Akibat Menikah Muda

Akibat Menikah Muda
Erwin semakin panas


__ADS_3

pagi pagi seperti biasa penghuni rumah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan. Erwin yang datang belakangan menjadi ter beliak begitu melihat Jo yang sudah duduk manis di kursi samping mamanya.


" Jo,,,? " panggil Erwin membuat Jo menoleh.


" eh Erwin, ayok sarapan. " Jo menunjuk kursi di sampingnya. Erwin hanya mengangguk dan menuruti keinginan Jo.


" kamu mengapa pucat sekali Win? apakah kamu sakit? kalo sakit nggak usah sekolah dulu, nanti papa yang akan minta ijin pada guru mu. " pak Anggara melihat wajah Erwin yang pucat


" Iya Win. kamu libur aja dulu nanti mama telpon guru kamu. " bu Anggun ikut bicara.


" nggak apa apa pa, ma, Erwin baik baik saja kok. " Erwin mengelak untuk disuruh istirahat di rumah . dia ingin segera pergi ke sekolah untuk memaki anak buahnya yang tidak becus.


" beneran? kalo gitu, nanti kamu telpon mama atau papa, jika ada apa apa di sekolah nanti ya. " pesan bu Anggun akhirnya..


" iya ma, tenang aja. " Erwin bangkit untuk segera ke sekolah, disusul oleh Liana. dia menoleh pada Joana, " kamu mau ikut bareng aku Jo? " tanyanya pada Jo.


" nggak ah, aku masih santai kok, nggak buru buru. " sahut Jo tenang. Jo yakin dia akan diturunkan lagi di pinggir jalan, jadi lebih baik dia pergi sendiri naik angkot atau taksi online saja.

__ADS_1


" kamu mau mama antar Jo? " bu Anggun bertanya.


" nggak usah ma, Jo bisa naek taksi online aja ma. " sahut Jo.sambil terus mengunyah makanan nya.


" papa juga khawatir nak. lebih baik kamu diantar sopir kantor aja. jadi papa dan mama nggak cemas lagi. " pak Anggara turut meyakinkan Jo agar mau diantar oleh sopir.


tentu saja mereka khawatir hal kemaren akan terulang lagi.


" nggak perlu pa, ma, Jo akan lebih hati hati. " Jo kembali menenangkan orang-tua nya.


" nggak, kali ini kamu harus patuh pada kami, kamu akan diantar oleh sopir kantor, biar dia direkrut sebagai sopir kamu saja, dan papa akan mencari sopir baru untuk di kantor " kalau pak Anggara sudah bicara tegas berarti dia tidak ingin di bantah lagi. bu Anggun sudah faham itu maka dia hanya diam melirik kearah Jo yang terdiam. dan pak Anggara pun langsung menghubungi Anto sang sopir kantor, untuk menyuruh datang ke rumahnya.


" iya pa. " sahut bu Anggun. setengah jam menunggu, datanglah Anto, orang yang mereka tunggu, dan setelah memberikan instruksi pada sopirnya tersebut, maka sepasang suami istri itupun berangkat ke kantor. sedangkan Joana bersiap siap untuk berangkat ke kampus dengan diantar oleh sopirnya, yang akan mengajarinya mengemudikan mobil nantinya, sesuai dengan perintah pak Anggara, agar Joana pun bisa membawa mobil sendiri.


...****************...


Sementara di tempat berbeda, Erwin sedang mengumpulkan anak buahnya. setelah mengantarkan Liana ke sekolah, Erwin langsung meninggalkan sekolah menuju sebuah rumah yang menjadi tempat dia dan teman temannya berkumpul. tampak dia sedang memarahi tiga orang yang sedang menunduk.

__ADS_1


" baru aku perintahkan seperti itu saja, kalian tidak becus. " Erwin menendang salah satu laki laki yang ada dekat dengan nya.


" maaf bos, kami sudah mengunci dia dalam pondok yang jauh dari pemukiman. " jawab pria berambut gondrong.


" itu kenapa dia bisa berada di rumah lagi pagi ini? " Erwin menatap tajam pada si gondrong.


" kami nggak tau bos. " sahut si gondrong lagi.


" apakah kalian mengambil ponselnya? " tanya Erwin lagi. mereka bertiga pun langsung saling pandang. dan menepuk jidat mereka masing masing.


" ya ampun, kok kita bisa melupakan hal itu ya? memang kami tidak mengambil ponselnya bos, karena dia menaruh ponselnya tidak tahu dimana. tasnya sudah kami ambil, dan tidak kami temukan ponselnya itu. pria dengan wajah yang lumayan bersih ikut menjawab.


" bodoh. " teriak Erwin lantang dan sangat marah. " itulah dia bisa menelpon ke mama atau papa. dan akhirnya mereka berhasil menemukan cewek sialan itu. " sambung Erwin pula.


" jadi sekarang bagaimana bos? apa rencana selanjutnya? " tanya gondrong memandang bosnya.


" kalian harus menculiknya lagi, dan kali ini aku tidak ingin mendengar kata gagal lagi. " teriak Erwin pada mereka.

__ADS_1


" pasti bos besar sekarang lebih berhati hati menjaga putri mereka itu bos, jadi tidak akan mudah untuk kami melaksanakan perintah bos ini. " pria pendek yang dari tadi hanya diam pun akhirnya angkat bicara.


" kalau itu aku akan pikirkan lagi caranya, pokoknya aku harus membuat dia keluar dari rumah itu. karena akulah yang paling berhak atas semua harta mereka. tidak ada yang lebih berhak selain aku. ha ha ha " Erwin mengakhiri kalimatnya dengan tertawa.


__ADS_2