Akibat Menikah Muda

Akibat Menikah Muda
pengumuman penting


__ADS_3

setelah selesai makan, dan meja pun dibersihkan dari piring piring kotor, maka pak Anggara dan bu Anggun pun memanggil para asisten agar berkumpul di ruangan itu. sedangkan satpam hanya melalui video call, karena mereka tidak bisa meninggalkan pos jaga.


" baiklah, saya tidak akan berlama lama disini, karena kalian pun masih harus melakukan tugas lain. " pak Anggara menarik nafas. dan mengeluarkan sebuah map berwarna hitam.


" saya lanjutkan ya, dia adalah Joana, yang tadi siang melamar sebagai pembantu di rumah ini. dan telah diterima, tapi istri saya dari awal dia menyebutkan namanya sudah bergetar hatinya, karena putri kami yang hilang, namanya juga Joana. dan ketika istri saya menyuruh Joana membawakan makanan ke kamar nya, istri saya sedang memandang foto ini yang ternyata Joana pun memiliki foto yang sama, karena foto itu yang kami letakkan bersama dengan pengenal lain" pak Anggara menunjukkan barang barang yang dibawa oleh Joana sebagai bukti bahwa dia adalah anak pak Anggara dan bu Anggun. pak Anggara menyerahkan barang barang itu pada opa Broto dan kakek Suseno. mereka pun meneliti barang barang tersebut dan memandang wajah Joana, untuk melihat kesamaan wajah antara foto bayi dan dan wajah Joana yang sudah beranjak dewasa ini.


opa Broto mengangguk.


" yah, sama, wajah bayi ini dengan wajahnya sekarang memiliki bentuk muka yang sama. " ujar opa Broto.


" iya aku juga melihat kesamaan garis wajahnya. " kakek Suseno ikut memberi penilaian.

__ADS_1


" nggak bisa asal nilai gitu dong pa, harus tes DNA dulu lah. " teriak Erwin dan Liana hampir berbarengan.


" iya, tes DNA akan tetap kita lakukan, sebagai formalitas, karena yang sebenarnya, kami sangat percaya bahwa dia adalah putri kami yang kami serahkan pada orang lain sewaktu dia masih bayi. dan kami sudah berusaha mencarinya, tapi belum bertemu. dan ternyata dia datang kemari membawa bukti bukti ini. " bu Anggun menjelaskan.


" nah, berarti dia sengaja datang kesini untuk menipu kita ma. " Liana memandang Joana dengan tatapan sinis.


" dia datang kesini melamar sebagai pembantu, bukan mengaku sebagai anak kami. jadi kita tidak bisa men judge dia menipu kita. "bu Anggun tetap melakukan pembelaan pada Joana. Liana terdiam mendengar itu. kalau memang dia berniat menipu, tentu dia mengaku dari awal bahwa dia adalah anak dari tuan rumah. tapi itu tidak dilakukan nya.


" iya bu, saya akhirnya faham, mengapa Jo, eh non Joana dipindahkan ke kamar atas. " mbok Sri akhirnya buka suara.


" mbok, nggak perlu panggil saya dengan embel embel non, saya yang nggak enak dengarnya, nggak biasa. " Joana tersenyum malu.

__ADS_1


" harus dong non, masa manggilnya hanya Joana. " Silvi pun ikut berbicara.


" nggak apa apa. anggap aja kayak dengan orang biasa ya mbok, dan yang lainnya juga" " Joana tetap ingin dipanggil tanpa embel embel.


" yah baiklah non, eh Joana." bu Prapti pun mengambil keputusan.


" emang belum tentu juga dia anak kandung mama dan papa, " lagi lagi Erwin bicara dengan senyum miring.


" sudah pa, dia belum bisa menerima Jo sebagai kakaknya, jadi kita tidak bisa memaksakan Erwin dan juga Liana agar menerima Jo pa. " Joana menahan Pak Anggara yang akan memarahi Erwin.


" nah ini, kakek dan opa kamu, salam pada mereka. " bu Anggun mengangguk pada Joana dengan senyum teduhnya.

__ADS_1


__ADS_2