Akibat Menikah Muda

Akibat Menikah Muda
Liana menembak Arjuna


__ADS_3

setelah membantu menyelesaikan tugas matematika Liana, Arjuna agak berat untuk pamit pulang, sebenarnya dia ingin menemui Joana, tapi Liana yang mengetahui bahwa Arjuna mempunyai perasaan pada Joana akhirnya mengusir Arjuna dengan halus.


Arjuna pamit pulang pada kedua orang tua Liana yang kebetulan pulang berbarengan.


" om, tante, saya pulang dulu ya. " Arjuna mengalami pak Anggara dan bu Anggun.


" kok cepat sekali nak, ayo kita makan malam bersama dulu. " ajak bu Anggun ramah.


" terimakasih tante, saya sudah dari tadi disini, " tolak Arjuna.


" ya sudahlah kalo gitu. hati hati bawa motornya ya, siapa nama kamu? " pak Anggara bertanya.


" Arjuna om. " jawab Arjuna dengan senyum manis nya.


" nama tokoh pewayangan. pasti kamu orang Jawa ya? " pak Anggara langsung menebak.


" heh heh iya om, eyang saya pecinta wayang om. " sahut Arjuna malu malu.


" kamu beneran nggak mau makan malam dengan kami?" pak Anggara menawarkan lagi.


" terimakasih om, lain kali aja om. " kembali Arjuna menolak dengan halus.


...****************...


baru saja Arjuna membuka pintu kamarnya, ponselnya terasa bergetar, diambilnya dari saku celana nya. terpampang nama Liana di sana. diabaikannya panggilan itu, karena dia mau mandi dan shalat maghrib. setelah


selesai shalat, di cek nya kembali ponselnya, banyak sekali panggilan dari Liana. karena kasihan, akhirnya dia menelpon Liana kembali.

__ADS_1


" halo kak, kenapa dari tadi telpon aku gak diangkat? " Liana langsung memberondong Arjuna dengan pertanyaan.


"sampai di rumah tadi aku langsung shalat dulu, ni baru lihat ponsel, ternyata banyak panggilan dari kamu. " jawab Arjuna dengan lembut.


" aku kirain kakak pergi dengan cewek lain. " Liana mulai dengan suara manjanya.


" kalau sekarang ini, belum pergi dengan cewek, mungkin bentar lagi lah," ujar Arjuna, ambigu, yang membuat Liana menjadi gede rasa. dia merasa Arjuna, sedang memberi sinyal padanya, sehingga dengan beraninya dia langsung menembak Arjuna.


" kalau kakak malu ngomongnya, biar aku aja yang ngomong dengan kakak ya. " ujar Liana dengan tawa ditahan.


" ngomong apa, Li? " tanya Arjuna yang bingung.


" ehm, gini, kakak mau kan pacaran dengan aku? " dengan lancar Liana mengeluarkan isi hatinya.


" maksud kamu apa Liana? aku gak faham. " Arjuna, bertanya dengan rasa kaget karena ditembak oleh Liana.


" nggak Li, aku nggak pernah berniat nembak kamu, maaf. " Arjuna ngerasa bersalah.


" eh, nggak apa apa sih, kalo kamu nggak ada niat untuk nembak aku, tapi ijinkan aku untuk ngajak kamu pacaran kak. " kembali Liana mengulang perkataan nya.


' maaf Li, dari dulu aku sudah nganggap kamu tu seperti adikku sendiri. nggak lebih. aku mohon maaf ya. " Arjuna berkata dengan sangat lembut, agar Liana bisa mengerti dengan keputusannya.


Liana syok mendengar jawaban Arjuna yang tidak sesuai dengan harapannya.


" maksud kamu apa kak? aku sangat mencintai kakak, kok kakak tega sekali menolak aku kak. "Liana histeris.


" maafin aku Li, tapi aku sudah terlanjur mencintai orang lain Li." sesal Arjuna.

__ADS_1


" siapa dia? apakah Joana? cewek kampungan itu? si pembantu itu? " teriak Liana histeris.


" maaf Li, kamu jangan seperti itu, kamu gak boleh teriak teriak, malu. " Arjuna berusaha menenangkan Liana.


" aku nggak Terima ya kalo kakak mencintai orang lain, apalagi orang itu adalah Joana, cewek rese, si pembantu sialan itu. " Liana tidak mau merendahkan suaranya sedikitpun. dia merasa apapun yang dia inginkan harus menjadi miliknya. begitupun Arjuna, harus menjadi miliknya, dia tidak peduli apakah Arjuna mencintainya atau tidak, baginya, semua bisa dibeli dengan uang. Liana memutuskan panggilan sepihak. dia melemparkan semua isi kamarnya, sehingga kamarnya tidak ubahnya seperti habis terkena angin ****** beliung. bu Anggun yang mendengarkan suara amukan dari kamar Liana langsung mengetuk kamar tersebut.


" tok tok tok, Li, buka pintunya Li. mama masuk ya. " bu Anggun memanggil manggil nama Liana. dia mencoba memutar pegangan pintu, dan ternyata tidak dikunci. bu Anggun melangkah masuk. matanya terbelalak menyaksikan keadaan kamar yang centang perenang. dia geleng-geleng kepala.


" ada apa sayang? kenapa sampai seperti ini? " bu Anggun bertanya dengan hati hati.


" ini semua gara gara si pembantu sialan itu. "teriak Liana pada mamanya itu.


" siapa yang kamu maksud Li? " kembali bu Anggun bertanya dengan keanggunan nya.


" siapa lagi kalo bukan pembantu yang mama angkat sebagai anak mama itu. "masih dengan berteriak Liana menjawab pertanyaan mamanya. dan tentu saja bu Anggun terkejut mendengar jawaban dari Putri angkatnya ini.


" maksud kamu apa Li? mama nggak faham, emangnya apa yang telah dilakukan oleh Joana pada kamu nak? " bu Anggun tetap akan bersikap bijak menanggapi permasalahan yang terjadi antara dua putrinya ini. apalagi dia belum mengetahui permasalahan nya.


" coba tolong jelaskan pada mama, apa masalahnya. " bu Anggun menatap Liana dengan mata teduh, melindungi.


" dia, anak angkat mama itu, dia sudah merebut orang yang aku cintai ma. dia sudah merebut mama dan papa, dan sekarang Arjuna, cowok yang paling aku cintai sudah lama. " Liana terisak menceritakan masalah yang terjadi.


" Arjuna itu pacar kamu? " tanya bu Anggun.


" bukan ma, tapi dia menolak aku karena dia mencintai orang lain, dan dia adalah Joana. " Liana kembali emosi.


" memangnya mereka saling kenal? "

__ADS_1


" Joana kuliah dimana Arjuna kuliah ma. dan dengan genitnya Joana berusaha mendekati Arjuna ku ma. " Liana berkata dengan seenak hatinya, tanpa bukti nyata.


__ADS_2