
Mereka berdua lalu tertawa bersama. Firli baru bisa kembali lagi setelah suasananya tenang. Anin lalu membayar semuanya dan mengajak Firli pulang.
Mereka bertiga pun ke parkiran bersama. Anin jalan lebih dulu, lalu Gavin dan Firli malah asyik mengobrol.
Saat menuju ke parkiran tiba tiba saja tali sepatu Anin terbuka, dia pun langsung menunduk untuk membenarkannya. Lalu tanpa sengaja Gavin menabrak Anin dari belakang, yang membuat Anin hampir terjatuh. Lalu dengan cepat, Gavin memegang pinggang Anin, agar dia tidak terjatuh.
"Aahh pelecahan.." teriak Anin yang sontak membuat Gavin melepaskan tangannya dari pinggang Anin
"Pelecehan apa? Aku justru membantumu gadis aneh." ucap Gavin membela diri
"Apa? Gadis aneh? Dasar pria gila. kau benar benar membuat hariku sial. Huh. Ayo Firli kita pergi dari sini.
Aku harap tidak akan bertemu orang gila seperti dia lagi. Dia bahkan lebih gila dari orang gila di pinggir jalan. Sial.. Hariku benar benar siall..." ucap Anin langsung menarik Firli dan bergumam sendiri.
Mereka pun pergi meninggalkan Gavin. Gavin hanya terdiam melihat mobil Firli yang pergi semakin jauh
"Heh, pria gila? Menarik..
Sepertinya aku memang sudah gila. Aku harap kita bisa bertemu lagi. Gadis Aneh."
Gumam Gavin pelan sambil tersenyum.
---
Sementara itu, di dalam mobil
"Kamu kenapa sih? Ko jutek banget sama cowok seganteng itu?" tanya Firli heran
"Begitu? Ganteng? Buka matamu lebar lebar, fir. Mataku yang sebesar ini aja ga melihat titik ganteng dari cowok kaya dia." ucap Anin
"Yaa.. Tapi gausah begitu juga kali? Atau mulai ada benih benih ni diantara kalian ya?"ucap Firli meledek Anin
"Heheh benih singkong kali. Aku kalo ampe suka sama dia. Setiap hari aku bakal ketiban kotoran burung mulu kali. Atau jangan jangan kamu kali yang sebenernya suka ama dia?" ucap Anin
"Hahaha kotoran burung... Ehh? Ngomong apa barusan? Suka? Dia bukan tipe aku kalii." ucap Firli
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanannya. Lalu Firli mengingat sesuatu. Dia teringat bahwa temannya sedang sakit, dan dirawat.
"Eh iyaa aku hampir lupa.. Anin cantikk, kamu sahabat aku yang terbaik, terimut, ter rajin menabung, ter ter ter pokoknya."
"Pasti ada mau nya nih? Mau apa? Tinggal bilang."
"Mau ga temenin aku ke rumah sakit. Mau jenguk temen SMP aku. Yayayayaya mau yaa?" ucap Firli memohon
"Ohh kirain apa, bisa itu mah. Ayokk." ucap Anin sambil tersenyum
Lalu Mengabari mama Lina, karena tidak jadi pulang. Dan akan menemani Firli menjenguk temannya.
Mereka pun langsung menuju rumah sakit tempat teman SMP nya Firli dirawat. Sebelum itu mereka mampir ke supermarket untuk membeli buah.
Saat di supermarket mereka memilih buah, dan beberapa makanan ringan untuk camilan.
Setelah selesai memilih makanan ringan. Anin dan Firli jalan menuju kasir.
Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang sedang membawa keranjang belanjaan, dan akan mengambil minuman dingin.
Bukk...
"Yaampun, Anin!" teriak Firli kaget
Pria itu pun kaget dan langsung menutup pintu lemari es itu.
"Astaga... Maaf maaf saya gak sengaja, kamu ga apa apa?." tanya pria itu
"Iya iya aku gak apa apa kok." ucap Anin langsung berdiri tegak
Bukk...
"Aaww" teriak pria itu kesakitan karena dagunya terkena kepala Anin yang tiba tiba saja langsung berdiri tanpa aba aba.
"Yaampun, mas nya!" ucap Firli kaget
__ADS_1
"Ehh ko jadi gini.. Kamu.. Kamu.. Ga apa apa kan? Maaf saya gak sengaja." ucap Anin langsung memegang dagu pria itu
"Hahahaha kamu itu ,sebegitu dendamnya ya sama saya?" ucap pria itu langsung tertawa
"Bu.. Bukan begitu. Saya beneran gak sengaja, maaf ya." ucap Anin merasa bersalah
"Iyaa gak apa apa, kalo begini kan kita jadi impas. Saya juga minta maaf ya." ucap pria itu.
"Iya." ucap Anin menundukkan kepalanya
"Kalo gitu kami duluan ya." ucap Firli, lalu mereka pun pergi ke kasir. Lalu pria itu mengangguk dan mereka pun berpisah. Pria itu melanjutkan berbelanja.
Mereka telah selesai membayar belanjaannya, lalu langsung keluar dari supermarket dan menuju mobilnya. Saat Firli akan membuka pintu mobilnya. Dia terlalu keras membukanya, dan tak menyadari disampingnya ada motor. Entah nasib buruk apa yang tengah menghampiri mereka berdua. Motor itupun terjatuh.
"Astaga.. Anin cepetan masuk mobil.. Cepet.." teriak Firli panik. Entah kenapa Firli justru malah lari, dan bukannya bertanggung jawab. Firli langsung tancap gas, dan pergi secepatnya dari supermarket itu. Si pemilik motor yang melihat motornya telah jatuh langsung lari keluar supermarket dan mau mengejar mobil Firli. Tapi tak bisa.
"Kamu kenapa lari sih fir?" tanya Anin
"Ga tau aku juga bingung.. Aku ngerasa ada Firasat buruk. Lagipula, pemilik motor itu adalah pria yang tadi kamu buat memar dagunya. Aku juga kayanya ga asing sama dia. Tapi siapa ya." ucap Firli
"Masa iya?" tanya Anin dan firli hanya mengangguk.
"Ah, Aku bilang juga apa. Gavin tuh cowo pembawa sial. Kita jadi ketiban sial gini setelah ketemu dia kan.. Aku harap sih aku ga bakal ketemu dia lagi.. Hiihh jangan sampe.." ucap Anin sambil menepuk-nepuk jidatnya
"Hahaha ada ada aja kamu." ucap Firli tertawa.
---
Mereka pun sampai di rumah sakit tempat temannya Firli di rawat. Mereka langsung menuju kamar rawat temannya itu.
Temannya begitu senang karena Firli datang menjenguk. Mereka berdua belum bertemu lagi semenjak kelulusan SMP. Anin memperkenalkan dirinya ke temannya Firli, dan mereka pun muali mengobrol.
"Duhh ka azril dimana sih, aku kan minta tolong beliin makanan. Padahal udah dari loh berangkatnya. soalnya aku tau kalian bakal dateng. Sabar ya gurls, makanannya bentar lagi dateng." ucap azura
"Udahlah zura, kami juga ga laper ko." ucap Firli
__ADS_1
"Ihh ga boleh gitu. Kalian udah repot repot dateng, aku jd ga enak. Tunggu ya bentar lagi." ucap Azura
Bersambung....