
Joana pergi ke kampus dengan diantar oleh sopir kantor papanya. sebenarnya dia lebih suka pergi dengan naik angkot atau kendaraan umum lainnya, daripada harus diantar dan dijemput. kasihan sopir yang harus menunggunya. itulah pikiran Jo. karena kelembutan hatinya, dia menjadi tidak enakan pada kesusahan orang yang dikarenakan olehnya. padahal kan mereka digaji.
di kampus, tidak sengaja Jo bertemu dengan Arjuna yang juga baru sampai.
" Hai Jun, kamu baru sampai juga? " Joana menyapa Arjuna dengan riang.
" eh, iya Jo, " Arjuna tampak gugup, dia takut untuk ngobrol dengan Jo, takut Liana akan bertambah marah pada Jo, tapi disisi lain dia sangat ingin berdekatan dengan Jo.
" kok kamu gugup Jun, apa kamu sakit? " Jo yang melihat tingkah Arjuna berbeda dari hari sebelumnya menjadi bertanya.
" nggak apa apa Jo. aku duluan ya Jo. " Arjuna segera mempercepat langkahnya menuju kelas.
Jo tentu saja heran dengan sikap Arjuna ini. awalnya Arjuna lah yang selalu bersikap baik padanya. tapi sekarang kok malah Arjuna yang menghindari nya. kalau dia takut Liana akan marah pada Arjuna, Jo bisa menjelaskan pada adiknya itu, bahwa antara dia dan Arjuna tidak ada hubungan apa apa selain teman sekelas.
hari ini dihabiskan oleh Jo dengan perasaan bingung, karena sikap Arjuna, yang terus menghindari nya. dia melangkah menuju parkiran dan sosok Anto sang sopir terlihat sedang menunggunya didepan mobil dengan memegang benda pipih miliknya.
...****************...
__ADS_1
" bagaimana hari ini Jo? " bu Anggun menatap Jo yang kelihatan capek itu, ketika, mereka sedang duduk menghadapi hidangan makan malam.
" Jo, sudah hampir bisa mengemudikan mobilnya ma, " sahut Jo antusias. walaupun lelah, tapi dia senang dengan pelajaran yang telah diberikan oleh Anto. dengan sabar dan telaten Anto mengajarkan nya mengemudikan mobil, Jo yang tadi nya tidak berminat dengan pelajaran itu, menjadi ketagihan dan tidak mau berhenti, itulah sebabnya dia sudah hampir bisa, karena dengan serius Jo mendengarkan dan mengikuti instruksi dari Anto.
" nggak mungkinlah dalam waktu satu hari kamu langsung bisa mengemudikan mobil. aku aja satu bulan baru bisa. "Liana langsung menyahut omongan Jo.
" kan Jo bilang hampir bisa Li, bukan bisa. " Erwin terdengar membela Jo. Jo melirik ke arah Erwin yang sedang memperhatikan nya dengan tatapan tajam. Jo menjadi takut sendiri.
" kalau Jo bisa menyetir mobil sendiri, tinggal beli mobil pilihan kamu Jo. " pak Anggara menatap Jo dengan serius.
" nggak usah pa, Jo pakai mobil yang ada aja. nggak harus beli yang baru. " tolak Jo tidak enak.
" iya ma. makasih ya ma. " Jo mengucapkan terimakasih dengan tulus.
" sama sama sayang. " bu Anggun mengusap rambut Jo dengan penuh kasih sayang. dan merekapun makan dalam pikiran masing masing.
...****************...
__ADS_1
Satu minggu berlalu, Jo yang belajar mengemudi dengan serius pun akhirnya sudah bisa menyetir dijalan raya. dan dengan perasaan bahagia, pak Anggara memesankan mobil terbaru sebagai hadiah untuk putrinya itu. dan tentu saja membuat Liana bertambah marah pada Jo.
" papa dan mama tidak adil. aku yang bisa menyetir duluan, tapi tidak dibelikan mobil. Jo yang jelas jelas baru bisa, sudah papa dan mama kasih mobil terbaru. " protes Liana dengan suara keras.
" karena dia sudah bisa membuat SIM, Li. sedangkan kamu kan belum bisa. " bu Anggun berkata pelan membujuk putri angkatnya.
" nanti kamu juga akan dibelikan papa mobil pilihan kamu Li. " Jo ikutan membujuk Liana.
" diam kamu. semenjak kamu datang ke rumah ini. semuanya jadi menyayangi kamu, tidak ada yang peduli denganku lagi " tunjuk Liana pada Jo yang terdiam mendengar kemarahan Liana.
" Liana" pak Anggara membentak Liana yang telah bertindak tidak sopan. Liana memang paling takut kalau sudah mendengar pak Anggara bersuara lantang.
" sabar ya sayang, nanti kalau sudah saatnya kamu akan dapat juga. " bu Anggun mengelus pundak Liana yang menangis.
Liana berlari ke arah kamarnya, Jo hanya terbengong. dia merasa tidak enak hati.
" sudah Jo, lebih baik kamu coba mobil baru kamu itu. " pak Anggara menunjuk mobil yang sudah siap untuk dibawa itu.
__ADS_1
" baik pa, mama mau ikut dengan Jo? " Jo memandang mama nya.
" mau dong. ayo. " bu Anggun segera masuk ke dalam mobil dan Joana pun mengemudikan mobil dengan perlahan. hatinya bahagia mendapatkan semua fasilitas dari orang tua kandung nya yang selama ini tidak pernah didapatkan dari orang tua angkatnya, yang hanya butuh harian lepas.