AKHIR SANG PENULIS TAKDIR

AKHIR SANG PENULIS TAKDIR
03


__ADS_3

Ditengah-tengah pembicaraan mereka, sang nenek yang khawatir pada cucu angkatnya itu pun tanpa sengaja memanggilnya.


"Ellann!" Teriak sang nenek


"Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau berteriak memanggilnya?!" Tanya sang kakek pada sang nenek


"Astagah! Apa yang kulakukan?! Aku begitu khawatir hingga tanpa sadar memanggil namanya" ucap sang nenek memperjelas


"Ah, itu dia nenek dan kakekku" ucap Ellan


Para prajurit tersebut pun mendekati kedua lansia tersebut.


"Tidak perlu bersembunyi! Sebelumnya kamu ingin meminta maaf karena datang tiba-tiba dan menakuti anda sekalian, dan terimakasih karena sudah merawat yang mulia pangeran." Ucap sang komandan


"Siapa kalian!?" Tanya sang kakek dengan tegas


"Saya Arreon, selaku komandan divisi satu, dan kami adalah prajurit kerajaan Dallveon yang berhasil selamat. Untuk lebih jelasnya lebih baik kita bicarakan di tempat yang lebih aman, karna bahkan angin pun memiliki telinga." Ucap sang komandan atau kita panggil saja Arreon

__ADS_1


"Hmmm.. ikuti aku" ucap sang kakek


Dengan ragu sang kakek pun membawa mereka ke rumah mereka


"Kau yakin? Bagaimana jika mereka berbohong dan membunuh kita nantinya!?" Ucap sang nenek sambil berbisik


Namun sang kakek tidak menghiraukannya, dia tahu bahwa akan ada hari dimana para prajurit kerajaan Dallveon akan membawa Louise kembali, dan inilah harinya. Karna tidak punya banyak waktu, Arreon pun menjelaskan bahwa mereka adalah prajurit kerajaan Dallveon yang berhasil selamat dan sedang mencari keberadaan keturunan terakhir kerajaan Dallveon. Mereka berencana untuk mengalahkan kerajaan Valdimora dan membangun kembali kerajaan Dallveon. Setelah lama mencari, mereka pun mendapatkan informasi bahwa salah satu keturunan terakhir Dallveon berasa di sebuah desa petani yang berada di barat. Mereka pun melakukan perjalanan selama berminggu-minggu dan akhirnya berhasil menemukannya. Dan kini mereka berencana untuk mencari sang putri mahkota, yakni Lucy Dallveon yang belum mereka ketahui keberadaannya.


Pembicaraan mereka berlangsung selama 15 menit. Setelah mengerti situasinya, kedua lansia tersebut pun menyerahkan Louise kepada mereka.


"Kalau begitu mari kita pergi yang mulia" ucap Arreon


"Dengar Ellan, sebenarnya kau adalah salah satu keturunan Dallveon, dan nama aslimu adalah Louise Dallveon. Ellan memiliki seorang kakak perempuan, dan kami bukanlah nenek dan kakek asli Ellan, mengenai orang tua Ellan dapat menanyakannya pada mereka" ucap sang kakek


"Apapun gelar mu nanti, kamu tetaplah Ellan kecil kami. Ellan harus makan yang banyak agar bisa menjadi pemimpin yang kuat untuk negeri ini. Dan, janganlah lupakan kami" ucap sang nenek memberi perpisahan


Ketiganya berpelukan, meski memberontak, pada akhirnya Louise berhasil dibawa oleh para prajurit. Louise yang lelah karna menangis pun tertidur dalam perjalanan. Saat terbangun, Louise pun memahami kondisinya dan hanya diam serta tidak mau makan. Namun setelah dibujuk berkali-kali akhirnya ia pun mau makan.

__ADS_1


Setelah 2 hari perjalanan, Louise pun memberanikan diri untuk bertanya tentang keluarga dan identitas aslinya pada mereka.


"A-anu..,k-kalian bilang aku adalah seorang keturunan kerajaan, dan mengenai keluargaku..., A-aku ingin mengetahui semuanya!" Ucap Louise dengan gugup


Arreon pun setuju untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, mulai dari penyebab peperangan, nasib orang tua dan kerajaannya, identitas asli Louise serta tentang saudari kembarnya. Louise pun menangis karena merasa bersalah telah hidup dalam kebohongan tanpa mengetahui apa-apa mengenai keluarganya.


Setelah mengetahui kebenarannya, Louise pun membuat keputusan tegas. Dan dalam waktu singkat, bocah yang tadinya bahkan bisa menangis hanya karena dibentak tiba-tiba menjadi orang yang berbeda. Ia pun memberikan perintah: "Jika aku memang seorang pangeran kerajaan Dallveon, maka kalian ikutlah aku untuk mengembalikan kerajaan Dallveon. Tapi pertama, aku akan menyiapkan diri sambil mencari saudari kembarku. Dan kalian harus membantuku!" Ucap Louise dengan tegas


"Kemanapun Anda pergi, disana kami ada. Hidup dan mati kami hanya untuk yang mulia dan kerajaan Dallveon!" Jawab Arreon dengan tegas


*Kakak tunggulah aku, kumohon bertahanlah!* Ucap Louise dalam hati


Setelah tiba di tempat tujuan mereka, Louise pun disambut dengan gembira oleh orang-orang yang berhasil selamat lainnya. Di sana Louise mulai mempersiapkan diri. Memanah, berpedang, berkuda, taktik perang, dan lain-lain.


Enam tahun berlalu, kedua bersaudara tersebut kini telah berumur lima belas tahun. Lucy yang diajari berbagai teknik beladiri dan bertahan hidup yang membuatnya beberapa kali hampir mati. Dan Louise yang diajari untuk persiapan menghadapi perang yang akan datang. Keduanya mempersiapkan diri untuk apa yang akan mereka hadapi kedepannya. Di samping itu Louise terus menerus mencari keberadaan sang kakak tanpa menyerah.


Sementara Lucy hidup tanpa tahu apapun mengenai siapa dia dan dimana keluarganya.

__ADS_1


Disisi lain, kerajaan Valdimora mulai merasa terancam saat mendengar bahwa orang-orang kerajaan Dallveon yang berhasil selamat kini telah bersama dengan salah satu pemimpin mereka Louise Dallveon. Mereka pun menyewa dua mata-mata untuk mencari keberadaan kakak beradik tersebut.


Dan salah satu mata-mata mendapatkan informasi mengenai keberadaan sang kakak.


__ADS_2