
Setelah enam tahun berlalu, dan setelah beberapa kali hampir mati, Lucy kini menjadi sosok senjata mematikan. Di samping itu, sang paman yang sedang pergi ke desa untuk mengambil sesuatu(?) mendengar bahwa prajurit kerajaan Valdimora telah beberapa kali membuat kerusuhan di desa itu. Mereka menduga bahwa masyarakat desa tersebut menyembunyikan keturunan terakhir kerajaan Dallveon. Dan mereka mengaku tidak akan pergi hingga menemukannya. Sang paman pun bergegas pulang ke rumahnya.
(Tsing..tsing...tsing..) suara ayunan pedang Lucy
"Lucy!" Teriak paman
"Loh paman? Bukannya paman bilang sedang membeli bahan makanan di desa? Kenapa cepat sekali?" Tanya Lucy
Si paman pun memberikannya sesuatu (?) yang diambilnya di desa tadi.
"Apa ini?" Tanya Lucy
"Bukalah" jawab sang paman
Lucy membuka sesuatu(?) yang terbungkus kain tersebut. Dan ia melihat ada dua pedang perak yang memiliki benang merah di sarung pedang masing-masing.
"Apa ini untukku?" Tanya Lucy
__ADS_1
"Aku tahu kau hebat dalam menggunakan dua pedang. Aku pernah melihat mu menggunakan dua pedang kayu untuk membelah batu. Jadi terimalah pedang itu dan gunakanlah dengan baik." Ucap paman
"Aku tidak tau apa yang terjadi tapi..., Terimakasih" ucap Lucy dengan terharu
"Sekarang persiapkan dirimu, kita akan berduel. Aku dengan pedangku dan kau dengan kedua pedangmu." Ucap paman dengan sungguh-sungguh
Lucy melihat bahwa sang paman bersungguh-sungguh dan tidak berani bertanya serta langsung mengambil kedua pedang barunya tersebut.
Mereka pun berduel dengan sengit. Beberapa kali Lucy hampir tertebas. Dia pun sadar bahwa di duel ini dia harus menang jika tidak mau mati. Namun mengalahkan si paman bukanlah hal yang mudah. Lucy mengingat kembali latihannya selama ini, dan dengan fokus matanya sama sekali tidak bergeming. Dia membaca situasi dan setelah menemukan celah Lucy pun berlari lalu melompat dan berguling di udara, pedang kirinya menghempaskan pedang si paman, sementara mata pedang kanannya tepat berada di leher sang paman yang menandakan duel berakhir dengan Lucy sebagai pemenang. Si paman yang sebenarnya tidak terlalu berharap Lucy menang pun hanya dapat tertegun kemudian tersenyum puas.
Lalu sang paman pun memberikan Lucy tes terakhir. Ia menyuruh Lucy untuk naik ke bukit dimana sang paman telah menaruh sesuatu di sana. Lucy di suruh mencari sebuah barang yang terbungkus kain berwarna ungu, ia harus membawanya pada si paman dengan syarat tidak boleh membuka ataupun mengintip apa yang ada di dalamnya. Ini adalah latihan terakhir dari Lucy, yaitu latihan "tanggung jawab". Tanpa berlama-lama Lucy pun langsung bergegas menuju bukit dan mencari barang yang dimaksud.
"Bright(nama si paman) keluarlah! Kami tau kau di dalam"
Si paman keluar dengan tatapan dingin dan sebuah pedang di tangannya.
"Mau apa kalian kesini?! Apa kalian tidak puas telah membunuh keluargaku dan sekarang ingin membunuhku? Huh, dasar sampah" ucap si paman dengan tatapan jijik
__ADS_1
"Tch, dasar tua Bangka! Hah..., apa kau melihat seorang gadis atau apa kau tau di mana keturunan kerajaan Dallveon berada?" Tanya sang pemimpin prajurit dengan tatapan curiga
"Persetan dengan kalian !" Ucap si paman yang kemudian berlari dengan pedang di tangannya, ia berniat membunuh mereka semua sebagai bentuk balas dendam atas apa yang mereka lakukan pada keluarganya.
Namun, akibat berduel melawan Lucy, dan jumlah prajurit kerajaan Valdimora yang banyak, membuatnya kelelahan ditendang oleh salah satu prajurit lalu tersungkur.
"Hei kami sebenarnya tidak berniat membunuhmu, namun jika kau memaksa maka kami tidak akan segan-segan." Ucap sang pemimpin dengan serius
"(Cuihh) MATILAH KALIAN PARA BAJINGAN!!" Teriak si paman dengan keras dan kemudian berusaha untuk bangun lalu menyerang kembali
Sayangnya, sebelum sempat menyerang, ia ditikam di perutnya oleh salah satu prajurit yang membuatnya terbaring dan tidak bisa lagi bangun. Sementara itu terlihat Lucy yang telah kembali dengan membawa barang yang dimaksud. Lucy yang melihat situasi itu seolah tidak percaya. Lucy pun hendak menuju ke arah mereka, namun si paman yang melihatnya memberikan kode untuk tidak mendekat dan bersembunyi. Lucy yang paham akan kode itu pun hanya bisa bersembunyi sambil menahan amarahnya.
"Hmm, pedang buatanmu masih sama bagusnya dengan dulu. Tidak salah kau menjadi pembuat pedang kerajaan."
Rupanya si paman dulunya adalah pembuat pedang untuk kerajaan Valdimora. Namun ia berhenti setelah keluarganya yang tidak salah apa-apa dibunuh.
"Bajin*an..!!, Kalian membunuh keluargaku dengan pedang buatanku! Membuatku kehilangan keluarga dan tidak berani membuat pedang! Dasar kalian sampah kerajaan!" Ucap si paman dengan penuh amarah. Dan dari sini kita tahu bahwa si paman mengalami trauma dalam membuat pedang. Namun setelah sekian lama, ia melawan trauma tersebut dan membuatkan Lucy pedang yang ia titipkan di kenalannya di desa. Yang kemudian pedang itu ia berikan pada Lucy.
__ADS_1
"Tchh", kepala si paman pun ditendang oleh komandan prajurit. Karena tidak mendapatkan apa-apa, mereka pun pergi meninggalkan si paman yang sekarat.