AKHIR SANG PENULIS TAKDIR

AKHIR SANG PENULIS TAKDIR
prolog


__ADS_3

Tanggal 02, bulan Deliver, tahun 555 Kekaisaran Altopheuz. Terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan konflik di kekaisaran. konflik tersebut berlarut-larut hingga akhirnya terjadi perpecahan yang menyebabkan peperangan antar kerajaan di kekaisaran Altopheuz.


Malam itu, kerajaan Dallveon diserang oleh kerajaan tetangga yaitu kerajaan Valdimora.


"Yang mulia kita diserang!! Prajurit kerajaan Valdimora sudah mengepung istana!! Teriak seorang prajurit


"Bagaimana ini? Kita pasti akan mati!!" Ucap seorang pelayan


"Tidaaakk!! Aku belum mau mati!!" Sahut pelayan lainnya


"DIAAAM!! JIKA MASIH BERISIK MAKA AKU SENDIRI YG AKAN MENEBAS LEHER KALIAN!!" Teriak sang raja


"Yang mulia, pasukan telah siap menunggu perintahmu!" Ucap sang panglima


"Pasukan pemanah pergi ke atas! Kesatria pedang maju di barisan terdepan, ulur waktu selama mungkin!! Lalu Raizel (seorang prajurit kepercayaan raja) bawa beberapa pelayan dan prajurit lainnya, kemudian bawa Ratu pergi ke tempat aman! Dan sisanya ikuti aku! Kita akan berperang hingga titik darah penghabisan! Bahkan meski kau mati, matilah sebagai seorang pejuang!! Ucap sang Raja


"Dan aku akan tetap disini bersama rakyatku" ucap sang ratu menyela


"Tidak! Kau tau sendiri kau tengah hamil!" Bantah sang raja

__ADS_1


"Aku adalah seorang ratu! Nyawa rakyatku adalah nyawaku juga" Ucap sang ratu


"Kau seorang ratu dan seorang calon ibu! Ingat itu! Bahkan meski kerajaan kita hancur, selagi keturunan darah Dallveon masih hidup, maka kerajaan kita tidak akan hilang sepenuhnya! Mungkin kita akan jatuh saat ini, tapi kelak, keturunan kitalah yang akan membangkitkan kembali kerajaan Dallveon!" Ucap sang raja, menjelaskan


"Yang mulia! Musuh telah berhasil membobol gerbang utama!!" Teriak seorang prajurit


"APA?!! TCIHH, RAIZEL!!BAWA RATU DAN PERGI DARI SINI! KUSERAHKAN MEREKA PADAMU!!" Perintah sang raja


"Baik yang mulia!! Hamba akan melindungi ratu dan keturunannya hingga titik darah penghabisan!!" Ucap sang prajurit


(Kletok kletok kletok...) suara kereta kuda ratu yang berlari menuju hutan. Setelah cukup jauh dari kerajaan, terlihat bahwa telah tiba waktu bagi sang ratu untuk bersalin. Karna tak ada pilihan lain, sang ratu pun melahirkan di dalam kereta di tengah hutan dibantu beberapa pelayan. Sementara Raizel dan beberapa prajurit lainnya berjaga di luar.


"Bayinya sudah lahir! Cepat ambilkan kain dan bawakan juga air!!" Teriak seorang pelayan


"Ini kain dan airnya" ucap seorang pelayan lainnya


Pelayan tersebut pun segera membersihkan kedua bayi tersebut lalu membungkus masingmasing mereka dengan kain.


"Yg mulia ratu, bayinya kembar. Yang pertama adalah perempuan, dan yang kedua adalah laki-laki. Mereka sangat sehat!"

__ADS_1


"Bayiku..,mereka bayiku, mereka bayiku.." ucap sang ratu sambil menangis bahagia


"Ya yang mulia, mereka adalah bayi anda" sahut sang pelayan


Terlihat sang ratu yang sekarat akibat kehilangan banyak darah usai melahirkan. Di sela-sela kematiannya, dengan terengah-engah ia berkata:


"Yang perempuan akan kuberi nama Lucy Dallveon, dan yang laki-laki akan kuberi nama Louise Dallveon. Kelak, salah satu dari mereka akan menjadi penguasa benua ini! Seluruh orang yang mendengar namanya akan takut dan gemetar! Hingga angin pun tunduk padanya! Dan yang seorang, saat dunia di ambang kehancuran, pohon berguguran, di mana tanah tempat berpijak pun retak, disitulah ia muncul sebagai penerang. Menjadi cahaya harapan yang muncul dari kegelapan. Mereka berdua akan menjadi penyelamat dengan cara mereka sendiri. Menulis takdir mereka sendiri, dan langit menjadi saksi kehidupan mereka! Mereka mungkin akan menderita, tapi penderitaan itu akan membuat mereka kuat, semakin kuat dan bangkit! Oleh sebab itu, 'HIDUPLAH ANAKKU" wasiat sang ratu


Usai pemberian nama, sang ratu pun meninggal dunia. Belum sempat berkabung, terlihat pasukan musuh dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari mereka berhasil menyusul.


"Semua lindungi ratu!! Kau (menunjuk seorang pelayan) bawa kedua bayi ratu bersamamu! Lindungi mereka dengan nyawamu sendiri! Bawa mereka ke tempat yang tidak bisa ditemukan oleh musuh, sisanya dan aku akan mengulur waktu selama mungkin! CEPAT!!" Ucap sang prajurit memberi arahan


Di saat prajurit dan pelayan lainnya melindungi ratu, pelayan yang ditunjuk pun berlari membawa kedua bayi yang baru saja lahir itu. Saat sampai di sebuah sungai, ia mengambil dua buah kalung yang bertuliskan nama masing-masing bayi. Lalu memakaikannya pada kedua bayi tersebut. Pelayan itupun menaruh kedua bayi itu pada keranjang yang berbeda, lalu menghanyutkan mereka ke sungai berharap ada orang baik yang menemukan dan merawat mereka. Setelah memastikan kedua bayi tersebut aman, pelayan tersebut pergi ke arah yg berlawanan untuk mengalihkan perhatian musuh. Namun pada akhirnya pelayan tersebut tewas di bunuh oleh prajurit kerajaan Valdimora.


Seluruh prajurit kerajaan Valdimora tersebut tahu bahwa sang ratu telah melahirkan, mereka pun mencari-cari keberadaan sang bayi. Namun hingga matahari terbit, mereka tidak menemukannya. Mereka pun pulang tanpa berhasil menemukan keturunan terakhir kerajaan Dallveon.


Kedua bayi tersebut terbawa oleh arus sungai. Beruntung bagi mereka karena pada saat itu air sungainya sedang tenang. Namun, mereka terpisah saat tiba di arus sungai yang bercabang. Yang sulung terbawa arus sungai menuju ke sebuah pemukiman kumuh yang hampir tidak pernah disentuh oleh tangan para bangsawan. Sementara yang bungsu terbawa arus sungai menuju ke sebuah desa yang berada di bukit. Kedua tempat ini dipisahkan oleh tebing yang sangat curam.


Dan disinilah awal dari perjalanan hidup mereka.

__ADS_1


__ADS_2