AKHIR SANG PENULIS TAKDIR

AKHIR SANG PENULIS TAKDIR
06


__ADS_3

Siang itu, disaat terik matahari, Lucy tiba di sebuah pedesaan tempat ia menjadi budak dahulu.


"Tolooong!! Pria itu menculik anakku tolong!!!" Teriak seorang ibu yang anaknya baru saja diculik. Sambil berlari mengejar si penculik ibu itu terus meminta tolong pada semua orang, namun tidak ada yang mempedulikannya.


"Ibuuu...! Ibu...! Huaaaaaa.." suara tangis anak tersebut


"Diamlah bocah! Tch, inilah alasan aku sangat membenci anak kecil" ucap sang penculik


Tiba-tiba, saat penculik tersebut sedang berlari, ia tersandung kaki seseorang(?). Dia adalah Lucy.


"Aduduh.. dasar sialan apa kau mau mati?!!!"


Saat itu adalah sebuah gang sempit dan gelap, keadaan itu membuat Lucy tidak terlihat. Dan hanya bayangannya saja yang terlihat oleh karena lampu jalan. Lucy yang tengah bersandar di tembok pun berdiri


"Hah, mau apa kau?! Jika kau lebih dekat maka aku akan membunuh bocah ini!" ucap sang penculik memberikan ancaman


Lucy tidak menghiraukan ancaman pria tersebut dan tetap berjalan ke arahnya


"Hei apa kau tuli?! Aku bilang jangan mend-....."


*Loh..kenapa semua terbalik? Tunggu itu badanku?! T-tidak mungkin!!!!* Ucap batin pria tersebut dengan tidak percaya


Anak kecil tersebut tidak berani melihat keadaan sang penculik dan hanya melihat ke arah Lucy. Sementara Lucy hanya menatap badan pria tersebut yang masih terduduk tanpa kepala lalu kemudian jatuh. Anak kecil tersebut pun hanya bisa gemetar ketakutan.


"Lynn!! Di mana kamu nak!!" Teriak sang ibu yang memanggil putranya

__ADS_1


Mendengar suara ibunya, bocah tersebut pun berlari ke arahnya


"LYNN!" Anakku!"


"Ibu!..ibu..aku takut...huuuuu" ucap sang anak sambil menangis ketakutan


"Tenanglah ibu disini. Apa yang terjadi? Dimana penculik itu?" Tanya sang ibu


"Aku tidak tahu, yang aku tahu aku diselamatkan oleh seorang bertopeng Bu, dia di sana" ucap sang anak sambil menunjuk ke arah Lucy


Namun, Lucy telah menghilang dengan cepat


"Di sana tidak ada siapa-siapa Lynn" ucap sang ibu


"Yasudah lah, yang penting kamu selamat.." ucap sang ibu penuh syukur


Sementara itu, Lucy yang baru saja membunuh melihat jubahnya yang ternyata terkena cipratan darah. Ia pun pergi ke tempat sepi kemudian membungkus jubah, topeng, dan topi jeraminya, lalu kemudian mencuci jubahnya di sebuah sungai. Dia pun hanya memakai kaos dan celana pendek. Agar identitasnya tidak ketahuan, ia meneteskan obat yang dapat merubah warna mata ke matanya. Matanya pun berubah dari ungu menjadi coklat. Lucy mempunyai rambut yang tidak terlalu panjang, yaitu hanya sebatas bahu. Lucy juga memiliki tinggi badan 172 cm, sehingga saat dia mengikat setengah rambutnya dia terlihat seperti wanita cantik juga tampan dan tentunya berbahaya.


Lucy singgah ke sebuah kedai minuman. Ia memesan segelas alkohol. Sambil menunggu minumannya, matanya terus mengamati situasi. Tiba-tiba datang seorang pria yang merupakan pelayan kedai tersebut. Ia bernama 'Sam'.


"Boleh aku duduk di sini?" Tanya Sam


Lucy hanya melihatnya sebentar lalu lanjut mengamati situasi


"Kuanggap boleh hehe... Ummm apa yang kau cari? Dari tadi kau terlihat seperti sedang sangat waspada, ada apa?" Tanya Sam pada Lucy

__ADS_1


"Permisi nona, ini pesanan anda" ucap pelayan lain yang membawakan minuman Lucy


"Wahh kau minum alkohol yah? Kelihatannya mahal, apa kau orang kaya?" Tanya Sam


Lucy hanya menatapnya dengan tatapan dingin yang memberikan isyarat bahwa dia akan membunuhnya. Sam hanya bisa terdiam sesaat


"Baiklah kalau begitu silahkan nikmati minumanmu, aku akan kembali bekerja. Oh ya, kelihatannya kau pendatang, jika kau butuh bantuan kau bisa bertanya padaku. Begini-begini aku tau tempat ini dengan sangat baik loh" ucap Sam yang berusaha menyakinkan Lucy


Namun Lucy sama sekali tidak mempedulikannya dan hanya meminum alkohol nya.


"Hei apa kau tahu? Sekarang penginapan yang dijalankan oleh Bean bangkit kembali, bahkan penghasilannya sekarang jauh lebih baik dari penghasilannya dulu" ucap salah satu pelanggan


"Apa? Bagaimana bisa? Padahal dulu penginapannya bangkrut sampai harus gulung tikar" jawab pelanggan lain yang duduk dengannya


"Sssst...jangan beritahu orang, tapi menurut gosip yang beredar, penginapan tersebut mengumpulkan anak-anak kecil lalu menjadikan mereka budak kemudian menjualnya di pasar gelap" ucap pelanggan tersebut dengan berbisik


"Apa? Budak?!!" Ucap pelanggan yang satu dengan keras


"Sssssssst.., jangan keras-keras bodoh!" Ucap si pelanggan dengan panik


"Ah maaf-maaf.., aku hanya tidak menyangka" jawab pelanggan yang satu


Percakapan mereka didengar oleh Lucy. Yang ternyata penginapan yang mereka bicarakan adalah tempat Lucy menjadi budak dahulu. Dan Bean adalah dalang dari semua itu.


*Huh, jadi kau masih hidup yah Bean. Bahkan setelah bertahun-tahun, kau masih sama bajingannya dengan dulu* ucap Lucy dalam hati dengan sudut bibir kanannya yang sedikit naik

__ADS_1


__ADS_2