pengunjung
Bagaimana Revan tak jatuh hati jika Alya selalu menunjukkan sifat baiknya sifat gigihnya dalam menghadapi kesusahannya.
Mama dan papa Revan pun semakin bangga dengan Alya, mereka tidak malu dan tidak keberatan dengan kemandirian Alya. "Selama itu tindakan positif kenapa harus dilarang ucap mama Revan
__ADS_1
Justru Alya membuat banyak orang terinspirasi dengan apa yang sudah Alya lakukan.