Akibat Menikah Muda

Akibat Menikah Muda
Liana mengundang Arjuna ke rumah


__ADS_3

Liana dan Erwin masuk ke rumah setelah pulang sekolah, matahari masih memberikan panasnya.


" Silvi.... " Liana berteriak memanggil Silvi. Silvi yang mendengar teriakn majikannya pun gegas menemuinya diruang depan.


" ya non, apa yang bisa saya bantu? " Silvi mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat berjalan cepat dari belakang keruang depan.


" ambilin minum sana, jus jeruk ya. harus dingin. awas kalo nggak dingin " dengan seenaknya dia memerintah Silvi yang jauh lebih tua.


" aku juga ya. aku minta jus alpukat aja. jangan kemanisan. " teriak Erwin pula.


" iya tuan muda " Silvi pun bergegas pergi ke dapur untuk membuat pesanan minuman kedua majikannya ini.


Liana dan Erwin pun duduk di sofa dengan kaki diangkat keatas meja.


tidak lama kemudian Silvi datang dengan nampan di tangannya.


" maaf non, tuan muda, kakinya tolong turunkan dulu. saya mau meletakkan minumannya " dengan hati hati Silvi meminta mereka menurunkan kaki dari atas meja.


" pegang aja, kamu diam aja di situ. " hardik Liana tidak mau menurunkan kakinya.Silvi pun dengan terpaksa memegang nampan di tangannya, sementara mereka berdua minum dengan nikmatnya.


Liana mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


" Assalamualaikum " seseorang dari seberang telpon mengucap salam.


" kak Juna, lagi dimana? " tanpa menjawab salam Liana malah menanyakan keberadaan Arjuna.


" lagi di rumah Li, ada apa? " Arjuna berusaha tetap bersikap ramah.


" kak, main ke rumahku dong aku ada tugas matematika yang gak bisa mengerjakannya, bantu aku ya kak. " dengan suara yang dibuat buat Liana membujuk Arjuna.


" maaf Li, aku juga lagi banyak tugas, maklum mahasiswa baru, " Arjuna berusaha menolak.


" kak please, sebentar aja ya, kakak nggak kasihan ya sama aku, nanti nilai aku jelek lho kak. tolong ya kak. " Liana membuat suaranya seperti akan menangis, hingga Arjuna pun menjadi iba dan tidak bisa menolak.


" iya, oke, tapi sebentar aja ya. " putus Arjuna akhirnya.

__ADS_1


" iya kak. terimakasih ya kak " ucap Liana dengan suara yang sedikit riang.


" iya, aku otw sekarang ya. " Arjuna segera mengambil kunci motornya untuk segera pergi ke rumah Liana. semakin cepat dia pergi ke rumah Liana, maka dia akan cepat pula pulangnya. dan malamnya dia bisa mengerjakan tugas dari kampus.


mendengar Arjuna yang akan datang, Liana segera mempersiapkan diri. dia mengganti bajunya dengan celana pendek sepaha yang menampakkan kemulusan dan putih pahanya, dipadu dengan kaos putih transparan, tidak lupa dia mengikat rambutnya keatas sehingga menampakkan leher jenjang nya yang putih. sengaja dilakukannya agar membuat Arjuna kesemsem padanya.


diapun sudah mempersiapkan aneka cemilan dan minuman kaleng diatas meja.


" non, diluar ada temannya. " mbok Sri yang membuka pintu melapor pada Liana.


" suruh masuk mbok. aku kan emang lagi nungguin dia. " bentak Liana pada mbok Sri yang tidak langsung menyuruh Arjuna untuk masuk.


" baik non. " dengan langkah tergesa, mbok Sri kembali ke depan untuk mempersilahkan Arjuna masuk.


" silahkan masuk den, " mbok Sri sedikit membungkukkan badannya.


" iya bu, terimakasih. "Arjuna masuk dengan sopan.


" jangan panggil ibu, panggil saja mbok Sri den. " mbok Sri meralat panggilan yang disematkan Arjuna padanya tadi.


" oh, oke mbok. dan mbok jangan panggil saya den. panggil saya Arjuna aja ya. " dengan senyuman manisnya Arjuna pun meminta mbok Sri meralat panggilan nya.


"maaf Li, apakah kamu bisa mengganti baju kamu dulu? nggak baik lho pakai baju yang seperti ini didepan laki laki. " Arjuna yang melihat pakaian Liana yang tidak pantas langsung menegur, karena dia akan risih selama membantu Liana mengerjakan tugasnya nanti.


" aku kan emang sengaja berpenampilan seperti ini untuk kakak" Liana berusaha bersikap genit pada Arjuna, Yang membuat Arjuna menjadi sedikit tidak suka. karena pada dasarnya Arjuna bukanlah cowok yang genit.


" lebih baik kamu ganti aja Li, atau aku pulang ya. " Arjuna pun mengancam Liana.


" baiklah, kak, tunggu dulu ya. " Liana pun bergegas mengganti bajunya walau pun dengan terpaksa. setelah mengobrak abrik isi lemarinya, akhirnya Liana menemukan baju yang menurut nya sesuai dengan keinginan Arjuna.


" gimana kak? " Liana berdiri di depan Arjuna.


" lebih baik begini. " Arjuna mengacungkan jempol pada Liana.


" minumlah dulu kak, dari tadi kamu nggak nyentuh apa apa ya.? " Liana memperhatikan hidangan dimeja yang masih belum terusik.

__ADS_1


" aku kesini kan niatnya bantuin kamu ngerjain tugas Li, " Arjuna mencoba tersenyum.


dan senyuman Arjuna semakin lebar ketika tidak sengaja melihat kearah tangga, dimana ada seseorang yang sedang menuruni anak tangga.


" kok kamu ada disini? " sapa Arjuna pada Joana yang sedang menapakkan kaki pada anak tangga terakhir.


" kakak kenal dia? dia itu pembantu kami disini. " Liana yang cemburu langsung menjawab. dan memandang sinis pada Joana.


" pembantu kamu? " tanya Arjuna tidak percaya.


" iya, dia baru beberapa hari ini jadi pembantu disini. " jawab Liana lagi dengan gaya songong nya.


" tapi kok dia kuliah? " dengan masih ragu Arjuna kembali bertanya.


" oh, kalian satu kampus ya kak. emang dia kuliah, karena mamaku yang sangat baik, dia sebagai pembantu banyak maunya, dan mamaku tidak bisa mengatakan tidak. akhirnya mamaku mendaftarkan dia dikampus kalian." Liana berdusta.


Joana yang mendengar hanya diam saja. dia tidak ingin membuat adiknya itu malu. makanya dia hanya diam.


" iya Jun, apa yang dikatakan oleh Liana itu benar. " Joana mengangguk dengan tetap tersenyum.


" sudah ngapain kamu masih di sana? mau godain teman aku? dia bukan level kamu, tau nggak? " hardik Liana yang makin ngelunjak karena Joana mendukung kebohongan nya.


Arjuna langsung menatap Liana dengan tatapan marah.


" kamu nggak boleh seperti itu dengan orang lain Li. meskipun dia pembantu kamu. " Arjuna bicara dengan penuh penekanan. Liana tampak tidak suka dengan ucapan Arjuna yang terkesan melindungi Joana.


" emang nya kakak suka dengan pembantu ku itu ya? " teriak Liana emosi.


" ini bukan masalah aku suka atau tidak padanya Li. ini masalah sikapmu yang gak sopan pada orang yang lebih tua dari kamu. " dengan bijak Arjuna menenangkan sikap Liana yang sedang emosi.


" pergi kamu ke dapur. atau kemana saja. pokoknya menyingkir dari hadapan kami. " usir Liana lagi.


mbok Sri yang melihat kejadian itu karena kebetulan dia mendengar suara teriakan Liana yang kencang hanya geleng geleng kepala.


" baik non. " Joana melangkah kearah dapur, karena sebenarnya dia memang mau ke dapur. dia bermaksud akan mencari makanan, karena lapar.

__ADS_1


" Jo ini juara matematika lho, kenapa kamu nggak minta tolong dia membantu mengerjakan tugasmu? " Arjuna memandang Liana curiga.


" pembantu seperti dia bisa apa sich kak? " Liana masih berusaha menjatuhkan Joana di hadapan Arjuna.


__ADS_2