AKHIR SANG PENULIS TAKDIR

AKHIR SANG PENULIS TAKDIR
05


__ADS_3

Melihat para prajurit tersebut yang telah pergi, Lucy pun bergegas menghampiri si paman


"Paman! Hei paman! Apa yang terjadi?! Siapa mereka? Kenapa mereka menyerang paman? Kenapa paman malah menyuruhku bersembunyi? Kenapa?.." ucap Lucy dengan suara gemetaran dan mata berkaca-kaca


"Lucy.., tenanglah dulu. Apa kau membawa barang ku maksud?" Tanya si paman


Lucy pun mengangguk dan memperlihatkannya pada si paman. Si paman menyuruh Lucy membukanya. Saat Lucy membukanya ia melihat bahwa isinya adalah kalung yang dulu ia berikan pada si paman.


"Bacalah, kau sudah bisa membaca sekarang" ucap si paman


"Lucy Dallveon, Putri mahkota kerajaan Dallveon" setelah membaca tulisan di kalung tersebut, Lucy hanya menatap si paman dengan raut kebingungan.


Si paman pun memberitahukan yang sebenarnya pada Lucy. Setelah mengetahui kebenarannya, Lucy seolah tidak percaya akan tanggung jawab yang harus ia emban.


"Ambilah, kalung itu milikmu. Dan disini bukanlah tempatmu. Pergilah, dan lakukanlah tanggung jawab mu. Kau telah siap." Ucap si paman di sela-sela kematiannya

__ADS_1


"Apa maksudmu guru? Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendiri dalam keadaan seperti ini? Tidak usah sok kuat" ucap Lucy dengan tersedu-sedu


"Guru' yah..., pertama kalinya kau memanggilku begitu" ucap si paman


"Aku akan memanggil guru sebanyak yang kau mau tapi kumohon, jangan tinggalkan aku" ucap Lucy dengan air matanya yang mulai membasahi pipinya


"Dengar Lucy, pedang yang mereka tusukkan di perutku mengandung racun, dalam waktu 5 menit aku akan mati. Jadi dengarkan baik-baik perkataan ku. Adikmu, Louise Dallveon kini sudah berada pada orang-orang kerajaanmu yang selamat. Temuilah dia, dan bersama kalian pasti bisa mengembalikan kerajaan Dallveon. Aku punya satu permintaan terakhir, tidak semua rakyat kerajaan Valdimora bersalah, berikanlah belas kasihanmu pada mereka. Jika ada yang harus benar-benar dimusnahkan, maka itu adalah para bangsawan dan petinggi kerajaan Valdimora. Serta teruslah hidup..." Ucap sang "guru' pada Lucy. Usai mengatakan hal itu, ia pun mati dan dikuburkan dekat kuburan sang istri dan anak di belakang rumahnya oleh Lucy.


Selama tiga hari Lucy berkabung atas kematian sosok yang telah ia anggap sebagai guru dan orang tuanya itu. Selesai berkabung, selama sebulan ia mengasah kembali kemampuannya yang membuatnya menjadi sangat kuat. Usai berlatih, Lucy pun memulai perjalanannya. Lucy kala itu memakai topeng, jubah, dan topi jerami untuk menyembunyikan identitasnya. Di sepanjang perjalanannya, Lucy Membunuh prajurit, petinggi, bangsawan kerajaan Valdimora yang dianggapnya jahat. Ataupun para penjahat biasa, baik penjahat tidak terkenal ataupun penjahat terkenal. Baginya, baik itu kecil atau besar, sekali kejahatan maka tidak ada perbedaan. Mata dibalas mata, dan nyawa dibalas nyawa. Seorang gadis yang diasah menjadi pemimpin kuat kini menjadi sosok yang berbahaya, yang dimana membunuh adalah hal biasa baginya.


Dua tahun berlalu, kini Lucy dan Louise berusia 18 tahun. Di saat Lucy menjadi seseorang yang berbahaya, Louise kini telah menjadi seorang pemimpin yang namannya disegani banyak orang. Ia menjadi ancaman bagi kerajaan Valdimora, dan menjadi cahaya harapan bagi orang-orang yang telah putus asa.


Berita tersebut sampai pada telinga Louise. Ia penasaran pada sosok asli dibalik 'Killer Shadow' yang ditakuti semua orang.


"Killer Shadow' siapa kau sebenarnya? Apakah kau lawan atau kawan?" Ucap Louise penasaran

__ADS_1


"Yang mulia ada apa? Anda kelihatan sedang bingung?" Tanya Arreon sang komandan


"Arreon, apa kau tahu tentang "bayangan pembunuh'?" Tanya Louise


"Tentu saja, saat ini hampir semua orang membicarakannya." ucap Arreon


"Kalau begitu, apa kau tau bagaimana dia" Tanya Louise


"Menurut beberapa saksi mata, dia adalah sosok yang sangat berbahaya. Tidak banyak yang bisa melihatnya, dia adalah sosok bertopeng yang memakai jubah dan topi jerami di kepalanya." Ucap Arreon


"Bertopeng yah..." Ucap Louise sambil membayangkannya


"Ahh satu lagi, katanya dia adalah pengguna dua pedang. Yang membuatnya membunuh orang dengan cepat dan hanya menyisakan bayangannya untuk dilihat." Ucap Arreon


"Dua pedang? Bukankah sangat jarang orang yang bisa menggunakan dua pedang?" Tanya Louise

__ADS_1


"Itu benar yang mulia, namun melihat betapa cepatnya ia membunuh seseorang nampaknya hal itu bukanlah kebohongan" ucap Arreon


"Hmm menarik" ucap Louise dengan senyum tipis


__ADS_2