
"Tadaaa sudah sampai! Hehe" Ucap Sam dengan semangat
Lucy yang sedang marah langsung lapar begitu mencium aroma makanan di kedai tersebut.
"Wangi kan? Baiklah mari kita langsung memesan makanan dan duduk" Ucap Sam sambil berusaha memegang tangan Lucy, namun gagal~
"Hei paman! Berikan kami makanan paling enak dan mahal!" Teriak Sam
"Hah? Ada apa tiba-tiba kau sok memesan makanan mahal? Padahal biasanya kau hanya memesan air putih" ucap si paman pemilik kedai
*Paman brengsek! Apa dia tidak melihat aku sedang bersama seorang bidadari kematian?!* "Ehem!" Sam berpura-pura batuk sambil memberikan kode ke si paman
Si paman pun langsung mengerti lalu segera memasak. Setelah beberapa saat, makanan pun datang. Mereka pun mulai menyantapnya
Lucy yang terbiasa hidup di hutan pun tidak mengerti cara memakan siput. Dan Sam yang melihatnya langsung peka dan kemudian memperlihatkan cara memakannya:
"Kau harus mencungkilnya dengan jarum lalu menariknya keluar" ucap Sam
Lucy pun mengikuti arahannya. Namun karena tidak berhasil juga, Lucy pun menghancurkannya dengan tangannya.
"Ah tunggu! Tanganmu bisa terluka. Ini makan yang ini saja. Yang lain biar aku keluarkan untukmu." Ucap Sam yang panik dengan penuh perhatian~
Sementara itu, disaat kedua manusia ini membuat dunia seakan milik berdua, ada seorang gadis yang menderita kelaparan akibat janji palsu~
"Katanya mereka tidak akan lama. Tapi sampai sekarang bahkan batang hidung mereka belum terlihat. Padahal kak Sam sudah janji akan membuatkan makan siang yang enak~" Ucap Twelve sambil menangis dengan ingus yang keluar dan perut kerongkongan
"E-..." *Kupikir aku melupakan sesuatu*
"Ada apa?" Tanya Lucy
"Ahh tidak ada. Makanannya enak! Ayo nikmatilah!"
Mereka pun melanjutkan makan. Setelah selesai, Sam pun hendak membayar. Namun isi dompetnya begitu mulia
"Mana uangnya?! Berani pesan berani bayar!" Ucap sang pemilik kedai
__ADS_1
"Ahh soal itu..kita kan sudah lama saling kenal. Bahkan kita juga sudah akrab, ummm.. apa boleh kalau a-"
"TIDAK!" Teriak sang pemilik kedai
Sam melihat ke arah Lucy dengan raut wajah menyedihkan.
"Apa?!" Bentak Lucy
"A-tidak, hanya saja di situasi seperti ini biasanya orang-orang akan menggantikan membayar" ucap Sam dengan pelan
"Huh! Maaf saja aku bukan orang alim."
"Dasar jahat!" Ucap Sam sambil menggerutu yang kemudian mengikuti si paman untuk mencuci piring. Sedangkan Lucy yang melihatnya pun hanya menikmati pemandangan tersebut sambil meminum segelas bir.
Sam yang telah selesai pun mencuci tangan lalu menghampiri Lucy untuk mengajaknya pulang.
"Tidak kusangka kau masih menungguku!" Ucap Sam dengan girang
"Kata siapa aku menunggumu?" Jawab Lucy
"Hah... Aku sedang menunggu pesananku yang sedang dimasak" ucap Lucy
"Jangan bilang setelah makanan yang banyak tadi kau masih belum kenyang?! Dimana larinya semua itu?!" Tanya Sam tidak percaya
"Dasar bodoh! Makanan itu untuk Twelve." Ucap Lucy memperjelas
"ASTAGAH TWELVE! Aku sungguh lupa, padahal aku sudah berjanji akan memasakannya makanan enak siang ini. Hah... kuharap masih ada tanah kosong untuk pemakamanku..hiks" ucap Sam yang sudah pasrah
Keduanya pun segera kembali. Dan benar saja, dari jauh telah nampak zombie kelaparan yang siap menerkam. Begitu masuk rumah, Sam langsung dihajar dan dimarahi habis-habisan oleh Twelve.
"Ini ambilah" ucap Lucy sambil memberikan makanan yang ia pesan tadi pada Twelve
"Apa ini? Apa ini untukku?" Tanya Twelve
"Jika tidak mau kau bisa membuangnya" ucap Lucy
__ADS_1
"Tentu saja akan ku makan! Makasih hihi" ucap Twelve dengan senyum tulus di wajahnya
*Benar, makanlah yang banyak. Sebanyak mungkin hingga kau mampu berdiri dengan kakimu sendiri ditengah permainan dunia ini* batin Lucy
Lima hari pun berlalu, dan pedang Lucy juga telah selesai diperbaiki. Kini tibalah saatnya bagi Lucy untuk melanjutkan perjalanannya.
"Apa kau sungguh akan pergi? Padahal semenjak ada kakak, aku merasa seperti memiliki keluarga. Kumohon tinggallah lebih lama lagi" Ucap Twelve sambil menangis tidak rela
"Tidak bisa. Aku harus melanjutkan perjalananku, karena untuk itulah aku lahir" ucap Lucy
"Kemana kau akan pergi?" Tanya Sam
"Kurasa ke Barat, jauhh.. ke Barat" ucap Lucy memperjelas
"Apa kita bisa bertemu lagi?" Tanya Sam dengan nada sedih
"Mungkin.." Ucap Lucy sedikit yakin
"KAPAN ITU?!" Tanya Sam dengan semangat dan penasaran
"Hmm..., Di kehidupan selanjutnya?" Ucap Lucy dengan pesan tersirat
Sam yang mendengarnya pun hanya tertegun, berharap hal yang ia pikirkan tidak terjadi.
"Aku tidak bisa lebih lama lagi. Aku pergi, dah" ucap Lucy yang kemudian berbalik lalu mulai berjalan.
Twelve yang tidak tahan pun berlari ke arah Lucy lalu memeluknya dari belakang lalu berteriak: "HIDUPLAH!!" teriak Twelve sebagai ucapan perpisahan
"Tcih, kau juga hiduplah lalu buatlah kedai roti yang enak. Agar nanti saat ku datang aku bisa makan roti di kedaimu sepuasnya" ucap Lucy sebagai ucapan perpisahan
"Umm! Aku pasti akan membuat roti yang paling enak di seluruh kekaisaran Altopheuz! Pasti!!" Jawab Twelve dengan lantang
"Satu lagi, sekarang kau bukan lagi 'Twelve (12)', mulai sekarang namamu adalah Tara yang berarti bumi." Ucap Lucy
"Tara...aku, aku sangat menyukainya. Mulai sekarang, NAMAKU ADALAH TARA!!" teriak Tara dengan penuh perasaan haru serta bangga pada namanya
__ADS_1
Usai berpisah dari Sam dan Tara, Lucy pun pergi dari desa itu dan melanjutkan kembali perjalanannya.