
karena rasa cintanya pada Arjuna, Liana nekat mendatangi Arjuna ke kampus tempat Arjuna dan Joana menimba ilmu.
dan kebetulan sekali Arjuna sedang berjalan dengan Joana akan menuju ke parkiran, betapa amarah meluap dalam diri Liana ketika melihat hal itu. dengan langkah lebar, dia mendekati kearah dua orang yang sedang ngobrol dengan asyiknya, sehingga tidak menyadari kehadiran Liana di hadapan mereka.
" aduh, sakit, " Joana berteriak karena dia merasakan sakit dikepalanya, karena ulah Liana yang menarik rambutnya yang dikepang itu.
" Liana? " Arjuna terpaku ketika melihat Liana yang sedang menarik rambut Jo. dan segera dia berusaha melepaskan tangan Liana dari rambut orang yang dikasihinya itu. " lepaskan Li, kasihan dia " sentak Arjuna yang selama ini tidak pernah bertindak kasar.
" aku tidak akan melepaskan nya, dia sudah berusaha merebut kamu dari aku kak. " teriak Liana dengan emosi yang memuncak.
" Li, tolong lepasin, kepalaku sakit. " Jo memohon pada Liana yang tidak mau melepaskan tangannya dari rambut Jo.
" kita bicarakan baik baik Li, tolong lepaskan tangan kamu, kasihan dia. " Arjuna berusaha membujuk Liana.
__ADS_1
" nggak akan. kecuali kamu berjanji untuk menjauhi dia. " teriak Liana.
" aku nggak bisa men jauh dari dia, kami satu kelas Li. " wajah Arjuna sudah memelas, dia iba melihat orang terkasih nya merasa kesakitan.
" kalau kamu nggak mau berjanji, aku tarik lagi rambutnya ni. " ancam Liana pula.
" oke, baiklah, aku bakal jauhi dia, sekarang lepaskan tangan kamu ya. " Arjuna akhirnya berjanji pada Liana. karena dia tidak ingin melihat Jo semakin kesakitan. mendengar janji yang diucapkan Oleh Arjuna, maka Liana pun langsung melepaskan tangannya dari rambut Jo.
" sekarang kamu cepat pergi pembantu sialan. " Liana mendorong tubuh Jo yang lebih kurus darinya itu. dan Jo yang tidak siap pun hampir terjatuh, dengan cekatan Arjuna menangkap tubuh Jo yang hampir jatuh.
melihat itu Liana pun kembali emosi, dia menarik tangan Jo dengan kasar dan melepaskan Jo dari pelukan Arjuna.
" au, sakit Li. " keluar air mata Jo karena rasa sakit di seluruh badan dan hatinya. tidak tahu apa salahnya pada Liana, sehingga adiknya itu begitu membencinya.
__ADS_1
" rasakan itu, ini pelajaran untuk kamu, jangan coba coba kamu mendekati pacarku lagi. faham? " Liana melotot ke arah Jo.
" iya Li, maaf. " Jo yang berhati baik pun malah meminta maaf.
" sana pulang. kalo perlu pulang ke kampung mu aja, jangan pulang ke rumah ku . " tunjuk Liana dengan sombongnya.
" kamu jangan seperti itu Li, nggak boleh, apalagi dia lebih tua dari kamu. " nasehat Arjuna agar Liana tidak berbuat jahat lagi pada Jo.
" karena dia pembantu tidak tahu diri. " Liana masih ngotot mengatakan Jo adalah pembantunya. banyak mahasiswa yang berhenti disekitar mereka untuk menonton keributan yang terjadi di sana. banyak yang kasihan pada Jo yang disiksa oleh Liana, tapi tidak sedikit pula yang malah menghujat Jo karena percaya dengan omongan Liana yang mengatakan Jo adalah pembantu yang berusaha mendekati pacar Liana.
" gak sadar diri tuh pembantu, berani beraninya nge dekati pacar dari majikannya. " ucap seorang mahasiswa yang menyaksikan kejadian itu.
" walaupun seperti itu, kasihan juga pembantunya , lihatlah, wajah lucunya itu. aku kok nggak percaya kalo dia mau merebut pacar majikannya dih. " sahut seorang mahasiswa yang kasihan melihat keadaan Jo.
__ADS_1