AKHIR SANG PENULIS TAKDIR

AKHIR SANG PENULIS TAKDIR
01


__ADS_3

Peperangan antar kerajaan di kekaisaran Altopheuz yang di sebabkan oleh kesalahpahaman membuat banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Tanpa memandang bayi, anak kecil, wanita, ibu hamil ataupun lansia, para bangsawan yang saling salah paham dan gila kekuasaan bertempur dan membunuh semua yang dianggap menghalangi. Mereka semua menodai tanah yg makmur itu. Akibatnya, kelaparan ada dimana-mana, yatim piatu yang berusaha bertahan hidup. Saat itu, mati bukan lagi hal yang langka. Hanya satu kerajaan yang bertahan dari peperangan itu, yaitu kerajaan Valdimora.


Sembilan tahun berlalu, dan kerajaan tersebut semakin lama semakin kuat dan megah. Kemenangan yg di dapat dari pertumpahan darah itu membuat kerajaan Valdimora dikenal di seluruh penjuru benua.


"Dasar pencuri!! Tangkap diaa!!" Teriak seorang penjual roti pada 2 orang lainnya


"Ahahaha, tangkaplah aku kalau bisa!! Ahahahaha" ujar si gadis pencuri roti


Karna terlalu fokus berlari, gadis tersebut tidak melihat lubang di depannya dan akhirnya terjatuh yang membuatnya tertangkap oleh si pemilik kedai roti.


"Huh! Mau lari kemana lagi kau? Kalian pegangi dia, aku akan memberinya pelajaran agar tidak mencuri roti ku lagi!" Ucap sang penjual roti memberikan perintah pada kedua temannya


Ia pun menghajar gadis itu tanpa memedulikan usianya.


"Memangnya kenapa? Aku kan hanya mencuri satu, kau masih punya banyak! Aku yakin kau tidak akan rugi!" Ucap sang gadis


"Hah?!! Kau masih melawan?!! Sudah salah banyak omong lagi!" Ujar si penjual roti sambil terus menghajar si gadis pencuri


Setelah puas, mereka pun mengambil roti yang telah dicuri lalu pergi meninggalkan si gadis yang tengah kesakitan.


"Cihh, sudah menghajarku setidaknya jangan ambil rotinya!! Dasar brengsek!!" Teriak si gadis


Karna kelaparan dan kelelahan, gadis tersebut pun pergi ke danau untuk minum air dan menangkap ikan.


"Lihat saja, saat aku besar nanti, akan kubalas kalian! Lalu, aku akan makan roti yang sangat banyak! Hahahaha!!" Ucap si gadis meneriakkan impiannya


"Hanya makan roti? Bukankah itu impian yang menyedihkan? Pffft" ucap seorang paman sambil tertawa menyindir


"Hah?! Apa maumu?!! Dasar pria tua!! Itukan impianku, apa salahnya?!! Cihh menyebalkan!" Teriak si gadis tidak terima


"Pria tua?! Dengar yah, aku ini masih 40 an, aku belum tua!!" Bantah si paman tersebut


"Hmmh masa bodoh!" Ucap si gadis sambil memalingkan wajahnya


Sambil menghela nafas, si paman berjalan menuju danau dan mengambil sebuah keranjang yang telah ia pasang sehari sebelumnya di tepi danau.

__ADS_1


*Wahh ikannya banyak sekali, bahkan ada udang juga* ucap gadis tersebut di dalam hati


"Bagaimana? Jika kau membantuku mungkin aku akan memberikanmu beberapa?" Ucap si paman memberikan tawaran


"Y-yasudah, aku mau. Tapi ingat yah, aku menolong mu karna tak tega melihat seorang pria tua mengangkat keranjang yang berat! Bukan karna aku tergiur!!" Ucap si gadis dengan perut keroncongan


"Yaya aku paham,sekarang ayo bantu pria tua ini, jika bicara terus mungkin perutmu akan merengek lebih keras, pffft" ucap si paman sambil mengejek


"Yaaa baiklah!! Sekarang berhentilah mentertawaiku!! Ughh" jawab si gadis dengan kesal


Si gadis dan paman itu pun mengangkat keranjang tersebut bersama-sama. Lalu, tibalah mereka di rumah si paman


"Jadi ini rumahmu?, Bukankah ini terlalu besar untuk ditinggali sendiri? Dimana keluargamu?" Tanya si gadis


"Hahh.., baru kali ini aku bertemu dengan anak secerewet dirimu" ujar si paman mengeluh


"Ughh, siapa yang kau sebut cerewet?!! Aku kan hanya bertanya, jika tidak mau jawab yasudah!" Ucap si gadis yang tidak terima disebut cerewet


"Baiklah, baiklah.. Jadi, kau mau tahu dimana keluargaku? Akan kuceritakan. Kisah ini sembilan tahun yang lalu. Aku tinggal berdua di rumah ini bersama istriku yang tengah hamil. Usia kandungannya sembilan bulan, yang artinya ia akan melahirkan tak lama lagi. Suatu malam aku pergi mencari kayu bakar di hutan, saat pulang...Ia tewas saat perang kerajaan dulu. Istriku dicurigai menolong seseorang dari kerajaan Dallveon. Kau tatu kelanjutannya. Hah...Jika bayinya jadi lahir, mungkin dia seusiamu..." Ucap sang paman menceritakan kisahnya.


"Humm, mungkin kau benar. Lalu, bagaimana denganmu? Kau masih kecil, apa kau terpisah dari orang tuamu?" Tanya si paman


"Aku? Hmm.., aku juga tidak tahu. Aku dibesarkan sebagai seorang budak di tempat penginapan. Masih ada 26 anak lainnya yNg juga dijadikan budak. Saat tempat penginapan itu akan bangkrut, si pemilik berencana menjual kami ke para bangsawan. Namun aku mengetahui hal itu saat tidak sengaja menguping. Dan entah bagaimana aku berhasil melarikan diri, lalu berada di desa yang menyedihkan ini. Dan mengenai keluarga ku, aku tidak tahu mereka ada di mana. Mungkin mereka membuangku atau telah mati, entahlah. Aku bahkan tidak tahu namaku. Yang aku punya hanya sebuah kalung aneh di leherku." Ucap si gadis menceritakan kisahnya


"Hmm begitu yah..., Oh ya, boleh aku liat kalungmu?" Tanya si paman


"Kalungku? Boleh saja sih... Nih" jawab si gadis sambil mengulurkan kalungnya.


Setelah memperhatikan kalung tersebut, si paman melihat ada tulisan yang di ukir di kalung itu.


"Bukankah ada tulisan di kalung ini?" Tanya si paman


"Itu sudah ada dari dulu. Tapi aku tidak bisa membaca, jadi sampai sekarang aku tidak tau arti dari tulisan itu" jawab si gadis


"Mau kubacakan?" Tanya si paman

__ADS_1


"Boleh saja" jawab si gadis


Saat membaca, betapa terkejutnya si paman saat mengetahui arti bacaan tersebut. Isinya: "Lucy Dallveon, Putri mahkota kerajaan Dallveon" pria tersebut tidak percaya, bahwa keturunan terakhir kerajaan Dallveon yang hingga kini masih tidak diketahui keberadaannya sekarang berdiri di hadapannya. Namun karna takut gadis tersebut tidak bisa menyembunyikan identitasnya lalu ditangkap oleh prajurit kerajaan Valdimora, paman itupun berbohong padanya.


"Kenapa diam saja? Katanya mau bacakan, jangan bilang kau juga tidak bisa membaca?" Tanya Lucy


"Ahh maaf, artinya: tetaplah hidup anakku' sepertinya ibumu adalah orang yang baik" ucap si paman


"Hmmh omong kosong, jika dia baik, seharusnya dia tidak meninggalkan ku" bantah Lucy


"Jika begitu, apa boleh jika aku memiliknya?" Tanya paman pada Lucy


"Hah untuk apa?" Ucap Lucy balik bertanya


"Yah... Bagaimana yah, hanya saja aku suka mengoleksi barang antik. Dan kurasa kalungmu itu adalah barang antik. Sebagai gantinya kau boleh makan disini malam ini"


"Yah baiklah kalau begitu, paman bisa mengambilnya. Lagipula aku tidak membutuhkan barang aneh yang tergantung di leherku" ucap Lucy


"Kalau begitu lebih baik kita mulai memasak untuk makan" ucap sang paman


"Umm! Asik makan!" Ucap Lucy kegirangan


Mereka pun makan sampai kenyang. Hingga malam pun tiba.


"Sudah malam, kau bisa menginap disini jika kau mau" kata si paman memberikan tawaran


*Sebenarnya aku masih belum mempercayainya, tapi daripada tidur di hutan kupikir tidur disini lebih baik* pikir Lucy


"Baiklah, kuterima tawaranmu. Tapi ingat yah, jika kau macam-macam, akan kupatahkan lehermu!" Ucap Lucy memberikan peringatan


"Yayaya.., terserah kau saja. Kau bisa tidur di sini, biar aku tidur di bawah. Oh ya, asal kau tahu aku sama sekali tidak tertarik dengan bocah kecil sepertimu" ucap si paman


Lucy pun mengerut dan wajahnya memerah karna tidak terima


"Aku juga membencimu!" Teriak Lucy kemudian pergi untuk tidur lalu membalikkan badannya membelakangi si paman

__ADS_1


*Apa aku berlebihan yah? Meski seorang Putri mahkota, nyatanya dia sekarang hanyalah gadis yatim piatu yang berusaha bertahan hidup. Kurasa aku berlebihan berkata seperti tadi. Hah, sudah kuputuskan...* Pikir si paman yang menyesal kemudian menemukan ide..?


__ADS_2