
*Rasanya nostalgia...* Pikir Lucy sambil mengenang masa lalunya bersama sang guru
"Kalian pasti lelah istirahatlah dulu. Aku akan memasak untuk makan malam, aku yakin setelah kejadian tadi kalian pasti sangat lapar" ucap Sam
"Apa makan malamnya?" Tanya Twelve
"Kau mau apa?"
"Aku ingin makanan yang manis"
"Baiklah aku akan membuat makanan penutup yang manis. Lalu kau? Apa kau ingin sesuatu untuk kau makan?" Tanya Sam pada Lucy
....
"Baiklah kuanggap diam artinya 'terserah. Oh ya, kami belum tahu namamu, kau tentu punya nama kan?" Tanya Sam
"Benar juga, kalau boleh tahu nama kakak siapa?" Tanya Twelve
*sial, aku lupa memikirkan nama samaran. Namun jika tidak memberitahu namaku mereka bisa saja curiga. Sebenarnya aku bisa saja membunuh mereka, namun aku tidak ingin terlalu menarik perhatian* batin Lucy
"Ada apa? Apa kami menyinggungmu?" Tanya Sam
"Namaku...ah, namaku Givelda" ucap Lucy
"Givelda yah, nama yang bagus! Baiklah Givelda semoga betah tinggal di sini sementara" ucap Sam dengan semangat
"Umm! semoga betah yah!" Sahut Twelve
Malam itu mereka pun makan bersama kemudian beristirahat. Esok harinya, Sam mengantar Lucy ke pemempa pedang yang ia bicarakan.
*Pedang ini... Bentuk gagangnya berbeda dari pedang biasanya*pikir sang pemempa
"Apa kau pengguna dua pedang?" Tanyanya pada Lucy
....
"Sepertinya benar. Bisa aku liat pasangannya?"
__ADS_1
Lucy pun memperlihatkannya padanya
"Tunggu, kau pengguna dua pedang? Aku yakin hanya melihat satu semalam" ucap Sam
"Pedang ini?!" Ucap sang pemempa dengan terkejut
"Ada apa?" Tanya Lucy
*Benang merah?! Mungkinkah ini buatan pria itu? Ah tidak, tidak mungkin. Lagipula dia sudah berhenti membuat pedang sejak saat itu. Ya, pasti bukan dia...*
"Ah tidak ada apa-apa, hanya....ini pedang yang bagus dan sepertinya sudah sering kau gunakan (?)"
"Bilang saja kapan aku bisa mengambilnya"
"Jika pedang biasa aku bisa memperbaikinya tidak cukup sehari. Tapi pedangmu memiliki bahan yang berkualitas dan sulit didapat. Lagi, pedangmu ada dua jadi membutuhkan waktu lebih lama. Mungkin lima hari"
"Jangan bercanda! Aku tidak bisa selama itu!" Ucap Lucy
"Aku tidak bercanda. Pertama aku harus mencari bahan logam yang sama dengan pedangmu. Lalu, pedangmu benar-benar bisa rusak jika tidak diperbaiki dengan benar. Terlalu terburu-buru itu tidak baik. Percayakanlah padaku."
....
"Pasar? Untuk apa? Apa kau ingin berbelanja? Kita bisa pergi bersama" jawab Sam dengan semangat
"Lupakan, biar aku cari sendiri"
"Baiklah-baiklah aku hanya bercanda. Pasar terdekat bukan? Ikuti aku"
Saat mereka sedang berjalan menuju pasar, seorang gadis(?) datang menghampiri mereka
"Sam! Kau mau kemana? Kenapa tidak mengajakku? Dan siapa wanita ini? Jangan bilang kalian berpacaran?! Bukankah aku lebih baik?!!" Ucap gadis(?) tersebut tidak terima
"Wow wow, hey pelan-pelan. Pertama, aku mau kemana itu bukan urusanmu, kedua juga bukan urusanmu, ketiga dia adalah jodohku, keempat, yah kami berpacaran, dan kelima sudah pasti dia lebih baik." Jawab Sam memperjelas
"Tidak bisa dipercaya! Aku membenci Sam!" Ucap gadis(?) tersebut sambil berteriak dan menangis
"Hei Hanna jangan berteriak. Apa masalahmu?!"
__ADS_1
"SAM PACARKU! JANGAN MEREBUTNYA! DASAR TIDAK TAU MALU!" Teriak Hanna pada Lucy
"Hanna apa yang kau katakan?!" Teriak Sam
"Kenapa?! Padahal aku lebih cantik darinya, dan senyumku pun jauh lebih manis!" Ucap Hanna membela diri
"Senyummu seperti gula. Manis tapi buatan." ucap Lucy sambil menyindir Hanna
"Pffft" suara Sam yang tertawa kecil
Hanna yang tidak terima berusaha menyerang Lucy, namun ia ditahan oleh Sam
"Ada apa dengan mu?!" Ucap Sam
"Aku tidak mau tau, kau harus pilih antara dia atau aku!" Teriak Hanna
"Persetan dengan kalian. Akan ku kirim kalian ke Neraka bersama-sama." Ucap Lucy sambil hendak meninju wanita itu
"Lucy tungg- UHUKKK!" Belum selesai berbicara, Sam yang mencoba menghentikan Lucy justru terkena tinju tepat di perutnya, yang membuatnya kesakitan dan sulit berdiri
"Kau ini sebenarnya apa? Kenapa bisa sekuat ini Uhukk!"
"Sam ku sayang! Apa kau baik-baik saja?!" Tanya Hanna
"Tidak pernah sebaik ini! Ini.., ini adalah tinju jodoh!!"
"Hei apa yang kau lakukan pada Sam?! Karena mu Sam jadi gila seperti ini"
"Aku tidak gila!*Sial dia kuat sekali! Rasanya aku..., Aku benar-benar jatuh cinta* ucapnya dalam hati
"Ku akui kau kuat, tapi kau tetap harus meminta maaf. Kau tau kan kalau.......Lucy? Lucy kau dimana?!" *Sial dia dimana?! Cepat sekali hilangnya*
"SAM! Untuk apa mencarinya? Bukankah sudah ada aku di depanmu?" Ucap Hanna
Sam tidak memedulikannya dan hanya mencoba mencari keberadaan Lucy. Ia pun meninggalkan Hanna dan segera berlari ke pasar terdekat, berharap dapat menemukan Lucy di sana.
*Bersama mereka hanya membuang waktuku. Begitu pedangku selesai diperbaiki, akan kujadikan mereka bahan uji coba ketajaman pedangku nanti.* Batin Lucy
__ADS_1