Aku Diantara Mereka

Aku Diantara Mereka
Pedas


__ADS_3

"Yaampun, suasana apa ini? Kenapa malah jadi begini.." ucap Anin dalam hati


"Ehem.. Bagaimana hasilnya nona nona? Waktu yang tersisa 10 menit lagi. Oh ya, jangan lupa letakkan tanda tangan di gambar kalian ya." ucap Gavin memecah suasana agar Anin tidak merasa canggung lagi.


10 menit kemudian


"Ok, time up, ladies!" ucap Gavin sambil menepuk tangannya.


"Okee.." ucap firli


"Apasih ni orang, ngatur ngatur mulu." gumam Anin pelan menatap sinis mata pemuda tampan itu sambil menyerahkan hasil karyanya itu.


"Hmm? Kamu bicara barusan?" tanya Gavin pada Anin sambil menatap mata Anin yang tanpa sengaja Anin pun tengah menatap mata Gavin juga.


Deg..


Mata mereka saling bertatapan. Tanpa Gavin sadari, tiba tiba saja ia mengingat kata kata abangnya.


"Apa iya ini yang dimaksud abang? Gadis ini beneran imut sekali jika diliat dari dekat." ucap Gavin dalam hatinya.


Anin pun merasakan hal yang sama


"Yaampun, apa ini? Kenapa dia menatapku begitu serius. Aku harus apa, dia bener bener ganteng kalo diliat dari dekat." ucap Anin dalam hati.


Mereka pun mulai mengingat insiden saat bibir Anin bersentuhan dengan pipi pria tampan tersebut


Blushh.. Wajah mereka memerah menahan malu. Firli yang memperhatikan mereka dari jauh langsung mecah suasana.


"Hey kalian, ada apa ini? Kenapa malah saling menatap,bahkan saat aku ada disini? kalian anggap aku obat nyamuk ya?" tanya Firli pura pura kesal, padahal dia sangat senang menggoda Anin.


"Ohh ya benar, aku akan mulai menilainya." ucap Gavin tatapan Anin malah membuatnya salah tingkah


"Aaahh... Firli aku takut.." teriak Anin


"Kenapa?" tanya Firli khawatir takut terjadi sesuatu pada sahabatnya itu


"Aku baru aja menatap matanya. Apa aku akan ketiban sial?" tanya Anin sambil menampakkan muka khawatir, dia berakting seolah dia telah menjadi korban kekerasan, yang sontak membuat Gavin kaget dan langsung membulatkan matanya

__ADS_1


"Ntahlah. Lebih baik saat di jalanan nanti, kamu berjalan hati hati ya, kalo bisa pegangan aja sama aku. Takutnya nanti kamu kepleset atau nginjek kotoran. Kan bahaya. Hahaha." lanjut Firli


"Ohh iyaa baik baik. Hahaha" ucap Anin senang karena sahabatnya itu mengerti jalan pikirannya.


"Heh.. Kamu kira aku apa?" gumam Gavin pelan


"Dasar gadis konyol..Lihatlah apa kamu masih bisa tertawa setelah semua ini." ucap Gavin dalam hati. Sambil melihat gambar kedua gadis konyol itu.


Ia berencana untuk membuat Anin kalah. Gavin mulai melihat dan membandingkan gambar keduanya. Sebenarnya gambar Anin sedikit lebih unggul dari gambar Firli. Tapi ia lebih memilih membuat Anin kalah.


"Ok.. Gambar yang menang adalah yang ini." ucap Gavin sambil mengangkat gambar milik firli


"Yess itu punya aku.. Asikk bisa makan enak gratis nihh. Hihihi."


"Ohh ini punya firli ya? Kalo gitu nih." ucap Gavin mengembalikan gambar firli.


"Loh ko dibalikin?" tanya firli heran


"Karena, dia yang udah repot repot memotret aku diam diam, jadi lebih baik aku ngambil gambarnya dia aja." ucap Gavin sambil menatap Anin. Anin hanya bisa diam dan menerima semuanya. Karena dia tau dia salah memotret orang diam diam.


"Haaahh.. Aku nyesel menjadikan dia objek, beruntung gambarku dia ambil. Setidaknya nanti rumahku ga kena sial karena nyimpen gambarnya.


Mereka pun mampir ke sebuah restoran bakso yang lumayan terkenal enak di kota nya.


"Bakso?" ucap Gavin


"Iya. Yuk masuk." ucap Anin


Lalu mereka bertiga masuk dan mulai memilih menu. Mereka memilih sesuai selera masing masing. Mereka pun menunggu pesanan datang. Suasana begitu canggung. Firli dan Anin mengacuhkan keberadaan Gavin. Mereka berdua sibuk dengan ponsel dan tertawa bersama. Membuat Gavin bingung, lalu Gavin memutuskan untuk pergi ke toilet.


"Aku mau ke toilet dulu." ucap Gavin beranjak dari duduknya, lalu pergi ke toilet


Tak lama Gavin pergi, pesanan mereka pun datang.


Anin dengan segera mengambil sambal yang ada didekatnya, dituangkanlah ke mangkuk Gavin 5 sendok.


"Hehehe.. Liat berapa kali kamu bakal ke kamar mandi.." ucap Anin tersenyum jahat sambil menuangkan sambal ke mangkuk Gavin

__ADS_1


"Astaga apa yang kamu lakukan? Dia bakal mati kepedesan, nin." ucap Firli kaget, tapi tersenyum melihat tingkah sahabatnya begitu jahil.


"Biarin aja. Siapa suruh dia mengganggu ketenangan kita nyari inspirasi, ya ga?" ucap Anin


"Iyap betul." sahut Firli. Mereka pun tertawa tertawa jahat bersama. Hingga Gavin datang dan mulai duduk bersama mereka.


"Wahh udah dateng nih pesenannya. Kalo gitu selamat makan." ucap Gavin sambil menyantap pesanannya itu.


Tiba tiba betapa terkejutnya Anin dan Firli melihat ekspresi wajah Gavin. Gavin tidak merasakan pedasnya sambal yang telah Anin tuang


Firli dan Anin pun langsung mendekat satu sama lain.


"Apa ini? Lidahnya terbuat dari beton ya? Dia ga kepedesan sama sekali, Fir?" ucap Anin berbisik pada Firli


"Iya padahal sambel disini sangat pedas, apa iya dia suka banget pedes?" sahut Firli heran


"Ntahlah."


"Sial, kenapa bedes banget. Gadis sialan, apa yang kamu masukkan ke mangkok aku sebenarnya. Lihat saja pembalasanku."ucap Gavin dalam hati, sambil menahan lidahnya yang terbakar


"Kenapa kalian ga makan, dan malah ngeliatin aku gitu? Ohh kalian mau cobain punyaku ya?


Gimana kalo kita tukeran? Nih nih, dengan senang hati. Punya aku enak banget lohh." ucap Gavin sambil menukar bakso milik Anin dengan miliknya.


"Nih nih kalian cobain punyaku.. Aaaaa." ucap Gavin menyodorkan baksonya ke mulut Anin dan memaksa Anin membuka mulut dengan tangan kirinya memegang dagu Anin.


Anin pun terpaksa melahap suapan besar bakso itu. Matanya membulat, seketika seluruh lidahnya mati rasa, mulutnya terbakar. Ia langsung meminum jus jeruk miliknya.


Tak lupa juga dia menyuapi Firli, namun firli berhasil lolos. Dia lari ke toilet untuk menghindari Gavin


"Hahahaha.. Bagaimana? Enak bukan?" Gavin terkekeh melihat tingkah Anin yang kepedasan. Gavin baru mengambil jus jambu miliknya dan segera meminum jus tersebut. Sedari tadi Gavin telah menahan rasa pedas, dan baru bisa minum jus, setelah membalas perlakuan Anin.


Bersambung...



Hai readers, sampe sini udah keliatan belom, nanti Gavin bakal jadi apa?

__ADS_1


Untuk visualnya Gavin. Dia itu mukanya rada ke bule bule gitu lah. Gantengnya gagah gitu. Terus tingginya itu 169cm dan beratnya 58kg, hobinya udah tau kann.. Dan kulitnya putih. Rambutnya warna rada coklat gitu. Matanya belo, bulu matanya lentik. Bibirnya tipis, alisnya tebel. Dia waktu SMA adalah team basket. Jadi dia rajin olahraga juga. Senyumannya, uwaahh bikin meleleh.


__ADS_2