
Lucy pun berjalan melewati jalan yang tidak asing baginya. Itu adalah jalan menuju penginapan tempat ia dijadikan budak dahulu. Beberapa meter dari penginapan tersebut, Lucy melihat ada banyak anak kecil yang dipekerjakan secara kasar. Melihat hal itu membuat Lucy teringat pada dirinya dahulu sehingga membuat Lucy hampir kehilangan kendali. Setelah berhasil menenangkan dirinya, Lucy pun masuk ke penginapan tersebut.
"Selamat datang di penginapan kami, anda membuat pilihan bagus dengan datang ke sini. Kami pastikan anda puas dengan pelayanan kami. Jadi apa anda mau memesan kamar?" Tanya sang kasir
(Prangggk) suara piring pecah oleh seorang anak kecil/budak
Sang kasir yang melihat hal itu pun marah dan hendak menamparnya
"Permisi nona" ucap sang kasir yang kemudian berjalan mendekati anak tersebut
"Dasar tidak berguna!!" Teriak sang kasir yang hendak menamparnya
"Maaf, kumohon maafkan aku, hikss" ucap anak kecil tersebut sambil menangis dan menutup matanya karena takut dipukul
*Eh...kenapa aku belum ditampar?* Ucap anak kecil tersebut dalam hati, yang kemudian melihat apa yang terjadi
Ternyata Lucy menahan tangan sang kasir dan menatapnya dengan tatapan sinis lalu berkata:
"Aku datang untuk memesan kamar, bukan untuk melihatmu menampar anak kecil. Jadi lakukanlah pekerjaanmu dengan benar!" Ucap Lucy sambil mencengkram tangan sang kasir
__ADS_1
Sang kasir pun menelan ludah dan kakinya gemetar karna ketakutan.
"A-ah maafkan saya, saya sangat tidak profesional" ucap sang kasir sambil melihat ke arah anak kecil tadi dengan ancaman tersirat
"Pergilah" ucap Lucy pada anak kecil tadi
Anak kecil itupun pergi dengan wajahnya yang tersenyum terharu. Ia merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya ada orang yang mau menolongnya saat akan dipukul
Tengah malamnya, usai memesan kamar, Lucy berkeliling di penginapan tersebut. Ia berniat mencari ruangan yang menyimpan berkas data jual beli para budak. Namun ia tak kunjung menemukannya. Saat hendak kembali, Lucy pun mendengar suara berisik dari arah dapur. Ia pun bergegas ke sana dan melihat ada seorang anak kecil yang sedang dipukuli oleh sang kasir. Anak kecil itu adalah anak kecil yang tadi ia tolong saat hendak ditampar. Saat Lucy hendak menolongnya ia mendengar suara yang tidak asing, suara tersebut adalah Bean, dalang dari perbudakan tersebut. Mau tidak mau Lucy harus menunggu sampai mereka pergi.
Beberapa saat kemudian, mereka pun pergi setelah puas memukuli anak kecil tadi hingga pingsan. Lucy pun menghampirinya dan mengobati luka-lukanya. Ia membawanya ke kamarnya.
"Loh empuk sekali.. aku dimana? Apa aku sudah mati?" Ucap anak kecil tersebut Dengan pelan (siuman)
"S-siapa kau! Ap-Aww!" Ucap anak kecil tersebut sambil kesakitan karena berusaha bangun
"Istirahatlah dulu, lukamu cukup parah" ucap Lucy sambil berjalan mendekatinya dengan segelas air
Lucy pun menyalakan lampu yang ada di dekatnya, membuat wajah Lucy pun terlihat
__ADS_1
"Kau yang tadi membantuku. Apa kau juga yang kali ini menolongku? T-tapi kenapa?" Tanya anak kecil tersebut
"Aku tidak punya banyak waktu. Anak kecil, siapa namamu?" Tanya Lucy
"Kami para budak tidak mempunyai nama. Kami hanya diberi nomor sebagai panggilan. A-aku nomor 12" ucap anak kecil tersebut
*Ah sial, aku lupa bahwa mereka tidak punya nama*ucap Lucy dalam hati
"Kalau begitu Twelve (12), apa kau mau membantuku?" Tanya Lucy
"Kau sudah menolongku dua kali, tentu saja aku mau menolong mu. Tapi, tolong untuk apa?" Tanya "Twelve'
"Apa kau ta- "(tok tok tok) mendengar ketukan pintu Lucy langsung mematikan lampu kamar dan menyuruh anak kecil tersebut untuk tidak bersuara. Sementara anak kecil tersebut hanya diam ketakutan.
Lucy pun hanya membuka pintu sebagian, sehingga hanya sebelah wajahnya yang kelihatan. Ternyata itu adalah seorang pelayan yang tidak sengaja mendengar suara anak kecil dari kamar Lucy dan akhirnya curiga.
"Maaf, kamu baru saja kehilangan pelayan kecil kami yang sangat kami sayangi, dan sepertinya saya mendengar suaranya dari dalam kamar anda. Apakah saya boleh memeriksanya?" Tanya sang pelayan
"Tidak ada apa-apa di kamar ini" ucap Lucy berusaha menyakinkan
__ADS_1
"Aaa, begitu yah....dasar pembohong!!" Ucap sang pelayan sambil berusaha menikam Lucy dengan pisau yang ia sembunyikan
Namun Lucy yang sudah tau niatnya dengan mudah merampas pisaunya kemudian memukul belakang leher pelayan tersebut hingga sekarat. Lucy pun mengikatnya dan menutup mulutnya dengan kain dan menaruhnya di bawah kolong tidurnya, di kamarnya. Sementara anak kecil tersebut hanya bisa terdiam