
Pagi harinya Alya berangkat kerja, detengah perjalannya dia menghampiri Hani dirumahnya Hani. Alya hendak berangkat bersama dengan Hani temannya itu.
Alya dan Hani berangkat bersama menuju Nirmala Resto, mereka tidak lepas bergandengan tangan layaknya saudara sendiri.
"Alya kemarin Tuan Revan memberikanmu syarat apa padamu Al" Hani
"kemarin Tuan Revan memintaku untuk menemaninya pergi ke pesta pernikahan Bella dan Juna. " Alya
"syukurlah aku kira kamu di minta yang aneh~aneh aku lega sekarang" Hani sambil mengusap~usap dadanya
"tidak, tapi aku masih heran dengan Bella dan Juna itu siapa sepertinya Tuan memiliki kebencian dengannya" Alya bertanya dan bingung
"nona Bella itu mantan kekasih Tuan Revan, dulu mereka bahkan sempat merencanakan pertunangan namun gagal karna nona Bella memilih bertunangan dengan Tuan Juna pengacara yang kondang dan kaya raya" Hani.
"ohhh... seperti itu, pantas saja kemarin mereka berdua saling sini, sampai~sampai Tuan Revan berbohong akan menikahiku" Alya
"apa..., Tuan Revan berbicara seperti itu" Hani terkejut namun senang, itu lebih baik dari pada Tuan Revan menjomlo dan hidupnya hanya mengharap nona Bella kembali dan dia menjadi orang yang dingin dan kejam" imbuh Hani
"apa?? kamu setuju jika Tuan Revan menikahiku" Alya terkejut
"kenapa tidak, aku akan mendukungmu Al jika itu terbaik buatmu dan aku akan menentang jika itu buruk untukmu" Hani sambil memeluk Alya
"entahlah Han", Alya bingung, apa mungkin seorang Alya bisa membuat Tuan Revan jatuh cinta Han" imbuh Alya
"kenapa tidak jika Tuhan mengijinkan pasti akan terjadi buka" Hani tersenyum
Mereka pun mengahiri perbincangannya dan bekerja seperti biasa dan sesuai perannya masing~masing.
Resto siang ini begitu ramai sampai~sampai semua karyawan agak kewalahan. Namun tak membuat mereka patah semangat, karna jika resto semakin ramai justru mereka tidak akan dapat komplain dari Revan.
Hari ini Revan sedang meiting dengan kliennya dan tidak berkunjung ke Nirmala resto dimana Alya bekerja. Revan memang orang pekkerja keras dan sangat konsisten dalam bekerja sampai~sampai lupa akan dirinya sendiri.
Di resto dimana Alya bekerja dia masih bingung dan memikirkan perkataan Revan di pesta semalam.
ALYA
benarkah Revan akan menikahiku seperti apa yang dia bicarakan semalam dengan semua orang dan dengan Bella dan Juna. Jika benar, aku harus bagaimana? sedangkan adik~ku masih kecil masih butuh banyak biaya, aku tidak ingin adik~adikku putus sekolah. Mereka harus punya masa depan yang lebih baik tidak separti kakaknya ini hanya menjadi seorang pelayan resto.
__ADS_1
Tapi jika aku menolak aku takut Revan akan memberhentikanku kerja dari sini, sedangkan aku sangat butuh pekerjaan ini untuk adik~adikku. aishhh... sudahlah semoga saja Revan tidak serius berbicara seperti itu. "ucap Alya dalam hati
Malam pun tiba waktunya resto tutup, seperti biasa Alya dan Hani pulang bersama dan selalu bergandengan tangan. Mereka berdua selalu berjanji akan selalu menjadi teman dan sahabat untuk selamanya. Dalam suka dan duka harus saling mendukung.
Namun dalam perjalan lagi~lagi Revan memotong jalan Alya dan Hani. Membuat mereka terkejut dan berteriak histeris, bagaimana tidak Revan melaju kencang tiba~tiba berhenti mendadak ke arah dua gadis itu berjalan.
"Ya Tuhan, bisakah Tuan tidak selalu membuat kami kaget" Alya kesal dan masih bergetar tubuhnya
"baiklah lain kali takkan ku ulangi" Revan tanpa bersalah
"huhhh... kebiasaan Tuan adalah membuat kami terkejut dan tidak pernah menyesali dan tidak pernah mengucapkan maaf" teriak Alya, mungkin maaf buat Tuan itu mahal sehingga sulit untuk keluar dari mulut tuan" tambah Alya.
"berani sekali kau berbicara seperti itu denganku gadis bodoh,, baiklah aku minta maaf dengan kalian" Revan dengan bibir sinisnya
"dan satu lagi Tuan namaku Alya bukan gadis bodoh" Alya dengan ketidak sukaannya di panggil gadis bodoh
"memang kenyataannya kau ini bodoh kan, berteriak~teriak di depan Bos nya" Revan
"berhentilah memanggilku seperti itu Tuan aku tidak suka, saya berteriak karna saya terkejut dengan perbuatan anda ini" Alya
"baiklah, buang~buang waktu berdebat denganmu, saya ingin bicara denganmu penting sekali" Revan berterus terang
"apa yang ingin tuan bicarakan lagi, bukankah semua sudah saya lakukan? syarat yang Tuan minta sudah saya penuhi apa lagi Tuan?? Alya
"Emmm... saya permisi pulang dulu Tuan" Hani mengerti situasinya
saya sudah lelah ingin segera beristirhat di rumah" lanjut Hani
"baiklah, segeralah beristirahat" perintah Revan, dalam hati Revan memang tadinya ingin menyuruh Hani pulang duluan namun tanpa diminta Hani cukup mengerti.
"syarat untukmu masih ada 2 lagi Alya" Revan akhirnya menyebutnya Alya
"banyak sekali syaratnya Tuan, apa anda tidak punya hati dan tidak punya rasa kasihan terhadapku" Alya memelas
"kalau tidak kenapa, bukankah kamu tahu aku ini orang yang kejam dan tak punya hati" Revan
"pasti tahu, itu bukankah karna kamu ditinggal kekasih pujaan hingga kau menjadi kejam. Dasar (BUCIN) mata hati dingin kejam gara~gara satu gadis, apa tidak ada gadis lain di dunia ini." gumam Alya
__ADS_1
"kamu bicara apa tadi, telingaku masih normal dan masih bisa mendengar dengan jelas" bentak Revan
"tidak apa~apa Tuan, apa syaratnya Tuan cepatlah katakan saya sudah lelah hari sudah malam" Alya mengalihkan
"saya ingin kamu pura~pura bertunanganku, dan pestanya akan ku gelar dengan mewah" Revan
"apa teriak Alya, kenapa syaratnya sangatlah berat Tuan apa tidak ada gadis lain yang mau bertunangan dengan anda Tuan?? Alya sedikit berteriak
"tidak boleh menolak, dan jangan mengejek aku seperti itu. Banyak gadis~gadis cantik yang mau menikah denganku, aku disini memberimu syarat kerjamu jika tidak mau ya sudah" ancam Revan
"saya pikirkan dulu Tuan, bukankah syarat untuk kerja itu bukan seperti ini Tuan, baru kali ini syarat kerja syaratnya tidak masuk akal" protes Alya
"hei, gadis bodoh kalau kau tak mau memenuhi syarat itu ya sudah, mulai besok jangan masuk kerja dan ingat bayaranmu tidak ku berikan karna kau banyak kesalahan kepadaku" ancam Revan, berharap Alya menjawab mau.
Revan seperti itu karna untuk membuktikan kepada Balla bahwa dia bisa tanpanya. Dia memilih Alya karna dia tahu Alya tidak seperti gadis yang lain yang hanya menginginkan hartanya. Dia tahu Alya gadis polos dan tidak genit seperti gadis lain.
"ijinkan saya berpikir dulu Tuan, besok akan ku beritahu keputusan saya Tuan, saya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan" Alya memohon
"baiklah, akan ku tunggu keputusanmu, dan ingat baik~baik ucapanku tadi" Revan dan pergi meninggalkan Alya sendirian di jalan. sedangkan hari sudah malam dan jalanan pun mulai sepi.
... "dasar lelaki menyebalkan teganya meninggalkan seorang gadis berjalan sendirian, dasar (BUCIN) kejam....
Alya pun berjalan sendirian menuju tempat dimana dia kos.
Sesampainya di kos dia memikirkan ucapan Revan yang tak masuk akal itu.
sebelum dia tidur Alya membuka ponselnya, ada pesan singkat dari Adiknya Sinta.
"kak tadi Sinta mendapat surat peringatan dari guru harus melunasi uang gedung dan spp. jika tidak dilunasi Sinta tidak bisa ikut Ujian kak dan harus dilunasi secepatnya.
ALYA
Ya Tuhan begitu berat cobaan ini, apa yang harus aku lakukan. Apa aku harus menerima syarat Tuan Revan, tapi aku takut. Disisi lain aku membutuhkan pekerjaan ini untuk biaya adik~adikku dan gaji di resto Tuan Revan terbilang lumayan, secara resto besar dan mempunyai cabang dimana~mana.
Alya pun beristirahat dan sambil memikirkan nasib adik~adiknya.
DUKUNG KARYA AKU YA KAK, KRITIK DAN SARANNYA YA KAK UNTUK KARYA PERTAMA AKU KAK
__ADS_1
TERIMA KASIH🤗