
"Baiklah Givelda, sepertinya kau sedang kelaparan" ucap Hazzel
"Ah...itu, kalau boleh tahu dimana semua orang?" Tanya Lucy sembari mengalihkan pembicaraan
"Seperti yang kukatakan tadi, di kastil ini tidak ada siapa-siapa selain aku. Awalnya aku memiliki seorang pelayan pribadi bernama Ella, dialah satu-satunya yang merawat dan memperhatikanku, hingga akhir hayatnya telah ia habiskan bersamaku di kastil ini. Aku telah menganggapnya seperti ibuku sendiri. Lalu, semenjak kepergiannya, aku hanya bisa mengurus diriku sendiri, memasak, dan lainnya semua kulakukan sendiri" Ucap Hazzel menjelaskan
"Ah seperti itu..." Ucap Lucy tidak menduga
"Aneh, kupikir hal ini adalah hal umum dan luar sana" ucap Hazzel yang curiga
"Maafkan ketidaktahuan saya yang mulia" jawab Lucy
"Yasudahlah, daripada itu biar aku memasak makan malam untuk kita. Anggap saja ini adalah penyambutan ku untukmu" ucap Hazzel
"Saya tidak layak yang mulia" jawab Lucy
"Sudahlah tidak perlu segan. Asal kau mau menemaniku meski hanya sementara, itu sudah lebih dari cukup" ucap Hazzel padanya
.....
Hazzel dibantu Lucy pun mulai memasak. Setelah masak, mereka pun menyantapnya bersama.
"Apa tidak apa-apa jika anda makan semeja dengan saya?" Tanya Lucy
"Santai saja, kau tidak perlu terlalu hormat padaku, toh biasanya tidak ada yang peduli" jawab Hazzel
.....
__ADS_1
Perkataan itu membuat suasana menjadi canggung. Untuk mencairkan suasana, Hazzel pun meminta Lucy membawanya ke teras kastil di lantai dua. Ia ingin menunjukkan pada Lucy pemandangan malam di kerajaan Valdimora.
"Apa kau tahu alasan aku tidak begitu sedih meski dikurung di kastil ini? Itu karena setiap malam aku bisa menyaksikan pemandangan yang indah ini" ucap Hazzel
Saat sedang menikmati pemandangan, tiba-tiba saja titik-titik putih berjatuhan. Ternyata malam itu turun salju.
"Wah sudah lama tidak turun salju" ucap Hazzel merasa senang
"Sebaiknya anda segera beristirahat, kalau tidak anda bisa sakit" ucap Lucy
"Sebentar lagi " jawab Hazzel
Malam pertama Lucy menyamar sebagai pengawal pribadi pun selesai. Dan sudah satu minggu semenjak Lucy berada di kerajaan Valdimora.
"Sudah seminggu aku di sini, namun informasi yang kudapatkan hanya sedikit. Jika begini bisa-bisa penyamaran ku sia-sia." Ucap Lucy yang mulai frustasi
"Kau?!" Ucap Lucy yang terkejut
"Apa kau butuh bantuanku? Lucy Dallveon?" Ucap Hazzel yang ternyata telah mengetahui identitas asli dari Lucy
"Bagaimana ka-" ucap Lucy yang terpotong
"Bagaimana aku bisa mengetahui identitas mu? Mudah saja, rambut hitam dan mata ungu mu adalah ciri khas dari keturunan kerajaan Dallveon. Selain kalian, tidak ada lagi yang mempunyai ciri-ciri ini" jawab Hazzel
"Apa?!" *Mataku! Siap!! Aku lupa memakai obat perubah warna mata!* Batin Lucy
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberi tahu siapa-siapa. Lagipula kalau pun aku beritahu tidak akan ada yang percaya padaku." Ucap Hazzel
__ADS_1
"Untuk apa?" Tanya Lucy
"'Untuk apa?'" Ucap Hazzel yang membalikkan pertanyaan Lucy
"Aku bisa membunuhmu dengan mudah, lalu untuk apa aku harus patuh padamu?" Ucap Lucy sambil mengeluarkan pedangnya
"Memang benar kau bisa saja membunuhku dengan mudah. Bahkan jika mau kau bisa saja membunuhku sejak pertama kali bertemu denganku. Namun kau tidak bisa melakukannya" ucap Hazzel
"Kenapa tidak?" Tanya Lucy sambil menodongkan pedangnya pada Hazzel
"Itu karena tujuanmu datang kesini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kelemahan kerajaan Valdimora. Dan satu-satunya orang yang bisa membantumu untuk mendapatkan informasi tersebut hanyalah aku." Ucap Hazzel
"Dengan apa kau bisa membantuku?" Tanya Lucy
"Pertama-tama, turunkan dulu pedangmu " ucap Hazzel
"Tcihh!" Ucap Lucy yang kemudian menarik kembali pedangnya
"Katakan apa rencana mu" tanya Lucy
"Esok malam akan diadakan rapat kerajaan yang akan dihadiri oleh seluruh anggota kerajaan didampingi pengawal pribadi masing-masing. Yang artinya aku juga akan datang ke rapat itu. Kau bisa berpura-pura menjadi pengawal pribadiku, dan itu bisa menjadi kesempatanmu untuk mendapatkan informasi yang kau inginkan." Ucap Hazzel menjelaskan
"Bagaimana aku bisa yakin kau tidak akan membongkar indentitas ku? Lalu apa keuntungan yang kau dapatkan dari membentuk?" Tanya Lucy
"Pertama, seperti yang kubilang tadi, bahkan meski aku membongkar indentitas mu tidak akan ada yang percaya padaku. Kedua, apa menurutmu setelah perlakuan yang kudapatkan dari mereka, apakah aku masih harus setia?" Ucap Hazzel yang memberi tahukan alasannya
*Lagipula hanya ini yang bisa kulakukan untuk menebus kejahatan ku dulu padamu. Pada kalian* ucap Hazzel dalam hati
__ADS_1
"Baiklah, aku terima tawaranmu. Lagipula aku tidak betah berlama-lama di sini" ucap Lucy yang setuju dengan penawaran Hazzel