
"Hei menurut mu apa yang sedang dibahas pada rapat kali ini? Sampai membuat banyak prajurit berjaga di luar kerajaan." Ucap seorang prajurit yang membawa gulungan
"Pasti berkaitan dengan kesehatan raja. Kau tahukan kondisi kesehatan raja sedang tidak baik akhir-akhir ini. Lagipun, beliau juga sudah lanjut usia dan tidak bisa lagi memimpin kerajaan. Kurasa mereka sedang menentukan pewaris yang akan menggantikan kursi raja yang tidak lama lagi kosong." Jawab temannya dengan berbisik
"Apa menurutmu gulungan ini ada kaitannya dengan itu semua?"
"Tentu saja! Oh ya, apa menurutmu pangeran pertama (Hazzel) akan dipilih menjadi penerus tahta? Aku masih baru, jadi aku tidak begitu tahu mengapa beliau tidak disukai raja"
"Dulu dia adalah pangeran yang sangat gagah dan dihormati. Namun ia menjadi besar kepala dan melanggar perintah raja yang melarangnya ikut saat peperangan dulu. Ia tidak menghiraukan larangan raja dan malah pergi ikut berperang, hingga saat dia berhadapan dengan raja kerajaan Dallveon. Ia berhasil menebas leher sang raja, namun ia sendiri kehilangan kedua kakinya. Akhirnya ia menggunakan kaki palsu dan memakai kursi roda~"
*APA?! Hazzel adalah orang yang membunuh ayah?! Aku tidak salah dengar kan?... BAJINGAN ITU!!* Ucap Lucy dalam hati dengan perasaan campur aduk
Sudah selesai mengupingnya? Ucap seorang pria(?)
Lucy pun spontan mengeluarkan pedangnya lalu berusaha menyerang pria tersebut. Namun pria tersebut dengan cepat menghindar.
*Dia bisa menghindari seranganku?!*"Siapa kau?!"
"Aku siapa itu tidaklah penting. Yang seharusnya dipertanyakan adalah identitas mu seorang. Jubah...,topeng...dan topi jerami yah... Pasti kau adalah 'The Killer Shadow' (bayangan pembunuh) yang ramai dibicarakan itu, tidak kusangka kau adalah seorang wanita. Jika bertemu di kehidupan selanjutnya aku ingin menjadi kekasih mu nona" ucap pria tersebut sambil tersenyum dengan mata tertutup
*Auranya...dia jauh lebih kuat, aku tidak boleh mati di sini!* Batin Lucy.
__ADS_1
Lucy pun terpaksa kabur, namun karena tidak bisa berpikir jernih ia pun membunuh siapapun yang menghalanginya.
Kekacauan tersebut terdengar hingga ke ruang rapat yang membuat rapat dihentikan. Hazzel yang khawatir segera pergi menolong Lucy
Akibat jumlah prajurit yang begitu banyak, membuat Lucy sedikit kesulitan. Saat hampir sampai ke pintu utama, ia dicegat oleh pria yang tadi.
"Let's dancing with me" ucap pria tersebut dengan memegang sebuah sabit besar. Mereka pun bertarung dengan sengit, Lucy menyerangnya dengan satu pedangnya, dan pria tersebut pun melawannya dengan satu tangannya yang memegang sabit.
Karena tidak ingin lama-lama, Lucy pun memakai kedua pedangnya
"Dua pedang?! Saya merasa terhormat. Baiklah, maka saya juga akan serius" ucap pria tersebut yang kemudian memegang sabitnya dengan kedua tangan lalu menyerang Lucy. Namun karena Lucy telah berhadapan dengan banyak prajurit sebelumnya membuat Lucy kelelahan. Ia pun terkena sayatan yang cukup parah dari sabit pria tersebut di perutnya.
"Lucy! Di sini!" Ucap Hazzel yang memanggil Lucy untuk masuk ke sebuah ruangan yang memiliki jalan keluar rahasia
Lucy pun masuk ke ruangan tersebut sehingga ia berhasil lolos.
"Kau lihat pintu persegi di lantai itu? Di baliknya ada terowongan rahasia yang bisa membantumu keluar dari sini. Tenang saja, hanya aku yang tahu jalan ini. Kau bisa berterimakasih loh~" ucap Hazzel
Lucy yang sedang dipenuhi amarah langsung menendangnya lalu menebas kaki palsunya.
*Sepertinya dia sudah tahu...*ucap Hazzel dalam hati dengan raut wajah masam
__ADS_1
"Setelah membunuh ayahku kau kehilangan kakimu. Membuat mu tidak lagi dihormati, lalu kau ingin balas dendam pada mereka? DASAR BAJINGAN RENDAHAN! Membantuku dengan sukarela? OMONG KOSONG! KAU HANYA PEDULI PADA DIRIMU! KAU-Ughh" ucap Lucy dengan menahan sakit akibat luka sayatan diperutnya
"Lucy! Kau tid-" belum sempat berbicara pedang Lucy sudah berada di lehernya dan bahkan ujungnya sudah sedikit menembus lehernya
"Kau tidak membunuhku?" Tanya Hazzel yang telah pasrah
Lucy pun menenangkan dirinya.
"Kau telah menerima karma mu dengan perlakuan yang kau dapatkan sekarang. Lagipula tidak lama lagi kau pasti akan mati. Sebelum saat itu, renungkanlah perbuatan mu selama ini!" Ucap Lucy yang kemudian pergi
Hazzel hanya bisa terdiam sambil menangis menyesali seluruh perbuatannya
"Padahal aku sudah nyaman dengannya" ucap Hazzel sambil tersenyum kecut
•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Usai meloloskan diri, Lucy yang telah kehilangan banyak darah pun tidak kuat lagi dan akhirnya pingsan di tengah dinginnya salju.
"Nek, nek, lihat! Ada seseorang yang terbaring!"
"Dia masih hidup, mari kita menolongnya"
__ADS_1