Akibat Menikah Muda

Akibat Menikah Muda
hati Joana mencair


__ADS_3

bu Anggun menarik nafas, dan melanjutkan ceritanya.


"kami berdua saling mencintai, walaupun orang tua, kami melarang hubungan mama, dan papa . kami back street. dan menyebabkan mama hamil. " bu Anggun bicara lirih. " karena kehamilan mama, mau tidak mau, opa dan kakek kamu menikahkan kami, tapi dengan syarat anak kami harus ditaruh di panti asuhan, atau mereka akan membunuhnya. mama yang masih ingin kamu hidup, tentu saja memilih kamu diasuh oleh orang yang tidak atau belum mempunyai anak. " tutur bu Anggun pelan.


" mama kamu sangat kehilangan kamu pada saat itu, namun daripada kamu dihilangkan selamanya oleh mereka, lebih baik kami kehilangan kamu sementara. " pak Anggara menyambung cerita istrinya.


" boleh saya bertanya? " Joana yang penasaran pun memotong cerita kedua orang tuanya itu.


" silahkan, kamu mau nanya apa nak? " bu Anggun menatap Joana dengan penuh cinta.


" apa alasan orang tua kalian ingin melenyapkan saya? padahal kalian sudah mengantongi restu dari mereka? " tanya Joana tidak habis pikir . kok bisa bisanya mereka memberi restu, tapi tidak menginginkan anak dari pernikahan itu.


" alasan mereka, kami masih terlalu muda untuk punya anak, dengan adanya anak, kami jadi tidak bisa melanjutkan usaha yang akan mereka wariskan pada kami. walaupun kami diijinkan menikah, tapi kami diharuskan tetap bersaing di dua perusahaan berbeda itu." pak Anggara memberikan penjelasan.


" lalu sekarang, kemana mereka ? " Joana bertanya perihal keberadaan kedua kakek yang bersaing itu.

__ADS_1


" mereka ada di satu rumah, karena sekarang mereka sudah bersahabat dan tidak ingin dipisahkan. mereka membeli rumah untuk di tempati bersama sampai maut menjemput mereka. " bu Anggun tersenyum menceritakan persahabatan mereka kini.


Joana yang mendengarnya ikut heran.


" kok bisa? lalu kemana, para istri mereka? " tanya Joana lagi.


" sebelum mereka bersahabat, mereka, kehilangan istri istri mereka secara, berbarengan, saat itu mereka mengalami kecelakaan pesawat, mereka naik pesawat yang sama hari itu, dan pesawat itu mengalami kecelakaan, dan nenek dan oma kamu menjadi korban diantara sekian banyak korban, kakek dan opa kamu sempat dirawat di rumah sakit selama satu bulan , dan ajaibnya, keluar dari rumah sakit, mereka menjadi dua orang sahabat yang tidak bisa dipisahkan." walaupun tersenyum tapi ada air mata yang jatuh dari sudut mata pak Anggara saat bercerita. dia bahagia kedua orang yang bermusuhan menjadi sahabat baik, namun disisi lain, dia juga harus kehilangan sosok yang sangat mereka cintai. sosok ibu yang selalu mendukung cinta mereka, walaupun para ayah yang bermusuhan, tapi mereka selalu hadir diantara ayah dan anak anak , mereka memberi semangat pada Anggun dan Anggara untuk tetap mempertahankan cinta mereka.


Joana tertunduk, dia menghapus air matanya yang jatuh saat mendengar cerita itu.


" mereka, kakek dan opa, apakah tahu bahwa saya masih hidup? " Joana bertanya dengan cemas, dia takut kalau para kakek itu masih tidak Menginginkannya.


" namun keyakinan selalu kami tanamkan bahwa suatu hari kamu akan datang mencari kami." ujar bu Anggun.


" apakah mereka baik padamu nak? " bu Anggun kembali bertanya.

__ADS_1


Joana mengangguk,


" mereka sangat baik, dan sangat menyayangi saya, karena itu mereka menyuruh saya mencari kalian, karena mereka tidak mampu untuk membiayai kuliah saya. " cerita Joana yang membuat mereka menatap Joana dengan iba.


saat mereka masih asyik bertukar cerita dan hati mereka mulai mencair dan menyatu, mereka dikejutkan oleh suara orang yang tiba tiba sudah berdiri didepan pintu kamar.


" kok papa dan mama bisa ada di kamar ini, bersama orang asing yang katanya pembantu baru. " ucap seorang anak laki-laki dengan lantang.


" eh, Erwin, kamu sudah pulang nak? ayo sini, papa kenalkan pada kakak kamu. " panggil pak Anggara yang di angguk oleh bu Anggun.


" hah kakak? kakak dari mana pa, ma? aku nggak punya kakak, akulah anak tertua disini." jawab Erwin yang ternyata anak pak Anggara dan bu Anggun, yang artinya adalah adik Joana.


" dia pembantu baru pa, kok bisa bisanya menjadi kakak kami? " anak perempuan di samping Erwin ikut bicara, dengan wajah tidak suka. bu Anggun yang mendengar perkataan anak anak mereka pun menjadi kecewa, dia memandang Joana penuh sesal.


" maafin mereka ya sayang. mereka memang agak berbeda karakternya. " ucap bu Anggun pelan pada putri yang baru kembali itu.

__ADS_1


" iya ma, Jo maklum kok. tentu mereka tidak mungkin langsung bisa menerima Jo sebagai kakak mereka. " Joana tersenyum sedih, bu Anggun mengusap rambut putrinya.


" papa tidak pernah mengajarkan kalian untuk memandang rendah orang lain. apalagi terhadap kakak kalian " hardik pak Anggara pada kedua orang itu.


__ADS_2