
diterima sebagai asisten rumah tangga, dan bekerja pada bu Anggun yang cantik dan baik. bu Anggun yang merasakan kehadiran Joana sebagai putrinya pun sangat menyayangi Joana. sebenarnya bu Anggun memiliki beberapa asisten, tapi karena hatinya tertarik pada Sang gadis cantik, diapun menerima Joana.
" ini kamar kamu Jo, " bu Anggun mengantarkan Joana ke kamar yang letaknya berada ditengah, bukan di kamar pembantu seperti yang lain.
" bagus banget kamarnya bu, " Joana tampak mengagumi kamar yang akan ditempatinya itu.
bu Anggun pun tersenyum
" kamu suka kamar ini? "bu Anggun bertanya. Joana mengangguk.
" tentu saja suka bu. " jawab Joana. walaupun dia sudah yakin bahwa bu Anggun adalah ibunya, tapi dia tidak ingin berbuat sesuka hatinya.
" kamu persiapkan dirimu, dan bekerjalah dengan baik ya. sekarang kamu istirahat dulu. atau kamu mau berkenalan dengan asisten yang lain? " tanya bu Anggun menatap Joana.
" saya ingin berkenalan dengan yang lain bu, malulah saya kalo istirahat sekarang, kerja aja belum kok bu. " Joana berkata dengan bijak.
..." oke kalo gitu, yuk. " bu Anggun menarik tangan Joana. dan membawa nya keruang tengah. bu Anggun pun memanggil para asistennya untuk berkumpul diruang tengah. setelah semuanya kumpul, maka bu Anggun pun memperkenalkan Joana pada mereka. asisten di rumah itu berjumlah lima orang, satpamnya ada tiga, belum ditambah kan Joana, jadi asistennya berjumlah enam orang. sedangkan tuan rumahnya terdiri dari bu Anggun dan pak Anggara, mereka mempunyai dua orang anak laki-laki dan perempuan, yang masih duduk di bangku smu. dan saat ini mereka masih berada disekolah....
" ini namanya Joana, dia disini bertugas sebagai asisten saya ya, jadi kebutuhan saya, biar dia yang menyiapkannya. kalian faham" suara bu Anggun yang lantang tapi tidak sombong membuat mereka mengangguk kan kepala.
" dan silahkan kalian berkenalan, saya mau istirahat dulu ya. nanti, setelah selesai, kamu temui saya dikamar ya. " bu Anggun menunjuk kearah kamar dilantai atas. nanti tanyakan saja pada yang lain kalo kamu belum tau ya. " lanjut bu Anggun lagi.
__ADS_1
" iya bu, siap. " Joana yang mulai memahami karakter ibunya ini pun mengangguk dan tersenyum manis.
sepeninggal bu Anggun ke kamar nya, para asisten pun mendekati Joana dan mengajak Joana berkenalan.
" saya bu prapti, saya kepala asisten disini. " bu prapti yang sepertinya sebaya dengan bu Anggun mengenalkan diri, dan dari cara bicaranya, sepertinya bu Prapti adalah orang yang agak sombong. Joana menyalami bu Prapti dengan membungkukkan badannya.
dan satu persatu mereka pun menyalami Joana. ada yang sebaya dengan Joana, dia adalah silvi, gadis berusia dua puluh tahun. dengan wajah yang manis.
" silvi, aku gak tau dimana kamar ibu. " Joana berkata dengan maksud bertanya.
" oh, kamar ibu. dari tangga nanti kamu kearah kanan, dan kamar yang paling besar, itulah kamar ibu." silvi memberitahu.
" oh, baiklah, saya akan ke sana ya. " Joana segera melangkah menaiki tangga, dia mengetuk pintu kamar yang tertutup.
" Wa'alaikum salam, masuk Jo. "bu Anggun mempersilahkan Joana untuk masuk.
Joana membuka pintu kamar bu Anggun, dan tampaklah bu Anggun sedang memandang foto dia sedang menggendong bayi. foto itu sama dengan foto yang dimiliki oleh Joana.
Joana memandang foto itu, yang berhasil membuat air matanya tumpah. bu Anggun yang tidak sengaja melihat Joana menangis pun langsung mengalihkan pandangan nya pada gadis itu.
" kenapa Jo? " tanya bu Anggun penasaran..
__ADS_1
" eh, eh, nggak bu. " jawaban Joana yang ambigu tentu saja berhasil membuat bu Anggun beralih memperhatikannya.
" ada apa Jo? mengapa kamu menangis? " bu Anggun memandang Joana dengan lekat. Joana yang tersadar lantas menghapus air matanya.
" eh, nggak bu. " Joana mengelak dan menghapus air matanya.
" kamu kenal dengan foto ini? " tanya bu Anggun menatapnya tajam.
" tidak bu, " Joana menggoyangkan tangannya.
" kamu mencurigakan Joana putri Anggara" tatap bu Anggun semakin tajam dan menusuk. Joana terkejut ketika bu Anggun menyebut namanya dengan lengkap.
" i bu, kok tahu nama lengkap saya? " tanya Joana pelan.
" karena saya yang membuat nama kamu Joana, benar itu namamu nak? " mata bu Anggun pun sudah basah oleh air matanya yang berlomba untuk keluar. Joana mengangguk, dan tidak berani menatap pada sosok wanita dihadapannya ini. bu Anggun berdiri dan mendekat pada Joana.
" apakah kamu datang kesini karena ingin menemui kami, orang tuamu nak? " lalu bu Anggun memegang kedua pundak Joana.
" benar bu. " dengan takut takut, Joana menjawab.
" dari awal kamu menyebutkan namamu, aku sudah menduganya, kamu anakku yang ku serahkan pada orang lain untuk mengurusnya. tapi mama bisa menjelaskan semuanya nak. tolong jangan marah pada mama ya nak? " bu Anggun memeluk Joana dengan sangat kuat disertai tangisan yang sangat pilu.
__ADS_1
" papamu harus tau berita gembira ini. " dan bu Anggun pun langsung meraih ponselnya. dicarinya nama suami yang amat dicintainya itu.