AKHIR SANG PENULIS TAKDIR

AKHIR SANG PENULIS TAKDIR
02


__ADS_3

Malam pun berlalu. Saat itu pagi-pagi sekali, sang paman pergi menebang pohon, entah apa yang akan dilakukannya dengan batang-batang kayu hasil dari pohon yang ia tebang. Suara dari menebang pohon membuat Lucy terbangun


"Hah~ suara apa itu? Si paman juga kemana?" Ucap Lucy sambil mengumpulkan nyawa


Lucy pun pergi keluar dan melihat ada banyak batang pohon di depan rumah. Ia juga melihat si Paman yang sedang membelah-belah kayu.


"Mau kau apakan semua kayu itu?" Tanya Lucy


"Yo gadis pemalas. Apa nyawamu sudah terkumpul? Jika sudah sini bantu aku" ucap si paman


"Hah? Kenapa aku?" Ucap Lucy tidak terima


"Sudah tidak usah banyak tanya, kemarilah"


"Tchh, baiklah aku kesana!" Jawab Lucy


"Hah, menjengkelkan sekali, ughh..." ucap Lucy sambil bergumam

__ADS_1


Mereka pun bekerja hingga matahari mulai terbenam. Usai menebang dan membelah kayu, si paman membuat tempat latihan bela diri dari kayu-kayu tersebut dengan bantuan Lucy.


"Sebenarnya untuk apa semua ini?" Tanya Lucy


"Mulai sekarang aku akan mengajarimu beladiri. Meski terlihat seperti pria lemah, begini-begini dulunya aku adalah seorang pengelana yang kuat dan gagah. Dan tempat ini akan menjadi tempat latihanmu. Latihanmu akan di mulai besok. Sekarang mandi dan kita akan makan, setelah itu istirahat. Karna mulai besok dan seterusnya aku akan melatihmu hingga tulang-tulang mu seperti akan patah, dan kau merasa seperti akan mati!" Ucap si paman memberitahukan rencananya pada Lucy


"Tunggu apa?! Ini sama sekali tidak ada dalam perjanjian kita, aku hanya membantumu saja lalu sudah. Aku belum mau mati dasar gila! Bantah Lucy


"Dengar bocah, dunia di luar sana adalah tempat yang mengerikan bagi anak yang hanya tahu mencuri sepertimu. Membunuh atau dibunuh, yang paling lemah akan menjadi mangsa yang kuat. Apa yang ingin kukatakan adalah setidaknya kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Lagipula, kau bisa tinggal makan dan istirahat disini hingga tiba waktumu untuk pergi mencari kehidupan mu sendiri. Jadi berhentilah membantah dan menurutlah, serta panggil aku 'guru' karna mulai sekarang aku yang akan melatih dan mengajarimu"


*Yah... aku memang tidak punya tempat tinggal, bahkan untuk makan saja aku harus mencuri. Tapi disini, aku bisa makan gratis dan istirahat gratis. Kupikir itu lebih baik daripada harus dipukuli karna sebuah roti. Lagipula memang seberapa berat latihannya nanti?* Pikir Lucy


Si paman pun tersenyum, dan sejak saat itu Lucy terus diajari berlatih oleh si paman.Meski terkadang ia berusaha untuk kabur, namun ia selalu saja gagal karena ketahuan oleh si paman. Waktu berlalu dengan hari-hari penuh latihan dan pengajaran. Lucy diajari berbagai teknik beladiri, mulai dari dasar hingga teknik mematikan untuk membunuh seseorang. Ia juga diajari berburu, memanah, berpedang, berenang, berkamuflase, dan berbagai cara menyerang dan bertahan hidup lainnya.Tak jarang Lucy di berikan tanaman beracun untuk melatih kekebalan tubuhnya. Ia juga diberitahu berbagai macam tumbuh-tumbuhan beracun dan tidak beracun serta cara membedakannya. Meski beberapa kali hampir mati, menangis dan putus asa, namun Lucy berhasil melewatinya.


Di sisi lain, adik kembar Lucy yaitu Louise juga selamat. Ia diselamatkan dan dirawat oleh sepasang lansia yang tidak memiliki anak. Louise tumbuh dengan kasih sayang dari wali angkatnya. Tak seperti kakaknya Lucy, Louise memiliki kehidupan yang jauh lebih baik.


Wali angkat Louise adalah sepasang petani, mereka menemukan Louise di tepi sungai saat sedang mengambil air. Mereka pun membawanya ke rumah mereka. Mereka juga tau bahwa bayi yang mereka bawa adalah keturunan kerajaan Dallveon yang berhasil selamat pada malam itu (mereka mengetahuinya lewat kalung di leher Louise).

__ADS_1


Dengan merawat bayi itu menandakan mereka telah siap dengan konsekuensi yang akan menimpa mereka kelak. Untuk menjaga identitas Louise, mereka memberinya nama baru yaitu 'Ellan'. Mereka berpura-pura sebagai nenek dan kakek yang merawatnya saat orang tuanya mati karena kecelakaan. Namun, mau tidak mau, akan tiba saatnya dimana mereka harus memberitahukan kebenaran padanya.


"Nek, kek, apa boleh jika Ellan ikut membantu panen di ladang hari ini? Ellan kan sudah besar, boleh yah!" Ucap Louise sambil memohon


"Yasudah Ellan boleh ikut, tapi dengan syarat Ellan tidak boleh jauh-jauh dari Nenek dan kakek. Ellan juga tidak boleh berbicara sembarangan pada orang asing. Janji?" Tanya sang nenek


"Umm! Ellan janji!" Ucapnya


Dari jauh terlihat ada banyak orang yang juga pergi memanen di sawah. Melihat hal itu Ellan menjadi sangat bersemangat. Dia dan para warga desa lainnya memanen dengan penuh sukacita. Di tengah-tengah kegembiraan itu, nampak dari jauh ada sekelompok prajurit berkuda yang datang ke arah mereka. Melihat hal itu, para warga desa berlari ketakutan. Sang nenek dan kakek pun ikut berlari. Namun karena terburu-buru, mereka pun melupakan Ellan. Melihat Ellan yang tidak ada, Keduanya langsung panik dan kembali untuk mencari Ellan. Namun terlambat, para kelompok berkuda tersebut telah menemukan Ellan.


"Apa benar dia?" Ucap sang komandan


"Rambut hitam dan mata ungu, tidak salah lagi dia adalah yang mulia Louise Dallveon, Keturunan terakhir kerajaan Dallveon yang berhasil selamat." Jawab salah satu prajurit


Di tengah-tengah perdebatan mereka, nampak Louise yang kebingungan: "Apa maksud kalian? Namaku Ellan bukan Louise, dan aku bukan keturunan kerajaan...?" Ucap Louise dengan polos


"Maafkan kami yang mulia, kami telah tidak sopan mendatangi anda secara tiba-tiba tanpa memperkenalkan diri. Kalau begitu biar saya perkenalkan, saya adalah Arreon, komandan prajurit divisi satu. Dan kami adalah prajurit kerajaan Dallveon yang berhasil selamat dari pertempuran antarkerajaan dulu. Kami kesini untuk membawa yang mulia pangeran kembali bersama kami." Ucap sang komandan

__ADS_1


"Tapi kata nenek dan kakek aku adalah anak dan cucu seorang petani, bagaimana bisa tiba-tiba aku menjadi seorang pangeran?" Ucap Louise kebingungan


"Kalau begitu bisakah Anda membawa kami pada mereka?" Tanya sang komandan


__ADS_2