
setelah sarapan bersama, bu Anggun mengajak Joana untuk mendaftar kuliah dan juga berbelanja kebutuhan putrinya itu, seperti baju baju, sepatu, skin care dan masih banyak lagi kebutuhan yang akan dibeli bu Anggun untuk Joana, termasuk pergi ke salon untuk perawatan yang selama ini tidak pernah dilakukan nya, pakai shampo dan bedak baby saja sudah cukup baginya, dan dia tidak pernah memimpikan untuk bisa melakukan perawatan di salon.
" kita mau kemana lagi ma? " tanya Joana usai pendaftaran di kampus tadi, dan Joana melihat mamanya bukan mengarahkan mobil ke rumah, melainkan ke arah lain.
" kita ke mall dulu sayang, perawatan dan belanja belanja, kita harus merubah penampilan kamu, agar menjadi lebih cantik. " jawab bu Anggun dengan tersenyum manis.
" Jo sudah terbiasa seperti ini ma, nggak usah repot repot ke salon. ngabisin uang mama aja. " ujar Joana dengan polosnya.
bu Anggun mengusap kepala Joana yang duduk di sampingnya.
" kamu ikuti saja yang akan mama lakukan pada kamu y nak, mama nggak akan menjerumuskan kamu kok " bu Anggun memandang Jo dari kaca spion.
" Jo percaya mama nggak akan menjerumuskan Jo, tapi Jo yang merasa nggak enak ma. " terlihat wajah Joana yang merasa bersalah.
" jangan seperti itu sayang, ini adalah tanggung jawab mama kamu nggak usah memikirkan apapun. kamu nurut dengan mama aja, cukup. oke? " bu Anggun melihat ke arah Joana yang sedang menatapnya.
" iya ma." Joana mengangguk.
" good Girl. " di acungkannya jempol kearah Joana.
setelah memarkirkan mobilnya, bu Anggun menuntun tangan Joana dan mengajaknya melihat lihat baju dan segala pernak pernik, seperti tas, sepatu dan lain lain untuk Joana. bu Anggun sangat bahagia memilih milih kan baju dan lainnya untuk Joana, selama ini dia tidak pernah melakukannya pada dua anaknya yang lain, sejak mereka sudah besar ini.
...****************...
__ADS_1
hari sudah malam ketika mereka pulang ke rumah, karena mereka tidak menyadari waktu yang terus berputar. dan tampak penghuni rumah yang sedang duduk di meja makan.
" masih ingat pulang ma? " pak Anggara tersenyum menyindir istrinya.
" sebenarnya mama belum mau pulang pa, tapi anak kamu ini sibuk ngajak pulang terus, nggak mau banyak banyak belanjanya. " ujar bu Anggun yang memamerkan barang bawaannya, yang sebagian dibawa oleh satpam.
" duh, ada orang yang kaget nih, kaget masuk ke rumah konglomerat, jadi semuanya mau dibeli, sampai sampai lupa diri. " sindir Erwin menatap Joana dengan sinis.
seketika mata pak Anggara langsung menatap kearah Erwin dengan sorot tajam. Liana yang melihat pandangan papanya pada Erwin, langsung menyikut lengan kakaknya itu.
" Win, papa tuh." ujar Liana pelan. Erwin langsung menoleh ke arah papanya dan diapun langsung memutuskan kontak mata dengan sang ayah.
se nakal nakalnya Erwin, dia masih ada rasa takut pada pak Anggara yang berwatak keras.
" emangnya Jo barang ya opa, dimonopoli?" Joana tertawa mendengar ucapan opanya yang lucu.
"ayo kita makan dulu, nanti kita mandi dan bongkar bongkar belanjaan kita tadi. " bu Anggun menarik tangan putri tersayang nya.
" sini, kamu duduk dekat kakek Jo. " panggil kek Suseno dengan menunjuk kursi disebelahnya. Joana pun segera duduk di kursi yang ditunjuk oleh kek Suseno. mereka makan sambil berbincang bincang, walaupun dalam aturan makan dilarang untuk bicara, tapi tidak berlaku bagi mereka yang sedang bahagia ini.
selesai makan mereka berpindah ke ruang keluarga, sementara Joana dan bu Anggun pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan diri. Joana mencoba pakaian baru yang baru dibeli bersama mamanya.
Joana keluar dengan piyama pink pilihan mamanya, sangat selaras dengan warna kulitnya yang putih bersih.
__ADS_1
" sini duduk dekat kakek sayang. " ke Suseno memanggil cucunya. Liana dan Erwin yang ada di sana hanya memberikan cibiran saja.
" kamu sangat cantik sekali sayang, wajahmu tambah mirip dengan mamamu, opa jadi benar benar yakin kamulah yang dicari. " opa Broto menatap cucunya secara seksama.
" cantik apanya sih opa, jangan lebay deh opa. " Liana tidak Terima dengan pujian opa buat Joana.
Opa Broto tersenyum memandang ke arah Liana.
" kamu juga cantik sayang, kalian cucu opa, cantik cantik dan ganteng seperti orang tuanya, tentu saja. " opa Broto memuji para cucunya itu, yang malah membuat Liana tambah kesal melihat Joana, karena sang opa yang tidak tulus memberikan pujian untuk nya dan Erwin.
" lebih baik aku masuk kamar daripada ikutan manusia lebay seperti kalian. " ucap Liana sambil meninggalkan mereka di ruang keluarga.
bu Anggun hanya geleng geleng kepala melihat tingkah dua anaknya itu.
" sabar ya sayang. " ujar bu Anggun memandang putri sulung nya.
"it's okey ma. " Joana tersenyum hangat.
malam semakin menjelang, akhirnya Joana pamit untuk tidur, karena besok hari pertama dia akan kuliah.
"ma, pa, opa dan kakek, Jo masuk kamar dulu ya, mau tidur, kan besok hari pertama Jo kuliah. " pamit Jo pada mereka.
" oh iya, kamu benar sayng, keasyikan ngobrol, sampai lupa kamu harus kuliah besok. " bu Anggun mengangguk dengan mengeluarkan senyum manisnya.
__ADS_1